PT Grand Puri Apresiasi Gubernur Kawal Proyek PSEL Makassar
Jum'at, 06 Mar 2026 23:18
PT Grand Puri Indonesia dan SUS Environment menyampaikan apresiasi terhadap pengembangan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Makassar, Jumat (6/3/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - PT Grand Puri Indonesia bersama SUS Environment menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, atas komitmennya mengawal progres proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Makassar.
Perwakilan PT Grand Puri Indonesia, Victorio Edward, menilai perhatian serius pemerintah provinsi sangat penting dalam menangani persoalan sampah di Makassar. Apalagi, isu persampahan di kota tersebut kini juga menjadi perhatian pemerintah pusat.
"Makanya kami perwakilan dari PT Grand Puri Indonesia mengapresiasi langkah cepat Pak Gubernur yang memberi perhatian serius soal masalah sampah di Makassar," kata Perwakilan PT Grand Puri Indonesia, Victorio Edward dalam rilisnya, Jumat (6/3/2026).
Victorio menyebut, konsorsium PT Grand Puri Indonesia dan PT Sarana Utama Synergi yang memenangkan tender proyek PSEL Makassar diharapkan dapat menjadi solusi konkret atas persoalan persampahan di kota tersebut.
"Iya kehadiran kami sebagai pemenang pada proyek PSEL ini bisa menjadi solusilah terkait masalah sampah di Makassar," ucapnya.
Terkait kelanjutan proyek, pihaknya menegaskan komitmen untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait. Koordinasi tersebut terutama berkaitan dengan pembahasan lokasi pembangunan fasilitas PSEL di Makassar.
"Kita diskusikan semua pihak, baik dari Pemprov, Pemkot dan pihak-pihak terkait, kita dengarkan semua pihak terkait lokasi yang dijadikan tempat untuk PSEL di Makassar. Intinya kami dimanapun itu (lokasinya), sebagai pemenang tender proyek PSEL kami akan lakukan dan kerjakan secara bersama-sama," bebernya.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menegaskan persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah, menjadi salah satu prioritas pemerintah. Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 Pemerintah Kota Makassar di Hotel Claro, Jalan AP Pettarani, Kamis (5/3/2026).
"Concern kita untuk Makassar tentu tidak jauh dari persoalan lingkungan. Ini juga pesan Bapak Presiden terkait masalah persampahan," ungkapnya.
Menurut Andi Sudirman, upaya penanganan sampah di Makassar juga sejalan dengan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang memberikan perhatian terhadap persoalan persampahan di tingkat nasional.
"Saya tahu ini tidak mudah, tapi ini juga tugas dan tanggung jawab kami di provinsi untuk membantu,” kata Gubernur Sulsel.
Ia juga mengungkapkan telah melakukan pertemuan dengan Menteri Lingkungan Hidup guna menyelaraskan strategi pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, Kota Makassar kini masuk dalam daftar daerah prioritas nasional untuk pengembangan sistem pengelolaan sampah melalui proyek strategis PSEL.
Menurutnya, posisi Makassar sebagai pusat penghubung wilayah Indonesia Timur menjadi salah satu pertimbangan utama pemerintah pusat dalam memberikan dukungan terhadap proyek tersebut.
“Kalau tidak ada di Makassar, Indonesia Timur ini hub-nya di sini. Jadi memang harus diperkuat,” tutupnya.
Perwakilan PT Grand Puri Indonesia, Victorio Edward, menilai perhatian serius pemerintah provinsi sangat penting dalam menangani persoalan sampah di Makassar. Apalagi, isu persampahan di kota tersebut kini juga menjadi perhatian pemerintah pusat.
"Makanya kami perwakilan dari PT Grand Puri Indonesia mengapresiasi langkah cepat Pak Gubernur yang memberi perhatian serius soal masalah sampah di Makassar," kata Perwakilan PT Grand Puri Indonesia, Victorio Edward dalam rilisnya, Jumat (6/3/2026).
Victorio menyebut, konsorsium PT Grand Puri Indonesia dan PT Sarana Utama Synergi yang memenangkan tender proyek PSEL Makassar diharapkan dapat menjadi solusi konkret atas persoalan persampahan di kota tersebut.
"Iya kehadiran kami sebagai pemenang pada proyek PSEL ini bisa menjadi solusilah terkait masalah sampah di Makassar," ucapnya.
Terkait kelanjutan proyek, pihaknya menegaskan komitmen untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait. Koordinasi tersebut terutama berkaitan dengan pembahasan lokasi pembangunan fasilitas PSEL di Makassar.
"Kita diskusikan semua pihak, baik dari Pemprov, Pemkot dan pihak-pihak terkait, kita dengarkan semua pihak terkait lokasi yang dijadikan tempat untuk PSEL di Makassar. Intinya kami dimanapun itu (lokasinya), sebagai pemenang tender proyek PSEL kami akan lakukan dan kerjakan secara bersama-sama," bebernya.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menegaskan persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah, menjadi salah satu prioritas pemerintah. Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 Pemerintah Kota Makassar di Hotel Claro, Jalan AP Pettarani, Kamis (5/3/2026).
"Concern kita untuk Makassar tentu tidak jauh dari persoalan lingkungan. Ini juga pesan Bapak Presiden terkait masalah persampahan," ungkapnya.
Menurut Andi Sudirman, upaya penanganan sampah di Makassar juga sejalan dengan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang memberikan perhatian terhadap persoalan persampahan di tingkat nasional.
"Saya tahu ini tidak mudah, tapi ini juga tugas dan tanggung jawab kami di provinsi untuk membantu,” kata Gubernur Sulsel.
Ia juga mengungkapkan telah melakukan pertemuan dengan Menteri Lingkungan Hidup guna menyelaraskan strategi pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, Kota Makassar kini masuk dalam daftar daerah prioritas nasional untuk pengembangan sistem pengelolaan sampah melalui proyek strategis PSEL.
Menurutnya, posisi Makassar sebagai pusat penghubung wilayah Indonesia Timur menjadi salah satu pertimbangan utama pemerintah pusat dalam memberikan dukungan terhadap proyek tersebut.
“Kalau tidak ada di Makassar, Indonesia Timur ini hub-nya di sini. Jadi memang harus diperkuat,” tutupnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Tolak Pembangunan PSEL di Tamalanrea, Warga: Kami Siap Pertaruhkan Nyawa
Gelombang penolakan terhadap lokasi pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) atau Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Makassar terus berdatangan.
Rabu, 20 Mei 2026 05:53
Makassar City
Warga Tamalanrea Bersatu Tolak PSEL, Sebut Masa Depan Generasi Dipertaruhkan
Gelombang penolakan terhadap rencana pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau PLTSa oleh PT SUS di Kecamatan Tamalanrea, Makassar, terus menguat.
Kamis, 14 Mei 2026 06:21
Makassar City
Komitmen Tolak PSEL, Warga Tamalanrea Turun Demo Besar-besaran
Ratusan warga Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, kembali menggelar aksi demonstrasi menolak pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) yang direncanakan dibangun di wilayah mereka, Ahad (10/5/2026) sore.
Senin, 11 Mei 2026 08:43
News
Warga Tamalanrea Sesalkan Pernyataan Menkeu soal Kelanjutan Proyek PSEL
Masyarakat Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, menyatakan penolakan terhadap kelanjutan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), Jumat (7/5/2026).
Jum'at, 08 Mei 2026 09:59
Makassar City
Tinjau TPA Manggala, Wali Kota Appi Siapkan Lahan PSEL 8 Hektare
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meninjau kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kecamatan Manggala, Selasa (7/4/2026), untuk memastikan kesiapan lahan proyek PSEL.
Selasa, 07 Apr 2026 18:04
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bupati Jeneponto Lepas Kontingen Porsenijar PGRI 2026 ke Tingkat Sulsel
2
PAN Maros Ditarget Raih 24 Kursi DPRD pada Pemilu 2029
3
Maros Bidik Lima Besar Porprov, Jumlah Cabor Lolos Meningkat Jadi 34
4
Kasus Islamic Center Malili Belum Ditangani, Aktivis Nilai Penegakan Hukum Mandek
5
Rayakan HUT ke-58, BPJS Kesehatan Kampanyekan Budaya Hidup Sehat
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bupati Jeneponto Lepas Kontingen Porsenijar PGRI 2026 ke Tingkat Sulsel
2
PAN Maros Ditarget Raih 24 Kursi DPRD pada Pemilu 2029
3
Maros Bidik Lima Besar Porprov, Jumlah Cabor Lolos Meningkat Jadi 34
4
Kasus Islamic Center Malili Belum Ditangani, Aktivis Nilai Penegakan Hukum Mandek
5
Rayakan HUT ke-58, BPJS Kesehatan Kampanyekan Budaya Hidup Sehat