Korban Pertama Pesawat ATR 42-500 Dievakuasi Melalui Jalur Camba
Selasa, 20 Jan 2026 16:07
Proses evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 akan dilakukan melalui jalur Camba. Foto: Istimewa
MAROS - Memasuki hari ke empat pascajatuhnya pesawat ATR 42-500, Tim SAR masih berjibaku dengan proses evakuasi korban.
Sekitar pukul15.30, proses evakuasi korban pertama jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, masih berlangsung, Selasa (20/1/2026).
Evakuasi difokuskan melalui jalur Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, yang terhubung ke wilayah Camba.
Kepala Desa Rompegading, Kecamatan Camba, Muhammad Arfah, mengatakan, proses penjemputan jenazah telah dipersiapkan sejak pagi hari dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk tim SAR gabungan, TNI, dan aparat kewilayahan.
"Rombongan sudah siap berangkat. Ada tim dari Batalyon 433, Koramil, dan unsur lainnya. Beberapa kendaraan juga sudah disiapkan untuk proses evakuasi,” ujar Arfah saat dihubungi via telepon selulernya.
Dia menjelaskan, titik penjemputan jenazah berada di Kampung Baru, yang berjarak sekitar 7 kilometer dari Kantor Camat Cenrana dan sekitar 5 kilometer dari pusat kota kecamatan.
Dari lokasi tersebut, jenazah selanjutnya akan dievakuasi menggunakan kendaraan menuju lokasi yang lebih aman.
Menurut Arfah, proses evakuasi dari titik lokasi kejadian (TKP) menuju Kampung Baru diperkirakan memakan waktu sekitar dua jam, mengingat kondisi medan yang cukup berat dan sulit diakses.
"Medannya memang sulit. Jalur yang dilalui sebagian besar masih berupa jalan tanah dan bahkan ada beberapa titik yang tidak memiliki akses jalan mobil," ungkapnya.
Dia menambahkan, pada beberapa bagian, tim SAR terpaksa menandu jenazah secara manual karena tidak tersedianya jalur kendaraan. Jalur yang digunakan pun bukan jalur warga, melainkan akses terbatas yang biasanya tidak dilalui masyarakat.
"Tidak ada jalan warga ke hutan di jalur itu. Tim harus ekstra hati-hati saat membawa jenazah turun ke bawah," jelas Arfah.
Sekitar pukul15.30, proses evakuasi korban pertama jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, masih berlangsung, Selasa (20/1/2026).
Evakuasi difokuskan melalui jalur Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, yang terhubung ke wilayah Camba.
Kepala Desa Rompegading, Kecamatan Camba, Muhammad Arfah, mengatakan, proses penjemputan jenazah telah dipersiapkan sejak pagi hari dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk tim SAR gabungan, TNI, dan aparat kewilayahan.
"Rombongan sudah siap berangkat. Ada tim dari Batalyon 433, Koramil, dan unsur lainnya. Beberapa kendaraan juga sudah disiapkan untuk proses evakuasi,” ujar Arfah saat dihubungi via telepon selulernya.
Dia menjelaskan, titik penjemputan jenazah berada di Kampung Baru, yang berjarak sekitar 7 kilometer dari Kantor Camat Cenrana dan sekitar 5 kilometer dari pusat kota kecamatan.
Dari lokasi tersebut, jenazah selanjutnya akan dievakuasi menggunakan kendaraan menuju lokasi yang lebih aman.
Menurut Arfah, proses evakuasi dari titik lokasi kejadian (TKP) menuju Kampung Baru diperkirakan memakan waktu sekitar dua jam, mengingat kondisi medan yang cukup berat dan sulit diakses.
"Medannya memang sulit. Jalur yang dilalui sebagian besar masih berupa jalan tanah dan bahkan ada beberapa titik yang tidak memiliki akses jalan mobil," ungkapnya.
Dia menambahkan, pada beberapa bagian, tim SAR terpaksa menandu jenazah secara manual karena tidak tersedianya jalur kendaraan. Jalur yang digunakan pun bukan jalur warga, melainkan akses terbatas yang biasanya tidak dilalui masyarakat.
"Tidak ada jalan warga ke hutan di jalur itu. Tim harus ekstra hati-hati saat membawa jenazah turun ke bawah," jelas Arfah.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Kapolda Sulsel Apresiasi Peran Polres dalam Pencarian Korban ATR 42-500
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro melakukan kunjungan ke Mapolres Maros, Kamis (29/1/2026).
Kamis, 29 Jan 2026 19:27
News
Korban Kecelakaan ATR 42-500 Asal Luwu Timur Diberi Santunan
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyerahkan bantuan santunan kepada keluarga korban kecelakaan pesawat ATR 42-500, yang terjadi di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.
Selasa, 27 Jan 2026 19:53
News
Jenazah Esther Aprilita Korban ATR 42-500 Diberangkatkan ke Jakarta Malam Ini
Jenazah korban ketiga kecelakaan pesawat ATR 42-500, Esther Aprilita, tiba di area kargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, Jumat (24/1/2026).
Jum'at, 23 Jan 2026 18:33
News
Korban Ketiga ATR 42-500 Teridentifikasi, Pramugari Esther Aprilita
Tim DVI Polda Sulsel berhasil mengidentifikasi korban ketiga kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang ditemukan di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep. Identifikasi diumumkan hari ini.
Jum'at, 23 Jan 2026 16:34
News
Seluruh Korban ATR 42-500 Ditemukan, Tim SAR Sujud Syukur
Operasi pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 dinyatakan rampung setelah ditemukannya body part atau bagian tubuh ke-10 yang menandai seluruh korban telah ditemukan.
Jum'at, 23 Jan 2026 14:51
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Ilham Ari Fauzi Siapkan Road Show ke 24 Daerah, PPP Sulsel Gaspol Konsolidasi Jelang Muscab
2
Demokrasi “Islam” Indonesia
3
Perluas Layanan Kemanusiaan, PMI Mariso Siap Perkuat Peran di Tingkat Kecamatan
4
LBH Pers Makassar Tuntut Kasus Kekerasan Jurnalis Dilanjutkan Lewat Praperadilan
5
PT Grand Puri Apresiasi Gubernur Kawal Proyek PSEL Makassar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Ilham Ari Fauzi Siapkan Road Show ke 24 Daerah, PPP Sulsel Gaspol Konsolidasi Jelang Muscab
2
Demokrasi “Islam” Indonesia
3
Perluas Layanan Kemanusiaan, PMI Mariso Siap Perkuat Peran di Tingkat Kecamatan
4
LBH Pers Makassar Tuntut Kasus Kekerasan Jurnalis Dilanjutkan Lewat Praperadilan
5
PT Grand Puri Apresiasi Gubernur Kawal Proyek PSEL Makassar