Peringatan Curah Hujan Tinggi, Pemkab Gowa Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana
Kamis, 15 Jan 2026 06:44
Bupati Sitti Husniah Talenrang dalam sebuah kegiatan. Foto: Istimewa
GOWA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca di sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Gowa. Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, Kabupaten Gowa menjadi daerah dengan status curah hujan tinggi.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Gowa tetap siap siaga dalam mengantisipasi cuaca ekstrem yang akan terjadi di wilayah Kabupaten Gowa.
“Pastinya dalam bentuk apapun kejadian yang terjadi di Kabupaten Gowa, pasti akan cepat kita tindaklanjuti. Saya sudah meminta Kepala BPBD Kabupaten Gowa bersama dinas terkait untuk cepat tanggap terhadap hal-hal yang mungkin terjadi di Kabupaten Gowa,” ungkapnya.
Apalagi menurut orang nomor satu di Kabupaten Gowa ini, kondisi geografis Kabupaten Gowa ini rawan terjadi bencana seperti longsor, karena sebagian wilayah Kabupaten Gowa adalah dataran tinggi.
“Kami siapkan posko siaga bencana di seluruh Desa dan Keluhuran, ini sudah jauh-jauh hari sudah kita aktifkan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gowa, Wahyudin mengatakan bahwa BMKG telah mengeluarkan status peringatan dini curah hujan tinggi untuk wilayah Kabupaten Gowa dan hampir seluruh kecamatan berada dalam kategori siaga, dan empat kecamatan ditetapkan dalam kategori awas.
Wahyudin menjelaskan bahwa sesuai arahan pimpinan, pihaknya telah mengambil langkah-langkah mitigasi dengan menyebarluaskan peringatan dini ke seluruh wilayah, mulai dari pemerintah kecamatan, desa, lurah, hingga kepada masyarakat luas.
“Sebagai langkah mitigasi, kami menyampaikan peringatan dini ini secara menyeluruh agar seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi,” ujar Wahyudin saat dikonfirmasi Selasa (13/1).
Ia menjelaskan, BPBD Kabupaten Gowa melakukan pemantauan intensif terhadap titik-titik rawan bencana seperti banjir, angin kencang, dan longsor. Selain itu, posko siaga telah diaktifkan di kantor BPBD serta di kantor-kantor desa dan kelurahan guna mempercepat koordinasi dan penanganan apabila terjadi keadaan darurat.
BPBD juga telah mempersiapkan logistik dan peralatan pendukung tanggap darurat, antara lain kendaraan serbaguna, truk, mobil pick-up, perahu fiber dan perahu karet, life jacket, helm, serta kebutuhan logistik lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wahyudin turut menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di luar rumah saat hujan lebat atau angin kencang, serta tidak melakukan aktivitas di daerah aliran sungai. Saat ini sudah terdapat korban jiwa akibat beraktivitas di sungai,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat diminta menghindari berteduh di bawah pohon yang berpotensi tumbang, membersihkan drainase di lingkungan masing-masing, serta aktif memantau informasi prakiraan cuaca dari sumber resmi.
“Warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor diimbau untuk bersiap melakukan evakuasi mandiri sementara ke tempat yang lebih aman apabila kondisi memburuk” tambahnya.
Terpisah, Camat Tinggimoncong, Andi Aso Mannuntungi Ambarala mengatakan bahwa pemerintah kecamatan bersama tripika dan sejumlah pihak juga mengaktifkan posko siaga bencana. Apalagi menurutnya berdasarkan Prakiraan BMKG wilayahnya masuk zona merah atau awas dengan curah hujan tinggi.
“Jadi upaya-upaya yg telah disiapkan yaitu berkoordinasi dengan Polsek dan Koramil setempat membentuk posko siaga bencana, kemudian menyiapkan atau menstandbykan sarana prasarana pendukung ketika terjadi bencana baik itu pohon tumbang ataupun longsor,” ujarnya.
Selain itu, dirinya terus menghimbau masyarakat untuk selalu waspada terkhusus masyarakat yg tinggal di lereng-lereng gunung sedapat mungkin untuk berpindah tempat tinggal sementara waktu ke rumah keluarga yg dianggap lebih aman.
“Kami juga menyiapkan gedung fasilitas milik pemerintah untuk dijadikan lokasi pengungsian jikalau terjadi hal-hal yang berakibat fatal nantinya,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Gowa tetap siap siaga dalam mengantisipasi cuaca ekstrem yang akan terjadi di wilayah Kabupaten Gowa.
“Pastinya dalam bentuk apapun kejadian yang terjadi di Kabupaten Gowa, pasti akan cepat kita tindaklanjuti. Saya sudah meminta Kepala BPBD Kabupaten Gowa bersama dinas terkait untuk cepat tanggap terhadap hal-hal yang mungkin terjadi di Kabupaten Gowa,” ungkapnya.
Apalagi menurut orang nomor satu di Kabupaten Gowa ini, kondisi geografis Kabupaten Gowa ini rawan terjadi bencana seperti longsor, karena sebagian wilayah Kabupaten Gowa adalah dataran tinggi.
“Kami siapkan posko siaga bencana di seluruh Desa dan Keluhuran, ini sudah jauh-jauh hari sudah kita aktifkan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gowa, Wahyudin mengatakan bahwa BMKG telah mengeluarkan status peringatan dini curah hujan tinggi untuk wilayah Kabupaten Gowa dan hampir seluruh kecamatan berada dalam kategori siaga, dan empat kecamatan ditetapkan dalam kategori awas.
Wahyudin menjelaskan bahwa sesuai arahan pimpinan, pihaknya telah mengambil langkah-langkah mitigasi dengan menyebarluaskan peringatan dini ke seluruh wilayah, mulai dari pemerintah kecamatan, desa, lurah, hingga kepada masyarakat luas.
“Sebagai langkah mitigasi, kami menyampaikan peringatan dini ini secara menyeluruh agar seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi,” ujar Wahyudin saat dikonfirmasi Selasa (13/1).
Ia menjelaskan, BPBD Kabupaten Gowa melakukan pemantauan intensif terhadap titik-titik rawan bencana seperti banjir, angin kencang, dan longsor. Selain itu, posko siaga telah diaktifkan di kantor BPBD serta di kantor-kantor desa dan kelurahan guna mempercepat koordinasi dan penanganan apabila terjadi keadaan darurat.
BPBD juga telah mempersiapkan logistik dan peralatan pendukung tanggap darurat, antara lain kendaraan serbaguna, truk, mobil pick-up, perahu fiber dan perahu karet, life jacket, helm, serta kebutuhan logistik lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wahyudin turut menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di luar rumah saat hujan lebat atau angin kencang, serta tidak melakukan aktivitas di daerah aliran sungai. Saat ini sudah terdapat korban jiwa akibat beraktivitas di sungai,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat diminta menghindari berteduh di bawah pohon yang berpotensi tumbang, membersihkan drainase di lingkungan masing-masing, serta aktif memantau informasi prakiraan cuaca dari sumber resmi.
“Warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor diimbau untuk bersiap melakukan evakuasi mandiri sementara ke tempat yang lebih aman apabila kondisi memburuk” tambahnya.
Terpisah, Camat Tinggimoncong, Andi Aso Mannuntungi Ambarala mengatakan bahwa pemerintah kecamatan bersama tripika dan sejumlah pihak juga mengaktifkan posko siaga bencana. Apalagi menurutnya berdasarkan Prakiraan BMKG wilayahnya masuk zona merah atau awas dengan curah hujan tinggi.
“Jadi upaya-upaya yg telah disiapkan yaitu berkoordinasi dengan Polsek dan Koramil setempat membentuk posko siaga bencana, kemudian menyiapkan atau menstandbykan sarana prasarana pendukung ketika terjadi bencana baik itu pohon tumbang ataupun longsor,” ujarnya.
Selain itu, dirinya terus menghimbau masyarakat untuk selalu waspada terkhusus masyarakat yg tinggal di lereng-lereng gunung sedapat mungkin untuk berpindah tempat tinggal sementara waktu ke rumah keluarga yg dianggap lebih aman.
“Kami juga menyiapkan gedung fasilitas milik pemerintah untuk dijadikan lokasi pengungsian jikalau terjadi hal-hal yang berakibat fatal nantinya,” tambahnya.
(MAN)
Berita Terkait
Ekbis
Pemkab Gowa Dorong Retail Modern Alokasikan 30 Persen Display untuk UMKM
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan seluruh retail modern yang beroperasi di Kabupaten Gowa wajib memberikan ruang yang lebih besar bagi produk UMKM lokal.
Jum'at, 12 Jun 2026 18:55
Sulsel
Pegiat Lingkungan Asal Gowa Raih Penghargaan Kalpataru 2026 Kategori Perintis
Kabupaten Gowa kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Pegiat lingkungan asal Desa Kanreapia, Kecamatan Tombolopao, Jamaluddin, meraih Penghargaan Kalpataru 2026 kategori Perintis.
Jum'at, 12 Jun 2026 18:50
Sulsel
Komitmen Hadirkan Data Akurat, Pemkab Gowa Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Pemerintah Kabupaten Gowa menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang bertujuan menghadirkan data ekonomi akurat.
Jum'at, 12 Jun 2026 18:45
Sulsel
Pemkab Gowa Fokus Bantu UMKM Masuk Jaringan Ritel Modern
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan keberadaan ritel modern untuk memperluas pemasaran produk lokal.
Kamis, 11 Jun 2026 18:51
Sulsel
Bantuan Bedah Rumah Warga Pra Sejahtera Gowa Dipastikan Tepat Sasaran
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang memastikan bantuan yang disalurkan kepada masyarakat miskin ekstrem melalui Baznas dan Lacak berjalan dengan baik, tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi penerima.
Kamis, 11 Jun 2026 12:49
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dugaan Korupsi SPAM Rp8 M Jeneponto Belum Terungkap, Penyidik Lengkapi Bukti
2
LPS Ajak Mahasiswa Unhas Bangun Kesadaran Finansial Sejak Dini
3
Muprov Kadin Sulsel Diminta Ditunda, Pengurus Soroti Legalitas dan Administrasi
4
Bupati Luwu Tinjau Awak Mas Project, Progres Konstruksi Dinilai Signifikan
5
Pemkot Makassar Luncurkan Pete-Pete Laut Gratis, Ini Jadwal dan Rutenya
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dugaan Korupsi SPAM Rp8 M Jeneponto Belum Terungkap, Penyidik Lengkapi Bukti
2
LPS Ajak Mahasiswa Unhas Bangun Kesadaran Finansial Sejak Dini
3
Muprov Kadin Sulsel Diminta Ditunda, Pengurus Soroti Legalitas dan Administrasi
4
Bupati Luwu Tinjau Awak Mas Project, Progres Konstruksi Dinilai Signifikan
5
Pemkot Makassar Luncurkan Pete-Pete Laut Gratis, Ini Jadwal dan Rutenya