Antisipasi Dampak El Nino, Damkarmat Makassar Sebar Posko Siaga Api dan Air Bersih
Rabu, 15 Apr 2026 18:14
Kepala Dinas Damkarmat Makassar, Fadli Wellang, saat memberikan keterangan di Ruang Media Center, Balai Kota, Rabu (15/4/2026). Foto: Istimewa.
MAKASSAR - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar mulai melakukan langkah antisipasi menyusul prediksi musim kemarau panjang yang melanda wilayah Makassar, Rabu (15/4/2026).
Kepala Dinas Damkarmat Makassar, Fadli Wellang (Fawel), menyatakan pihaknya telah membentuk posko khusus guna menangani dua potensi kerawanan utama, yakni kebakaran lahan dan krisis air bersih. Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat total tujuh posko yang diaktifkan di seluruh penjuru kota.
"Jadi terkait dengan kondisi musim kering yang akan berkepanjangan itu kita dari Dinas Pemadam Kebakaran membentuk posko khusus untuk menghadapi musim kekeringan ini," jelasnya.
Damkarmat Kota Makassar memfokuskan kesiapsiagaan pada dua potensi ancaman utama selama musim kemarau, yakni bahaya kebakaran dan dampak kekeringan.
Lanjut dia, mengingat suhu udara yang cukup tinggi dapat meningkatkan risiko kebakaran pada benda-benda yang mudah terbakar, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari segala bentuk kelalaian yang dapat memicu munculnya api.
"Kemudian musim kekeringan, kita akan mem-backup PDAM untuk menyalurkan air bersih dengan menggunakan armada yang ada di Dinas Pemadam Kebakaran dan tentunya tetap juga ada tim-tim yang standby untuk karena tidak bisa semua kita turunkan menyalurkan air bersih seperti itu," jelasnya.
Dinas Damkarmat Makassar menyiagakan total tujuh posko yang tersebar di berbagai titik, terdiri dari satu posko utama di Mako Jalan Ratulangi dan enam posko wilayah.
"Posko kami ada satu di Mako di Jalan Ratulangi dan ada enam posko di luar Mako; ada di Karengan, ada di Ujung Tanah, kemudian di Kima, Tamalanrea, kemudian di TP Timur, Manggala, dan satu lagi di Bangkala," sebutnya.
Menghadapi musim kemarau panjang, Dinas Damkarmat Makassar memastikan seluruh posko yang ada telah diaktifkan secara penuh. Tercatat sebanyak tujuh posko dioperasikan secara serentak guna memastikan kesiapsiagaan maksimal dalam mengantisipasi dampak musim kering tahun ini.
"Semua kita aktifkan, semua kita aktifkan jadi ada total tujuh posko yang kita aktifkan untuk menghadapi musim kemarau," paparnya kepada awak media.
Fawel menekankan bahwa pengawasan terhadap lahan kosong tidak bisa dilakukan oleh pihaknya sendiri, sehingga ia mengajak koordinasi dari jajaran pemerintah setempat mulai dari camat, lurah, hingga ketua RT dan RW.
Pengawasan ini, lanjut dia, dinilai krusial untuk memantau titik-titik rawan api pada lahan kosong guna meminimalisir potensi kebakaran yang kerap dipicu oleh kelalaian selama musim kemarau.
"Karena ketika keringan pasti banyak sekali lahan kosong yang terbentuk, belum lagi kalau di lahan kosong itu sering ditempati untuk membuang sampah, jadi ini yang punya potensi dan itu sering kali sudah terjadi dan laporannya dan sering kita tindak lanjuti," jelasnya.
Pihaknya berkomitmen mengupayakan penyaluran air bersih secara maksimal ke wilayah yang mengalami krisis air dengan menyiapkan dukungan armada dari posko induk (Mako) apabila posko wilayah membutuhkan bantuan tambahan.
Meski demikian, pihak Damkarmat menegaskan akan tetap menyiagakan armada khusus yang tidak digunakan untuk penyaluran air guna mengantisipasi situasi darurat apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran.
"Kita upayakan semaksimal mungkin ya di beberapa posko bilamana di posko luar ini membutuhkan bakupan dari Mako kita siapkan juga untuk menyalurkan, tetapi seperti saya sampaikan tadi bahwa akan ada selalu yang standby untuk mengatasi bilamana ada waktu darurat apabila terjadi kebakaran," tegasnya lagi. Armada sekarang kurang lebih 60-an di beberapa posko," jelasnya.
Terkait kecukupan armada untuk menjangkau seluruh wilayah Makassar, Dinas Damkarmat memastikan akan berupaya maksimal melayani kebutuhan masyarakat dengan mengoptimalkan proses pengisian ulang pasokan air setelah melakukan suplai di satu titik.
Pihaknya terus mengatur manajemen armada agar seluruh permintaan layanan, baik pemadaman maupun penyaluran air, dapat terakomodasi secara merata
"Kita aktifkan juga Damtor-Damtor yang ada di kita sudah sampaikan juga nanti Pak Camat, Pak Lurah yang untuk bisa mengaktifkan itu, Damtor ini untuk seandainya memang dibutuhkan ya oleh masyarakat," jabarnya.
Pihak Damkarmat Makassar menyatakan bahwa kebutuhan armada pemadam kebakaran harus terus berkembang sejalan dengan kemajuan dan transformasi infrastruktur kota.
Ia menekankan pentingnya modernisasi peralatan serta pengadaan kendaraan dengan klasifikasi khusus guna menangani pemadaman pada gedung-gedung tinggi yang jumlahnya semakin meningkat di Makassar.
"Karena kita ketahui sekarang banyak sekali muncul kejadian baru termasuk bagaimana penanganan terhadap kebakaran baterai lithium ini yang agak sulit dipadamkan. Tidak bisa dipadamkan dengan air saja. Iya betul. Dia punya perlakuan khusus. Nah itu yang kita juga butuhkan. Kendaraan listrik itu tidak bisa dipadamkan dengan air," tukasnya.
Fawel membeberkan bahwa penanganan kebakaran pada baterai lithium saat ini memerlukan alat khusus berupa selimut api (fire blanket). Hal ini dikarenakan karakteristik api dari baterai tersebut tidak dapat dipadamkan hanya dengan menggunakan air, sehingga diperlukan perlakuan khusus guna mematikan kobaran api secara efektif.
Dinas Damkarmat Makassar tengah merencanakan pengadaan armada fireboat atau kapal pemadam khusus untuk memperkuat kemampuan penanganan kebakaran di wilayah laut dan pulau-pula.
Dia bilang, langkah ini diambil karena saat ini pihak Damkarmat baru memiliki perahu karet yang dinilai belum cukup memadai untuk melakukan operasi SAR atau pemadaman jika terjadi insiden kebakaran pada kapal di laut.
"Kita sudah rencana ya termasuk itu kemudian SAR di laut yang kita butuh karena kita hanya punya perahu karet saja, kita tidak punya speedboat. Siapa tahu ada kebakaran kapal Pak. Iya fireboat lah, punya klasifikasi khusus untuk pemadaman di laut dan di pulau," pungkasnya.
Kepala Dinas Damkarmat Makassar, Fadli Wellang (Fawel), menyatakan pihaknya telah membentuk posko khusus guna menangani dua potensi kerawanan utama, yakni kebakaran lahan dan krisis air bersih. Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat total tujuh posko yang diaktifkan di seluruh penjuru kota.
"Jadi terkait dengan kondisi musim kering yang akan berkepanjangan itu kita dari Dinas Pemadam Kebakaran membentuk posko khusus untuk menghadapi musim kekeringan ini," jelasnya.
Damkarmat Kota Makassar memfokuskan kesiapsiagaan pada dua potensi ancaman utama selama musim kemarau, yakni bahaya kebakaran dan dampak kekeringan.
Lanjut dia, mengingat suhu udara yang cukup tinggi dapat meningkatkan risiko kebakaran pada benda-benda yang mudah terbakar, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari segala bentuk kelalaian yang dapat memicu munculnya api.
"Kemudian musim kekeringan, kita akan mem-backup PDAM untuk menyalurkan air bersih dengan menggunakan armada yang ada di Dinas Pemadam Kebakaran dan tentunya tetap juga ada tim-tim yang standby untuk karena tidak bisa semua kita turunkan menyalurkan air bersih seperti itu," jelasnya.
Dinas Damkarmat Makassar menyiagakan total tujuh posko yang tersebar di berbagai titik, terdiri dari satu posko utama di Mako Jalan Ratulangi dan enam posko wilayah.
"Posko kami ada satu di Mako di Jalan Ratulangi dan ada enam posko di luar Mako; ada di Karengan, ada di Ujung Tanah, kemudian di Kima, Tamalanrea, kemudian di TP Timur, Manggala, dan satu lagi di Bangkala," sebutnya.
Menghadapi musim kemarau panjang, Dinas Damkarmat Makassar memastikan seluruh posko yang ada telah diaktifkan secara penuh. Tercatat sebanyak tujuh posko dioperasikan secara serentak guna memastikan kesiapsiagaan maksimal dalam mengantisipasi dampak musim kering tahun ini.
"Semua kita aktifkan, semua kita aktifkan jadi ada total tujuh posko yang kita aktifkan untuk menghadapi musim kemarau," paparnya kepada awak media.
Fawel menekankan bahwa pengawasan terhadap lahan kosong tidak bisa dilakukan oleh pihaknya sendiri, sehingga ia mengajak koordinasi dari jajaran pemerintah setempat mulai dari camat, lurah, hingga ketua RT dan RW.
Pengawasan ini, lanjut dia, dinilai krusial untuk memantau titik-titik rawan api pada lahan kosong guna meminimalisir potensi kebakaran yang kerap dipicu oleh kelalaian selama musim kemarau.
"Karena ketika keringan pasti banyak sekali lahan kosong yang terbentuk, belum lagi kalau di lahan kosong itu sering ditempati untuk membuang sampah, jadi ini yang punya potensi dan itu sering kali sudah terjadi dan laporannya dan sering kita tindak lanjuti," jelasnya.
Pihaknya berkomitmen mengupayakan penyaluran air bersih secara maksimal ke wilayah yang mengalami krisis air dengan menyiapkan dukungan armada dari posko induk (Mako) apabila posko wilayah membutuhkan bantuan tambahan.
Meski demikian, pihak Damkarmat menegaskan akan tetap menyiagakan armada khusus yang tidak digunakan untuk penyaluran air guna mengantisipasi situasi darurat apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran.
"Kita upayakan semaksimal mungkin ya di beberapa posko bilamana di posko luar ini membutuhkan bakupan dari Mako kita siapkan juga untuk menyalurkan, tetapi seperti saya sampaikan tadi bahwa akan ada selalu yang standby untuk mengatasi bilamana ada waktu darurat apabila terjadi kebakaran," tegasnya lagi. Armada sekarang kurang lebih 60-an di beberapa posko," jelasnya.
Terkait kecukupan armada untuk menjangkau seluruh wilayah Makassar, Dinas Damkarmat memastikan akan berupaya maksimal melayani kebutuhan masyarakat dengan mengoptimalkan proses pengisian ulang pasokan air setelah melakukan suplai di satu titik.
Pihaknya terus mengatur manajemen armada agar seluruh permintaan layanan, baik pemadaman maupun penyaluran air, dapat terakomodasi secara merata
"Kita aktifkan juga Damtor-Damtor yang ada di kita sudah sampaikan juga nanti Pak Camat, Pak Lurah yang untuk bisa mengaktifkan itu, Damtor ini untuk seandainya memang dibutuhkan ya oleh masyarakat," jabarnya.
Pihak Damkarmat Makassar menyatakan bahwa kebutuhan armada pemadam kebakaran harus terus berkembang sejalan dengan kemajuan dan transformasi infrastruktur kota.
Ia menekankan pentingnya modernisasi peralatan serta pengadaan kendaraan dengan klasifikasi khusus guna menangani pemadaman pada gedung-gedung tinggi yang jumlahnya semakin meningkat di Makassar.
"Karena kita ketahui sekarang banyak sekali muncul kejadian baru termasuk bagaimana penanganan terhadap kebakaran baterai lithium ini yang agak sulit dipadamkan. Tidak bisa dipadamkan dengan air saja. Iya betul. Dia punya perlakuan khusus. Nah itu yang kita juga butuhkan. Kendaraan listrik itu tidak bisa dipadamkan dengan air," tukasnya.
Fawel membeberkan bahwa penanganan kebakaran pada baterai lithium saat ini memerlukan alat khusus berupa selimut api (fire blanket). Hal ini dikarenakan karakteristik api dari baterai tersebut tidak dapat dipadamkan hanya dengan menggunakan air, sehingga diperlukan perlakuan khusus guna mematikan kobaran api secara efektif.
Dinas Damkarmat Makassar tengah merencanakan pengadaan armada fireboat atau kapal pemadam khusus untuk memperkuat kemampuan penanganan kebakaran di wilayah laut dan pulau-pula.
Dia bilang, langkah ini diambil karena saat ini pihak Damkarmat baru memiliki perahu karet yang dinilai belum cukup memadai untuk melakukan operasi SAR atau pemadaman jika terjadi insiden kebakaran pada kapal di laut.
"Kita sudah rencana ya termasuk itu kemudian SAR di laut yang kita butuh karena kita hanya punya perahu karet saja, kita tidak punya speedboat. Siapa tahu ada kebakaran kapal Pak. Iya fireboat lah, punya klasifikasi khusus untuk pemadaman di laut dan di pulau," pungkasnya.
(GUS)
Berita Terkait
News
Sudah Masuk Musim Kemarau, Tapi Masih Hujan? Ini Penjelasan BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengimbau masyarakat waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, di mana Sulawesi Selatan mulai memasuki musim kemarau.
Kamis, 30 Apr 2026 21:35
News
Kekeringan Ekstrem Mengintai, Pemkab Bantaeng Siapkan Langkah Strategis
Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin, menghadiri sekaligus membuka Rapat Koordinasi Antisipasi Dampak El Nino Godzilla terhadap Produksi dan Komoditas Pertanian yang digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng, Jumat (24/4/2026).
Jum'at, 24 Apr 2026 21:10
Sulsel
Kekeringan Ancam Sawah, Pemkab Jeneponto Lakukan Langkah Darurat
Pemerintah Kabupaten Jeneponto bergerak cepat menghadapi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah pertanian akibat musim kemarau panjang.
Minggu, 19 Apr 2026 17:14
News
Ancaman Kemarau Panjang, BPBD Maros Petakan Wilayah Rawan Kekeringan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros mulai memetakan wilayah rawan terdampak musim kemarau panjang tahun ini.
Minggu, 19 Apr 2026 07:09
News
Pemkot Makassar Siapkan Sumur Bor dan Dana BTT Antisipasi El Nino 2026
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memperkuat kesiapan infrastruktur air bersih untuk mengantisipasi fenomena cuaca ekstrem yang disebut “Godzilla El Nino”.
Rabu, 15 Apr 2026 20:04
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Rangkaian Milad ke-72 UMI, FSIKP Himpun 255 Alumni dalam Silatnas dan Muskom
2
Angkatan IX Zarchapera SMP Telkom Makassar Sukses Gelar TSFC Vol. 5, Libatkan 68 Tim SD
3
ITB Nobel Indonesia Gelar Pelatihan CV ATS dan Teknik Wawancara bagi Calon Lulusan
4
Polisi Dalami Informasi Intelijen Terkait Pergerakan Politik di Sulsel
5
Kalla Lines Tambah Tugboat dan Dua Barge, Upaya Perkuat Shipping Services
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Rangkaian Milad ke-72 UMI, FSIKP Himpun 255 Alumni dalam Silatnas dan Muskom
2
Angkatan IX Zarchapera SMP Telkom Makassar Sukses Gelar TSFC Vol. 5, Libatkan 68 Tim SD
3
ITB Nobel Indonesia Gelar Pelatihan CV ATS dan Teknik Wawancara bagi Calon Lulusan
4
Polisi Dalami Informasi Intelijen Terkait Pergerakan Politik di Sulsel
5
Kalla Lines Tambah Tugboat dan Dua Barge, Upaya Perkuat Shipping Services