Mahasiswa KKN Unhas Latih Warga Desa Kalempang Olah Limbah Dapur Jadi Pupuk

Rabu, 29 Jul 2026 18:13
Mahasiswa KKN Unhas Latih Warga Desa Kalempang Olah Limbah Dapur Jadi Pupuk
Suasana pelatihan yang digelar mahasiswa KKN Unhas beberapa waktu lalu. Foto: Istimewa
Comment
Share
SIDRAP - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Tematik Inovasi Desa Universitas Hasanuddin menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah dapur di Desa Kalempang, Senin (27/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman rumah jabatan Kepala Desa Kalempang ini diikuti oleh anggota PKK dan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga.

Pelatihan tersebut merupakan salah satu program kerja KKN yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah organik rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat sekaligus bernilai ekonomis.

Melalui kegiatan ini, peserta diperkenalkan cara mengolah limbah dapur, seperti sisa sayuran, kulit buah, dan bahan organik lainnya, menjadi pupuk organik cair yang dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman pekarangan maupun lahan pertanian.

Selain mengurangi jumlah sampah rumah tangga, pelatihan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah organik yang tepat serta mendorong penggunaan pupuk organik sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan pupuk kimia.

Materi yang diberikan meliputi pengenalan pupuk organik cair beserta manfaatnya bagi tanaman, jenis limbah dapur yang dapat digunakan sebagai bahan baku, alat dan bahan yang diperlukan, tahapan pembuatan mulai dari pencampuran hingga fermentasi, serta cara penggunaan pupuk organik cair.

Pelatihan berlangsung secara interaktif melalui metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Peserta juga diberi kesempatan untuk berkonsultasi mengenai kendala yang mungkin dihadapi saat membuat pupuk organik cair di rumah. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan serta keterlibatan mereka selama praktik berlangsung.

Herawati, mahasiswa Program Studi Agribisnis Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, yang menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut, mengatakan pemanfaatan limbah dapur merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat besar bagi lingkungan maupun masyarakat.

"Melalui pelatihan ini kami ingin mengajak masyarakat untuk melihat bahwa limbah dapur bukan sekadar sampah, tetapi dapat diolah menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat bagi tanaman serta membantu mengurangi pencemaran lingkungan," ujarnya.

Salah seorang peserta mengaku pelatihan tersebut memberikan pengetahuan baru yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Pelatihan ini sangat bermanfaat karena cara pembuatannya mudah dipahami dan bahan-bahannya tersedia di rumah, sehingga sampah organik yang setiap hari kami buang saja, sekarang bisa kita manfaatkan," tuturnya.

Melalui pelatihan ini, masyarakat Desa Kalempang diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk mengolah limbah organik rumah tangga menjadi pupuk organik cair. Selain mengurangi timbulan sampah, pemanfaatan pupuk organik cair juga diharapkan mendukung kegiatan bercocok tanam secara berkelanjutan, meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, serta mewujudkan desa yang lebih hijau, sehat, dan produktif.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru