Dukung Penyintas Bangkit, LAZ Hadji Kalla Salurkan Bantuan Pascakebakaran
Jum'at, 19 Jun 2026 17:30
Tim Program Humanity and Environment LAZ Hadji Kalla menyerahkan bantuan berupa voucher belanja kepada warga pasca kebakaran yang terjadi di Jalan Angkasa/Jalan H. Kalla. Foto/Istimewa
MAKASSAR - Lembaga Amil Zakat (LAZ) Hadji Kalla kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung masyarakat terdampak bencana melalui Program Humanity and Environment. Kali ini, bantuan berupa voucher belanja disalurkan kepada warga yang menjadi korban kebakaran di Jalan Angkasa/Jalan H. Kalla Lorong 1, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Kamis (18/6/2026).
Setiap keluarga menerima voucher senilai Rp500 ribu yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak sesuai kondisi masing-masing. Skema bantuan ini dipilih agar penyintas memiliki keleluasaan menentukan prioritas kebutuhan pascakejadian.
Kebakaran yang terjadi pada 8 Juni 2026 tersebut menghanguskan enam unit rumah dan berdampak pada enam kepala keluarga dengan total 20 jiwa. Hasil asesmen menunjukkan seluruh rumah yang terdampak mengalami kerusakan berat sehingga para penyintas masih menjalani proses adaptasi sembari menunggu pemulihan berlangsung.
Program Manager Humanity and Environment LAZ Hadji Kalla, Sapril Akhmady, mengatakan bahwa dukungan pascabencana tidak hanya harus cepat, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan riil para penyintas.
“Sebagai salah satu bencana yang kerap terjadi di kawasan permukiman, kebakaran memiliki dampak yang besar. Dalam waktu singkat, masyarakat bisa kehilangan tempat tinggal, dokumen penting, bahkan sumber penghidupan. Karena itu, selain mendorong kesiapsiagaan masyarakat, kami juga berupaya hadir mendampingi proses pemulihan agar para penyintas dapat segera bangkit kembali,” ujarnya.
Menurut Sapril, kebutuhan setiap keluarga pascakebakaran tidak selalu sama. Ada yang membutuhkan perlengkapan sekolah bagi anak-anak, kebutuhan dapur, pakaian, maupun perlengkapan rumah tangga lainnya. Oleh sebab itu, bantuan diberikan dalam bentuk voucher belanja agar lebih fleksibel dan tepat sasaran.
“Melalui voucher ini, kami berharap penerima manfaat dapat memenuhi kebutuhan yang paling mendesak sesuai kondisi keluarganya masing-masing,” katanya.
Kebakaran hingga kini masih menjadi ancaman bagi kawasan permukiman padat penduduk di perkotaan. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah insiden serupa terjadi di berbagai wilayah dan menyebabkan banyak warga kehilangan tempat tinggal serta mata pencaharian.
Salah seorang penerima manfaat, Syamsidar, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima. Menurutnya, dukungan tersebut sangat membantu keluarga dalam memenuhi berbagai kebutuhan yang muncul setelah musibah terjadi.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kami. Setelah kebakaran, banyak kebutuhan yang harus dipenuhi kembali. Dengan voucher belanja ini, kami bisa membeli barang-barang yang paling dibutuhkan saat ini. Terima kasih kepada LAZ Hadji Kalla dan para donatur yang telah peduli kepada kami,” ungkapnya.
Melalui Program Humanity and Environment, LAZ Hadji Kalla terus menghadirkan respons kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana. Selain menyalurkan bantuan darurat, program ini juga berfokus mendukung proses pemulihan agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara mandiri dan berkelanjutan.
Setiap keluarga menerima voucher senilai Rp500 ribu yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak sesuai kondisi masing-masing. Skema bantuan ini dipilih agar penyintas memiliki keleluasaan menentukan prioritas kebutuhan pascakejadian.
Kebakaran yang terjadi pada 8 Juni 2026 tersebut menghanguskan enam unit rumah dan berdampak pada enam kepala keluarga dengan total 20 jiwa. Hasil asesmen menunjukkan seluruh rumah yang terdampak mengalami kerusakan berat sehingga para penyintas masih menjalani proses adaptasi sembari menunggu pemulihan berlangsung.
Program Manager Humanity and Environment LAZ Hadji Kalla, Sapril Akhmady, mengatakan bahwa dukungan pascabencana tidak hanya harus cepat, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan riil para penyintas.
“Sebagai salah satu bencana yang kerap terjadi di kawasan permukiman, kebakaran memiliki dampak yang besar. Dalam waktu singkat, masyarakat bisa kehilangan tempat tinggal, dokumen penting, bahkan sumber penghidupan. Karena itu, selain mendorong kesiapsiagaan masyarakat, kami juga berupaya hadir mendampingi proses pemulihan agar para penyintas dapat segera bangkit kembali,” ujarnya.
Menurut Sapril, kebutuhan setiap keluarga pascakebakaran tidak selalu sama. Ada yang membutuhkan perlengkapan sekolah bagi anak-anak, kebutuhan dapur, pakaian, maupun perlengkapan rumah tangga lainnya. Oleh sebab itu, bantuan diberikan dalam bentuk voucher belanja agar lebih fleksibel dan tepat sasaran.
“Melalui voucher ini, kami berharap penerima manfaat dapat memenuhi kebutuhan yang paling mendesak sesuai kondisi keluarganya masing-masing,” katanya.
Kebakaran hingga kini masih menjadi ancaman bagi kawasan permukiman padat penduduk di perkotaan. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah insiden serupa terjadi di berbagai wilayah dan menyebabkan banyak warga kehilangan tempat tinggal serta mata pencaharian.
Salah seorang penerima manfaat, Syamsidar, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima. Menurutnya, dukungan tersebut sangat membantu keluarga dalam memenuhi berbagai kebutuhan yang muncul setelah musibah terjadi.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kami. Setelah kebakaran, banyak kebutuhan yang harus dipenuhi kembali. Dengan voucher belanja ini, kami bisa membeli barang-barang yang paling dibutuhkan saat ini. Terima kasih kepada LAZ Hadji Kalla dan para donatur yang telah peduli kepada kami,” ungkapnya.
Melalui Program Humanity and Environment, LAZ Hadji Kalla terus menghadirkan respons kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana. Selain menyalurkan bantuan darurat, program ini juga berfokus mendukung proses pemulihan agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara mandiri dan berkelanjutan.
(TRI)
Berita Terkait
News
LAZ Hadji Kalla Dorong Generasi Qur’ani Lewat Tahfidz Camp
Program yang dijalankan melalui Dai Desa Bangkit Sejahtera (DBS) LAZ Hadji Kalla tersebut menjadi bagian dari pembinaan keislaman di desa.
Selasa, 22 Sep 2026 14:51
News
Beasiswa Kalla 2026 Jangkau 1.236 Pendaftar, 64 Mahasiswa Lolos Gelombang Pertama
Sebanyak 64 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sulawesi dan Jawa lolos hingga tahap akhir Beasiswa Kalla Gelombang 1 2026. Total ada ribuan pendaftar.
Selasa, 25 Agu 2026 19:34
News
Bantu Pengungsi Gempa NTT, Semen Tonasa Salurkan Logistik & Trauma Healing
Selain bantuan kebutuhan pokok, perusahaan juga menggelar trauma healing untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak di lokasi pengungsian.
Selasa, 25 Agu 2026 14:08
News
Peduli Korban Bencana NTT, PT Vale Salurkan Bantuan Kemanusiaan
PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Senin, 24 Agu 2026 19:09
News
Grup Astra Makassar Salurkan 400 Dos Mi Instan untuk Korban Gempa NTT
Grup Astra Makassar bergerak cepat membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menyalurkan 400 dos mi instan.
Sabtu, 22 Agu 2026 13:31
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Matangkan Pelaksanaan SKD Poltekpin 2026, 132 Peserta Siap Ikuti Seleksi
2
Tallasa City Groundbreaking Private Club House dan Siapkan Perencanaan Masjid di Cluster Alstonia
3
Guru Jeneponto Ikuti Bimtek Literasi dan Numerasi
4
Sengketa HPL Malili, Pemkab Lutim Siap Jadi Pihak Intervensi di PTUN Makassar
5
Bukan Cuma Jago Prompting, Telkomsel Ungkap Talenta yang Dibutuhkan di Era AI
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Matangkan Pelaksanaan SKD Poltekpin 2026, 132 Peserta Siap Ikuti Seleksi
2
Tallasa City Groundbreaking Private Club House dan Siapkan Perencanaan Masjid di Cluster Alstonia
3
Guru Jeneponto Ikuti Bimtek Literasi dan Numerasi
4
Sengketa HPL Malili, Pemkab Lutim Siap Jadi Pihak Intervensi di PTUN Makassar
5
Bukan Cuma Jago Prompting, Telkomsel Ungkap Talenta yang Dibutuhkan di Era AI