Kemenkum Sulsel Petakan Isu Hukum Strategis, Libatkan Berbagai Instansi
Kamis, 11 Jun 2026 20:34
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) menggelar Rapat Koordinasi Inventarisasi Peta Permasalahan Hukum di Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Dalam upaya memetakan berbagai isu hukum strategis yang berkembang di masyarakat, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) menggelar Rapat Koordinasi Inventarisasi Peta Permasalahan Hukum di Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Baharuddin Lopa Kanwil Kemenkum Sulsel, Kamis (11/6/2026), tersebut melibatkan sejumlah instansi penegak hukum dan pemangku kepentingan terkait guna memperkuat sinergi dalam pembangunan hukum di daerah.
Dalam sambutannya membuka kegiatan, Andi Basmal menyampaikan bahwa pembangunan hukum merupakan salah satu pilar penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, menjamin kepastian hukum, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang tertib, aman, dan berkeadilan.
“Penyusunan kebijakan dan program pembinaan hukum yang tepat sasaran harus didasarkan pada kondisi serta kebutuhan hukum yang berkembang di masyarakat. Oleh karena itu, inventarisasi dan pemetaan permasalahan hukum menjadi langkah penting untuk memperoleh gambaran yang komprehensif terhadap berbagai isu hukum di daerah,” ujarnya.
Menurutnya, hasil inventarisasi tersebut akan menjadi dasar dalam merumuskan berbagai program pembinaan hukum yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan karakteristik wilayah Sulawesi Selatan.
Andi Basmal menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan inventarisasi dan pemetaan permasalahan hukum tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Dibutuhkan dukungan, data, informasi, dan pengalaman dari seluruh pemangku kepentingan yang memiliki kewenangan dalam menangani berbagai persoalan hukum sesuai bidang tugas masing-masing.
“Rapat koordinasi ini menjadi wadah untuk membangun sinergi, memperkuat koordinasi, dan menyamakan persepsi antarinstansi dalam mendukung pelaksanaan inventarisasi serta pemetaan permasalahan hukum di Sulawesi Selatan. Melalui kolaborasi yang baik, proses pengumpulan informasi dan penyusunan peta permasalahan hukum dapat berjalan lebih efektif,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dinamika permasalahan hukum di masyarakat saat ini semakin kompleks. Berbagai persoalan yang berkaitan dengan tindak pidana umum, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, perlindungan perempuan dan anak, pekerja migran Indonesia, pemasyarakatan, keimigrasian, hingga isu-isu hukum lainnya memerlukan perhatian dan penanganan bersama.
Oleh karena itu, setiap instansi yang hadir dalam rapat koordinasi ini memiliki peran strategis dalam memberikan kontribusi terhadap penyusunan peta permasalahan hukum yang akurat dan komprehensif.
Lebih lanjut, Andi Basmal berharap hasil pemetaan yang disusun nantinya tidak hanya menjadi dokumen administratif semata, melainkan dapat menjadi referensi dalam perumusan kebijakan pembinaan hukum, penyuluhan hukum, bantuan hukum, serta berbagai program peningkatan kesadaran dan kepatuhan hukum masyarakat.
“Harapan kami, hasil pemetaan ini dapat menjadi landasan dalam menyusun kebijakan dan program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat sehingga mampu meningkatkan kesadaran hukum dan menciptakan budaya hukum yang lebih baik di Sulawesi Selatan,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum Kanwil Kemenkum Sulsel, Heny Widyawati, menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan yang memiliki peran strategis dalam penanganan dan penyelesaian berbagai persoalan hukum di daerah.
Menurut Heny, peserta kegiatan terdiri dari Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Selatan, perwakilan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, perwakilan Pengadilan Tinggi Makassar, perwakilan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan, perwakilan Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sulawesi Selatan, perwakilan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, perwakilan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulawesi Selatan, serta jajaran Jabatan Fungsional Penyuluh Hukum Kanwil Kemenkum Sulsel.
“Melalui kolaborasi dan pertukaran informasi dari berbagai instansi, diharapkan peta permasalahan hukum yang disusun dapat memberikan gambaran yang utuh serta menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan program pembinaan hukum yang lebih efektif dan tepat sasaran,” ujar Heny.
Melalui kegiatan ini, Kanwil Kemenkum Sulsel menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam rangka mendukung pembangunan hukum yang responsif, inklusif, dan berkelanjutan di Provinsi Sulawesi Selatan.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Baharuddin Lopa Kanwil Kemenkum Sulsel, Kamis (11/6/2026), tersebut melibatkan sejumlah instansi penegak hukum dan pemangku kepentingan terkait guna memperkuat sinergi dalam pembangunan hukum di daerah.
Dalam sambutannya membuka kegiatan, Andi Basmal menyampaikan bahwa pembangunan hukum merupakan salah satu pilar penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, menjamin kepastian hukum, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang tertib, aman, dan berkeadilan.
“Penyusunan kebijakan dan program pembinaan hukum yang tepat sasaran harus didasarkan pada kondisi serta kebutuhan hukum yang berkembang di masyarakat. Oleh karena itu, inventarisasi dan pemetaan permasalahan hukum menjadi langkah penting untuk memperoleh gambaran yang komprehensif terhadap berbagai isu hukum di daerah,” ujarnya.
Menurutnya, hasil inventarisasi tersebut akan menjadi dasar dalam merumuskan berbagai program pembinaan hukum yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan karakteristik wilayah Sulawesi Selatan.
Andi Basmal menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan inventarisasi dan pemetaan permasalahan hukum tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Dibutuhkan dukungan, data, informasi, dan pengalaman dari seluruh pemangku kepentingan yang memiliki kewenangan dalam menangani berbagai persoalan hukum sesuai bidang tugas masing-masing.
“Rapat koordinasi ini menjadi wadah untuk membangun sinergi, memperkuat koordinasi, dan menyamakan persepsi antarinstansi dalam mendukung pelaksanaan inventarisasi serta pemetaan permasalahan hukum di Sulawesi Selatan. Melalui kolaborasi yang baik, proses pengumpulan informasi dan penyusunan peta permasalahan hukum dapat berjalan lebih efektif,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dinamika permasalahan hukum di masyarakat saat ini semakin kompleks. Berbagai persoalan yang berkaitan dengan tindak pidana umum, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, perlindungan perempuan dan anak, pekerja migran Indonesia, pemasyarakatan, keimigrasian, hingga isu-isu hukum lainnya memerlukan perhatian dan penanganan bersama.
Oleh karena itu, setiap instansi yang hadir dalam rapat koordinasi ini memiliki peran strategis dalam memberikan kontribusi terhadap penyusunan peta permasalahan hukum yang akurat dan komprehensif.
Lebih lanjut, Andi Basmal berharap hasil pemetaan yang disusun nantinya tidak hanya menjadi dokumen administratif semata, melainkan dapat menjadi referensi dalam perumusan kebijakan pembinaan hukum, penyuluhan hukum, bantuan hukum, serta berbagai program peningkatan kesadaran dan kepatuhan hukum masyarakat.
“Harapan kami, hasil pemetaan ini dapat menjadi landasan dalam menyusun kebijakan dan program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat sehingga mampu meningkatkan kesadaran hukum dan menciptakan budaya hukum yang lebih baik di Sulawesi Selatan,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum Kanwil Kemenkum Sulsel, Heny Widyawati, menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan yang memiliki peran strategis dalam penanganan dan penyelesaian berbagai persoalan hukum di daerah.
Menurut Heny, peserta kegiatan terdiri dari Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Selatan, perwakilan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, perwakilan Pengadilan Tinggi Makassar, perwakilan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan, perwakilan Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sulawesi Selatan, perwakilan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, perwakilan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulawesi Selatan, serta jajaran Jabatan Fungsional Penyuluh Hukum Kanwil Kemenkum Sulsel.
“Melalui kolaborasi dan pertukaran informasi dari berbagai instansi, diharapkan peta permasalahan hukum yang disusun dapat memberikan gambaran yang utuh serta menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan program pembinaan hukum yang lebih efektif dan tepat sasaran,” ujar Heny.
Melalui kegiatan ini, Kanwil Kemenkum Sulsel menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam rangka mendukung pembangunan hukum yang responsif, inklusif, dan berkelanjutan di Provinsi Sulawesi Selatan.
(GUS)
Berita Terkait
News
MPDN Kota Makassar Periksa Protokol Notaris, Pastikan Keautentikan Akta Terjaga
Majelis Pengawas Daerah Notaris (MPDN) Kota Makassar melaksanakan Pemeriksaan Berkala Protokol Notaris di wilayah hukumnya selama periode 8-23 September 2026.
Rabu, 23 Sep 2026 15:12
News
Matangkan Pelaksanaan SKD Poltekpin 2026, 132 Peserta Siap Ikuti Seleksi
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) mematangkan persiapan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Seleksi Penerimaan Mahasiswa Sekolah Kedinasan Politeknik Pengayoman Indonesia
Selasa, 22 Sep 2026 19:28
News
Tekankan Prinsip HAM Pembentukan Ranperda Ketenteraman dan Ketertiban Umum Bantaeng
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Fasilitasi dan Pembinaan Pembentukan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kabupaten Bantaeng
Selasa, 22 Sep 2026 06:49
News
Kemenkum Sulsel Ikuti Rapat Persiapan Seleksi Sekolah Kedinasan 2026
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan mengikuti arahan dan persiapan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) di lingkungan Kementerian Hukum Tahun Anggaran
Senin, 21 Sep 2026 18:58
News
Perkuat Ekosistem Paten untuk Dorong Kedaulatan Teknologi
Indonesia saat ini menguasai sekitar 25 persen pangsa paten di kawasan ASEAN. Namun, kontribusi ekonomi dari pemanfaatan paten tersebut masih sangat kecil, hanya sekitar 0,08 persen.
Minggu, 20 Sep 2026 21:49
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dua Laporan Soal Islamic Center Malili Masuk ke Kejari Lutim, Status Lahan Jadi Sorotan
2
Soroti Kebutuhan Air Bersih di Kota, Andi Iwan Minta PAMSIMAS Bisa Masuk Kelurahan
3
Puncak Hari Kesatuan Gerak PKK Maros ke-54, Dorong Program Literasi hingga Tingkat Desa
4
Kalla 10K Naik Kelas, Rute Tersertifikasi PASI dan Diikuti 4.500 Pelari
5
Pertamina Resmikan Jembatan Kaluppini, Akses Pendidikan dan Ekonomi Warga Makin Lancar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dua Laporan Soal Islamic Center Malili Masuk ke Kejari Lutim, Status Lahan Jadi Sorotan
2
Soroti Kebutuhan Air Bersih di Kota, Andi Iwan Minta PAMSIMAS Bisa Masuk Kelurahan
3
Puncak Hari Kesatuan Gerak PKK Maros ke-54, Dorong Program Literasi hingga Tingkat Desa
4
Kalla 10K Naik Kelas, Rute Tersertifikasi PASI dan Diikuti 4.500 Pelari
5
Pertamina Resmikan Jembatan Kaluppini, Akses Pendidikan dan Ekonomi Warga Makin Lancar