Kapolda Sulsel Pastikan Bripda DP Tewas Dianiaya Pelaku Tunggal
Kamis, 26 Feb 2026 15:29
Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro memberikan keterangan di Lobi Mapolda Sulsel, Kamis (26/2/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro menegaskan kematian Bripda Dirja Pratama (DP) disebabkan penganiayaan oleh pelaku tunggal, bukan pengeroyokan. Klarifikasi ini disampaikan di Mapolda Sulsel, Kamis (26/2/2026), untuk meluruskan informasi yang beredar di masyarakat.
Penyidik telah menetapkan Bripda P, senior korban, sebagai tersangka.
"Kami telah menetapkan satu orang tersangka, yaitu Bripda P. Berdasarkan hasil visum dari Biddokkes, perbuatan tersebut dilakukan secara sendiri oleh pelaku. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa peristiwa yang terjadi adalah penganiayaan, bukan pengeroyokan," jelasnya.
Kapolda menyebut penyidik memeriksa delapan saksi. Hasil pemeriksaan tidak menemukan keterlibatan pidana pihak lain. Namun, Bripda MF dan Bripda MA tetap menjalani pemeriksaan internal oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) atas dugaan pelanggaran etik.
Menurut Kapolda, kelalaian melaporkan peristiwa penganiayaan menjadi dasar proses etik internal. Tindakan membiarkan kekerasan dinilai sebagai pelanggaran serius, meski tidak terlibat langsung.
"Berdasarkan hasil penyidikan, motif di balik aksi penganiayaan ini dipicu oleh rasa kesal pelaku terhadap korban. ‎Tersangka Bripda P merasa korban tidak menunjukkan loyalitas dan sikap hormat (respect) kepada senior karena tidak mengindahkan panggilan pelaku berkali-kali," tegasnya.
Dalam konferensi pers tersebut, Kapolda didampingi pejabat utama Polda Sulsel, antara lain Dirreskrimum Kombes Pol. Setiadi Sulaksono, Kabid Propam Kombes Pol. Zulham Effendy, dan Kabid Humas Kombes Pol. Didik Supranoto.
Penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 468 ayat (2) atau Pasal 466 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun.
Penyidik telah menetapkan Bripda P, senior korban, sebagai tersangka.
"Kami telah menetapkan satu orang tersangka, yaitu Bripda P. Berdasarkan hasil visum dari Biddokkes, perbuatan tersebut dilakukan secara sendiri oleh pelaku. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa peristiwa yang terjadi adalah penganiayaan, bukan pengeroyokan," jelasnya.
Kapolda menyebut penyidik memeriksa delapan saksi. Hasil pemeriksaan tidak menemukan keterlibatan pidana pihak lain. Namun, Bripda MF dan Bripda MA tetap menjalani pemeriksaan internal oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) atas dugaan pelanggaran etik.
Menurut Kapolda, kelalaian melaporkan peristiwa penganiayaan menjadi dasar proses etik internal. Tindakan membiarkan kekerasan dinilai sebagai pelanggaran serius, meski tidak terlibat langsung.
"Berdasarkan hasil penyidikan, motif di balik aksi penganiayaan ini dipicu oleh rasa kesal pelaku terhadap korban. ‎Tersangka Bripda P merasa korban tidak menunjukkan loyalitas dan sikap hormat (respect) kepada senior karena tidak mengindahkan panggilan pelaku berkali-kali," tegasnya.
Dalam konferensi pers tersebut, Kapolda didampingi pejabat utama Polda Sulsel, antara lain Dirreskrimum Kombes Pol. Setiadi Sulaksono, Kabid Propam Kombes Pol. Zulham Effendy, dan Kabid Humas Kombes Pol. Didik Supranoto.
Penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 468 ayat (2) atau Pasal 466 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun.
(MAN)
Berita Terkait
News
Polda Sulsel Tekankan Pengawasan Preventif Kawal Wujudkan Pemerintahan Bersih
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya dalam mendukung terwujudnya pemerintahan daerah yang bersih dan berintegritas, melalui penguatan sistem tata kelola serta pencegahan tindak pidana korupsi.
Kamis, 26 Feb 2026 11:36
News
Polda Sulsel Pastikan Penuntasan Kasus Bripda DP Secara Transparan
Teka-teki kematian Bripda Dirja Pratama (DP) seorang polisi junior yang dianiaya seniornya akhirnya terungkap. Bahkan, kronologi kematiannya sempat direkayasa pelaku yang juga seniornya.
Senin, 23 Feb 2026 21:29
News
Unhas Gandeng Brimob Sulsel Kembangkan Fasilitas Menembak
Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi menjalin kerja sama dengan Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan dalam pengelolaan lapangan tembak kampus.
Sabtu, 21 Feb 2026 05:02
News
Kapolda Sulsel Pimpin Aksi Bersih Pantai Losari, Tindak Lanjut Instruksi Presiden
Polda Sulawesi Selatan menggelar bakti sosial berupa aksi bersih-bersih di kawasan Anjungan Pantai Losari, Makassar, Jumat (6/2/2026).
Jum'at, 06 Feb 2026 14:46
News
Sosialisasi di Polda Sulsel, Wamenkum Soroti Peran Strategis Polri dalam KUHAP Baru
Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menggelar kegiatan Sosialisasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru, yang dihadiri Wakil Menteri Hukum Republik Indonesia, Prof Edward Omar Sharif Hiariej.
Rabu, 04 Feb 2026 18:08
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Agar tak Kehabisan 'Bensin' di Ramadan
2
Azhar Arsyad Raih Gelar Doktor Soroti Hak Angket DPRD, Dapat Nilai Cumlaude
3
GMTD Perkuat Sinergi dengan Media Lewat Buka Puasa Bersama
4
Pameran Tenang Bersama Wuling di MaRI Makassar, Eksion Tampil Perdana
5
Waketum Golkar Idrus Marham Dukung Sikap Dasco, Tunda Impor 105 Ribu Mobil India
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Agar tak Kehabisan 'Bensin' di Ramadan
2
Azhar Arsyad Raih Gelar Doktor Soroti Hak Angket DPRD, Dapat Nilai Cumlaude
3
GMTD Perkuat Sinergi dengan Media Lewat Buka Puasa Bersama
4
Pameran Tenang Bersama Wuling di MaRI Makassar, Eksion Tampil Perdana
5
Waketum Golkar Idrus Marham Dukung Sikap Dasco, Tunda Impor 105 Ribu Mobil India