SIT Ittihad Makassar Perkuat Sinergi Sekolah & Orang Tua Lewat Welcoming Day

Sabtu, 11 Jul 2026 13:37
SIT Ittihad Makassar Perkuat Sinergi Sekolah & Orang Tua Lewat Welcoming Day
Mengawali perjalanan pendidikan peserta didik baru, Sekolah Islam Terpadu (SIT) Ittihad Makassar menggelar Welcoming Day di lapangan indoor sekolah, Sabtu (11/7/2026). Foto/Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Mengawali perjalanan pendidikan peserta didik baru, Sekolah Islam Terpadu (SIT) Ittihad Makassar menggelar Welcoming Day di lapangan indoor sekolah, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mewujudkan pendidikan berkualitas.

Mengusung konsep sekolah berbasis digital, agamis, bersaintek, ramah lingkungan, dan berperadaban, SIT Ittihad Makassar menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai keislaman.

Dalam kegiatan tersebut, pihak sekolah bersama orang tua siswa melakukan penandatanganan pakta integritas sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan berkualitas.

Direktur SIT Ittihad Makassar, Mushadil Thalilik, mengatakan Welcoming Day menjadi langkah awal membangun komunikasi dan kolaborasi antara sekolah dan keluarga. Kegiatan ini merupakan wadah penyamaan visi dalam membangun generasi yang unggul, berakhlak Qurani, serta siap menghadapi tantangan global.

“Tujuan kegiatan ini adalah bersilaturahmi dengan orang tua murid sekaligus menyatukan persepsi tentang bagaimana proses dan perkembangan sekolah ke depan. Sinergi antara sekolah dan orang tua merupakan suatu keharusan untuk meningkatkan kualitas sekolah dan membangun karakter anak-anak kita,” ujar Mushadil.

Menurutnya, keterlibatan orang tua menjadi bagian penting dalam proses pendidikan. Sekolah membutuhkan komunikasi terbuka dari orang tua untuk memahami karakter setiap anak sehingga pembinaan yang diberikan dapat berjalan secara tepat.

“Aset yang paling berharga dalam meningkatkan dan mengembangkan kualitas SIT Ittihad Makassar adalah orang tua murid. Tanpa kehadiran dan keterbukaan orang tua, sinergi ini tidak dapat berjalan maksimal,” katanya.

Fokus Karakter & Nilai Keagamaan
Sebagai sekolah Islam terpadu, SIT Ittihad Makassar memberikan perhatian besar terhadap pembinaan karakter peserta didik. Mushadil menyebut sekitar 75 persen program sekolah diarahkan pada penguatan nilai-nilai keagamaan.

Ia berharap lulusan SIT Ittihad Makassar tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan keterampilan, tetapi juga dibekali ilmu agama, kedisiplinan, serta karakter yang kuat.

“Kami ingin lulusan SIT Ittihad Makassar menjadi generasi yang memiliki ilmu pengetahuan, karakter, dan nilai agama yang mampu mengantarkan mereka meraih cita-cita,” tuturnya.

Mushadil juga menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, SIT Ittihad Makassar melakukan transformasi manajemen untuk meningkatkan kualitas pendidikan. SIT Ittihad Makassar merupakan binaan Sekolah Islam Athirah yang sangat mengedepankan kualitas.

Ia juga menekankan penguatan sumber daya manusia, khususnya guru, terus dilakukan. Menurutnya, guru merupakan faktor utama dalam keberhasilan pendidikan.

“Sarana prasarana dan kurikulum memang penting, tetapi inti dari pendidikan adalah guru. Guru harus berkualitas, memiliki karakter, dan mampu menjadi teladan bagi peserta didik,” jelasnya.

Sekolah juga terus meningkatkan fasilitas pendukung pembelajaran. Ruang kelas dilengkapi sarana seperti LCD dan pendingin ruangan untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman.

Tampilkan Kreativitas Siswa
Selain agenda penyampaian program sekolah dan aturan pendidikan, kegiatan Welcoming Day juga dimeriahkan berbagai penampilan siswa dari organisasi ekstrakurikuler.

Penampilan tersebut meliputi tarian khas daerah, tari modern oleh siswi Pramuka, serta lantunan ayat suci Al-Qur’an. Kegiatan ini menjadi gambaran ruang pengembangan minat, bakat, dan kreativitas yang diberikan sekolah kepada peserta didik.

Salah satu siswa SIT Ittihad Makassar, Muh. Adli Ramadhan, menyampaikan pengalamannya selama bersekolah di SIT Ittihad. Ia menilai sekolah memberikan ruang besar bagi siswa untuk berkembang.

“Hal yang membedakan SIT Ittihad adalah besarnya ruang bagi siswa untuk berkembang. Dulu saya merasa sulit tampil di depan umum, tetapi melalui program seperti kultum, saya mulai percaya diri,” ujarnya.

Adli juga mengungkapkan dukungan sekolah terhadap kegiatan organisasi siswa, khususnya Rohani Islam (Rohis). Ia pernah mendapat kesempatan mengikuti kompetisi Rohis tingkat nasional dengan dukungan penuh dari sekolah hingga memperoleh beasiswa.

Orang Tua Apresiasi Pendidikan Seimbang
Perwakilan orang tua siswa, Tari Apriani, mengapresiasi pola pendidikan yang diterapkan SIT Ittihad Makassar. Menurutnya, sekolah memberikan pembinaan yang seimbang antara ilmu pengetahuan, agama, dan kemampuan sosial.

“Anak saya mendapatkan bimbingan yang seimbang. Tidak hanya ilmu pengetahuan, tetapi juga ilmu agama. Kemampuan sosialnya juga diasah sehingga membantu membentuk karakter anak,” katanya.

Ke depan, SIT Ittihad Makassar berkomitmen terus bertransformasi menjadi sekolah mandiri dengan tetap membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan berkualitas sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam bidang akademik, sejumlah siswa SIT Ittihad Makassar juga berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui jalur undangan. Pada tahun terakhir, tercatat enam siswa berhasil diterima melalui jalur tersebut.

Setelah kegiatan Welcoming Day, peserta didik baru akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dijadwalkan berlangsung pada Senin pekan berikutnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran manajemen SIT Ittihad Makassar, di antaranya Direktur Mushadil Thalilik, staf manajemen Sappe, Fitriani, Harniati, dan Fahmi Anugrah, Kepala Sekolah Evy Yanthy, Wakil Kepala Kurikulum SMA Nurhidayah, Wakakur SMP Nurhikmah, Wakasis SMA Mukaddis, Wakasis SMP Nurzakila, serta Wakahumas Agriyanti Ridwan.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru