Tak Sekadar Bagi Makan Gratis, Unhas Sulap SPPG Jadi Pusat Pembelajaran MBG
Kamis, 04 Jun 2026 20:33
Diskusi Publik SPPG Unhas bertajuk Laboratorium MBG untuk Gizi Bangsa di Graha Pena, Kamis (04/06/2026). Foto: Muhaimin
MAKASSAR - Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar akan menjadikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Unhas sebagai laboratorium pembelajaran untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dekan Fakultas Peternakan Unhas, Prof. Syahdar Baba, mengatakan SPPG tidak hanya berfungsi menyediakan makanan bergizi bagi peserta didik, tetapi juga menjadi sarana pendidikan, riset, dan pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, laboratorium tersebut dirancang sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa serta berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG.
“Namanya laboratorium berarti tempat pendidikan dan salah satu sarana pembelajaran. Sarana pembelajaran itu tidak hanya untuk mahasiswa sebagai pemangku kepentingan utama kami, tetapi juga diharapkan menjadi tempat belajar bagi semua pihak,” ujar Syahdar dalam Diskusi Publik SPPG Unhas bertajuk Laboratorium MBG untuk Gizi Bangsa di Graha Pena, Kamis (04/06/2026).
Ia menjelaskan, model SPPG yang dikembangkan Unhas disusun berdasarkan fakta dan data empiris sehingga dapat menjadi rujukan bagi penyelenggaraan SPPG di berbagai daerah.
“Kami berharap ini akan menjadi pusat diseminasi bagi SPPG-SPPG lainnya,” katanya.
Selain berfokus pada pemenuhan gizi siswa, Unhas juga mendorong program MBG menjadi sarana pembentukan karakter dan budaya positif di lingkungan sekolah.
Syahdar menilai, rancangan program MBG saat ini belum banyak menitikberatkan pada aspek pendidikan karakter. Karena itu, Unhas berupaya mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan dalam pelaksanaannya.
“Tidak hanya sekadar mendatangkan makanan dalam kemasan, tetapi bagaimana membangun ekosistem MBG sebagai pusat dan episentrum pembelajaran bagi siswa,” ujarnya.
Ia menegaskan, Unhas tidak mengambil peran sebagai pengawas program. Kampus lebih fokus mengembangkan model pendidikan dan pembelajaran yang dapat menjadi contoh bagi penyelenggara SPPG lainnya.
“Rektor telah menugaskan para dekan untuk menyusun program pendukung agar SPPG ini tampil berbeda dan menjadi model yang ideal,” katanya.
Sementara itu, Fakultas Peternakan Unhas mulai menyiapkan skema kemitraan dengan peternak lokal guna memenuhi kebutuhan bahan pangan SPPG, khususnya telur.
Menurut Syahdar, pihak SPPG telah menyerahkan data kebutuhan telur mingguan kepada Fakultas Peternakan sebagai dasar penyusunan pola kemitraan dengan peternak di sekitar kampus.
“Salah satunya adalah peternak. Kami sudah menerima data kebutuhan telur per minggu dan langsung menyusun pola kemitraan,” ungkapnya.
Melalui kemitraan tersebut, Unhas juga akan memberikan pendampingan kepada peternak agar mampu menghasilkan telur berkualitas tinggi melalui penerapan hasil-hasil riset kampus.
“Kami akan mengedukasi peternak untuk menghasilkan produk seperti telur omega-3 dan telur berkualitas lebih baik. Teknologi dan hasil riset itu akan kami transfer kepada peternak mitra yang menjadi pemasok SPPG,” jelasnya.
Dengan pendekatan tersebut, Unhas menargetkan SPPG dapat menyediakan telur dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan produk yang umum beredar di pasaran.
Meski demikian, Syahdar menegaskan proses produksi tetap dilakukan oleh peternak mitra. Adapun Unhas berperan dalam pendampingan, penyediaan teknologi, serta pemanfaatan hasil riset untuk meningkatkan kualitas produk.
“Produksi bukan dilakukan oleh Unhas, melainkan oleh peternak mitra yang mendapatkan pembinaan dari kami,” tegasnya.
Melalui program tersebut, Unhas berharap dapat meningkatkan kualitas gizi peserta didik sekaligus memperkuat perekonomian peternak lokal melalui pemanfaatan riset yang aplikatif dan berkelanjutan.
Dekan Fakultas Peternakan Unhas, Prof. Syahdar Baba, mengatakan SPPG tidak hanya berfungsi menyediakan makanan bergizi bagi peserta didik, tetapi juga menjadi sarana pendidikan, riset, dan pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, laboratorium tersebut dirancang sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa serta berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG.
“Namanya laboratorium berarti tempat pendidikan dan salah satu sarana pembelajaran. Sarana pembelajaran itu tidak hanya untuk mahasiswa sebagai pemangku kepentingan utama kami, tetapi juga diharapkan menjadi tempat belajar bagi semua pihak,” ujar Syahdar dalam Diskusi Publik SPPG Unhas bertajuk Laboratorium MBG untuk Gizi Bangsa di Graha Pena, Kamis (04/06/2026).
Ia menjelaskan, model SPPG yang dikembangkan Unhas disusun berdasarkan fakta dan data empiris sehingga dapat menjadi rujukan bagi penyelenggaraan SPPG di berbagai daerah.
“Kami berharap ini akan menjadi pusat diseminasi bagi SPPG-SPPG lainnya,” katanya.
Selain berfokus pada pemenuhan gizi siswa, Unhas juga mendorong program MBG menjadi sarana pembentukan karakter dan budaya positif di lingkungan sekolah.
Syahdar menilai, rancangan program MBG saat ini belum banyak menitikberatkan pada aspek pendidikan karakter. Karena itu, Unhas berupaya mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan dalam pelaksanaannya.
“Tidak hanya sekadar mendatangkan makanan dalam kemasan, tetapi bagaimana membangun ekosistem MBG sebagai pusat dan episentrum pembelajaran bagi siswa,” ujarnya.
Ia menegaskan, Unhas tidak mengambil peran sebagai pengawas program. Kampus lebih fokus mengembangkan model pendidikan dan pembelajaran yang dapat menjadi contoh bagi penyelenggara SPPG lainnya.
“Rektor telah menugaskan para dekan untuk menyusun program pendukung agar SPPG ini tampil berbeda dan menjadi model yang ideal,” katanya.
Sementara itu, Fakultas Peternakan Unhas mulai menyiapkan skema kemitraan dengan peternak lokal guna memenuhi kebutuhan bahan pangan SPPG, khususnya telur.
Menurut Syahdar, pihak SPPG telah menyerahkan data kebutuhan telur mingguan kepada Fakultas Peternakan sebagai dasar penyusunan pola kemitraan dengan peternak di sekitar kampus.
“Salah satunya adalah peternak. Kami sudah menerima data kebutuhan telur per minggu dan langsung menyusun pola kemitraan,” ungkapnya.
Melalui kemitraan tersebut, Unhas juga akan memberikan pendampingan kepada peternak agar mampu menghasilkan telur berkualitas tinggi melalui penerapan hasil-hasil riset kampus.
“Kami akan mengedukasi peternak untuk menghasilkan produk seperti telur omega-3 dan telur berkualitas lebih baik. Teknologi dan hasil riset itu akan kami transfer kepada peternak mitra yang menjadi pemasok SPPG,” jelasnya.
Dengan pendekatan tersebut, Unhas menargetkan SPPG dapat menyediakan telur dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan produk yang umum beredar di pasaran.
Meski demikian, Syahdar menegaskan proses produksi tetap dilakukan oleh peternak mitra. Adapun Unhas berperan dalam pendampingan, penyediaan teknologi, serta pemanfaatan hasil riset untuk meningkatkan kualitas produk.
“Produksi bukan dilakukan oleh Unhas, melainkan oleh peternak mitra yang mendapatkan pembinaan dari kami,” tegasnya.
Melalui program tersebut, Unhas berharap dapat meningkatkan kualitas gizi peserta didik sekaligus memperkuat perekonomian peternak lokal melalui pemanfaatan riset yang aplikatif dan berkelanjutan.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
19 Dapur SPPG Layani 45.959 Penerima Manfaat MBG di Parepare
Puluhan ribu penerima manfaat saat ini telah mendapatkan Makan Bergizi Gratis (MBG) dari 19 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di empat kecamatan se-Kota Parepare, Sulawesi Selatan.
Selasa, 21 Jul 2026 12:22
News
Dapur Gizi Berdiri di Pulau 3T, Warga Kalukalukuang Pangkep Sambut Harapan Baru
Jauh di lepas pantai Kabupaten Pangkep, terletak Pulau Kalukalukuang, sebuah wilayah yang masuk kategori daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Sabtu, 11 Jul 2026 12:48
Ekbis
Kolaborasi LPS - Unhas Cetak Generasi Muda Melek Finansial di Era Digital
Farid mengajak mahasiswa untuk mulai membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijak, disiplin, dan bertanggung jawab.
Sabtu, 13 Jun 2026 09:02
Ekbis
LPS Ajak Mahasiswa Unhas Bangun Kesadaran Finansial Sejak Dini
Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution, dalam kuliah umum bertema “Kesadaran Finansial: Fondasi Integritas dan Kemandirian Generasi Muda” di Kampus Unhas.
Jum'at, 12 Jun 2026 13:20
Sulsel
Empat Dapur MBG di Parepare Belum Kantongi SLHS, Masih Proses Pengurusan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Parepare sudah mencapai 21 unit Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi menyalurkan MBG kepada peserta didik dan kelompok B3.
Selasa, 09 Jun 2026 19:45
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
DPRD Makassar Telusuri Legalitas Rumah Contoh di Jalan Metro Tanjung Bunga
2
Wali Kota Siapkan Sanksi dan Penghargaan bagi OPD Berdasarkan Serapan Anggaran
3
FIFGROUP Gelar Program Jam Sosial Mengajar di Wilayah Cabang Makassar II
4
Pertamina Perkuat Penyaluran Biosolar B50 untuk Urai Antrean di SPBU Sulsel
5
Reses di Bangkala Barat, Anggota DPRD Sulsel Salmawati Paris Serap Aspirasi Warga
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
DPRD Makassar Telusuri Legalitas Rumah Contoh di Jalan Metro Tanjung Bunga
2
Wali Kota Siapkan Sanksi dan Penghargaan bagi OPD Berdasarkan Serapan Anggaran
3
FIFGROUP Gelar Program Jam Sosial Mengajar di Wilayah Cabang Makassar II
4
Pertamina Perkuat Penyaluran Biosolar B50 untuk Urai Antrean di SPBU Sulsel
5
Reses di Bangkala Barat, Anggota DPRD Sulsel Salmawati Paris Serap Aspirasi Warga