PT Vale dan Komitmen Jangka Panjang Kelola Pascatambang
Senin, 01 Des 2025 21:53
PT Vale memiliki komitmen tinggi menerapkan pertambangan berkelanjutan, termasuk dengan senantiasa melakukan reklamasi pascatambang. Foto/Istimewa
SOROWAKO - PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), yang merupakan bagian dari grup MIND ID, mulai memperbarui dokumen pascatambang untuk Blok Sorowako seiring perpanjangan izin operasionalnya hingga 2035. Pembaruan ini menjadi langkah penting untuk memastikan pengelolaan lahan bekas tambang dilakukan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Sebagai tahap awal, PT Vale menggelar konsultasi publik bersama pemerintah daerah dan masyarakat Luwu Timur. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Sasana Praja, Kantor Bupati Luwu Timur, pada akhir November lalu, sekaligus menjadi wujud komitmen perusahaan dalam menjaga transparansi penyusunan dokumen pascatambang.
Forum ini dihadiri oleh Plt Sekda Luwu Timur Ramadhan Pirade, jajaran manajemen PT Vale, para camat dari Nuha, Towuti, Wasuponda, dan Malili, serta perwakilan desa di wilayah pemberdayaan. Turut hadir pula unsur masyarakat dan pemangku kepentingan teknis lainnya.
Specialist Biodiversity and Mine Closure PT Vale Indonesia, Andri Ardiansyah, menjelaskan bahwa pembaruan dokumen dilakukan menyusul perubahan status izin dari Kontrak Karya menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), serta perpanjangan masa operasi hingga 2035.
Ia menyebutkan, dokumen sebelumnya disusun berdasarkan izin yang berlaku hingga 2025. Dengan adanya perubahan izin dan perpanjangan masa operasi, maka dokumen pascatambang wajib diperbarui agar sesuai dengan kondisi terbaru.
Perubahan izin tersebut juga berdampak pada rencana pembukaan lahan, kegiatan reklamasi, serta pengelolaan area tambang yang masih aktif. Karena itu, perencanaan pascatambang perlu disesuaikan secara menyeluruh.
Lebih dari sekadar penghentian operasional, rencana pascatambang mencakup berbagai aspek penting, mulai dari rehabilitasi lahan, pengelolaan lingkungan, pembongkaran fasilitas tambang, hingga pemantauan jangka panjang.
Andri menegaskan bahwa konsultasi ini masih berada pada tahap awal, di mana dokumen belum disusun. Pihaknya ingin menghimpun masukan dari pemerintah dan masyarakat sejak dini agar hasilnya lebih komprehensif.
Kesempatan ini dimanfaatkan oleh para camat, kepala desa, serta perwakilan masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi. Isu yang disoroti antara lain program CSR, keterbukaan data lingkungan, pemulihan ekosistem, hingga peluang ekonomi pascatambang bagi masyarakat.
Seluruh masukan yang disampaikan akan menjadi bahan penting dalam penyusunan dokumen pascatambang, sebelum nantinya diajukan ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Plt Sekda Luwu Timur, Ramadhan Pirade, mengajak semua pihak untuk mendukung langkah yang dilakukan PT Vale. Ia menilai kehadiran perusahaan tersebut memberikan kontribusi signifikan bagi daerah.
Menurutnya, kondisi keuangan daerah yang tidak memiliki utang menjadi salah satu bukti nyata manfaat keberadaan PT Vale di Luwu Timur. Ia pun menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan perusahaan tersebut.
Selain itu, perubahan status izin menjadi IUPK sejak 3 Mei 2024 juga membawa skema baru, termasuk dalam hal pajak, bagi hasil, dan distribusi laba bersih kepada pemerintah daerah.
Ramadhan menambahkan bahwa dalam skema IUPK telah diatur mekanisme pembagian laba bersih untuk daerah, sehingga hal ini perlu dipahami bersama oleh seluruh pihak.
Melalui konsultasi awal ini, PT Vale menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh tahapan kegiatan pertambangan tidak hanya berdampak saat ini, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat di Blok Sorowako, bahkan setelah aktivitas tambang berakhir.
Sebagai tahap awal, PT Vale menggelar konsultasi publik bersama pemerintah daerah dan masyarakat Luwu Timur. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Sasana Praja, Kantor Bupati Luwu Timur, pada akhir November lalu, sekaligus menjadi wujud komitmen perusahaan dalam menjaga transparansi penyusunan dokumen pascatambang.
Forum ini dihadiri oleh Plt Sekda Luwu Timur Ramadhan Pirade, jajaran manajemen PT Vale, para camat dari Nuha, Towuti, Wasuponda, dan Malili, serta perwakilan desa di wilayah pemberdayaan. Turut hadir pula unsur masyarakat dan pemangku kepentingan teknis lainnya.
Specialist Biodiversity and Mine Closure PT Vale Indonesia, Andri Ardiansyah, menjelaskan bahwa pembaruan dokumen dilakukan menyusul perubahan status izin dari Kontrak Karya menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), serta perpanjangan masa operasi hingga 2035.
Ia menyebutkan, dokumen sebelumnya disusun berdasarkan izin yang berlaku hingga 2025. Dengan adanya perubahan izin dan perpanjangan masa operasi, maka dokumen pascatambang wajib diperbarui agar sesuai dengan kondisi terbaru.
Perubahan izin tersebut juga berdampak pada rencana pembukaan lahan, kegiatan reklamasi, serta pengelolaan area tambang yang masih aktif. Karena itu, perencanaan pascatambang perlu disesuaikan secara menyeluruh.
Lebih dari sekadar penghentian operasional, rencana pascatambang mencakup berbagai aspek penting, mulai dari rehabilitasi lahan, pengelolaan lingkungan, pembongkaran fasilitas tambang, hingga pemantauan jangka panjang.
Andri menegaskan bahwa konsultasi ini masih berada pada tahap awal, di mana dokumen belum disusun. Pihaknya ingin menghimpun masukan dari pemerintah dan masyarakat sejak dini agar hasilnya lebih komprehensif.
Kesempatan ini dimanfaatkan oleh para camat, kepala desa, serta perwakilan masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi. Isu yang disoroti antara lain program CSR, keterbukaan data lingkungan, pemulihan ekosistem, hingga peluang ekonomi pascatambang bagi masyarakat.
Seluruh masukan yang disampaikan akan menjadi bahan penting dalam penyusunan dokumen pascatambang, sebelum nantinya diajukan ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Plt Sekda Luwu Timur, Ramadhan Pirade, mengajak semua pihak untuk mendukung langkah yang dilakukan PT Vale. Ia menilai kehadiran perusahaan tersebut memberikan kontribusi signifikan bagi daerah.
Menurutnya, kondisi keuangan daerah yang tidak memiliki utang menjadi salah satu bukti nyata manfaat keberadaan PT Vale di Luwu Timur. Ia pun menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan perusahaan tersebut.
Selain itu, perubahan status izin menjadi IUPK sejak 3 Mei 2024 juga membawa skema baru, termasuk dalam hal pajak, bagi hasil, dan distribusi laba bersih kepada pemerintah daerah.
Ramadhan menambahkan bahwa dalam skema IUPK telah diatur mekanisme pembagian laba bersih untuk daerah, sehingga hal ini perlu dipahami bersama oleh seluruh pihak.
Melalui konsultasi awal ini, PT Vale menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh tahapan kegiatan pertambangan tidak hanya berdampak saat ini, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat di Blok Sorowako, bahkan setelah aktivitas tambang berakhir.
(TRI)
Berita Terkait
News
PT Vale Dorong Kolaborasi Multipihak untuk Jaga Keberlanjutan Danau Matano
Sebagai bagian dari ekosistem di sekitar Danau Matano, PT Vale memaparkan berbagai upaya yang telah dilakukan untuk mendukung kelestarian lingkungan.
Kamis, 24 Sep 2026 07:36
News
PT Vale Integrasikan Teknologi dan Praktik Berkelanjutan di Tambang Morowali
Transformasi pertambangan tidak lagi hanya ditentukan oleh kemampuan meningkatkan produksi, tetapi juga oleh bagaimana teknologi digunakan untuk menjaga keselamatan, efisiensi, lingkungan, dan manfaat bagi masyarakat.
Selasa, 22 Sep 2026 18:25
News
Sinergi PT Vale - TNI Dukung Olahraga & Budaya Lokal Lewat Patonro Run
Selain menjadi ajang olahraga, kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI ini menjadi ruang untuk memperkenalkan identitas budaya Bugis-Makassar kepada masyarakat luas.
Minggu, 20 Sep 2026 20:33
News
Tak Sekadar Menambang, PT Vale Bangun Generasi Penggerak Hilirisasi di Bumi Nikel
Kabupaten Luwu Timur diproyeksikan mampu bertransformasi untuk menjadi pusat literasi nikel dan pendidikan industri berkelanjutan di Indonesia Timur.
Rabu, 16 Sep 2026 20:39
News
Rahasia Tiga PLTA PT Vale Tetap Andal Pasok Listrik di Tengah Cuaca Ekstrem
PT Vale menegaskan komitmennya dalam mendukung transisi energi dan dekarbonisasi industri nasional melalui pengintegrasian pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab dengan inovasi rendah karbon.
Rabu, 16 Sep 2026 16:28
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bertahun-Tahun Mangkrak, Warga Tole-Tole Desak Pindahkan Ekskavator dari Badan Jalan
2
Sitti Husniah Talenrang jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi PBG
3
Pattallassang Memorial Estate, Pemakaman Muslim Premium dengan Layanan All-in-One di Gowa
4
YBM PLN Rayakan Milad ke-20 dengan Servis Gratis bagi 120 Pengemudi Ojol
5
Bupati AAS Ungkap Proyek Triliunan Masuk Bone, Ribuan Lapangan Kerja Terbuka
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bertahun-Tahun Mangkrak, Warga Tole-Tole Desak Pindahkan Ekskavator dari Badan Jalan
2
Sitti Husniah Talenrang jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi PBG
3
Pattallassang Memorial Estate, Pemakaman Muslim Premium dengan Layanan All-in-One di Gowa
4
YBM PLN Rayakan Milad ke-20 dengan Servis Gratis bagi 120 Pengemudi Ojol
5
Bupati AAS Ungkap Proyek Triliunan Masuk Bone, Ribuan Lapangan Kerja Terbuka