UPRI Wisuda 488 Lulusan, Tegaskan Komitmen Cetak SDM Berdaya Saing

Kamis, 12 Feb 2026 14:46
UPRI Wisuda 488 Lulusan, Tegaskan Komitmen Cetak SDM Berdaya Saing
Penyerahan penghargaan dari pimpinan UPRI Makassar ke LLDIKTI Wilayah IX pada acara wisuda yang berlangsung, Kamis 12 Februari 2026. Foto: SINDO Makassar/Luqman Zainuddin
Comment
Share
MAKASSAR - Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) menggelar Dies Natalis yang dirangkaikan dengan Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Tahun Akademik 2025–2026 di Sandeq Ballroom Hotel Claro, Kamis (12/2/2026).

Momentum ini menjadi refleksi perjalanan institusi sekaligus penegasan komitmen peningkatan mutu lulusan dan penguatan daya saing sumber daya manusia.

Sebanyak 488 lulusan diwisuda, terdiri atas 447 lulusan sarjana dan 41 lulusan pascasarjana dari berbagai program studi. Acara dihadiri pimpinan yayasan dan universitas, dosen, tenaga kependidikan, orang tua wisudawan, serta tamu undangan dari berbagai instansi.

Rektor Universitas Pejuang Republik Indonesia, M. Darwis Nur Tinri, S.Sos., M.Si., menyatakan bahwa dies natalis yang dirangkaikan dengan wisuda menjadi simbol konsistensi kampus dalam menjaga kualitas pendidikan tinggi dan memperkuat karakter lulusan.

“Wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari pengabdian intelektual dan profesional para lulusan kepada masyarakat. Universitas Pejuang Republik Indonesia terus berkomitmen mencetak lulusan yang unggul secara akademik, beretika, dan berdaya saing,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga memaparkan capaian nonakademik mahasiswa serta perkembangan kapasitas dosen dan riset kampus. Ia menekankan bahwa prestasi mahasiswa terus meningkat, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Di luar kegiatan akademik, mahasiswa kita juga terus mencetak prestasi, seperti baru-baru ini, dalam lomba renang mahasiswa se-Indonesia, dan open turnamen sepakbola, serta beberapa di kancah Internasional,” katanya.

UPRI, lanjutnya, terus mendorong peningkatan kualitas tenaga pendidik melalui studi lanjut dan penguatan riset. Sejumlah dosen saat ini tengah menempuh pendidikan doktoral dan aktif mengikuti program hibah penelitian.

“Kita juga terus mendorong para tenaga pendidik, khususnya dosen untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Sekarang ada 4 dosen lanjut S3. Kita juga mendapat hibah penelitian. Periode lalu 19 dosen menerima hibah, serta award rangking dua penelitian terbanyak, masukan dana Rp600 juta lebih,” beber Rektor.

Pada tahun ini, minat dosen dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat juga meningkat, tercermin dari puluhan proposal yang diajukan.

“Tahun ini kita berada pada tahap pengajuan hibah dengan jumlah 78 usulan. Terdiri atas 66 judul penelitian, 12 judul pengabdian masyarakat. Angka ini mencerminkan minat dosen terhadap pengembangan dan pengabdian," aku Rektor.

Selain itu, capaian publikasi ilmiah dan kekayaan intelektual dosen juga menunjukkan tren positif sebagai bagian dari kontribusi akademik terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.

“Publikasi ilmiah juga terus menunjukkan tren positif, di mana sekarang terdapat 401 penelitian, 460 kegiatan pengabdian kepada masyarakat, 971 karya ilmiah, 152 telah mendapatkan hak kekayaan intelektual. Capaian ini mencerminkan kontribusi besar dosen,” katanya lagi.

Penguatan kualitas sumber daya dosen melalui studi lanjut juga terus berjalan. Saat ini puluhan dosen sedang menempuh pendidikan doktoral sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu akademik.

“Studi lanjut program doktor, peningkatan UPRI terus mendorong jumlah dosen untuk menempuh pendidikan. Saat ini yang sedang menempuh pendidikan, 25 orang,” ucapnya.

UPRI juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa berprestasi dan lulusan terbaik sebagai bagian dari upaya membangun budaya akademik yang kompetitif dan inspiratif.

“Kampus memberikan penghargaan kepada lulsan terbaik. Semoga mereka bisa menjadi inspirasi bagi civitas akademika dan masyarakat luas," katanya.

Di bidang kemitraan, universitas telah menjalin puluhan kerja sama nasional dan mulai memperluas jaringan internasional sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas pendidikan dan riset.

“Saat ini ada 89 kemitraan dalam negeri, 3 kemitraan internasional. Kemitraan internasional ini yang harus dikembangkan,” sebut Rektor.

Menutup sambutannya, Rektor menyampaikan pesan kepada para lulusan agar memanfaatkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan untuk kemajuan diri dan masyarakat.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Andi Lukman, dalam kesempatan tersebut mendorong perguruan tinggi untuk segera bertransformasi menghadapi pesatnya perkembangan teknologi. Menurutnya, kampus perlu menyesuaikan sistem pembelajaran dan kurikulum agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja.

“Perkembangan teknologi menghadirkan tantangan luar biasa. Semua proses harus ditransformasi, mulai dari sistem pembelajaran hingga kurikulum, karena kebutuhan dunia kerja harus disiapkan sejak di kampus. Sistem pembelajaran juga tidak bisa lagi seperti dulu, mahasiswa belajar seharian penuh di kelas,” ujarnya.

Selain prosesi wisuda, rangkaian dies natalis diisi dengan penyerahan penghargaan kepada dosen purna bhakti dan mahasiswa berprestasi tahun akademik 2025–2026, penandatanganan nota kesepahaman dengan sekolah menengah atas dan kejuruan, serta orasi ilmiah. Agenda tersebut bertujuan memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui dies natalis dan wisuda ini, UPRI menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan zaman, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta konsisten menghasilkan sumber daya manusia berkualitas dan berkarakter.

Rincian jumlah wisudawan:
1. Fakultas Teknik (Fatek): 178 orang
2. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP): 75 orang
3. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP): 27 orang
4. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA): 4 orang
5. Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB): 74 orang
6. Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM): 89 orang
7. Pascasarjana Administrasi: 13 orang
8. Pascasarjana Kesehatan Masyarakat: 28 orang
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru