Konsumen Diduga Sulut Api saat Belanja Emas di Somba Opu Makassar
Kamis, 12 Feb 2026 19:21
Tangkapan layar dari video viral terduga pelaku pembakaran di salah satu toko emas, di Jalan Somba Opu, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar, Kamis (12/2/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Suasana tenang di kawasan Jalan Somba Opu, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, mendadak berubah mencekam, Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 12.45 WITA. Api tiba-tiba muncul dari dalam salah satu toko emas dan memicu kepanikan pengunjung serta karyawan.
Seorang wanita berinisial SU (41) diamankan tak lama setelah insiden tersebut. Polisi masih menyelidiki motif dan sumber pasti api.
Saksi mata, Awal (36), mengaku berada tepat di samping toko saat kejadian. Ia tidak mengetahui awal mula munculnya api, tetapi melihat langsung situasi saat kobaran mulai terlihat.
Menurutnya, kepanikan terjadi ketika seorang wanita berlari keluar dari dalam toko dengan bagian belakang rok sudah terbakar.
“Tiba-tiba itu ibu lari keluar karena terbakar roknya, ada yang teriak bilang kebakaran,” ucapnya.
Teriakan tersebut memicu reaksi spontan warga sekitar. Beberapa orang berusaha memastikan kondisi di dalam toko, sementara lainnya membantu mengamankan situasi agar api tidak meluas.
Awal menegaskan, tidak ada benda yang dilempar dari luar toko sebelum api muncul. Ia menyebut wanita tersebut berada di dalam toko dan sempat melihat-lihat perhiasan.
“Terduga pelaku ini di dalam sementara nego, seolah-olah beli emas. Bukan dari luar melempar, tidak, sementara lihat-lihat barang,” ungkapnya kepada wartawan.
Ia juga memastikan tidak terjadi percekcokan antara wanita tersebut dengan karyawan toko sebelum insiden.
“Setelah lihat barang, katanya dia mau belanjanya lewat transfer. Tidak (bertengkar). Hanya langsung menyala itu api terus ibu itu keluar. Teriak mi orang di dalam, bilang kebakaran,” jelasnya.
Awal menduga sumber api berasal dari barang bawaan wanita tersebut, meski ia tidak dapat memastikan posisi botol yang disebut-sebut menjadi pemicu.
“Itu api sumbernya ibu yang bawa, itu botol saya kurang tahu disimpan di tasnya atau dia pegang, yang jelas begitu nyala dia keluar itu ibu,” ujarnya.
Api disebut hanya menyala di bagian lantai dan tidak sempat merambat luas. Peralatan toko dilaporkan tidak mengalami kerusakan berarti.
“Alat-alat di dalam tidak adaji juga terbakar, di lantai ji. Tidak dilempar, cuma jatuh di lantai, nyala,” pungkasnya.
Saksi lain, Firman (42), juga membantah kabar di media sosial yang menyebut adanya pelemparan bom molotov dari luar.
“Botol Aqua kecil yang diisi bensin baru ditutup pakai tissue, karena nda adami penutupnya. Ibu-ibu itu diamankan warga di perempatan yang tidak jauh,” kata dia.
Kapolsek Ujung Pandang, AKP Asep Wijaya, membenarkan insiden tersebut. Ia menyatakan penanganan perkara kini berada di tangan Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar.
“Iya benar, kejadiannya tadi siang sekitar dua jam yang lalu. Untuk kronologi lengkapnya sama tim Jatanras, sudah ditangani sama Jatanras,” tuturnya.
Hingga sore hari, personel Brimob Polda Sulsel masih berjaga di lokasi untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Motif kejadian masih dalam penyelidikan.
Seorang wanita berinisial SU (41) diamankan tak lama setelah insiden tersebut. Polisi masih menyelidiki motif dan sumber pasti api.
Saksi mata, Awal (36), mengaku berada tepat di samping toko saat kejadian. Ia tidak mengetahui awal mula munculnya api, tetapi melihat langsung situasi saat kobaran mulai terlihat.
Menurutnya, kepanikan terjadi ketika seorang wanita berlari keluar dari dalam toko dengan bagian belakang rok sudah terbakar.
“Tiba-tiba itu ibu lari keluar karena terbakar roknya, ada yang teriak bilang kebakaran,” ucapnya.
Teriakan tersebut memicu reaksi spontan warga sekitar. Beberapa orang berusaha memastikan kondisi di dalam toko, sementara lainnya membantu mengamankan situasi agar api tidak meluas.
Awal menegaskan, tidak ada benda yang dilempar dari luar toko sebelum api muncul. Ia menyebut wanita tersebut berada di dalam toko dan sempat melihat-lihat perhiasan.
“Terduga pelaku ini di dalam sementara nego, seolah-olah beli emas. Bukan dari luar melempar, tidak, sementara lihat-lihat barang,” ungkapnya kepada wartawan.
Ia juga memastikan tidak terjadi percekcokan antara wanita tersebut dengan karyawan toko sebelum insiden.
“Setelah lihat barang, katanya dia mau belanjanya lewat transfer. Tidak (bertengkar). Hanya langsung menyala itu api terus ibu itu keluar. Teriak mi orang di dalam, bilang kebakaran,” jelasnya.
Awal menduga sumber api berasal dari barang bawaan wanita tersebut, meski ia tidak dapat memastikan posisi botol yang disebut-sebut menjadi pemicu.
“Itu api sumbernya ibu yang bawa, itu botol saya kurang tahu disimpan di tasnya atau dia pegang, yang jelas begitu nyala dia keluar itu ibu,” ujarnya.
Api disebut hanya menyala di bagian lantai dan tidak sempat merambat luas. Peralatan toko dilaporkan tidak mengalami kerusakan berarti.
“Alat-alat di dalam tidak adaji juga terbakar, di lantai ji. Tidak dilempar, cuma jatuh di lantai, nyala,” pungkasnya.
Saksi lain, Firman (42), juga membantah kabar di media sosial yang menyebut adanya pelemparan bom molotov dari luar.
“Botol Aqua kecil yang diisi bensin baru ditutup pakai tissue, karena nda adami penutupnya. Ibu-ibu itu diamankan warga di perempatan yang tidak jauh,” kata dia.
Kapolsek Ujung Pandang, AKP Asep Wijaya, membenarkan insiden tersebut. Ia menyatakan penanganan perkara kini berada di tangan Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar.
“Iya benar, kejadiannya tadi siang sekitar dua jam yang lalu. Untuk kronologi lengkapnya sama tim Jatanras, sudah ditangani sama Jatanras,” tuturnya.
Hingga sore hari, personel Brimob Polda Sulsel masih berjaga di lokasi untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Motif kejadian masih dalam penyelidikan.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Kebakaran di Sorowako Hanguskan 3 Rumah, Seorang Lansia Tak Tertolong
Kabar duka menyelimuti warga Jalan Wekasa, Desa Nikkel, Kecamatan Nuha, Luwu Timur. Peristiwa kebakaran hebat menghanguskan sedikitnya tiga unit rumah warga, Senin malam (02/02/26).
Selasa, 03 Feb 2026 09:52
News
Kebakaran Landa Permukiman di Binamu, Dua Rumah Ludes
Dua unit rumah warga ludes terbakar di Lingkungan Belokallong, Kelurahan Balang Toa, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Selasa (27/1/2026) sore.
Selasa, 27 Jan 2026 18:19
Sulsel
Respons Cepat Pemkab Bone, Wabup Tinjau Lokasi Kebakaran di Desa Mattaropuli
Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., meninjau langsung lokasi musibah kebakaran yang menimpa warga di Desa Mattaropuli, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, Sabtu, 3 Januari 2025.
Sabtu, 03 Jan 2026 12:18
Sulsel
Kunjungi Korban Kebakaran, Bupati Gowa Salurkan Bantuan dan Rehabilitasi Rumah
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, mengunjungi lokasi kebakaran rumah di Dusun Pajalau, Desa Panakkukang, Kecamatan Pallangga, Sabtu (22/11).
Sabtu, 22 Nov 2025 14:19
Makassar City
Kebakaran Hanguskan Delapan Rumah Warga di Jalan Adhyaksa
Kebakaran menghanguskan delapan rumah semi permanen di Jalan Adhyaksa Lorong 12 Kelurahan, Masale Kecamatan Panakkukang, Kamis, (20/11/2025).
Kamis, 20 Nov 2025 14:05
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bupati Bone Teken MoU SPAM Air Bersih, Nilai Investasi Tembus Rp200 Miliar
2
Gowa Perkuat Aksi Lingkungan, Jumat Bersih Libatkan Semua Pihak
3
Mardiono Tegaskan Mukernas PPP Tetap Sah, Meski Sekjen Taj Yasin Tidak Hadir
4
UPRI Wisuda 488 Lulusan, Tegaskan Komitmen Cetak SDM Berdaya Saing
5
PT Vale Beberkan Komitmen Keberlanjutan di Hadapan Pemdes dan Kecamatan Area Morowali
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bupati Bone Teken MoU SPAM Air Bersih, Nilai Investasi Tembus Rp200 Miliar
2
Gowa Perkuat Aksi Lingkungan, Jumat Bersih Libatkan Semua Pihak
3
Mardiono Tegaskan Mukernas PPP Tetap Sah, Meski Sekjen Taj Yasin Tidak Hadir
4
UPRI Wisuda 488 Lulusan, Tegaskan Komitmen Cetak SDM Berdaya Saing
5
PT Vale Beberkan Komitmen Keberlanjutan di Hadapan Pemdes dan Kecamatan Area Morowali