Pemanah Driver Maxim di Makassar Serahkan Diri ke Polisi Usai Kabur Tiga Hari
Selasa, 19 Mei 2026 20:12
Pelaku MRH (17) menyerahkan diri ke Polsek Manggal setelah melakukan pembusuran, di Jalan Inspeksi Kanal Bangkala, Selasa (19/5/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Aparat Polsek Manggala mengamankan pelaku yang memanah pengemudi taksi online Maxim di Kecamatan Manggala, Kota Makassar, setelah sempat buron selama tiga hari.
Pelaku berinisial MRH (17) sebelumnya melarikan diri hingga ke Kabupaten Jeneponto. Remaja tersebut akhirnya menyerahkan diri dan diamankan polisi di Jalan Lasuloro Raya, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Selasa (19/5/2026).
Kapolsek Manggala, Kompol Semuel To’longan, mengatakan MRH merupakan terduga pelaku pembusuran terhadap Sandi S (29), pengemudi Maxim yang tinggal di Jalan Borong Raya.
"Kejadian itu terjadi pada Sabtu (16/5/2026) lalu, sekitar pukul 11.15 Wita siang di Jalan Inspeksi Kanal Bangkala," katanya, Selasa (19/5/2026), dalam keterangan resminya.
Berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa tersebut bermula dari cekcok antara korban dan pelaku. Saat itu, pelaku diketahui sedang mengatur lalu lintas secara ilegal atau menjadi "pak ogah" di tengah kondisi jalan yang macet.
“Motif kejadian tersebut pelaku tidak menerima baik teguran korban sehingga terjadi perkelahian dan penganiayaan menggunakan busur,” ungkap Samuel.
Hasil interogasi menunjukkan pelaku awalnya menegur korban agar tidak menerobos kemacetan di Jalan Inspeksi Kanal Bangkala menuju Jalan Hertasning. Namun menurut pengakuan pelaku, korban justru mendatanginya, menarik baju, dan sempat melayangkan satu pukulan.
"Pelaku sempat membalas pukulan itu sebelum melarikan diri karena dikejar korban. Saat melarikan diri, pelaku mengambil busur panah dan ketapel pelontar yang sebelumnya disimpan pelaku di pinggir kanal sekitar lokasi," jelasnya.
Pelaku kemudian kembali ke lokasi tempat korban memarkirkan motornya. Saat melihat korban hendak menaiki kendaraannya, pelaku disebut langsung melepaskan anak panah busur menggunakan ketapel hingga mengenai pinggang kanan korban.
"Setelah melakukan penyerangan, pelaku langsung kabur meninggalkan lokasi. Sedangkan, alat pelontar busur langsung dibuang ke dalam kanal," lanjut Samuel.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius dan sempat menjalani perawatan di RS Hermina Makassar sebelum dirujuk ke RSUD Daya Makassar untuk menjalani operasi.
Sebelumnya, polisi juga mengamankan enam remaja yang diduga rekan pelaku karena berada di lokasi kejadian saat pembusuran berlangsung.
Menurut Kompol Semuel, usai kejadian pelaku sempat melarikan diri ke wilayah Malengkeri sebelum naik angkutan umum menuju Kabupaten Jeneponto.
“Setelah mengetahui dirinya dicari dan didatangi polisi, pelaku kemudian menyampaikan kepada orang tuanya dan akhirnya datang menyerahkan diri,” tegasnya.
Saat ini, penyidik Polsek Manggala masih memproses hukum pelaku. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu anak panah yang melukai korban serta sweter merah yang digunakan pelaku saat perkelahian.
Pelaku berinisial MRH (17) sebelumnya melarikan diri hingga ke Kabupaten Jeneponto. Remaja tersebut akhirnya menyerahkan diri dan diamankan polisi di Jalan Lasuloro Raya, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Selasa (19/5/2026).
Kapolsek Manggala, Kompol Semuel To’longan, mengatakan MRH merupakan terduga pelaku pembusuran terhadap Sandi S (29), pengemudi Maxim yang tinggal di Jalan Borong Raya.
"Kejadian itu terjadi pada Sabtu (16/5/2026) lalu, sekitar pukul 11.15 Wita siang di Jalan Inspeksi Kanal Bangkala," katanya, Selasa (19/5/2026), dalam keterangan resminya.
Berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa tersebut bermula dari cekcok antara korban dan pelaku. Saat itu, pelaku diketahui sedang mengatur lalu lintas secara ilegal atau menjadi "pak ogah" di tengah kondisi jalan yang macet.
“Motif kejadian tersebut pelaku tidak menerima baik teguran korban sehingga terjadi perkelahian dan penganiayaan menggunakan busur,” ungkap Samuel.
Hasil interogasi menunjukkan pelaku awalnya menegur korban agar tidak menerobos kemacetan di Jalan Inspeksi Kanal Bangkala menuju Jalan Hertasning. Namun menurut pengakuan pelaku, korban justru mendatanginya, menarik baju, dan sempat melayangkan satu pukulan.
"Pelaku sempat membalas pukulan itu sebelum melarikan diri karena dikejar korban. Saat melarikan diri, pelaku mengambil busur panah dan ketapel pelontar yang sebelumnya disimpan pelaku di pinggir kanal sekitar lokasi," jelasnya.
Pelaku kemudian kembali ke lokasi tempat korban memarkirkan motornya. Saat melihat korban hendak menaiki kendaraannya, pelaku disebut langsung melepaskan anak panah busur menggunakan ketapel hingga mengenai pinggang kanan korban.
"Setelah melakukan penyerangan, pelaku langsung kabur meninggalkan lokasi. Sedangkan, alat pelontar busur langsung dibuang ke dalam kanal," lanjut Samuel.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius dan sempat menjalani perawatan di RS Hermina Makassar sebelum dirujuk ke RSUD Daya Makassar untuk menjalani operasi.
Sebelumnya, polisi juga mengamankan enam remaja yang diduga rekan pelaku karena berada di lokasi kejadian saat pembusuran berlangsung.
Menurut Kompol Semuel, usai kejadian pelaku sempat melarikan diri ke wilayah Malengkeri sebelum naik angkutan umum menuju Kabupaten Jeneponto.
“Setelah mengetahui dirinya dicari dan didatangi polisi, pelaku kemudian menyampaikan kepada orang tuanya dan akhirnya datang menyerahkan diri,” tegasnya.
Saat ini, penyidik Polsek Manggala masih memproses hukum pelaku. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu anak panah yang melukai korban serta sweter merah yang digunakan pelaku saat perkelahian.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Guru SD Jeneponto jadi Tersangka Penganiayaan Murid
Kasus saling lapor antara guru dan orang tua murid di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, terus bergulir.
Rabu, 07 Okt 2026 07:29
News
Diduga Terlibat Penganiayaan Mahasiswa, Siswa SMP di Maros Diamankan
Seorang siswa SMPN 5 Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, berinisial GR diamankan polisi terkait kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan seorang mahasiswa berinisial MAM (24).
Selasa, 06 Okt 2026 15:07
News
Polisi Selidiki Kasus Pengeroyokan Maut di Perintis Kemerdekaan Makassar
Aksi penyerangan brutal terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan KM.19, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, pada Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 03.35 WITA.
Selasa, 06 Okt 2026 00:25
News
Kepsek SMPN 1 Sinoa Bantaeng Laporkan Dugaan Penganiayaan
Kepala SMP Negeri 1 Sinoa, Desa Bonto Karaeng, Kecamatan Sinoa, Muslimin melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan yang dialaminya ke Polres Bantaeng, Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 15.00 Wita.
Kamis, 01 Okt 2026 16:08
Sulsel
Polisi Tahan Terduga Pelaku Kekerasan terhadap Guru SD di Jeneponto
Terduga pelaku kekerasan terhadap seorang guru di UPT SD Negeri 14 Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, resmi ditahan di Mapolres Jeneponto.
Selasa, 29 Sep 2026 05:58
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
IM3 Platinum Plus Hadirkan Bundling iPhone 18 Pro dengan Kuota 175GB
2
Athirah Cup Vol XIII Asah Karakter dan Kepemimpinan Siswa
3
ASUS Hadirkan ProArt P14 dan P16, Laptop Kreator Profesional pakai NVIDIA RTX Spark Pertama di Indonesia
4
SIT Darul Fikri Makassar Gelar Talkshow Inclusive Education Bersama Wagub Sulsel
5
Telkom Siapkan Percepatan Buyback Saham, Sisa Anggaran Lebih dari Rp3 Triliun
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
IM3 Platinum Plus Hadirkan Bundling iPhone 18 Pro dengan Kuota 175GB
2
Athirah Cup Vol XIII Asah Karakter dan Kepemimpinan Siswa
3
ASUS Hadirkan ProArt P14 dan P16, Laptop Kreator Profesional pakai NVIDIA RTX Spark Pertama di Indonesia
4
SIT Darul Fikri Makassar Gelar Talkshow Inclusive Education Bersama Wagub Sulsel
5
Telkom Siapkan Percepatan Buyback Saham, Sisa Anggaran Lebih dari Rp3 Triliun