Lanud Sultan Hasanuddin Turunkan 4 Alutsista Bantu Pencarian Korban ATR 42-500
Kamis, 22 Jan 2026 17:12
Danlanud Sultan Hasanuddin, Marsekal Pertama TNI Arifaini Nur Dwiyanto memperlihatkan pantauan Pesawat Boeing 737 di Base Ops Lanud Sultan Hasanuddin. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin menurunkan sedikitnya empat alat utama sistem senjata (alutsista) dalam operasi pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.
Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Marsekal Pertama TNI Arifaini Nur Dwiyanto, mengatakan TNI Angkatan Udara langsung mengerahkan pesawat pengawasan setelah menerima informasi pesawat hilang kontak pada 17 Januari 2026.
“Jadi sejak menerima informasi lost contact, kami langsung rapat di ruangan ini untuk mulai memetakan dan melakukan pengamatan udara titik lost contact, dan akhirnya kita bisa mengetahui beberapa serpihan dan mengirimkan titik koordinat ke Tim SAR Gabungan untuk menyentuh via darat,” jelasnya, Kamis (22/1/2026).
Ia menyebutkan, TNI AU juga mengerahkan personel darat dan udara untuk bergabung dengan Tim SAR Gabungan serta menambah alutsista guna mempercepat evakuasi korban dan komponen pesawat.
“Untuk TNI AU telah menurunkan 257 personel yang terdiri dari pasukan Kopasgat dan pasukan gabungan Lanud, untuk penyisiran via darat dan untuk via udara ada 3 unit Pesawat Intai Boieng 737, 1 unit Pesawat Helikopter Caracal,” paparnya sambil memperlihatkan pantauan Pesawat Boeing 737 secara langsung di Base Ops Lanud Sultan Hasanuddin.
Selain operasi pencarian, pesawat Boeing 737 juga digunakan untuk memantau kondisi cuaca di udara guna mendukung operasi modifikasi cuaca yang dilakukan selama misi SAR.
“Jadi untuk pesawat Boeing ini dalam sehari bisa terbang hingga 4 kali, jadi selain memantau lokasi pencarian via udara, kita juga terus mengirimkan data cuaca untuk mendukung modifikasi cuaca kepada Tim SAR Gabungan,” jelas Marsma Arifaini.
Operasi SAR hingga kini masih terus berlangsung di kawasan Gunung Bulusaraung dengan dukungan lintas unsur TNI, Polri, Basarnas, dan potensi SAR lainnya.
Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Marsekal Pertama TNI Arifaini Nur Dwiyanto, mengatakan TNI Angkatan Udara langsung mengerahkan pesawat pengawasan setelah menerima informasi pesawat hilang kontak pada 17 Januari 2026.
“Jadi sejak menerima informasi lost contact, kami langsung rapat di ruangan ini untuk mulai memetakan dan melakukan pengamatan udara titik lost contact, dan akhirnya kita bisa mengetahui beberapa serpihan dan mengirimkan titik koordinat ke Tim SAR Gabungan untuk menyentuh via darat,” jelasnya, Kamis (22/1/2026).
Ia menyebutkan, TNI AU juga mengerahkan personel darat dan udara untuk bergabung dengan Tim SAR Gabungan serta menambah alutsista guna mempercepat evakuasi korban dan komponen pesawat.
“Untuk TNI AU telah menurunkan 257 personel yang terdiri dari pasukan Kopasgat dan pasukan gabungan Lanud, untuk penyisiran via darat dan untuk via udara ada 3 unit Pesawat Intai Boieng 737, 1 unit Pesawat Helikopter Caracal,” paparnya sambil memperlihatkan pantauan Pesawat Boeing 737 secara langsung di Base Ops Lanud Sultan Hasanuddin.
Selain operasi pencarian, pesawat Boeing 737 juga digunakan untuk memantau kondisi cuaca di udara guna mendukung operasi modifikasi cuaca yang dilakukan selama misi SAR.
“Jadi untuk pesawat Boeing ini dalam sehari bisa terbang hingga 4 kali, jadi selain memantau lokasi pencarian via udara, kita juga terus mengirimkan data cuaca untuk mendukung modifikasi cuaca kepada Tim SAR Gabungan,” jelas Marsma Arifaini.
Operasi SAR hingga kini masih terus berlangsung di kawasan Gunung Bulusaraung dengan dukungan lintas unsur TNI, Polri, Basarnas, dan potensi SAR lainnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Tim SAR Temukan Enam Bagian Tubuh Korban ATR 42-500
Memasuki hari keenam operasi pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500, Tim SAR gabungan kembali menemukan enam bagian tubuh yang diduga merupakan bagian jenazah korban.
Kamis, 22 Jan 2026 16:16
News
KNKT Butuh 5-10 Hari Analisis Isi Black Box ATR 42-500
Tim SAR gabungan resmi menyerahkan black box pesawat ATR 42-500 kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Kamis (22/1/2026).
Kamis, 22 Jan 2026 15:44
News
Black Box Pesawat ATR 42-500 Masuk Tahap Investigasi KNKT
Black box pesawat ATR 42-500 yang ditemukan Tim SAR gabungan pada Rabu (21/1/2026) resmi diserahkan kepada Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii.
Kamis, 22 Jan 2026 08:35
News
Hari Kelima Pencarian, Tim SAR Temukan Korban Ketiga ATR 42-500
Tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 pada hari kelima operasi pencarian, Rabu (21/1/2026).
Rabu, 21 Jan 2026 19:45
News
Tim SAR Gabungan Temukan Black Box Pesawat ATR 42-500
Tim SAR gabungan berhasil menemukan black box pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan di wilayah Pegunungan Bulusaraung.
Rabu, 21 Jan 2026 19:06
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Hari Kelima Pencarian, Tim SAR Temukan Korban Ketiga ATR 42-500
2
Sejumlah Warga Di Kawasan Industri Malili Sepakati Nilai Kerohiman Pemerintah
3
Plt Kadisdikbud Jeneponto Tegaskan Disiplin Guru PAUD dan Kejelasan PPPK
4
Tim SAR Gabungan Temukan Black Box Pesawat ATR 42-500
5
Dipadati Penonton, Wakil Bupati Sidrap Puji Arena Voli Usaha Leo
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Hari Kelima Pencarian, Tim SAR Temukan Korban Ketiga ATR 42-500
2
Sejumlah Warga Di Kawasan Industri Malili Sepakati Nilai Kerohiman Pemerintah
3
Plt Kadisdikbud Jeneponto Tegaskan Disiplin Guru PAUD dan Kejelasan PPPK
4
Tim SAR Gabungan Temukan Black Box Pesawat ATR 42-500
5
Dipadati Penonton, Wakil Bupati Sidrap Puji Arena Voli Usaha Leo