Cerita di Balik Aroma Kopi Oishii: Transformasi Ekonomi Petani Batui Bersama PLN UIP Sulawesi
Sabtu, 30 Mei 2026 23:41
PLN UIP Sulawesi melihat potensi Kelompok Petani Kopi Batui dalam merintis "Kopi Batui Oishii" untuk berbisnis, serta membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Foto/Istimewa
BANGGAI - Perjalanan Fadly sebagai petani kopi dimulai pada 2010. Berbekal keyakinan bahwa tanah Batui menyimpan potensi besar, ia merintis usaha Kopi Batui Oishii di Desa Nonong.
Bagi Fadly, usaha tersebut bukan sekadar sumber penghasilan, melainkan upaya membuktikan bahwa petani lokal mampu tumbuh dan mandiri dari hasil bumi daerahnya sendiri.
Namun, perjalanan itu tidak selalu mudah. Keterbatasan sarana produksi, minimnya peralatan, hingga tingginya biaya operasional menjadi tantangan yang harus dihadapi selama bertahun-tahun.
Menanam Harapan di Bawah Menara
Titik balik datang pada 2024 saat PLN UIP Sulawesi menghadirkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Bantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui. Program ini dirancang untuk memperkuat rantai usaha kopi secara menyeluruh, mulai dari peningkatan populasi tanaman kopi di sektor hulu hingga modernisasi proses produksi di sektor hilir.
Melalui program tersebut, PLN membantu pengembangan lahan perkebunan, penyediaan bibit dan fasilitas pembibitan, serta pemenuhan kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan ini menjadi fondasi penting bagi pengembangan usaha para petani kopi di Batui.
“Sebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,” ujar Fadly.
Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas kopi, tetapi juga mendorong Batui menjadi salah satu ikon daerah, memperluas akses pasar hingga tingkat nasional dan internasional, serta menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Naik Kelas dengan Teknologi dan Pendampingan
Memasuki 2025, Kopi Batui Oishii mulai menunjukkan perkembangan signifikan. Berbagai pelatihan, mulai dari peningkatan kapasitas produksi hingga keterampilan barista dan pemasaran, membantu produk kopi lokal ini menjangkau pasar yang lebih luas dan modern.
Pada tahun kedua pendampingan, PLN kembali memberikan dukungan melalui berbagai peralatan pascapanen dan pengolahan kopi. Bantuan tersebut meliputi grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai program pelatihan.
“Tahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,” kata Fadly.
Dukungan tersebut mendorong peningkatan kualitas produk sekaligus kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi kini berkembang menjadi usaha yang turut mengangkat nama Batui di tengah masyarakat yang lebih luas.
Raih Pengakuan Nasional
Keberhasilan program pendampingan ini juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Pada 2025, program pengembangan usaha petani kopi Batui meraih penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Tak hanya itu, program tersebut juga meraih predikat Gold pada ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Hasanuddin Makassar.
Menuju Kemandirian
Memasuki 2026, program pendampingan memasuki fase akhir dengan fokus pada penguatan kapasitas produksi dan stabilitas manajemen usaha. Dengan dukungan sarana produksi yang lebih modern dan sistem bisnis yang semakin matang, Kopi Batui Oishii kini dipersiapkan untuk berkembang secara mandiri.
General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, menegaskan bahwa keberhasilan ini menunjukkan pembangunan infrastruktur kelistrikan dapat berjalan selaras dengan pengembangan potensi ekonomi masyarakat.
“Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah tiga tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang,” ujarnya.
Kisah Fadly dan Kopi Batui Oishii menjadi bukti bahwa kolaborasi yang tepat mampu mendorong transformasi ekonomi masyarakat. Dari kebun kopi di Batui, harapan yang ditanam bertahun-tahun kini mulai berbuah menjadi kebanggaan daerah dan peluang masa depan yang lebih cerah.
Bagi Fadly, usaha tersebut bukan sekadar sumber penghasilan, melainkan upaya membuktikan bahwa petani lokal mampu tumbuh dan mandiri dari hasil bumi daerahnya sendiri.
Namun, perjalanan itu tidak selalu mudah. Keterbatasan sarana produksi, minimnya peralatan, hingga tingginya biaya operasional menjadi tantangan yang harus dihadapi selama bertahun-tahun.
Menanam Harapan di Bawah Menara
Titik balik datang pada 2024 saat PLN UIP Sulawesi menghadirkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Bantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui. Program ini dirancang untuk memperkuat rantai usaha kopi secara menyeluruh, mulai dari peningkatan populasi tanaman kopi di sektor hulu hingga modernisasi proses produksi di sektor hilir.
Melalui program tersebut, PLN membantu pengembangan lahan perkebunan, penyediaan bibit dan fasilitas pembibitan, serta pemenuhan kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan ini menjadi fondasi penting bagi pengembangan usaha para petani kopi di Batui.
“Sebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,” ujar Fadly.
Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas kopi, tetapi juga mendorong Batui menjadi salah satu ikon daerah, memperluas akses pasar hingga tingkat nasional dan internasional, serta menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Naik Kelas dengan Teknologi dan Pendampingan
Memasuki 2025, Kopi Batui Oishii mulai menunjukkan perkembangan signifikan. Berbagai pelatihan, mulai dari peningkatan kapasitas produksi hingga keterampilan barista dan pemasaran, membantu produk kopi lokal ini menjangkau pasar yang lebih luas dan modern.
Pada tahun kedua pendampingan, PLN kembali memberikan dukungan melalui berbagai peralatan pascapanen dan pengolahan kopi. Bantuan tersebut meliputi grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai program pelatihan.
“Tahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,” kata Fadly.
Dukungan tersebut mendorong peningkatan kualitas produk sekaligus kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi kini berkembang menjadi usaha yang turut mengangkat nama Batui di tengah masyarakat yang lebih luas.
Raih Pengakuan Nasional
Keberhasilan program pendampingan ini juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Pada 2025, program pengembangan usaha petani kopi Batui meraih penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Tak hanya itu, program tersebut juga meraih predikat Gold pada ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Hasanuddin Makassar.
Menuju Kemandirian
Memasuki 2026, program pendampingan memasuki fase akhir dengan fokus pada penguatan kapasitas produksi dan stabilitas manajemen usaha. Dengan dukungan sarana produksi yang lebih modern dan sistem bisnis yang semakin matang, Kopi Batui Oishii kini dipersiapkan untuk berkembang secara mandiri.
General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, menegaskan bahwa keberhasilan ini menunjukkan pembangunan infrastruktur kelistrikan dapat berjalan selaras dengan pengembangan potensi ekonomi masyarakat.
“Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah tiga tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang,” ujarnya.
Kisah Fadly dan Kopi Batui Oishii menjadi bukti bahwa kolaborasi yang tepat mampu mendorong transformasi ekonomi masyarakat. Dari kebun kopi di Batui, harapan yang ditanam bertahun-tahun kini mulai berbuah menjadi kebanggaan daerah dan peluang masa depan yang lebih cerah.
(TRI)
Berita Terkait
News
PLN UIP Sulawesi Terapkan PowerWISE, Perkuat Budaya Kerja Produktif & Hemat Energi
Program PowerWISE dirancang untuk menciptakan pola kerja yang lebih efisien melalui pengelolaan prioritas pekerjaan, pengurangan lembur yang tidak diperlukan, serta pembiasaan penggunaan energi secara bijak.
Sabtu, 25 Jul 2026 20:17
News
Peringati Hari Anak Nasional, PIKK PLN UIP Sulawesi Donasi 192 Buku untuk TBM Rakit Gowa
Memperingati Hari Anak Nasional, PIKK PLN UIP Sulawesi menyalurkan sebanyak 192 buku kepada Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Rakit Gowa, Selasa (22/7).
Jum'at, 24 Jul 2026 17:49
News
Sinkronisasi Tuntas, PLTM Salu Noling Siap Perkuat Kedaulatan Energi Sulsel
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi berhasil menyelesaikan proses sinkronisasi Unit 2 Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Salu Noling berkapasitas 5 megawatt (MW).
Jum'at, 24 Jul 2026 17:17
News
Energisasi Infrastruktur PLTM Salu Noling Rampung, Pasokan Listrik Hijau Sulsel Kian Kuat
Setelah beroperasi, pembangkit berbasis energi baru terbarukan (EBT) itu akan menambah pasokan energi bersih sebesar 10 MW untuk memperkuat keandalan sistem kelistrikan di Sulawesi Selatan.
Rabu, 22 Jul 2026 09:30
Sulbar
PLN UIP Sulawesi Salurkan 75 Paket Sembako untuk Warga Mamasa
PLN UIP Sulawesi bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UIP Sulawesi menyalurkan 75 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.
Selasa, 21 Jul 2026 19:14
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
DPRD Makassar Temukan Sejumlah Persoalan di Green River View, PSU hingga Air Bersih
2
DPRD Makassar Telusuri Legalitas Rumah Contoh di Jalan Metro Tanjung Bunga
3
Wali Kota Siapkan Sanksi dan Penghargaan bagi OPD Berdasarkan Serapan Anggaran
4
FIFGROUP Gelar Program Jam Sosial Mengajar di Wilayah Cabang Makassar II
5
Reses di Bangkala Barat, Anggota DPRD Sulsel Salmawati Paris Serap Aspirasi Warga
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
DPRD Makassar Temukan Sejumlah Persoalan di Green River View, PSU hingga Air Bersih
2
DPRD Makassar Telusuri Legalitas Rumah Contoh di Jalan Metro Tanjung Bunga
3
Wali Kota Siapkan Sanksi dan Penghargaan bagi OPD Berdasarkan Serapan Anggaran
4
FIFGROUP Gelar Program Jam Sosial Mengajar di Wilayah Cabang Makassar II
5
Reses di Bangkala Barat, Anggota DPRD Sulsel Salmawati Paris Serap Aspirasi Warga