SMK Kontes Road to Factory SJAM Masuki Final, 31 Sekolah Berebut Tiket ke Pabrik Yamaha

Kamis, 22 Jan 2026 15:29
SMK Kontes Road to Factory SJAM Masuki Final, 31 Sekolah Berebut Tiket ke Pabrik Yamaha
Suasana tes praktik SMK Kontes Road to Factory di Yamaha Training Centre Suraco Building, Jalan AP Pettarani, Makassar. Foto: SINDO Makassar/Luqman Zainuddin
Comment
Share
MAKASSAR - Program SMK Kontes Road to Factory yang digagas PT Suracojaya Abadimotor (SJAM) memasuki babak final, Kamis (22/1/2026). Pada tahap akhir ini, peserta diuji kemampuan teori dan praktik otomotif serta pemasaran.

Sebanyak 31 sekolah lolos ke babak final dari total 138 SMK binaan PT SJAM di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar). Setiap sekolah diwakili oleh satu guru dan satu siswa, sehingga total terdapat 62 peserta.

"Jadi total hari ini ada 62 peserta, guru dan siswa," beber GM Business Development HR & Support PT SJAM, Florentina Koeswanti seusai pembukaan babak final di Suraco Building, Jalan AP Pettarani, Kota Makassar.

Koeswanti menyebut program ini bertujuan membentuk sumber daya manusia (SDM) yang andal, tidak hanya di bidang otomotif, tetapi juga pemasaran.

Manager HR Business dan Development PT SJAM, Ulfa Suryani Syah, menambahkan program SMK Road to Factory telah memasuki edisi kelima dan proses seleksi dimulai sejak September 2025.

"Tujuannya, sesuai komitmen Yamaha, memajukan dunia pendidikan berstandar industri dan meningkatkan skill siswa dan guru sesuai dengan jurusan masing-masing," sambung Ulfa.

Dari 31 sekolah finalis, hanya 15 sekolah yang akan dipilih untuk mengikuti kunjungan ke pabrik motor Yamaha di Pulogadung, Jakarta Timur, pada Februari 2026.

Guru dan siswa terpilih akan melihat langsung proses produksi sepeda motor Yamaha serta mengikuti kunjungan ke sejumlah destinasi wisata. Seluruh biaya kegiatan selama empat hari ditanggung PT SJAM, termasuk uang saku bagi peserta.

Apresiasi Guru dan Siswa

Salah satu guru peserta, Abbas Ruddin dari SMK Negeri 1 Kabupaten Wajo, mengapresiasi program tersebut karena menguji langsung kompetensi guru dan siswa.

"Program ini sangat bagus, karena kita bisa mengukur kemampuan kami selaku orang yang terlibat di dunia pendidikan, bagaimana bisa kita berkompetisi di dunia industri, sehingga nantinya bagaimana bisa mengukur pencapaian kami mendidik siswa," ucap dia.

Menurut Abbas, ajang ini juga menjadi langkah awal siswa menuju dunia industri.

"Kalau untuk siswa, sering kami sampaikan di kelas, bahwa di dunia industri akan berbeda kalau kita berkompetisi, nanti kita bisa melihat, mengukur kemampuan, sampai mana kita memahami pelajaran dan kita bisa menuangkan di lapangan, sehingga industri bisa melirik kita kedepannya, dan kita bisa diprioritaskan," pungkas Abbas.

SMK Negeri 1 Wajo mengirimkan siswa terbaiknya, Muhammad Refan. Dalam tes praktik, Refan diberikan empat soal terkait tegangan aki, komponen koil, hingga sistem pencahayaan. Dari waktu 30 menit yang disediakan, ia menyelesaikan seluruh soal dalam 15 menit.

"Tesnya ini bisa dibilang familiar, karena biasa dijumpai di laboratorium (sekolah) dan bengkel," ucap Refan.

Refan berharap terpilih ke Jakarta untuk melihat langsung proses produksi sepeda motor Yamaha.

"Saya tertarik dengan teknik otomotif dari SMP. Kalau tidak lanjut (kuliah) nanti, mau gabung di sini (Yamaha)," pungkas Refan.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat, Irham Yakub.

"Kegiatan ini sangat positif yah untuk anak-anak kita mengasah kemampuan dan mengukur sejauh mana pelajaran yang mereka peroleh di sekolah," ucap Irham.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru