BMKG Prediksi Hujan Sedang Warnai Arus Mudik di Bandara Hasanuddin
Jum'at, 13 Mar 2026 09:42
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Hasanuddin, Kukuh Ribudiyanto. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limomu
MAROS - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas sedang masih berpotensi terjadi di wilayah Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar selama periode arus mudik Lebaran.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Hasanuddin, Kukuh Ribudiyanto, mengatakan potensi hujan tersebut diperkirakan berlangsung selama masa posko angkutan Lebaran, yakni 13–30 Maret 2026.
"Pada dasarian kedua hingga dasarian ketiga bulan ini masih ada potensi hujan dengan intensitas sedang. Curah hujan diperkirakan berkisar 70 hingga 100 milimeter dalam kurun waktu 10 hari," ujar Kukuh kepada wartawan saat ditemui di area kedatangan Bandara Sultan Hasanuddin, Jumat (13/3/2026).
Menurut dia, dinamika cuaca harian saat ini mulai berkurang dibandingkan periode Januari hingga Februari. Meski demikian, hujan lebat masih berpotensi terjadi pada waktu-waktu tertentu dan dapat disertai petir serta angin kencang.
Kukuh menjelaskan, kondisi tersebut umumnya terjadi pada sore hingga malam hari. Selain itu, hujan juga berpotensi kembali turun pada dini hari.
"Potensi angin kencang dan hujan lebat biasanya terjadi menjelang sore hingga malam hari, dan bisa muncul kembali pada dini hari," jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi cuaca tersebut berpotensi memengaruhi aktivitas penerbangan, terutama jika hujan lebat berlangsung cukup lama dan mengganggu jarak pandang (visibility) pilot.
"Jika hujan lebat berlangsung lebih dari setengah jam dan jarak pandang kurang dari satu kilometer, biasanya pesawat tidak diperbolehkan melakukan lepas landas maupun pendaratan," katanya.
Meski demikian, maskapai penerbangan telah memiliki akses terhadap data dan informasi cuaca dari BMKG sebelum penerbangan dilakukan sehingga dapat mengantisipasi potensi gangguan.
"Kami terus menginformasikan kondisi cuaca kepada maskapai. Yang terpenting adalah meningkatkan kewaspadaan, terutama karena saat ini sudah memasuki masa transisi dengan potensi hujan lebat sesaat dan angin kencang," pungkasnya.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Hasanuddin, Kukuh Ribudiyanto, mengatakan potensi hujan tersebut diperkirakan berlangsung selama masa posko angkutan Lebaran, yakni 13–30 Maret 2026.
"Pada dasarian kedua hingga dasarian ketiga bulan ini masih ada potensi hujan dengan intensitas sedang. Curah hujan diperkirakan berkisar 70 hingga 100 milimeter dalam kurun waktu 10 hari," ujar Kukuh kepada wartawan saat ditemui di area kedatangan Bandara Sultan Hasanuddin, Jumat (13/3/2026).
Menurut dia, dinamika cuaca harian saat ini mulai berkurang dibandingkan periode Januari hingga Februari. Meski demikian, hujan lebat masih berpotensi terjadi pada waktu-waktu tertentu dan dapat disertai petir serta angin kencang.
Kukuh menjelaskan, kondisi tersebut umumnya terjadi pada sore hingga malam hari. Selain itu, hujan juga berpotensi kembali turun pada dini hari.
"Potensi angin kencang dan hujan lebat biasanya terjadi menjelang sore hingga malam hari, dan bisa muncul kembali pada dini hari," jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi cuaca tersebut berpotensi memengaruhi aktivitas penerbangan, terutama jika hujan lebat berlangsung cukup lama dan mengganggu jarak pandang (visibility) pilot.
"Jika hujan lebat berlangsung lebih dari setengah jam dan jarak pandang kurang dari satu kilometer, biasanya pesawat tidak diperbolehkan melakukan lepas landas maupun pendaratan," katanya.
Meski demikian, maskapai penerbangan telah memiliki akses terhadap data dan informasi cuaca dari BMKG sebelum penerbangan dilakukan sehingga dapat mengantisipasi potensi gangguan.
"Kami terus menginformasikan kondisi cuaca kepada maskapai. Yang terpenting adalah meningkatkan kewaspadaan, terutama karena saat ini sudah memasuki masa transisi dengan potensi hujan lebat sesaat dan angin kencang," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Kualitas Udara Makassar Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
Kualitas udara di Kota Makassar memburuk. Konsentrasi partikulat halus atau PM2,5 tercatat mencapai 158,7 mikrogram per meter kubik pada Rabu (14/10/2026) pukul 08.00 Wita. Angka tersebut masuk kategori sangat tidak sehat.
Rabu, 14 Okt 2026 14:41
News
7 Penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin Batal Akibat Karhutla
Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah mengganggu operasional penerbangan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Selasa, 13 Okt 2026 16:34
News
Penerbangan Kuala Lumpur-Madinah Dibatalkan, 53 Jemaah Umrah Terdampak
Sebanyak 53 calon jemaah umrah yang berangkat melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar terdampak pembatalan penerbangan lanjutan dari Kuala Lumpur menuju Madinah, Senin (12/10/2026).
Senin, 12 Okt 2026 16:42
News
Maros 122 Hari Tanpa Hujan, Musim Hujan Diprediksi Mulai Desember
Wilayah Kabupaten Maros, sudah sekitar 122 hari atau lebih dari empat bulan tanpa hujan.
Selasa, 06 Okt 2026 12:21
Sulsel
Sempat Berkabut Asap Tebal, Kualitas Udara Maros Mulai Membaik
Kualitas udara di Kabupaten Maros dan wilayah sekitarnya dalam beberapa hari terakhir kurang baik.
Senin, 05 Okt 2026 12:49
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bonus Peraih Emas Naik, Maros Bidik Tiga Besar Porprov
2
PPP Sulsel Tegaskan Pemecatan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Aspirasi Seluruh DPW
3
FK UMI dan Hiroshima University Perkuat Kerja Sama Internasional Pendidikan Kedokteran
4
Chery Tawarkan Mobil Listrik hingga SUV Hybrid di GIIAS Makassar 2026
5
Warga Loeha Raya Desak Gakkum Usut Tuntas Dugaan Pembakaran Hutan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bonus Peraih Emas Naik, Maros Bidik Tiga Besar Porprov
2
PPP Sulsel Tegaskan Pemecatan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Aspirasi Seluruh DPW
3
FK UMI dan Hiroshima University Perkuat Kerja Sama Internasional Pendidikan Kedokteran
4
Chery Tawarkan Mobil Listrik hingga SUV Hybrid di GIIAS Makassar 2026
5
Warga Loeha Raya Desak Gakkum Usut Tuntas Dugaan Pembakaran Hutan