FGD Kajian Kelitbangan 2026 Dorong Penyusunan Kebijakan Berbasis Riset di Gowa
Kamis, 21 Mei 2026 21:18
ocus Group Discussion (FGD) Kajian Kelitbangan Tahun 2026 di Ruang Rapat Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Gowa. Foto: SINDO Makassar/Herni Amir
GOWA - Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Gowa menggelar Focus Group Discussion (FGD) Kajian Kelitbangan Tahun 2026 di Ruang Rapat Badan Pengelolaan Keuangan Daerah, Kantor Bupati Gowa, Kamis (21/5).
Kegiatan yang mengusung tema “Menata Riset, Menata Masa Depan: Merumuskan Kebijakan Tepat dan Akurat untuk Kemajuan Daerah” ini menjadi bagian dari upaya penyusunan arah penelitian dan pengembangan daerah yang lebih terukur, kolaboratif, dan sesuai kebutuhan pembangunan daerah.
Kepala Balitbangda Kabupaten Gowa, Muh Taslim mengatakan kajian kelitbangan memiliki peran penting dalam mendukung lahirnya kebijakan berbasis data dan kebutuhan masyarakat.
“Kajian kelitbangan menjadi instrumen penting dalam menghasilkan kebijakan berbasis riset dan kebutuhan nyata masyarakat. Kami berharap FGD ini melahirkan masukan strategis untuk mendukung pembangunan daerah yang inovatif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, pembahasan difokuskan pada dua kajian utama yakni penelitian dan pengembangan sektor pariwisata serta penelitian dan pengembangan koperasi dan UMKM. Kedua sektor ini dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan daya saing daerah dan memperkuat ekonomi masyarakat.
Taslim menambahkan, kolaborasi antara perangkat daerah dan akademisi diperlukan agar hasil kajian dapat diterapkan secara efektif dalam penyusunan program pembangunan.
“Kami ingin hasil kajian ini benar-benar menjawab kebutuhan daerah. Karena itu, sinergi antar perangkat daerah dan akademisi penting agar rekomendasi yang dihasilkan memberi dampak positif bagi masyarakat,” tambahnya.
Tim akademisi, Prof. Akhmad menilai riset daerah perlu diarahkan pada persoalan yang dihadapi masyarakat sehingga hasilnya lebih tepat sasaran.
“Penelitian daerah harus menjadi dasar pengambilan keputusan yang konkret. Ketika riset disusun sesuai kebutuhan daerah, hasilnya akan lebih mudah diterapkan dalam program pembangunan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa, Abd Halim Hamid menyebut kajian pengembangan koperasi dan UMKM menjadi langkah penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat.
“Melalui kajian ini, kami berharap lahir rekomendasi yang mampu memperkuat kapasitas pelaku usaha dan meningkatkan daya saing produk lokal,” ungkapnya.
Melalui FGD Kajian Kelitbangan ini, Balitbangda Kabupaten Gowa berharap tercipta sinergi antar perangkat daerah dalam merumuskan rekomendasi kebijakan berbasis riset dan inovasi.
Turut hadir perwakilan SKPD setingkat eselon III lingkup Pemkab Gowa sebagai peserta.
Kegiatan yang mengusung tema “Menata Riset, Menata Masa Depan: Merumuskan Kebijakan Tepat dan Akurat untuk Kemajuan Daerah” ini menjadi bagian dari upaya penyusunan arah penelitian dan pengembangan daerah yang lebih terukur, kolaboratif, dan sesuai kebutuhan pembangunan daerah.
Kepala Balitbangda Kabupaten Gowa, Muh Taslim mengatakan kajian kelitbangan memiliki peran penting dalam mendukung lahirnya kebijakan berbasis data dan kebutuhan masyarakat.
“Kajian kelitbangan menjadi instrumen penting dalam menghasilkan kebijakan berbasis riset dan kebutuhan nyata masyarakat. Kami berharap FGD ini melahirkan masukan strategis untuk mendukung pembangunan daerah yang inovatif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, pembahasan difokuskan pada dua kajian utama yakni penelitian dan pengembangan sektor pariwisata serta penelitian dan pengembangan koperasi dan UMKM. Kedua sektor ini dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan daya saing daerah dan memperkuat ekonomi masyarakat.
Taslim menambahkan, kolaborasi antara perangkat daerah dan akademisi diperlukan agar hasil kajian dapat diterapkan secara efektif dalam penyusunan program pembangunan.
“Kami ingin hasil kajian ini benar-benar menjawab kebutuhan daerah. Karena itu, sinergi antar perangkat daerah dan akademisi penting agar rekomendasi yang dihasilkan memberi dampak positif bagi masyarakat,” tambahnya.
Tim akademisi, Prof. Akhmad menilai riset daerah perlu diarahkan pada persoalan yang dihadapi masyarakat sehingga hasilnya lebih tepat sasaran.
“Penelitian daerah harus menjadi dasar pengambilan keputusan yang konkret. Ketika riset disusun sesuai kebutuhan daerah, hasilnya akan lebih mudah diterapkan dalam program pembangunan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa, Abd Halim Hamid menyebut kajian pengembangan koperasi dan UMKM menjadi langkah penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat.
“Melalui kajian ini, kami berharap lahir rekomendasi yang mampu memperkuat kapasitas pelaku usaha dan meningkatkan daya saing produk lokal,” ungkapnya.
Melalui FGD Kajian Kelitbangan ini, Balitbangda Kabupaten Gowa berharap tercipta sinergi antar perangkat daerah dalam merumuskan rekomendasi kebijakan berbasis riset dan inovasi.
Turut hadir perwakilan SKPD setingkat eselon III lingkup Pemkab Gowa sebagai peserta.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
90 Putra-Putri Asal Gowa Siap Belajar di Sekolah Rakyat Terpadu
Sebanyak 90 putra dan putri asal Kabupaten Gowa akan mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 usai dilepas secara simbolik, di Baruga Karaeng Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa, Selasa (14/7).
Rabu, 15 Jul 2026 07:29
Sulsel
Pemkab Gowa Perkuat Kualitas Data Statistik Sektoral Lewat Evaluasi EPSS
Pemerintah Kabupaten Gowa melalui DiskominfoSP melengkapi bukti dukung dalam EPSS 2025 sebagai upaya meningkatkan kualitas tata kelola data dan mengoptimalkan nilai IPS.
Selasa, 14 Jul 2026 19:23
News
TP PKK Gowa Raih Penghargaan dari Menkes RI dan Ketum TP PKK Pusat
Ketua TP PKK Kabupaten Gowa, Andi Tenri Indah Darmawangsyah menerima penghargaan dari Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin dan Ketua Umum TP PKK Pusat, Tri Tito Karnavian di Claro Hotel Makassar, Sabtu (11/7).
Senin, 13 Jul 2026 20:07
Sulsel
Mendagri Kenakan Wastra Sutra Gowa Saat Tutup Rangkaian HUT Dekranas
Stand Pameran Dekranasda Gowa menjadi salah satu yang paling banyak diminati oleh pengunjung pada Pameran Kriya dan Wastra Nusantara yang berlangsung berlangsung 8-12 Juli 2026 di Mal Trans Studio Makassar.
Senin, 13 Jul 2026 15:05
Sulsel
Omset Penjualan Kriya dan Wastra Nusantara Dekranasda Gowa Capai Rp45 Juta
Stand Pameran Dekranasda Gowa menjadi salah satu yang paling banyak diminati oleh pengunjung pada Pameran Kriya dan Wastra Nusantara yang berlangsung berlangsung 8-12 Juli 2026 di Mal Trans Studio Makassar.
Senin, 13 Jul 2026 11:58
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Himatik FT-UNM Resmi Buka Ice Sport 2026, Diikuti 22 Kelas JTIK
2
Senyum Polisi hingga Dokter Cilik Warnai MPLS SIT Alif Cendekia Gowa
3
Kuota Haji 2027 Kabupaten Maros Capai 453 Orang, Baru 90% yang Melapor
4
HNSI Sulsel Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo Turunkan Harga BBM Nelayan
5
Kecam Tindakan Bupati Husniah, DPRD Gowa Tidak akan Lakukan Pemanggilan Ulang
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Himatik FT-UNM Resmi Buka Ice Sport 2026, Diikuti 22 Kelas JTIK
2
Senyum Polisi hingga Dokter Cilik Warnai MPLS SIT Alif Cendekia Gowa
3
Kuota Haji 2027 Kabupaten Maros Capai 453 Orang, Baru 90% yang Melapor
4
HNSI Sulsel Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo Turunkan Harga BBM Nelayan
5
Kecam Tindakan Bupati Husniah, DPRD Gowa Tidak akan Lakukan Pemanggilan Ulang