Hujan Deras dan Angin Kencang Landa Maros, Pohon Tumbang dan Atap Rusak
Minggu, 11 Jan 2026 20:06
Petugas BPBD Maros menebang pohon tumbang di salah satu titik di Kabupaten Maros saat angin kencang melanda wilayah tersebut. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Hujan deras yang disertai angin kencang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Maros dalam dua hari ini.
Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah kerusakan di beberapa titik yang berbeda. Mulai dari atap rumah warga yang terbang, hingga pohon di beberapa ruas jalan tumbang.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros Nasrul mengatakan, hujan deras disertai angin kencang ini terjadi mulai hari Sabtu kemarin (10/1/2026) hingga minggu masih terjadi.
"Kejadian terjadi mulai Sabtu kemarin. Kami menerima beberapa laporan rumah warga yang rusak di sejumlah wilayah. Dan kondisi ini masih berlangsung hingga minggu sore, hari ini," ujarnya kepada SINDO Makassar saat dihubungi.
Dia mengatakan, berdasarkan data yang diterima BPBD Kabupaten Maros, di hari Sabtu kemarin (10/1/2026), ada 8 pohon yang tumbang di beberapa titik. Diantaranya, di poros jln kelurahan Boribellaya, di lingkungan Bulowa Desa Bonto Tallasa, di Jalan Bambu Runcing Kelurahan Pettuadae, di Depan Rujab Bupati, di Desa A'bulosibatang, Kecamatan Marusu, di jalan Bougenville, halaman Kantor Bupati Maros, serta di jalan Nurdin sanrima.
"Untuk hari ini, kami juga telah menerima adanya laporan pohon tumbang yang diakibatkan hujan deras disertai angin kencang. Ada delapan pohon yang tumbang perhari ini," ujarnya.
Dia melanjutkan, untuk memangkas pohon yang tumbang, BPBD telah membagi dua tim untuk penanganannya.
"Masing-masing tim itu terdiri dari 8 sampai 10 orang personil. Mereka bertugas untuk melakukan pemangkasan pohon yang tumbang supaya akses jalan kembali lancar," jelasnya.
Selain menyebabkan pohon tumbang, angin kencang juga menyebabkan atap rumah milik warga rusak.
Sejak sabtu kemarin hingga saat ini, laporan yang masuk ke BPBD Kabupaten Maros tercatat berjumlah, 13 bangunan.
"Satu diantaranya merupakan bangunan gudang balai benih, yang roboh pada Sabtu kemarin akibat angin kencang," pungkasnya.
Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah kerusakan di beberapa titik yang berbeda. Mulai dari atap rumah warga yang terbang, hingga pohon di beberapa ruas jalan tumbang.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros Nasrul mengatakan, hujan deras disertai angin kencang ini terjadi mulai hari Sabtu kemarin (10/1/2026) hingga minggu masih terjadi.
"Kejadian terjadi mulai Sabtu kemarin. Kami menerima beberapa laporan rumah warga yang rusak di sejumlah wilayah. Dan kondisi ini masih berlangsung hingga minggu sore, hari ini," ujarnya kepada SINDO Makassar saat dihubungi.
Dia mengatakan, berdasarkan data yang diterima BPBD Kabupaten Maros, di hari Sabtu kemarin (10/1/2026), ada 8 pohon yang tumbang di beberapa titik. Diantaranya, di poros jln kelurahan Boribellaya, di lingkungan Bulowa Desa Bonto Tallasa, di Jalan Bambu Runcing Kelurahan Pettuadae, di Depan Rujab Bupati, di Desa A'bulosibatang, Kecamatan Marusu, di jalan Bougenville, halaman Kantor Bupati Maros, serta di jalan Nurdin sanrima.
"Untuk hari ini, kami juga telah menerima adanya laporan pohon tumbang yang diakibatkan hujan deras disertai angin kencang. Ada delapan pohon yang tumbang perhari ini," ujarnya.
Dia melanjutkan, untuk memangkas pohon yang tumbang, BPBD telah membagi dua tim untuk penanganannya.
"Masing-masing tim itu terdiri dari 8 sampai 10 orang personil. Mereka bertugas untuk melakukan pemangkasan pohon yang tumbang supaya akses jalan kembali lancar," jelasnya.
Selain menyebabkan pohon tumbang, angin kencang juga menyebabkan atap rumah milik warga rusak.
Sejak sabtu kemarin hingga saat ini, laporan yang masuk ke BPBD Kabupaten Maros tercatat berjumlah, 13 bangunan.
"Satu diantaranya merupakan bangunan gudang balai benih, yang roboh pada Sabtu kemarin akibat angin kencang," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Sudah Masuk Musim Kemarau, Tapi Masih Hujan? Ini Penjelasan BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengimbau masyarakat waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, di mana Sulawesi Selatan mulai memasuki musim kemarau.
Kamis, 30 Apr 2026 21:35
News
Ancaman Kemarau Panjang, BPBD Maros Petakan Wilayah Rawan Kekeringan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros mulai memetakan wilayah rawan terdampak musim kemarau panjang tahun ini.
Minggu, 19 Apr 2026 07:09
News
Cuaca Buruk Paksa Feri Rute Kolaka-Bone Putar Balik, Kendaraan Muatan Terbalik
Kapal feri rute Kolaka–Bone terpaksa memutar balik di tengah perjalanan akibat cuaca buruk, Sabtu (14/2/2026) dini hari. Keputusan diambil setelah kapal dihantam angin kencang dan gelombang.
Sabtu, 14 Feb 2026 17:28
News
Angin Kencang Rusak 10 Rumah di Moncongloe Maros
Sebanyak 10 rumah milik warga di Desa Moncongloe, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros rusak diterjang angin kencang, (1/2/2026). Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 Wita.
Minggu, 01 Feb 2026 18:40
News
Maros Masih Berpotensi Diguyur Hujan hingga Februari
Intensitas hujan tinggi masih berpotensi terjadi di Kabupaten Maros hingga Februari 2026 mendatang. Potensi ini berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Kamis, 29 Jan 2026 17:58
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pemkot Makassar Siapkan Insentif Rp100 Juta bagi RT Berprestasi Kelola Lingkungan
2
Ekosistem EV di Parepare Kian Matang: Charging Cepat, Menunggu Nyaman
3
BI Sulsel Ajak Kreator Konten Perkuat Literasi Ekonomi Syariah
4
Pertamina Sesuaikan Harga Pertamax Series, Pertalite dan Biosolar Subsidi Tetap
5
Pegadaian Berhasil Borong Lima Penghargaan Bergengsi Asia
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pemkot Makassar Siapkan Insentif Rp100 Juta bagi RT Berprestasi Kelola Lingkungan
2
Ekosistem EV di Parepare Kian Matang: Charging Cepat, Menunggu Nyaman
3
BI Sulsel Ajak Kreator Konten Perkuat Literasi Ekonomi Syariah
4
Pertamina Sesuaikan Harga Pertamax Series, Pertalite dan Biosolar Subsidi Tetap
5
Pegadaian Berhasil Borong Lima Penghargaan Bergengsi Asia