Unhas Bikin Sejarah, Kampus Pertama dengan Dapur MBG di Lingkup PTN-BH
Selasa, 28 Apr 2026 16:49
Foto bersama setelah peresmian SPPG di Kampus Unhas Tamalanrea, Selasa (28/4/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi membuka Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di samping Masjid Ikhtiar, Kampus Unhas Tamalanrea, Selasa (28/4/2026).
Peresmian tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof Brian Yuliarto.
Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa, mengatakan SPPG di Unhas tidak hanya berfungsi sebagai dapur mandiri, tetapi juga telah terintegrasi dengan ekosistem pendidikan dan riset di lingkungan kampus.
"Mulai dari program gizi, kita punya program S1 Gizi dan ini adalah tempatnya mereka juga sebagai laboratorium. Makanya kita sebut laboratorium, termasuk laboratorium gizi," jelasnya.
Rektor yang akrab disapa Prof JJ itu menambahkan, fasilitas SPPG dirancang menjadi bagian integral dari kegiatan akademik sekaligus bentuk pelayanan nyata kepada masyarakat.
"Juga merupakan tempat kebidanan, kita punya program studi kebidanan di sini yang juga saya kira akan memberi kontribusi dalam bagaimana gizi sampai kepada ibu hamil, kemudian bayi, dan seterusnya," lanjutnya.
Selain itu, SPPG Unhas juga menerapkan sistem keberlanjutan dengan menyalurkan seluruh limbah operasional untuk didaur ulang melalui Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Unhas.
"Jadi kita mengembangkan low carbon development, kita ada namanya nanti program dari UK. Anggaran sebesar Rp45 miliar, itu pengembangan net zero menghasilkan maggot dari sampah. Tadinya skalanya kecil tapi dengan adanya pendanaan dari Inggris, maka ini akan kita sinkronkan dengan maggot yang akan menyuplai ke ayam, jadi betul-betul circular economy," ungkap Prof JJ.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyatakan perguruan tinggi memiliki peluang besar untuk terlibat dalam program MBG melalui pemanfaatan teknologi, sumber daya manusia, serta inovasi akademik.
"Mulai dari pengembangan peralatan, keamanan pangan, kemudian pelatihan bimbingan teknis, termasuk juga terkait dengan keterlibatan kampus di dalam menyelenggarakan program Makan Bergizi Gratis," katanya.
Ia menyebut Unhas mencatat sejarah dengan menghadirkan SPPG pertama di lingkup Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) di Indonesia Timur.
"Di IPB sudah ada, di beberapa perguruan tinggi swasta sudah ada, tetapi ini yang pertama di perguruan tinggi negeri di Indonesia Timur. Saya kira Unhas selalu leading dalam hal tersebut," imbuhnya.
Dadan berharap keterlibatan aktif Unhas dapat terus meningkatkan kualitas dan efektivitas pelaksanaan program MBG ke depan.
Saat meninjau fasilitas, ia menilai SPPG Unhas sudah sangat memadai dan hampir sempurna. Ia juga mengapresiasi sistem pengelolaan limbah dan pengolahan air yang dinilai sangat baik.
"Airnya saja sudah reverse osmosis, jadi air yang keluar yang di SPPG ini sudah langsung bisa diminum, jadi sudah layak untuk dipakai untuk memasak, juga untuk minum," paparnya.
Menurutnya, ketersediaan air bersih merupakan aspek keamanan pangan yang sangat penting karena kualitas air yang buruk kerap menjadi penyebab gangguan pencernaan.
"Dengan adanya teknologi yang sudah dilakukan di SPPG Unhas ini saya kira akan menjadi contoh. IPAL-nya sendiri juga bagus sekali," tutupnya.
Sementara itu, Mendiktisaintek, Prof Brian Yuliarto, menekankan pentingnya kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung program prioritas nasional, khususnya MBG.
"Jadi intinya adalah bagaimana kita dari perguruan tinggi bisa melakukan peran untuk mendukung program prioritas Bapak Presiden, salah satunya adalah program MBG," ujarnya.
Ia mengatakan perguruan tinggi harus aktif berkontribusi melalui inovasi teknologi, riset, hingga pengembangan fasilitas pendukung seperti SPPG.
"Mulai dari inovasi-inovasi teknologi, riset-riset yang bisa dilakukan terhadap penerima manfaat, efeknya seperti apa, kemudian juga program-program lainnya," jelas Prof Brian.
Ia menegaskan kampus tidak boleh hanya menjadi penonton dalam agenda nasional, tetapi harus hadir sebagai pelaku utama dalam mendukung keberhasilan program pemerintah.
"Bagaimana kampus Unhas membangun SPPG sehingga nantinya akan bisa menjadi sekaligus teaching factory juga, bisa untuk tempat praktik, bisa untuk penelitian dan pengembangan lebih lanjut program MBG yang ada di masyarakat," pungkasnya.
Peresmian SPPG ini juga dihadiri Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Ketua DPRD Sulsel Rahman Pina dan Yasir Machmud, sejumlah rektor PTN-BH, serta tamu undangan lainnya.
Peresmian tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof Brian Yuliarto.
Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa, mengatakan SPPG di Unhas tidak hanya berfungsi sebagai dapur mandiri, tetapi juga telah terintegrasi dengan ekosistem pendidikan dan riset di lingkungan kampus.
"Mulai dari program gizi, kita punya program S1 Gizi dan ini adalah tempatnya mereka juga sebagai laboratorium. Makanya kita sebut laboratorium, termasuk laboratorium gizi," jelasnya.
Rektor yang akrab disapa Prof JJ itu menambahkan, fasilitas SPPG dirancang menjadi bagian integral dari kegiatan akademik sekaligus bentuk pelayanan nyata kepada masyarakat.
"Juga merupakan tempat kebidanan, kita punya program studi kebidanan di sini yang juga saya kira akan memberi kontribusi dalam bagaimana gizi sampai kepada ibu hamil, kemudian bayi, dan seterusnya," lanjutnya.
Selain itu, SPPG Unhas juga menerapkan sistem keberlanjutan dengan menyalurkan seluruh limbah operasional untuk didaur ulang melalui Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Unhas.
"Jadi kita mengembangkan low carbon development, kita ada namanya nanti program dari UK. Anggaran sebesar Rp45 miliar, itu pengembangan net zero menghasilkan maggot dari sampah. Tadinya skalanya kecil tapi dengan adanya pendanaan dari Inggris, maka ini akan kita sinkronkan dengan maggot yang akan menyuplai ke ayam, jadi betul-betul circular economy," ungkap Prof JJ.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyatakan perguruan tinggi memiliki peluang besar untuk terlibat dalam program MBG melalui pemanfaatan teknologi, sumber daya manusia, serta inovasi akademik.
"Mulai dari pengembangan peralatan, keamanan pangan, kemudian pelatihan bimbingan teknis, termasuk juga terkait dengan keterlibatan kampus di dalam menyelenggarakan program Makan Bergizi Gratis," katanya.
Ia menyebut Unhas mencatat sejarah dengan menghadirkan SPPG pertama di lingkup Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) di Indonesia Timur.
"Di IPB sudah ada, di beberapa perguruan tinggi swasta sudah ada, tetapi ini yang pertama di perguruan tinggi negeri di Indonesia Timur. Saya kira Unhas selalu leading dalam hal tersebut," imbuhnya.
Dadan berharap keterlibatan aktif Unhas dapat terus meningkatkan kualitas dan efektivitas pelaksanaan program MBG ke depan.
Saat meninjau fasilitas, ia menilai SPPG Unhas sudah sangat memadai dan hampir sempurna. Ia juga mengapresiasi sistem pengelolaan limbah dan pengolahan air yang dinilai sangat baik.
"Airnya saja sudah reverse osmosis, jadi air yang keluar yang di SPPG ini sudah langsung bisa diminum, jadi sudah layak untuk dipakai untuk memasak, juga untuk minum," paparnya.
Menurutnya, ketersediaan air bersih merupakan aspek keamanan pangan yang sangat penting karena kualitas air yang buruk kerap menjadi penyebab gangguan pencernaan.
"Dengan adanya teknologi yang sudah dilakukan di SPPG Unhas ini saya kira akan menjadi contoh. IPAL-nya sendiri juga bagus sekali," tutupnya.
Sementara itu, Mendiktisaintek, Prof Brian Yuliarto, menekankan pentingnya kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung program prioritas nasional, khususnya MBG.
"Jadi intinya adalah bagaimana kita dari perguruan tinggi bisa melakukan peran untuk mendukung program prioritas Bapak Presiden, salah satunya adalah program MBG," ujarnya.
Ia mengatakan perguruan tinggi harus aktif berkontribusi melalui inovasi teknologi, riset, hingga pengembangan fasilitas pendukung seperti SPPG.
"Mulai dari inovasi-inovasi teknologi, riset-riset yang bisa dilakukan terhadap penerima manfaat, efeknya seperti apa, kemudian juga program-program lainnya," jelas Prof Brian.
Ia menegaskan kampus tidak boleh hanya menjadi penonton dalam agenda nasional, tetapi harus hadir sebagai pelaku utama dalam mendukung keberhasilan program pemerintah.
"Bagaimana kampus Unhas membangun SPPG sehingga nantinya akan bisa menjadi sekaligus teaching factory juga, bisa untuk tempat praktik, bisa untuk penelitian dan pengembangan lebih lanjut program MBG yang ada di masyarakat," pungkasnya.
Peresmian SPPG ini juga dihadiri Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Ketua DPRD Sulsel Rahman Pina dan Yasir Machmud, sejumlah rektor PTN-BH, serta tamu undangan lainnya.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
40.370 Siswa di Parepare Terima MBG dari 17 Dapur SPPG
Sekira 40.370 penerima manfaat telah mendapat Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas dari Presiden Prabowo Subianto. Jumlah tersebut ditangani sebanyak 17 unit dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Selasa, 28 Apr 2026 18:04
Sulsel
LSM Pakar Desak Penindakan, Dapur SPPG Tak Berizin di Parepare Harus Disuspend
Banyaknya Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terkena pemberhentian sementara dikarenakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), LSM Pakar mulai menyoroti sejumlah dapur SPPG yang telah beroperasi di Kota Parepare.
Selasa, 28 Apr 2026 13:49
News
Unhas Jadi Tuan Rumah U25 Leaders Forum PTN-BH
Universitas Hasanuddin (Unhas) menjadi tuan rumah Pembukaan Pertemuan U25 Leaders Forum Rektor Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) se-Indonesia, Selasa (28/4/2026).
Selasa, 28 Apr 2026 12:42
News
Rektor Unhas Tegaskan Tak Tolerir Pelaku Kekerasan di Lingkungan Kampus
Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Jamaluddin Jompa, menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan pada periode kepemimpinannya.
Selasa, 28 Apr 2026 09:51
News
Prof Jamaluddin Jompa Simpan Rapat Nama Para Wakil Rektor Unhas
Pascadilantik untuk periode kedua sebagai Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Jamaluddin Jompa tak mau buru-buru membahas sosok Wakil Rektor (WR) yang akan mendampinginya empat tahun ke depan.
Senin, 27 Apr 2026 22:01
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Darwis Nojeng Terpilih Aklamasi sebagai Ketua KONI Jeneponto 2026–2030
2
Pindah ke Kantor Sementara, Imigrasi Parepare Tetap Layani Paspor VIP
3
Pengusaha Siap Patuhi Aturan Retribusi Parkir, Tak Lagi Setor Rp100 Ribu/Bulan
4
UPT Pengembangan Karakter UMI Gelar Pelatihan Imam Rawatib
5
PINTU Perkuat Literasi Aset Kripto di Kalangan Mahasiswa UNM
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Darwis Nojeng Terpilih Aklamasi sebagai Ketua KONI Jeneponto 2026–2030
2
Pindah ke Kantor Sementara, Imigrasi Parepare Tetap Layani Paspor VIP
3
Pengusaha Siap Patuhi Aturan Retribusi Parkir, Tak Lagi Setor Rp100 Ribu/Bulan
4
UPT Pengembangan Karakter UMI Gelar Pelatihan Imam Rawatib
5
PINTU Perkuat Literasi Aset Kripto di Kalangan Mahasiswa UNM