Kakanwil Kemenkum Sulsel Dukung Upaya Pembangunan Iklim Usaha yang Kompetitif
Selasa, 04 Agu 2026 22:53
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel), Andi Basmal, menyatakan dukungannya terhadap upaya pembangunan iklim usaha yang kompetitif. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel), Andi Basmal, menyatakan dukungannya terhadap upaya pembangunan iklim usaha yang kompetitif sebagai fondasi dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah fragmentasi global.
Dukungan tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) XXXV Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Tahun 2026 bertema "Ketahanan Ekonomi Nasional, Peran Pengusaha Indonesia di Tengah Fragmentasi Global" di Sandeq Ballroom, Hotel Claro Makassar, Selasa (4/8/2026).
Menurut Andi Basmal, terciptanya iklim usaha yang sehat dan berdaya saing tidak dapat dipisahkan dari kepastian hukum serta sinergi yang erat antara pemerintah dan dunia usaha. Ia menilai kehadiran Kementerian Hukum dalam forum strategis seperti Rakerkonas Apindo menjadi bagian penting untuk memastikan berbagai kebijakan dan regulasi mampu memberikan kepastian bagi pelaku usaha sekaligus mendukung peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi.
"Kepastian hukum merupakan salah satu fondasi utama dalam menciptakan iklim usaha yang kompetitif. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha harus terus diperkuat agar setiap kebijakan yang lahir mampu memberikan kepastian, mendorong investasi, dan meningkatkan daya saing Indonesia di tengah dinamika ekonomi global," ujar Andi Basmal.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum Apindo, Shinta Widjaja Kamdani, menyampaikan bahwa Rakerkonas XXXV menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Ia menegaskan bahwa tujuan utama Apindo adalah mendorong terciptanya iklim usaha yang kondusif, kompetitif, dan berkelanjutan sehingga mampu menciptakan lapangan kerja serta menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
Shinta mengungkapkan bahwa dunia usaha saat ini masih dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari perlambatan sektor manufaktur hingga meningkatnya biaya produksi, logistik, dan energi. Oleh sebab itu, Apindo terus mendorong penyelesaian berbagai persoalan dari hulu hingga hilir melalui dialog konstruktif bersama pemerintah.
Bahkan secara khusus, Apindo mengundang Menteri Hukum dalam forum tersebut agar setiap masukan dan rekomendasi dunia usaha dapat dikawal melalui kebijakan serta regulasi yang mendukung terciptanya kepastian hukum bagi pelaku usaha.
"Kami mengundang Menteri Hukum agar kebijakan yang berkaitan dengan dunia usaha dapat terus dikawal. Dunia usaha membutuhkan kepastian hukum sebagai landasan untuk terus tumbuh, berinvestasi, dan menghadapi tantangan global," ungkap Shinta.
Ia juga menjelaskan bahwa pemilihan Sulsel sebagai tuan rumah Rakerkonas XXXV bukan tanpa alasan. Menurutnya, semangat pelaut Bugis yang berani mengarungi lautan demi mencapai tujuan menjadi filosofi yang menggambarkan ketangguhan dunia usaha Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global. Menutup sambutannya, Shinta mengutip falsafah Bugis "Mali' siparappe, rebba sipatokkong", sebagai ajakan untuk saling menopang dan menguatkan dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
Sementara itu, Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Apindo menjadikan Sulsel sebagai lokasi penyelenggaraan Rakerkonas XXXV. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulsel terus membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan investasi, dan berbagai kebijakan yang mendukung kemudahan berusaha sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Rakerkonas XXXV Apindo 2026 turut menghadirkan Wakil Ketua DPR RI, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, dan Menteri Koordinator Bidang Pangan sebagai penyampai keynote speech. Selain itu, kegiatan juga dihadiri Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Hukum, jajaran kementerian/lembaga, perwakilan negara sahabat, serta pengurus Apindo dari seluruh Indonesia.
Forum tersebut menjadi wadah memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam merumuskan langkah-langkah strategis guna menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah fragmentasi global.
Dukungan tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) XXXV Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Tahun 2026 bertema "Ketahanan Ekonomi Nasional, Peran Pengusaha Indonesia di Tengah Fragmentasi Global" di Sandeq Ballroom, Hotel Claro Makassar, Selasa (4/8/2026).
Menurut Andi Basmal, terciptanya iklim usaha yang sehat dan berdaya saing tidak dapat dipisahkan dari kepastian hukum serta sinergi yang erat antara pemerintah dan dunia usaha. Ia menilai kehadiran Kementerian Hukum dalam forum strategis seperti Rakerkonas Apindo menjadi bagian penting untuk memastikan berbagai kebijakan dan regulasi mampu memberikan kepastian bagi pelaku usaha sekaligus mendukung peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi.
"Kepastian hukum merupakan salah satu fondasi utama dalam menciptakan iklim usaha yang kompetitif. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha harus terus diperkuat agar setiap kebijakan yang lahir mampu memberikan kepastian, mendorong investasi, dan meningkatkan daya saing Indonesia di tengah dinamika ekonomi global," ujar Andi Basmal.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum Apindo, Shinta Widjaja Kamdani, menyampaikan bahwa Rakerkonas XXXV menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Ia menegaskan bahwa tujuan utama Apindo adalah mendorong terciptanya iklim usaha yang kondusif, kompetitif, dan berkelanjutan sehingga mampu menciptakan lapangan kerja serta menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
Shinta mengungkapkan bahwa dunia usaha saat ini masih dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari perlambatan sektor manufaktur hingga meningkatnya biaya produksi, logistik, dan energi. Oleh sebab itu, Apindo terus mendorong penyelesaian berbagai persoalan dari hulu hingga hilir melalui dialog konstruktif bersama pemerintah.
Bahkan secara khusus, Apindo mengundang Menteri Hukum dalam forum tersebut agar setiap masukan dan rekomendasi dunia usaha dapat dikawal melalui kebijakan serta regulasi yang mendukung terciptanya kepastian hukum bagi pelaku usaha.
"Kami mengundang Menteri Hukum agar kebijakan yang berkaitan dengan dunia usaha dapat terus dikawal. Dunia usaha membutuhkan kepastian hukum sebagai landasan untuk terus tumbuh, berinvestasi, dan menghadapi tantangan global," ungkap Shinta.
Ia juga menjelaskan bahwa pemilihan Sulsel sebagai tuan rumah Rakerkonas XXXV bukan tanpa alasan. Menurutnya, semangat pelaut Bugis yang berani mengarungi lautan demi mencapai tujuan menjadi filosofi yang menggambarkan ketangguhan dunia usaha Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global. Menutup sambutannya, Shinta mengutip falsafah Bugis "Mali' siparappe, rebba sipatokkong", sebagai ajakan untuk saling menopang dan menguatkan dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
Sementara itu, Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Apindo menjadikan Sulsel sebagai lokasi penyelenggaraan Rakerkonas XXXV. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulsel terus membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan investasi, dan berbagai kebijakan yang mendukung kemudahan berusaha sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Rakerkonas XXXV Apindo 2026 turut menghadirkan Wakil Ketua DPR RI, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, dan Menteri Koordinator Bidang Pangan sebagai penyampai keynote speech. Selain itu, kegiatan juga dihadiri Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Hukum, jajaran kementerian/lembaga, perwakilan negara sahabat, serta pengurus Apindo dari seluruh Indonesia.
Forum tersebut menjadi wadah memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam merumuskan langkah-langkah strategis guna menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah fragmentasi global.
(GUS)
Berita Terkait
News
Kemenkum Sulsel Ikuti Penyerahan LHP BPK RI, Tegaskan Komitmen Tata Kelola Keuangan Akuntabel
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) mengikuti secara virtual kegiatan Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Tahun 2025 yang diselenggarakan di Jakarta.
Senin, 03 Agu 2026 16:18
News
Kanwil Kemenkum Sulsel Matangkan Perencanaan Aset
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan mengikuti secara virtual kegiatan Pembukaan Pra Penyusunan Rencana Kebutuhan Barang Milik Negara (RKBMN) Tahun Anggaran 2028 yang diselenggarakan oleh Biro Barang Milik Negara Kementerian Hukum, Senin (3/8/2026).
Senin, 03 Agu 2026 16:06
News
Tekankan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik dan Percepatan Pemenuhan Data Dukung ZI
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel), Andi Basmal, menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik dan percepatan pemenuhan data dukung pembangunan Zona Integritas (ZI)
Senin, 03 Agu 2026 11:05
News
Kemenkum Sulsel Harmonisasi Dua Ranperbup Gowa, Perkuat Kualitas Produk Hukum Daerah
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) kembali memfasilitasi harmonisasi dua Rancangan Peraturan Bupati (Ranperbup) Kabupaten Gowa di Ruang Rapat Harmonisasi, Kamis (30/7/2026).
Minggu, 02 Agu 2026 09:35
Sulsel
Didukung Bantuan Keuangan Pemprov Sulsel Rp16 Miliar, Jembatan Salujambu Segera Dilintasi Warga
Jembatan Salujambu yang berada di Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu, dan menghubungkan wilayah Kabupaten Luwu dengan Kabupaten Luwu Utara, menunjukkan progres signifikan dan tak lama lagi dapat dilintasi masyarakat.
Sabtu, 01 Agu 2026 11:12
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Ubah Kebiasaan Warga Jadi Tantangan Program Pemilahan Sampah di Kelurahan Kapasa
2
Panaskan Mesin Politik di Rakorda, DM: Satukan Perjuangan Menangkan Gerindra di Pemilu 2029
3
5 Bupati Dikukuhkan, Gerindra Kini Punya 10 Kader Sebagai Kepala Daerah di Sulsel
4
Sikap Muzakkir Aqil Soal Peluangnya Maju di Musda Demokrat Sulsel
5
Bangun Generasi Tangguh dari Sekolah Rakyat, BKKBN Sulsel Perkuat Sinergi dengan Kemensos
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Ubah Kebiasaan Warga Jadi Tantangan Program Pemilahan Sampah di Kelurahan Kapasa
2
Panaskan Mesin Politik di Rakorda, DM: Satukan Perjuangan Menangkan Gerindra di Pemilu 2029
3
5 Bupati Dikukuhkan, Gerindra Kini Punya 10 Kader Sebagai Kepala Daerah di Sulsel
4
Sikap Muzakkir Aqil Soal Peluangnya Maju di Musda Demokrat Sulsel
5
Bangun Generasi Tangguh dari Sekolah Rakyat, BKKBN Sulsel Perkuat Sinergi dengan Kemensos