Dapur Gizi Berdiri di Pulau 3T, Warga Kalukalukuang Pangkep Sambut Harapan Baru
Sabtu, 11 Jul 2026 12:48
SPPG untuk Program MBG telah berdiri di Pulau Kalukalukuang, Pangkep. Foto: Istimewa
PANGKEP - Jauh di lepas pantai Kabupaten Pangkep, terletak Pulau Kalukalukuang, sebuah wilayah yang masuk kategori daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Di tengah keterbatasan akses dan tantangan geografis yang berat, masyarakat di pulau ini memiliki satu harapan besar yang sama dengan anak-anak di seluruh Indonesia: mendapatkan asupan gizi yang layak dan berkualitas melalui Program Makan Bergizi Gratis.
Bagi warga Kalukalukuang, program ini bukan sekadar kebijakan pemerintah di atas kertas. Ini adalah kebutuhan nyata demi masa depan anak-anak mereka.
Selama ini, akses terhadap pemenuhan gizi yang seimbang masih menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga-keluarga yang tinggal di pulau kecil yang perjalanannya memakan waktu hingga 24 jam dari daratan utama ini.
Mereka berharap negara benar-benar hadir memastikan tidak ada satu pun anak Indonesia yang tertinggal, sekalipun tinggal di ujung peta negeri.
Harapan yang begitu dalam kini mulai terlihat wujudnya. Berkat inisiatif Yayasan Formasita yang dibina oleh Wakil Ketua DPD RI periode 2024–2029, Tamsil Linrung, pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur pelayanan Makan Bergizi Gratis kini berdiri tegak di tengah pemukiman warga.
Pembangunan yang dimulai Januari 2026 ini kini telah mencapai kemajuan sekitar 90 persen.
Kehadiran bangunan ini menjadi bukti bahwa kebutuhan warga didengar. Dukungan warga pun mengalir tulus demi terwujudnya cita-cita bersama ini.
Tokoh masyarakat setempat, Amin dengan ikhlas menghibahkan tanah miliknya semata-mata agar anak-anak di pulau ini bisa merasakan manfaat yang sama seperti anak-anak di kota besar.
"Kami di sini siap mendukung sepenuhnya. Keinginan kami sangat sederhana: kami ingin anak-anak di pulau ini bisa merasakan manfaat Makan Bergizi Gratis, sama seperti anak-anak di kota atau wilayah lain. Mereka juga anak-anak Indonesia yang berhak mendapatkan gizi yang layak," ungkap Amin tulus.
Furqon, warga lokal yang berjuang mengawal pembangunan ini di lapangan, menegaskan bahwa perjuangan mereka adalah demi masa depan generasi di tempat kelahiran mereka. Di tengah segala kesulitan logistik dan cuaca laut yang tak menentu, semangat mereka tak pernah luntur karena melihat betapa besarnya kebutuhan sesungguhnya di mata anak-anak pulau ini.
"Tantangan ke pulau ini memang sangat berat, namun kami terus berjuang. Harapan kami tetap satu: kami ingin program ini segera berjalan nyata di sini. Kami tidak ingin anak-anak di pulau ini tertinggal. Mereka butuh asupan gizi yang cukup agar bisa tumbuh cerdas dan sehat," tegas Furqon.
Bagi warga Kalukalukuang, dapur gizi ini bukan sekadar bangunan batu dan semen. Ini adalah tanda bahwa negara tidak melupakan mereka. Ketika bangunan ini nantinya mulai beroperasi, itu berarti hak asasi anak-anak di ujung Sulawesi Selatan ini akhirnya terpenuhi. Bahwa di mana pun mereka lahir, hak mereka untuk tumbuh sehat dan kuat adalah hal yang mutlak.
Negara hadir hingga ke pulau terkecil sekalipun. Dan di sini, di tengah samudra luas, harapan warga Kalukalukuang perlahan menjadi kenyataan.
Di tengah keterbatasan akses dan tantangan geografis yang berat, masyarakat di pulau ini memiliki satu harapan besar yang sama dengan anak-anak di seluruh Indonesia: mendapatkan asupan gizi yang layak dan berkualitas melalui Program Makan Bergizi Gratis.
Bagi warga Kalukalukuang, program ini bukan sekadar kebijakan pemerintah di atas kertas. Ini adalah kebutuhan nyata demi masa depan anak-anak mereka.
Selama ini, akses terhadap pemenuhan gizi yang seimbang masih menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga-keluarga yang tinggal di pulau kecil yang perjalanannya memakan waktu hingga 24 jam dari daratan utama ini.
Mereka berharap negara benar-benar hadir memastikan tidak ada satu pun anak Indonesia yang tertinggal, sekalipun tinggal di ujung peta negeri.
Harapan yang begitu dalam kini mulai terlihat wujudnya. Berkat inisiatif Yayasan Formasita yang dibina oleh Wakil Ketua DPD RI periode 2024–2029, Tamsil Linrung, pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur pelayanan Makan Bergizi Gratis kini berdiri tegak di tengah pemukiman warga.
Pembangunan yang dimulai Januari 2026 ini kini telah mencapai kemajuan sekitar 90 persen.
Kehadiran bangunan ini menjadi bukti bahwa kebutuhan warga didengar. Dukungan warga pun mengalir tulus demi terwujudnya cita-cita bersama ini.
Tokoh masyarakat setempat, Amin dengan ikhlas menghibahkan tanah miliknya semata-mata agar anak-anak di pulau ini bisa merasakan manfaat yang sama seperti anak-anak di kota besar.
"Kami di sini siap mendukung sepenuhnya. Keinginan kami sangat sederhana: kami ingin anak-anak di pulau ini bisa merasakan manfaat Makan Bergizi Gratis, sama seperti anak-anak di kota atau wilayah lain. Mereka juga anak-anak Indonesia yang berhak mendapatkan gizi yang layak," ungkap Amin tulus.
Furqon, warga lokal yang berjuang mengawal pembangunan ini di lapangan, menegaskan bahwa perjuangan mereka adalah demi masa depan generasi di tempat kelahiran mereka. Di tengah segala kesulitan logistik dan cuaca laut yang tak menentu, semangat mereka tak pernah luntur karena melihat betapa besarnya kebutuhan sesungguhnya di mata anak-anak pulau ini.
"Tantangan ke pulau ini memang sangat berat, namun kami terus berjuang. Harapan kami tetap satu: kami ingin program ini segera berjalan nyata di sini. Kami tidak ingin anak-anak di pulau ini tertinggal. Mereka butuh asupan gizi yang cukup agar bisa tumbuh cerdas dan sehat," tegas Furqon.
Bagi warga Kalukalukuang, dapur gizi ini bukan sekadar bangunan batu dan semen. Ini adalah tanda bahwa negara tidak melupakan mereka. Ketika bangunan ini nantinya mulai beroperasi, itu berarti hak asasi anak-anak di ujung Sulawesi Selatan ini akhirnya terpenuhi. Bahwa di mana pun mereka lahir, hak mereka untuk tumbuh sehat dan kuat adalah hal yang mutlak.
Negara hadir hingga ke pulau terkecil sekalipun. Dan di sini, di tengah samudra luas, harapan warga Kalukalukuang perlahan menjadi kenyataan.
(UMI)
Berita Terkait
News
Wakil Ketua DPD RI Dorong BGN Segera Operasikan Dapur SPPG di Pulau 3T
Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung, menyampaikan keprihatinan mendalam setelah menyaksikan video permohonan dari anak-anak sekolah di Pulau Kalukulukuang, Kabupaten Pangkep.
Selasa, 11 Agu 2026 07:35
Sulsel
IAS Minta Kader Golkar Tak Alergi Kritik, Harus Lebih Banyak Mendengar
Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan terpilih, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), meminta seluruh kader Golkar tidak alergi terhadap kritik.
Senin, 10 Agu 2026 17:21
Sulsel
19 Dapur SPPG Layani 45.959 Penerima Manfaat MBG di Parepare
Puluhan ribu penerima manfaat saat ini telah mendapatkan Makan Bergizi Gratis (MBG) dari 19 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di empat kecamatan se-Kota Parepare, Sulawesi Selatan.
Selasa, 21 Jul 2026 12:22
Sulsel
Empat Dapur MBG di Parepare Belum Kantongi SLHS, Masih Proses Pengurusan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Parepare sudah mencapai 21 unit Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi menyalurkan MBG kepada peserta didik dan kelompok B3.
Selasa, 09 Jun 2026 19:45
Sulsel
Tamsil Linrung Ajak Para Ulama Bantu Sukseskan Visi Presiden Prabowo
Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung, menggelar silaturahmi bersama sahabat, tokoh masyarakat, dan para ulama dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
Minggu, 07 Jun 2026 20:22
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Peringati Maulid Nabi, BKKBN Sulsel Tanamkan Keteladanan dalam Bekerja
2
Bansos Tahap II Mulai Disalurkan di Jeneponto
3
Penutupan Jalan Simpang Tiga Moncongloe Maros Ditunda
4
Pertanian dan Hilirisasi Jadi Kunci Dorong Ekonomi Sulsel 2026
5
PLN UIP Sulawesi Tanam 81 Fragmen Karang untuk Pulihkan Ekosistem Samalona
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Peringati Maulid Nabi, BKKBN Sulsel Tanamkan Keteladanan dalam Bekerja
2
Bansos Tahap II Mulai Disalurkan di Jeneponto
3
Penutupan Jalan Simpang Tiga Moncongloe Maros Ditunda
4
Pertanian dan Hilirisasi Jadi Kunci Dorong Ekonomi Sulsel 2026
5
PLN UIP Sulawesi Tanam 81 Fragmen Karang untuk Pulihkan Ekosistem Samalona