Fennawaty Buktikan Modal PNM Mekaar 3 Juta Bisa Ciptakan Lapangan Kerja Bagi Sekitar
Jum'at, 10 Jul 2026 16:19
Nasabah PNM Mekaar, Fennawaty Tanuwijaya asal Palambasan, Makassar, Sulawesi Selatan saat berada di kantin jualan makanannya. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Sebelum mengenal PNM Mekaar, Fennawaty Tanuwijaya asal Pa'lambasan, Makassar, Sulawesi Selatan, adalah perempuan yang berjuang seorang diri. Setiap hari ia membuka kantinnya dengan modal yang sangat terbatas, hanya mampu memproduksi sedikit jenis makanan, tanpa bantuan dari siapapun keluarga sekalipun.
Usahanya yang kecil kerap tidak mendapat perhatian, sementara kebutuhan sehari-hari pun masih serba pas-pasan. Namun di balik keterbatasan itu, Fennawaty menyimpan mimpi yang tidak pernah ia biarkan padam: punya usaha yang lebih besar dan suatu hari bisa mempekerjakan orang-orang di sekitarnya.
Mimpi itu mulai menemukan jalannya pada 2025, ketika ia mendapatkan akses pembiayaan dari PNM Mekaar senilai Rp3.000.000 tanpa agunan dan hidupnya pun berubah.
Perubahan yang dirasakan Fennawaty setelah bergabung dengan PNM Mekaar pada siklus pertamanya terasa nyata dan langsung menyentuh kehidupannya sehari-hari. Modal yang diterimanya tidak hanya menambah stok bahan baku, tetapi membuka ruang bagi Fennawaty untuk memperluas jenis makanan yang ia produksi dan hasilnya, semakin banyak pembeli yang berdatangan ke kantinnya.
Omzetnya naik, dan yang paling ia banggakan, ia kini mampu membuka lapangan pekerjaan bagi tetangga sekitarnya sesuatu yang sebelumnya hanya ada dalam mimpinya.
"Dulu, saya hanya bisa memproduksi sangat sedikit makanan di kantin saya dalam sehari karena modal yang sangat terbatas. Berjuang sendiri tanpa bantuan dari orang lain ataupun keluarga. Tapi setelah mendapat pembiayaan dari PNM Mekaar, produksi saya melonjak, banyak yang minat datang, omzet naik, dan saya bahkan bisa membuka lapangan pekerjaan untuk tetangga sekitar," tutur Fennawaty.
Pemimpin Cabang PNM Makassar, Yazdi Anugrah, menyebut kisah seperti Fennawaty adalah gambaran nyata dari tujuan PNM Mekaar sejak pertama kali hadir di Sulawesi Selatan.
Menurutnya, keberhasilan nasabah bukan hanya ditentukan oleh besarnya pembiayaan yang diterima, melainkan oleh bagaimana PNM hadir mendampingi nasabah melalui tiga modal sekaligus: modal finansial, modal intelektual, dan modal sosial.
"PNM memberikan tiga jenis modal kepada nasabahnya, modal usaha, modal intelektual, dan modal sosial. Kegiatan PKU adalah bagian dari modal intelektual yang kami berikan agar nasabah tidak hanya mendapat pinjaman, tetapi juga bekal untuk tumbuh," ujar Yazdi.
Bagi Fennawaty, modal yang diberikan PNM Mekaar bukan sekadar uang melainkan sebuah amanah yang ia jaga dengan sepenuh hati.
"Saya sangat bersyukur dan berterima kasih karena PNM sangat membantu permodalan usaha saya, prosesnya cepat. Bagi saya, modal yang dipercayakan kepada kita dari PNM adalah amanah, sehingga saya menjaga amanah itu untuk menjadi manfaat bagi keluarga dan sekitar saya agar mendapat manfaatnya juga" ujarnya.
Kisah Fennawaty menjadi bukti bahwa ketika perempuan prasejahtera diberi akses yang tepat tanpa agunan, tanpa prosedur yang rumit, dengan pendampingan yang berkelanjutan potensi yang selama ini terpendam bisa tumbuh dan bahkan membawa manfaat bagi orang-orang di sekitarnya. Satu kantin kecil yang dulu sepi, kini menjadi sumber penghidupan bagi lebih dari satu keluarga.
Usahanya yang kecil kerap tidak mendapat perhatian, sementara kebutuhan sehari-hari pun masih serba pas-pasan. Namun di balik keterbatasan itu, Fennawaty menyimpan mimpi yang tidak pernah ia biarkan padam: punya usaha yang lebih besar dan suatu hari bisa mempekerjakan orang-orang di sekitarnya.
Mimpi itu mulai menemukan jalannya pada 2025, ketika ia mendapatkan akses pembiayaan dari PNM Mekaar senilai Rp3.000.000 tanpa agunan dan hidupnya pun berubah.
Perubahan yang dirasakan Fennawaty setelah bergabung dengan PNM Mekaar pada siklus pertamanya terasa nyata dan langsung menyentuh kehidupannya sehari-hari. Modal yang diterimanya tidak hanya menambah stok bahan baku, tetapi membuka ruang bagi Fennawaty untuk memperluas jenis makanan yang ia produksi dan hasilnya, semakin banyak pembeli yang berdatangan ke kantinnya.
Omzetnya naik, dan yang paling ia banggakan, ia kini mampu membuka lapangan pekerjaan bagi tetangga sekitarnya sesuatu yang sebelumnya hanya ada dalam mimpinya.
"Dulu, saya hanya bisa memproduksi sangat sedikit makanan di kantin saya dalam sehari karena modal yang sangat terbatas. Berjuang sendiri tanpa bantuan dari orang lain ataupun keluarga. Tapi setelah mendapat pembiayaan dari PNM Mekaar, produksi saya melonjak, banyak yang minat datang, omzet naik, dan saya bahkan bisa membuka lapangan pekerjaan untuk tetangga sekitar," tutur Fennawaty.
Pemimpin Cabang PNM Makassar, Yazdi Anugrah, menyebut kisah seperti Fennawaty adalah gambaran nyata dari tujuan PNM Mekaar sejak pertama kali hadir di Sulawesi Selatan.
Menurutnya, keberhasilan nasabah bukan hanya ditentukan oleh besarnya pembiayaan yang diterima, melainkan oleh bagaimana PNM hadir mendampingi nasabah melalui tiga modal sekaligus: modal finansial, modal intelektual, dan modal sosial.
"PNM memberikan tiga jenis modal kepada nasabahnya, modal usaha, modal intelektual, dan modal sosial. Kegiatan PKU adalah bagian dari modal intelektual yang kami berikan agar nasabah tidak hanya mendapat pinjaman, tetapi juga bekal untuk tumbuh," ujar Yazdi.
Bagi Fennawaty, modal yang diberikan PNM Mekaar bukan sekadar uang melainkan sebuah amanah yang ia jaga dengan sepenuh hati.
"Saya sangat bersyukur dan berterima kasih karena PNM sangat membantu permodalan usaha saya, prosesnya cepat. Bagi saya, modal yang dipercayakan kepada kita dari PNM adalah amanah, sehingga saya menjaga amanah itu untuk menjadi manfaat bagi keluarga dan sekitar saya agar mendapat manfaatnya juga" ujarnya.
Kisah Fennawaty menjadi bukti bahwa ketika perempuan prasejahtera diberi akses yang tepat tanpa agunan, tanpa prosedur yang rumit, dengan pendampingan yang berkelanjutan potensi yang selama ini terpendam bisa tumbuh dan bahkan membawa manfaat bagi orang-orang di sekitarnya. Satu kantin kecil yang dulu sepi, kini menjadi sumber penghidupan bagi lebih dari satu keluarga.
(GUS)
Berita Terkait
News
Responsif Tangani Keluhan Nasabah, PNM Dinilai Bertanggung Jawab
Permodalan Nasional Madani (PNM) dinilai sangat respons terhadap keluhan para nasabahnya. Termasuk dugaan ketidaksesuaian data nasabah.
Rabu, 19 Agu 2026 21:33
News
Komitmen PNM Tuntaskan Kasus Dugaan Pembiayaan Bermasalah di Wonomulyo Polman
Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badko Sulawesi Barat menemui manajemen PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Jum'at, 14 Agu 2026 09:13
Sulbar
Bukan Hanya Membantu Ibunya Berusaha, PNM Juga Menjaga Mimpi Anak Menggapai Cita-cita
Keterbatasan ekonomi masih menjadi salah satu penghalang anak-anak Indonesia dalam melanjutkan pendidikan. Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) BPS Tahun 2025, terdapat 2.922.607 anak usia 7–18 tahun yang tidak bersekolah.
Minggu, 02 Agu 2026 19:08
News
Kemensos Salurkan Bantuan Kewirausahaan Bagi Kelompok Rentan di Makassar
Kementerian Sosial (Kemensos) RI melalui Sentra Wirajaya Makassar kembali menyalurkan bantuan kewirausahaan kepada Kelompok Rentan di Kota Makassar.
Jum'at, 24 Jul 2026 10:57
Sulsel
Bersama PNM, Ainun Ubah Cara Pandang Warga Kampung Tentang Perempuan
Namanya Nuraenun. Namun di Bulukumba, Sulawesi Selatan, ia lebih dikenal sebagai Ainun, Account Officer PNM Mekaar yang setiap hari mendampingi para pengusaha ultra mikro.
Kamis, 16 Jul 2026 18:16
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Mulawarman: Tidak Ada Gunanya Appi Bertahan di Golkar
2
FIFGROUP Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Makassar
3
GENTING Maros, Ketika Kepedulian Bersama Bergerak untuk Cegah Stunting
4
Prof Eko Hadi Sujiono Bawa Pengalaman Riset Belanda ke UNM
5
UMI-Kemenhaj Sulsel Bahas Rencana Kerja Sama Layanan Kesehatan Jamaah
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Mulawarman: Tidak Ada Gunanya Appi Bertahan di Golkar
2
FIFGROUP Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Makassar
3
GENTING Maros, Ketika Kepedulian Bersama Bergerak untuk Cegah Stunting
4
Prof Eko Hadi Sujiono Bawa Pengalaman Riset Belanda ke UNM
5
UMI-Kemenhaj Sulsel Bahas Rencana Kerja Sama Layanan Kesehatan Jamaah