Sudah Masuk Musim Kemarau, Tapi Masih Hujan? Ini Penjelasan BMKG
Kamis, 30 Apr 2026 21:35
Kepala BMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, saat ditemui di kantor BPBD Makassar, Jalan Kerung-Kerung. Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengimbau masyarakat waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, di mana Sulawesi Selatan mulai memasuki musim kemarau.
Kepala BMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, menjelaskan bahwa saat ini terjadi anomali cuaca yang memicu hujan ringan dan angin kencang.
"Jadi fenomena cuaca yang saat ini kita alami, adanya hujan-hujan ringan, itu karena ada pengaruh Rossby (gelombang atmosfer berskala besar yang terbentuk secara alami akibat rotasi bum)," jelasnya, Kamis (30/4/2026).
Ia menambahkan, secara meteorologi sedang terjadi dinamika atmosfer, sementara dari sisi klimatologi wilayah ini telah memasuki fase El Nino.
"Jadi secara dinamis ini, pola-pola dinamis seperti gelombang Rossby, gelombang Kelvin itu biasa mengganggu, ada anomali ya kalau kita sampaikan," lanjutnya.
Dalam tiga hingga empat hari ke depan (29 April–2 Mei 2026), wilayah Kota Makassar diperkirakan masih akan mengalami hujan dengan intensitas ringan.
"Karena hujan ini ringan ini terjadi di musim kemarau. Sehingga ada perbedaan antara tekanan tinggi dengan tekanan rendah yang cukup signifikan," paparnya kepada wartawan.
BMKG juga mengingatkan potensi angin kencang yang umumnya terjadi pada sore hingga malam hari, disertai kemungkinan petir.
"Karena perbedaannya antara panas dan dingin terlalu signifikan, jadi sehingga muncul dia namanya angin kencang dan itu juga disertai dengan petir," imbuhnya.
Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai risiko dari jaringan listrik serta ranting pohon kering yang berpotensi membahayakan.
"Mungkin nanti kita berkolaborasi dengan dinas kota (Dinas Lingkungan Hidup) untuk merekomendasi supaya ranting kering, itu bisa dibersihkan, seperti itu," imbaunya.
BMKG memprediksi puncak musim kemarau di Makassar akan terjadi pada periode Juni, Juli, dan Agustus (JJA).
"Kemudian bagaimana puncak musim kemarau? Di Makassar sendiri kita memprediksi dari BMKG puncak musim kemarau itu ada di bulan JJA atau Juni, Juli, Agustus," sebutnya.
Wilayah penyangga seperti Maros, Takalar, dan Gowa juga diperkirakan mengalami puncak kemarau pada periode yang sama.
"Sehingga kita perlu mewaspadai kekurangan air seperti disampaikan oleh Pak Wali Kota (Munafri Arifuddin) daerah-daerah penampungan air, kemudian hemat air (pada puncak musim kemarau JJA)," pungkasnya.
Kepala BMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, menjelaskan bahwa saat ini terjadi anomali cuaca yang memicu hujan ringan dan angin kencang.
"Jadi fenomena cuaca yang saat ini kita alami, adanya hujan-hujan ringan, itu karena ada pengaruh Rossby (gelombang atmosfer berskala besar yang terbentuk secara alami akibat rotasi bum)," jelasnya, Kamis (30/4/2026).
Ia menambahkan, secara meteorologi sedang terjadi dinamika atmosfer, sementara dari sisi klimatologi wilayah ini telah memasuki fase El Nino.
"Jadi secara dinamis ini, pola-pola dinamis seperti gelombang Rossby, gelombang Kelvin itu biasa mengganggu, ada anomali ya kalau kita sampaikan," lanjutnya.
Dalam tiga hingga empat hari ke depan (29 April–2 Mei 2026), wilayah Kota Makassar diperkirakan masih akan mengalami hujan dengan intensitas ringan.
"Karena hujan ini ringan ini terjadi di musim kemarau. Sehingga ada perbedaan antara tekanan tinggi dengan tekanan rendah yang cukup signifikan," paparnya kepada wartawan.
BMKG juga mengingatkan potensi angin kencang yang umumnya terjadi pada sore hingga malam hari, disertai kemungkinan petir.
"Karena perbedaannya antara panas dan dingin terlalu signifikan, jadi sehingga muncul dia namanya angin kencang dan itu juga disertai dengan petir," imbuhnya.
Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai risiko dari jaringan listrik serta ranting pohon kering yang berpotensi membahayakan.
"Mungkin nanti kita berkolaborasi dengan dinas kota (Dinas Lingkungan Hidup) untuk merekomendasi supaya ranting kering, itu bisa dibersihkan, seperti itu," imbaunya.
BMKG memprediksi puncak musim kemarau di Makassar akan terjadi pada periode Juni, Juli, dan Agustus (JJA).
"Kemudian bagaimana puncak musim kemarau? Di Makassar sendiri kita memprediksi dari BMKG puncak musim kemarau itu ada di bulan JJA atau Juni, Juli, Agustus," sebutnya.
Wilayah penyangga seperti Maros, Takalar, dan Gowa juga diperkirakan mengalami puncak kemarau pada periode yang sama.
"Sehingga kita perlu mewaspadai kekurangan air seperti disampaikan oleh Pak Wali Kota (Munafri Arifuddin) daerah-daerah penampungan air, kemudian hemat air (pada puncak musim kemarau JJA)," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Kualitas Udara Makassar Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
Kualitas udara di Kota Makassar memburuk. Konsentrasi partikulat halus atau PM2,5 tercatat mencapai 158,7 mikrogram per meter kubik pada Rabu (14/10/2026) pukul 08.00 Wita. Angka tersebut masuk kategori sangat tidak sehat.
Rabu, 14 Okt 2026 14:41
News
Maros 122 Hari Tanpa Hujan, Musim Hujan Diprediksi Mulai Desember
Wilayah Kabupaten Maros, sudah sekitar 122 hari atau lebih dari empat bulan tanpa hujan.
Selasa, 06 Okt 2026 12:21
Sulsel
Sempat Berkabut Asap Tebal, Kualitas Udara Maros Mulai Membaik
Kualitas udara di Kabupaten Maros dan wilayah sekitarnya dalam beberapa hari terakhir kurang baik.
Senin, 05 Okt 2026 12:49
News
Rahasia Tiga PLTA PT Vale Tetap Andal Pasok Listrik di Tengah Cuaca Ekstrem
PT Vale menegaskan komitmennya dalam mendukung transisi energi dan dekarbonisasi industri nasional melalui pengintegrasian pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab dengan inovasi rendah karbon.
Rabu, 16 Sep 2026 16:28
News
Di Tengah Kemarau Panjang, Gubernur Bersama Ribuan Warga Gelar Salat Istisqa
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman bersama jajaran Pemerintah Provinsi Sulsel dan ribuan masyarakat melaksanakan Salat Istisqa di Lapangan Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Makassar, Selasa (8/9/2026) pagi.
Selasa, 08 Sep 2026 18:14
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Senior dan Tokoh Kampus Diharap Turut Jaga Suasana Sejuk Pilrek UNM
2
Sambut HUT ke-419 Makassar, DPPPA Siapkan Festival Perempuan dan Anak
3
Cegah Stunting, Pemkab Maros Libatkan 11 Perusahaan jadi Orang Tua Asuh
4
Andi Patarai Amir Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Maros
5
Athirah Cup XIII Ditutup, SMP Islam Athirah Sukses Asah Sportivitas Siswa
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Senior dan Tokoh Kampus Diharap Turut Jaga Suasana Sejuk Pilrek UNM
2
Sambut HUT ke-419 Makassar, DPPPA Siapkan Festival Perempuan dan Anak
3
Cegah Stunting, Pemkab Maros Libatkan 11 Perusahaan jadi Orang Tua Asuh
4
Andi Patarai Amir Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Maros
5
Athirah Cup XIII Ditutup, SMP Islam Athirah Sukses Asah Sportivitas Siswa