Tradisi Aksi Buruh Berubah, Kapolda Sulsel Apresiasi Kegiatan Terpusat

Jum'at, 01 Mei 2026 18:55
Tradisi Aksi Buruh Berubah, Kapolda Sulsel Apresiasi Kegiatan Terpusat
Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, memberikan sambutan pada May Day Fest 2026 di depan Tribun Lapangan Karebosi, Jumat (1/5/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Comment
Share
MAKASSAR - Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel), Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro menghadiri langsung kegiatan May Day Fest 2026 di depan Tribun Lapangan Karebosi, Jumat (1/5/2026).

Kehadiran kepolisian bertujuan mengawal jalannya peringatan Hari Buruh agar berlangsung kondusif dan produktif.

"Kami dari Kepolisian khususnya Polda Sulawesi Selatan hadir di tengah adalah memastikan tidak ada yang mengganggu kegiatan buruh," tegasnya.

Jenderal bintang dua itu menjamin keamanan para buruh serta memastikan tidak ada pihak yang melakukan intimidasi maupun kekerasan selama kegiatan berlangsung.

"Kami memastikan bahwa kegiatan ini berjalan dengan baik, kegiatan ini berjalan dengan aman, dan seluruh aspirasi-aspirasi buruh bisa disampaikan kepada pemerintah," ucapnya dalam sambutan.

Ia juga mengapresiasi panitia atas inisiatif mengubah tradisi aksi turun ke jalan menjadi kegiatan terpusat. Meski demikian, langkah tersebut diakui masih menuai pro dan kontra.

"Ada sebagian hak-hak masyarakat lain yang terganggu sehingga dengan adanya kegiatan yang terpusat ini, kita semua bisa merasakan masyarakat semua tidak terganggu sehingga keamanan dan ketertiban di wilayah Makassar khususnya dan di wilayah hukum Polda Sulawesi Selatan bisa terjamin keamanannya," imbuhnya.

Kapolda Sulsel menilai stabilitas keamanan yang terjaga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan, yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan buruh.

"Terima kasih sampai dengan saat ini kegiatan ini sudah berjalan kurang lebih satu minggu dengan berbagai kegiatan-kegiatan yang dilakukan, situasi secara umum Kamtibmas di wilayah hukum Polda Sulawesi Selatan dalam kondisi aman dan terkendali," tuturnya.

Ia juga mengajak para buruh untuk bersama-sama mendukung pembangunan daerah.

"Mari sama-sama kita bangun Sulawesi Selatan, mari kita bangun Kota Makassar ini dengan penuh kecintaan dan penuh kebahagiaan," harapnya.
(MAN)
Berita Terkait
Penanganan Kasus Pengeroyokan Petani di Bone Dinilai Janggal, Kapolda Diminta Turun Tangan
News
Penanganan Kasus Pengeroyokan Petani di Bone Dinilai Janggal, Kapolda Diminta Turun Tangan
Penanganan kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang petani di Dusun Labukku, Desa Ulubalang, Kecamatan Salomekko, Kabupaten Bone, dinilai janggal.
Jum'at, 31 Jul 2026 21:33
Polda Bongkar Sindikat Pekerja Migran Ilegal, Korban Dipaksa Jadi Operator Sobis
News
Polda Bongkar Sindikat Pekerja Migran Ilegal, Korban Dipaksa Jadi Operator Sobis
Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA dan PPO) Polda Sulawesi Selatan mengungkap kasus tindak pidana perlindungan pekerja migran ilegal yang disertai eksploitasi ekonomi terhadap anak di bawah umur.
Rabu, 29 Jul 2026 05:09
Polda Sulsel Bongkar Sindikat TPPO dan Eksploitasi 11 Anak di Sidrap
News
Polda Sulsel Bongkar Sindikat TPPO dan Eksploitasi 11 Anak di Sidrap
Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA dan PPO) Polda Sulawesi Selatan, berhasil membongkar tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus penempatan pekerja non-prosedural serta eksploitasi ekonomi terhadap anak.
Selasa, 28 Jul 2026 17:39
LBH Pers Makassar Pertanyakan Kasus Kekerasan Jurnalis di Polda Sulsel
News
LBH Pers Makassar Pertanyakan Kasus Kekerasan Jurnalis di Polda Sulsel
LBH Makassar merupakan bagian dari KAJ Sulsel mendatangi Kantor Ditreskrimum Polda Sulsel mempertanyakan perkembangan kasus dugaan kekerasan jurnalis LKBN ANTARA
Jum'at, 24 Jul 2026 19:54
Keluarga Korban Pelecehan Desak Polisi Selidiki Izin Operasional PO Bus Bintang Zahira
News
Keluarga Korban Pelecehan Desak Polisi Selidiki Izin Operasional PO Bus Bintang Zahira
Bus Bintang Zahira yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) pelecehan penumpang perempuan, diduga tidak layak beroperasi.
Kamis, 23 Jul 2026 12:12
Berita Terbaru