Angin Kencang Rusak 10 Rumah di Moncongloe Maros

Minggu, 01 Feb 2026 18:40
Angin Kencang Rusak 10 Rumah di Moncongloe Maros
Ilustrasi. Foto: Istimewa
Comment
Share
MAROS - Sebanyak 10 rumah milik warga di Desa Moncongloe, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros rusak diterjang angin kencang, (1/2/2026). Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 Wita.

Kepala Desa Moncongloe, Muhammad Iqbal mengatakan, rumah warga yang terdampak itu tersebar di Dusun Panaikang, Dusun Pamanjengan, dan Perumahan Findaria Mas 2.

"Di Dusun Panaikang terdapat dua rumah, Dusun Pamanjengan satu rumah, dan di Perumahan Findaria Mas 2 sebanyak tujuh rumah," katanya saat dihubungi.

Dia menuturkan, selain rumah, angin kencang tersebut juga menyebabkan satu orang warga mengalami luka. Korban merupakan anak kecil yang berasal dari Dusun Panaikang. Ia saat ini sedang menjalani perawatan di Puskesmas setempat.

Iqbal menambahkan, saat angin kencang terjadi, para pemilik rumah berada di dalam rumah masing-masing.

Hingga kini, warga terdampak masih bertahan di rumah mereka sambil melakukan perbaikan darurat.

"Sementara menunggu terpal dan melakukan perbaikan seadanya," imbuhnya.

Terkait besaran kerugian material, pihak desa belum dapat memastikan nilai kerugian yang dialami warga. Pemerintah desa juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah kabupaten.

Namun hingga saat ini, belum ada tim dari tingkat kabupaten yang turun ke lokasi untuk melakukan penanganan.

"Sudah kami laporkan ke kabupaten, tapi belum ada tim yang datang," pungkasnya.

Sebelumnya, BMKG telah memprediksi beberapa wilayah masih diguyur hujan sedang hingga lebat.

Ketua Tim Kerja Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV Makassar, Rizky Yudha, mengatakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi di wilayah Kabupaten Maros.

Selain hujan lebat, kondisi cuaca tersebut juga berpotensi disertai kilat dan angin kencang di sejumlah wilayah. Secara umum curah hujan diperkirakan terjadi secara merata di hampir seluruh wilayah Kabupaten Maros.

BMKG juga memprediksi akumulasi curah hujan bulanan di Maros masih tergolong tinggi, bahkan berpotensi melebihi 300 milimeter.

Tak hanya hujan lebat, potensi angin kencang juga masih menyertai kondisi cuaca di wilayah tersebut. Hal ini dipengaruhi oleh masih aktifnya monsun Asia serta tingginya potensi pembentukan awan cumulonimbus.

"Kecepatan angin umumnya berkisar antara 10 hingga 40 kilometer per jam, namun pada kondisi tertentu bisa lebih dari itu," jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang.

Secara umum, prakiraan musim hujan di wilayah Maros dan sekitarnya diperkirakan masih akan berlangsung cukup panjang. Untuk wilayah pesisir, musim hujan diprediksi bertahan hingga April 2026.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru