Pemkab Gowa Perkuat Program MBG 3B untuk Percepat Penurunan Stunting
Sabtu, 23 Mei 2026 06:55
Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin saat membuka Rapat Pengendalian Lapangan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). Foto: Istimewa
GOWA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa terus memperkuat komitmen dalam percepatan penurunan stunting.
Kali ini upaya tersebut didorong melalui pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi sasaran 3B antara lain, ibu hamil, ibu menyusui, dan Balita non-PAUD.
Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin saat membuka Rapat Pengendalian Lapangan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Aula Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Gowa, Kamis (21/5).
Menurutnya, persoalan stunting bukan sekadar isu kesehatan, tetapi menyangkut masa depan daerah dan kualitas generasi penerus bangsa.
"Kalau hari ini ada anak yang tumbuh tanpa gizi yang cukup, maka beberapa tahun ke depan kita bisa kehilangan kualitas sumber daya manusia yang seharusnya menjadi kekuatan Kabupaten Gowa," ujarnya.
Sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Gowa, ia menekankan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara nyata hingga menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, pelaksanaan Program MBG harus berjalan sesuai ketentuan Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025, khususnya Pasal 47, yang mengatur penyaluran dilakukan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK).
Ia menjelaskan, Kabupaten Gowa memiliki kekuatan kolaboratif melalui keberadaan TPK yang terdiri dari kader KB, kader PKK, dan bidan di lapangan.
"TPK bukan hanya pelaksana administratif, tetapi pendamping keluarga yang memahami kondisi riil masyarakat sampai tingkat dusun dan lingkungan," jelasnya.
Wabup Gowa juga meminta seluruh penyuluh KB, kepala UPT, operator program, dan unsur teknis lainnya memastikan pelaksanaan MBG 3B berjalan tepat sasaran, tepat waktu, tepat manfaat, serta memberikan dampak nyata terhadap perbaikan status gizi masyarakat.
Menurut Darmawangsyah, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang tersalurkan, tetapi juga dari perubahan kondisi kesehatan ibu dan anak penerima manfaat.
"Ukuran keberhasilan kita bukan hanya angka distribusi, tetapi bagaimana ibu hamil memperoleh asupan gizi yang cukup, ibu menyusui memiliki ketahanan gizi yang baik, dan balita mendapatkan pemenuhan nutrisi optimal agar terhindar dari risiko stunting," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Gowa, Sofyan Daud mengatakan, rapat Bangga Kencana rutin dilaksanakan setiap bulan sebagai forum evaluasi terhadap perkembangan program dan penyusunan langkah kerja ke depan.
Menurut Sofyan, evaluasi tersebut penting dilakukan untuk memastikan seluruh program berjalan efektif dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Gowa.
Ia juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan program saat ini masih menghadapi keterbatasan anggaran sehingga sejumlah kegiatan masih dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas yang ada.
Selain itu, Sofyan turut melaporkan keberadaan sekolah lansia di Kecamatan Pattallassang sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat.
"Angka stunting kita sudah mulai berada pada posisi 17 persen," ungkap Sofyan.
Melalui pelaksanaan Program MBG 3B, Pemerintah Kabupaten Gowa berharap dapat memperkuat upaya menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting di Kabupaten Gowa.
Kali ini upaya tersebut didorong melalui pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi sasaran 3B antara lain, ibu hamil, ibu menyusui, dan Balita non-PAUD.
Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin saat membuka Rapat Pengendalian Lapangan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Aula Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Gowa, Kamis (21/5).
Menurutnya, persoalan stunting bukan sekadar isu kesehatan, tetapi menyangkut masa depan daerah dan kualitas generasi penerus bangsa.
"Kalau hari ini ada anak yang tumbuh tanpa gizi yang cukup, maka beberapa tahun ke depan kita bisa kehilangan kualitas sumber daya manusia yang seharusnya menjadi kekuatan Kabupaten Gowa," ujarnya.
Sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Gowa, ia menekankan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara nyata hingga menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, pelaksanaan Program MBG harus berjalan sesuai ketentuan Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025, khususnya Pasal 47, yang mengatur penyaluran dilakukan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK).
Ia menjelaskan, Kabupaten Gowa memiliki kekuatan kolaboratif melalui keberadaan TPK yang terdiri dari kader KB, kader PKK, dan bidan di lapangan.
"TPK bukan hanya pelaksana administratif, tetapi pendamping keluarga yang memahami kondisi riil masyarakat sampai tingkat dusun dan lingkungan," jelasnya.
Wabup Gowa juga meminta seluruh penyuluh KB, kepala UPT, operator program, dan unsur teknis lainnya memastikan pelaksanaan MBG 3B berjalan tepat sasaran, tepat waktu, tepat manfaat, serta memberikan dampak nyata terhadap perbaikan status gizi masyarakat.
Menurut Darmawangsyah, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang tersalurkan, tetapi juga dari perubahan kondisi kesehatan ibu dan anak penerima manfaat.
"Ukuran keberhasilan kita bukan hanya angka distribusi, tetapi bagaimana ibu hamil memperoleh asupan gizi yang cukup, ibu menyusui memiliki ketahanan gizi yang baik, dan balita mendapatkan pemenuhan nutrisi optimal agar terhindar dari risiko stunting," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Gowa, Sofyan Daud mengatakan, rapat Bangga Kencana rutin dilaksanakan setiap bulan sebagai forum evaluasi terhadap perkembangan program dan penyusunan langkah kerja ke depan.
Menurut Sofyan, evaluasi tersebut penting dilakukan untuk memastikan seluruh program berjalan efektif dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Gowa.
Ia juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan program saat ini masih menghadapi keterbatasan anggaran sehingga sejumlah kegiatan masih dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas yang ada.
Selain itu, Sofyan turut melaporkan keberadaan sekolah lansia di Kecamatan Pattallassang sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat.
"Angka stunting kita sudah mulai berada pada posisi 17 persen," ungkap Sofyan.
Melalui pelaksanaan Program MBG 3B, Pemerintah Kabupaten Gowa berharap dapat memperkuat upaya menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting di Kabupaten Gowa.
(MAN)
Berita Terkait
News
HUT ke-357 Sulsel, Plt Bupati Gowa Tekankan Sinergi Pembangunan Daerah
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, mengikuti Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan secara virtual dari Peace Room Akkio, Kantor Bupati Gowa.
Senin, 19 Okt 2026 18:45
Sulsel
Plt Bupati Gowa Minta SKPD Percepat Serapan Anggaran
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, meminta seluruh SKPD mempercepat penyerapan anggaran, meningkatkan kinerja, serta memperkuat kolaborasi dalam pelaksanaan program pemerintahan.
Senin, 19 Okt 2026 13:02
Sulsel
Dukung Sulsel Swasembada, Pemkab Gowa Perkuat Produksi Pangan dan Infrastruktur
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menegaskan komitmennya memperkuat peran sebagai salah satu lumbung pangan Sulawesi Selatan.
Senin, 19 Okt 2026 10:13
Sulsel
Warga Padati Expo UMKM Haji dan Umroh, Perputaran Uang Diprediksi Rp10 Miliar
Hari kedua pelaksanaan Sulsel Expo UMKM Ekosistem Haji dan Umrah di Taman Sultan Hasanuddin, Sabtu (17/10/2026), Plt Bupati Gowa Darmawangsyah Muin kembali hadir meramaikan, sekaligus menunjukkan komitmen Pemkab Gowa menyukseskan event nasional yang digagas Kementerian Haji dan Umrah.
Minggu, 18 Okt 2026 10:06
Sulsel
Diskominfo Gowa Libatkan Kader PKK Awasi Pelayanan Publik
Pemerintah Kabupaten Gowa melibatkan Tim Penggerak PKK untuk memperluas pemanfaatan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!).
Kamis, 15 Okt 2026 15:26
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Late Night Shopping TSM Makassar Tawarkan Diskon hingga 80 Persen
2
Tolong! Korban Tabrak Lari di Gowa Koma 5 Hari, Polisi Belum Berhasil Temukan Pelaku
3
27 Mahasiswa Hukum UMI belajar peran Legal Corporate bersama KALLA Group
4
Pertamina Sulawesi Salurkan Bantuan untuk Penyintas Banjir Bandang di Nepal
5
Andi Syahrum Ikuti Pemantauan IPALD Losari dalam ADB Press Tour
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Late Night Shopping TSM Makassar Tawarkan Diskon hingga 80 Persen
2
Tolong! Korban Tabrak Lari di Gowa Koma 5 Hari, Polisi Belum Berhasil Temukan Pelaku
3
27 Mahasiswa Hukum UMI belajar peran Legal Corporate bersama KALLA Group
4
Pertamina Sulawesi Salurkan Bantuan untuk Penyintas Banjir Bandang di Nepal
5
Andi Syahrum Ikuti Pemantauan IPALD Losari dalam ADB Press Tour