Pemkab Bone Hibahkan Lahan untuk Gudang Modern Bulog

Sabtu, 11 Apr 2026 10:09
Pemkab Bone Hibahkan Lahan untuk Gudang Modern Bulog
Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman bersama Direktur SDM dan Transformasi Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto. Foto: Istimewa
Comment
Share
JAKARTA - Pemerintah Kabupaten Bone mengambil langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) hibah lahan bagi pembangunan gudang modern milik Perum Bulog.

Penandatanganan MoU berlangsung di Ruang Rapat Rojolele, Gedung Bulog, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2026). Dokumen tersebut ditandatangani langsung oleh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., bersama Direktur SDM dan Transformasi Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto.

Lahan yang dihibahkan akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur pascapanen dan gudang baru Bulog di Kabupaten Bone. Fasilitas ini diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan di sektor pertanian, khususnya terkait penyimpanan dan distribusi hasil panen.

Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menegaskan, kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Ia menilai, sebagai salah satu lumbung pangan utama, Bone membutuhkan sistem hilirisasi yang kuat agar hasil produksi tidak terbuang.

“Ini adalah langkah konkret untuk memastikan hasil keringat petani kita memiliki wadah yang layak. Dengan fasilitas modern, kualitas pangan tetap terjaga dan distribusi menjadi lebih efisien,” ujarnya.

Pihak Bulog mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Bone dalam mendukung penguatan rantai pasok pangan nasional. Pembangunan gudang modern ini menjadi bagian dari transformasi Bulog dalam memperkuat sistem logistik, dimulai dari daerah penghasil utama seperti Bone.

Penandatanganan yang berlangsung di kawasan Gatot Subroto tersebut menjadi titik awal pembangunan fisik di lapangan.

Keberadaan gudang modern ini diharapkan memberi manfaat langsung bagi masyarakat, terutama petani. Selain memangkas rantai distribusi, fasilitas ini juga berpotensi mengurangi risiko kerugian pascapanen.

Dengan pembangunan tersebut, Kabupaten Bone semakin menegaskan perannya tidak hanya sebagai salah satu produsen padi terbesar, tetapi juga sebagai daerah dengan sistem logistik pangan yang lebih mandiri dan berdaya saing.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru