Ancaman Kemarau Panjang, BPBD Maros Petakan Wilayah Rawan Kekeringan
Minggu, 19 Apr 2026 07:09
Kepala BPBD Maros, Towadeng. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros mulai memetakan wilayah rawan terdampak musim kemarau panjang tahun ini.
Berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, fenomena El Nino berpotensi menyebabkan penurunan curah hujan secara signifikan.
Kepala BPBD Maros, Towadeng mengatakan, saat ini kondisi cuaca sudah memasuki masa pancaroba dengan intensitas hujan yang semakin berkurang.
"Mulai Mei, diperkirakan Kabupaten Maros sudah masuk musim kemarau. Bahkan tahun ini diprediksi kemarau panjang, dengan puncaknya terjadi pada akhir Agustus hingga September dan awal Oktober," ujarnya kepada SINDO Makassar.
Menurut Towadeng, hampir seluruh kecamatan di Maros berpotensi terdampak kekeringan. Terutama wilayah pesisir yang menjadi langganan setiap tahun.
"Wilayah seperti Bontoa, Lau, Maros Baru hingga kawasan perkotaan itu paling rawan. Bahkan saat ini Bontoa sudah mulai merasakan kekeringan karena hujan sangat minim," jelasnya.
Mantan Kabag Rapat DPRD Kabupaten Maros ini menambahkan, dari pengalaman tahun sebelumnya, sedikitnya 12 dari 14 kecamatan di Maros terdampak kekeringan.
Sementara tahun ini, potensi dampak diperkirakan lebih luas.
"Hampir semua kecamatan berpotensi terdampak, meskipun tingkatnya berbeda-beda. Yang relatif aman hanya daerah pegunungan seperti Mallawa dan Cenrana, karena masih memiliki sumber air yang cukup," katanya.
Dampak yang paling dirasakan masyarakat, lanjut Towadeng, adalah krisis air bersih.
Meski saat ini masih terbantu oleh suplai dari PDAM dan pedagang air keliling, kondisi diperkirakan akan semakin sulit saat puncak kemarau.
"Biasanya saat kemarau panjang, pedagang air pun kewalahan memenuhi kebutuhan warga," ungkapnya.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Maros akan mempercepat penyaluran bantuan air bersih ke wilayah terdampak.
Jika sebelumnya distribusi dilakukan pada Agustus, tahun ini dimajukan menjadi Juli.
"Kami akan mulai suplai air lebih awal karena debit air diprediksi sudah sangat rendah," tegas Towadeng.
Berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, fenomena El Nino berpotensi menyebabkan penurunan curah hujan secara signifikan.
Kepala BPBD Maros, Towadeng mengatakan, saat ini kondisi cuaca sudah memasuki masa pancaroba dengan intensitas hujan yang semakin berkurang.
"Mulai Mei, diperkirakan Kabupaten Maros sudah masuk musim kemarau. Bahkan tahun ini diprediksi kemarau panjang, dengan puncaknya terjadi pada akhir Agustus hingga September dan awal Oktober," ujarnya kepada SINDO Makassar.
Menurut Towadeng, hampir seluruh kecamatan di Maros berpotensi terdampak kekeringan. Terutama wilayah pesisir yang menjadi langganan setiap tahun.
"Wilayah seperti Bontoa, Lau, Maros Baru hingga kawasan perkotaan itu paling rawan. Bahkan saat ini Bontoa sudah mulai merasakan kekeringan karena hujan sangat minim," jelasnya.
Mantan Kabag Rapat DPRD Kabupaten Maros ini menambahkan, dari pengalaman tahun sebelumnya, sedikitnya 12 dari 14 kecamatan di Maros terdampak kekeringan.
Sementara tahun ini, potensi dampak diperkirakan lebih luas.
"Hampir semua kecamatan berpotensi terdampak, meskipun tingkatnya berbeda-beda. Yang relatif aman hanya daerah pegunungan seperti Mallawa dan Cenrana, karena masih memiliki sumber air yang cukup," katanya.
Dampak yang paling dirasakan masyarakat, lanjut Towadeng, adalah krisis air bersih.
Meski saat ini masih terbantu oleh suplai dari PDAM dan pedagang air keliling, kondisi diperkirakan akan semakin sulit saat puncak kemarau.
"Biasanya saat kemarau panjang, pedagang air pun kewalahan memenuhi kebutuhan warga," ungkapnya.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Maros akan mempercepat penyaluran bantuan air bersih ke wilayah terdampak.
Jika sebelumnya distribusi dilakukan pada Agustus, tahun ini dimajukan menjadi Juli.
"Kami akan mulai suplai air lebih awal karena debit air diprediksi sudah sangat rendah," tegas Towadeng.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
PDAM Tirta Bantimurung Serahkan Laporan Laba Rp928 Juta ke Pemkab Maros
PDAM Tirta Bantimurung Maros menyerahkan laporan laba sebesar Rp928 juta kepada Pemerintah Kabupaten Maros untuk tahun buku 2025.
Selasa, 05 Mei 2026 19:05
News
Fasilitas Rusak, Status Geopark Maros Pangkep Terancam Degradasi
Status Geopark Maros Pangkep sebagai UNESCO Global Geopark terancam terdegradasi menyusul banyaknya kerusakan fasilitas di sejumlah site.
Selasa, 05 Mei 2026 15:17
Sulsel
Pemkab Maros Siapkan 500 Paket Daging Kurban untuk Warga
Pemerintah Kabupaten Maros menyiapkan sekitar 500 paket daging kurban untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan pada momen Iduladha tahun ini.
Rabu, 29 Apr 2026 15:40
Sports
FAJI Maros Gelar Kejurda Arung Jeram di Tompobulu pada 7-10 Mei 2026
Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Maros akan menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) arung jeram di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, pada 7 hingga 10 Mei 2026 mendatang.
Selasa, 28 Apr 2026 11:52
News
Kekeringan Ekstrem Mengintai, Pemkab Bantaeng Siapkan Langkah Strategis
Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin, menghadiri sekaligus membuka Rapat Koordinasi Antisipasi Dampak El Nino Godzilla terhadap Produksi dan Komoditas Pertanian yang digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng, Jumat (24/4/2026).
Jum'at, 24 Apr 2026 21:10
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Silaturahmi, Begini Keakraban Fadil Imran dan Ashabul Kahfi di Jakarta
2
Open House SDIT Darul Fikri Makassar Hadirkan 10 Zona Edukatif untuk Calon Siswa
3
Membludak, Karyawan hingga Warga Ikut Donor Darah HUT ke-37 FIFGROUP di Makassar
4
Anggaran Makan Minum Reses DPRD Wajo Tahun 2023 Bakal Diselidiki Polisi
5
Perdana & Bersejarah! Petani Rongkong Akhirnya Bisa Tebus Pupuk Subsidi
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Silaturahmi, Begini Keakraban Fadil Imran dan Ashabul Kahfi di Jakarta
2
Open House SDIT Darul Fikri Makassar Hadirkan 10 Zona Edukatif untuk Calon Siswa
3
Membludak, Karyawan hingga Warga Ikut Donor Darah HUT ke-37 FIFGROUP di Makassar
4
Anggaran Makan Minum Reses DPRD Wajo Tahun 2023 Bakal Diselidiki Polisi
5
Perdana & Bersejarah! Petani Rongkong Akhirnya Bisa Tebus Pupuk Subsidi