Harga Kedelai Naik, Pengusaha Tahu Tempe Pangkas Untung daripada Naikkan Harga
Selasa, 19 Mei 2026 14:42
Kedelai, bahan baku utama pembuatan tahu tempe yang harganya merangkak naik. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berdampak pada kenaikan harga kedelai di pasaran. Kondisi tersebut mulai dirasakan pelaku usaha tahu dan tempe di Kabupaten Maros karena biaya produksi ikut meningkat.
Pemilik Pabrik Tahu Madinah Barokah, Nur Imadina, mengatakan harga kedelai mengalami kenaikan dalam sebulan terakhir.
"Dulu harga kedelai sekitar Rp10 ribu per kilogram. Sebulan terakhir ini harganya naik menjadi Rp11.400 per kilogram,” ujarnya saat ditemui di lokasi usahanya di Maros.
Meski harga bahan baku meningkat, pihaknya belum menaikkan harga jual tahu dan tempe. Sebab, pelaku usaha lain di Maros juga masih mempertahankan harga di pasaran.
Kondisi tersebut diperparah dengan kenaikan harga plastik kemasan yang disebut mencapai sekitar 50 persen.
"Kalau harga dinaikkan takut pelanggan lari, karena pabrik tahu di Maros bukan cuma satu, tapi banyak,” katanya.
Menurut Nur Imadina, kenaikan biaya produksi membuat keuntungan usaha menurun hingga hampir 10 persen. Meski demikian, kapasitas produksi tetap dipertahankan agar distribusi ke sejumlah pasar tidak terganggu.
"Hanya keuntungan yang berkurang, produksi tetap sama seperti sebelumnya. Karena kami tidak menurunkan kualitas produksi tempe," jelasnya.
Saat ini, Pabrik Tahu Madinah Barokah mengolah sekitar empat karung kedelai atau setara 200 kilogram per hari. Produksi tersebut dipasarkan ke sejumlah wilayah di Maros, di antaranya Pasar Tramol, Pasar Carangki, Batangase, dan Bulu-Bulu.
Untuk harga jual, tempe masih dipatok Rp5.000 per bungkus, sementara harga tahu per kotak juga belum mengalami perubahan. Dalam sehari, omzet usaha tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp3 juta.
Nur Imadina berharap pemerintah dapat menstabilkan harga kedelai dan bahan pendukung lainnya agar pelaku usaha kecil tetap mampu bertahan di tengah kenaikan biaya produksi.
“Kami berharap harga kedelai dan harga plastik bisa kembali normal,” pungkasnya.
Pemilik Pabrik Tahu Madinah Barokah, Nur Imadina, mengatakan harga kedelai mengalami kenaikan dalam sebulan terakhir.
"Dulu harga kedelai sekitar Rp10 ribu per kilogram. Sebulan terakhir ini harganya naik menjadi Rp11.400 per kilogram,” ujarnya saat ditemui di lokasi usahanya di Maros.
Meski harga bahan baku meningkat, pihaknya belum menaikkan harga jual tahu dan tempe. Sebab, pelaku usaha lain di Maros juga masih mempertahankan harga di pasaran.
Kondisi tersebut diperparah dengan kenaikan harga plastik kemasan yang disebut mencapai sekitar 50 persen.
"Kalau harga dinaikkan takut pelanggan lari, karena pabrik tahu di Maros bukan cuma satu, tapi banyak,” katanya.
Menurut Nur Imadina, kenaikan biaya produksi membuat keuntungan usaha menurun hingga hampir 10 persen. Meski demikian, kapasitas produksi tetap dipertahankan agar distribusi ke sejumlah pasar tidak terganggu.
"Hanya keuntungan yang berkurang, produksi tetap sama seperti sebelumnya. Karena kami tidak menurunkan kualitas produksi tempe," jelasnya.
Saat ini, Pabrik Tahu Madinah Barokah mengolah sekitar empat karung kedelai atau setara 200 kilogram per hari. Produksi tersebut dipasarkan ke sejumlah wilayah di Maros, di antaranya Pasar Tramol, Pasar Carangki, Batangase, dan Bulu-Bulu.
Untuk harga jual, tempe masih dipatok Rp5.000 per bungkus, sementara harga tahu per kotak juga belum mengalami perubahan. Dalam sehari, omzet usaha tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp3 juta.
Nur Imadina berharap pemerintah dapat menstabilkan harga kedelai dan bahan pendukung lainnya agar pelaku usaha kecil tetap mampu bertahan di tengah kenaikan biaya produksi.
“Kami berharap harga kedelai dan harga plastik bisa kembali normal,” pungkasnya.
(MAN)
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Eks Sekwan DPRD Wajo Siap Bantu Penyelidikan Polisi soal Kasus Anggaran Makan Minum Dewan
2
Pemkot Makassar Benahi SPMB 2026, Server Terpisah hingga Helpdesk Sekolah
3
Sambut Harlah ke-50, LPM Profesi UNM Gelar Lomba Video Opini
4
Rektor UIN Alauddin Singgung Penyakit Intelektual di Pengukuhan 3 Guru Besar
5
Imigrasi Makassar dan TIMPORA Data 694 Pengungsi Asing di 12 Lokasi
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Eks Sekwan DPRD Wajo Siap Bantu Penyelidikan Polisi soal Kasus Anggaran Makan Minum Dewan
2
Pemkot Makassar Benahi SPMB 2026, Server Terpisah hingga Helpdesk Sekolah
3
Sambut Harlah ke-50, LPM Profesi UNM Gelar Lomba Video Opini
4
Rektor UIN Alauddin Singgung Penyakit Intelektual di Pengukuhan 3 Guru Besar
5
Imigrasi Makassar dan TIMPORA Data 694 Pengungsi Asing di 12 Lokasi