Surat Keluhan Soroti Guru Sejarah SMAN 9 Jeneponto, Dinas Pendidikan Diminta Evaluasi

Sabtu, 08 Agu 2026 20:20
Surat Keluhan Soroti Guru Sejarah SMAN 9 Jeneponto, Dinas Pendidikan Diminta Evaluasi
Surat yang beredar terkait keluhan guru di SMA 9 Jeneponto. Foto: Istimewa
Comment
Share
JENEPONTO - Sebuah surat berisi keluhan terkait proses pembelajaran di SMAN 9 Jeneponto, Sulawesi Selatan, beredar dan menjadi perhatian. Surat tersebut menyoroti seorang guru mata pelajaran sejarah yang disebut jarang masuk mengajar.

Dalam surat tersebut, penulis yang mengaku sebagai orang tua siswa SMAN 9 Jeneponto menyampaikan keberatan karena anaknya disebut beberapa kali mengeluhkan pembelajaran mata pelajaran sejarah.

"Guru yang hanya sekali atau bahkan tidak pernah masuk mengajar sampai anak saya lulus," demikian salah satu isi keluhan dalam surat tersebut.

Penulis surat menyebut guru yang dimaksud berinisial W. Namun, tudingan tersebut masih sebatas isi surat keluhan dan belum terverifikasi secara independen.

Penulis menegaskan keluhan tersebut bukan ditujukan untuk meminta nilai bagi anaknya. Ia mengaku berharap anaknya mendapatkan pembelajaran dan pendalaman ilmu sebagaimana mestinya.

Soroti Kehadiran Guru

Surat tersebut juga menyoroti kehadiran guru sejarah yang disebut hanya datang ke sekolah ketika mendapat panggilan dari kepala sekolah. Penulis juga mengklaim guru tersebut hanya masuk mengajar sekitar satu kali dalam sepekan.

Kondisi tersebut kemudian dibandingkan dengan kewajiban pembelajaran selama lima hari dalam sepekan.

"Kenapa hanya satu kali sekolah setiap minggu, itupun cepat pulang tidak sampai selesai jam pembelajarannya," tulis penulis.

Penulis surat mempertanyakan pengawasan pihak sekolah terhadap pelaksanaan pembelajaran. Ia juga meminta pihak yang berwenang di bidang pendidikan memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut.

Minta Ada Evaluasi

Dalam surat yang sama, penulis meminta lembaga terkait melakukan evaluasi terhadap kondisi tersebut. Ia berharap para guru di SMAN 9 Jeneponto dapat menjalankan tugas secara profesional.

Penulis juga mengaku pernah menyampaikan persoalan tersebut kepada pejabat terkait. Namun, ia mengklaim belum melihat adanya perubahan.

"Sudah pernah ditelepon sama Pak Kadis tapi tidak ada perubahan," tulisnya.

Pada bagian akhir surat, penulis meminta masyarakat membantu menyebarluaskan informasi tersebut agar mendapat perhatian.

Sementara itu, Kepala SMAN 9 Jeneponto, Irwan, belum memberikan klarifikasi terkait isi surat tersebut. Upaya konfirmasi telah dilakukan sebanyak tiga kali melalui pesan WhatsApp, tetapi hingga berita ini ditulis belum mendapat tanggapan.

Konfirmasi kembali dilakukan melalui sambungan telepon pada Sabtu sore (8/8/2026). Nomor yang bersangkutan dalam kondisi aktif dan terdengar berdering, tetapi belum mendapat respons.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan dari pihak SMAN 9 Jeneponto maupun guru yang disebut dalam surat tersebut mengenai keluhan yang beredar.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru