Semangat Kemerdekaan Hidup di Tawa Anak-anak BTN Minasa Upa
Selasa, 04 Agu 2026 21:23
Anak-anak di Kompleks BTN Minasa Upa Blok L9, Kelurahan Minasa Upa, Kecamatan Rappocini mengikuti lomba Kemerdekaan RI. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Sore itu, suasana di Kompleks BTN Minasa Upa Blok L9, Kelurahan Minasa Upa, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, terasa berbeda. Jalanan yang biasanya dipenuhi aktivitas warga berubah menjadi arena penuh keceriaan. Tawa anak-anak, tepuk tangan para orang tua, dan sorakan warga bersatu menciptakan suasana hangat menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Satu per satu peserta cilik berdiri di garis start. Ada yang menggenggam balon dengan erat, ada pula yang bersiap mengenakan kardus sebagai "kendaraan" untuk berlomba. Ketika peluit dibunyikan, gelak tawa pun pecah. Beberapa anak berlari cepat menuju garis akhir, sementara yang lain terjatuh lalu bangkit lagi sambil tersenyum. Tak ada air mata, yang ada hanyalah semangat untuk terus mencoba.
Di sisi lintasan, para orang tua tak henti-hentinya memberi semangat. Bahkan, sejumlah kakek dan nenek turut hadir mengantar cucu mereka mengikuti perlombaan. Sesekali terdengar candaan antartetangga yang semakin menghidupkan suasana, memperlihatkan bahwa Agustusan bukan sekadar perlombaan, melainkan pesta rakyat yang selalu dinantikan setiap tahun.
Koordinator kegiatan, Neneng Dewi Septiani, mengatakan perayaan Agustusan menjadi momen yang mampu menyatukan seluruh warga tanpa memandang usia maupun latar belakang.
"Melihat anak-anak bermain dengan penuh semangat adalah kebahagiaan bagi kami. Yang lebih membahagiakan lagi, seluruh warga ikut hadir. Ada yang menjadi panitia, ada yang mendukung dari pinggir lintasan, ada pula yang mengantar anak dan cucunya. Inilah makna kemerdekaan yang ingin kami rasakan bersama, yaitu kebersamaan dan persaudaraan," ujarnya dalam siaran pers yang diterima.
Menurut Neneng, permainan tradisional seperti lomba lari balon, lari kardus, dan berbagai lomba lainnya dipilih karena mampu menghadirkan kegembiraan yang sederhana namun berkesan.
"Di tengah perkembangan teknologi, kami ingin anak-anak tetap mengenal permainan yang membangun kebersamaan. Mereka belajar bekerja keras, berani mencoba, menghargai teman, dan menerima hasil perlombaan dengan sportif," katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi ruang bagi warga untuk semakin mempererat hubungan sosial yang telah terjalin selama ini.
"Kami ingin tradisi Agustusan terus hidup. Semoga setiap tahun semakin banyak warga yang terlibat, sehingga rasa kekeluargaan di lingkungan ini semakin kuat. Kemerdekaan bukan hanya diperingati melalui upacara, tetapi juga melalui kebersamaan yang menghadirkan kebahagiaan bagi semua," tuturnya.
Perayaan sederhana di BTN Minasa Upa Blok L9 membuktikan bahwa semangat kemerdekaan tidak selalu hadir dalam kemegahan. Di tengah tawa anak-anak, sorak para orang tua, dan kebersamaan seluruh warga, nilai persatuan, gotong royong, dan cinta Tanah Air terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi penerus bangsa.
Satu per satu peserta cilik berdiri di garis start. Ada yang menggenggam balon dengan erat, ada pula yang bersiap mengenakan kardus sebagai "kendaraan" untuk berlomba. Ketika peluit dibunyikan, gelak tawa pun pecah. Beberapa anak berlari cepat menuju garis akhir, sementara yang lain terjatuh lalu bangkit lagi sambil tersenyum. Tak ada air mata, yang ada hanyalah semangat untuk terus mencoba.
Di sisi lintasan, para orang tua tak henti-hentinya memberi semangat. Bahkan, sejumlah kakek dan nenek turut hadir mengantar cucu mereka mengikuti perlombaan. Sesekali terdengar candaan antartetangga yang semakin menghidupkan suasana, memperlihatkan bahwa Agustusan bukan sekadar perlombaan, melainkan pesta rakyat yang selalu dinantikan setiap tahun.
Koordinator kegiatan, Neneng Dewi Septiani, mengatakan perayaan Agustusan menjadi momen yang mampu menyatukan seluruh warga tanpa memandang usia maupun latar belakang.
"Melihat anak-anak bermain dengan penuh semangat adalah kebahagiaan bagi kami. Yang lebih membahagiakan lagi, seluruh warga ikut hadir. Ada yang menjadi panitia, ada yang mendukung dari pinggir lintasan, ada pula yang mengantar anak dan cucunya. Inilah makna kemerdekaan yang ingin kami rasakan bersama, yaitu kebersamaan dan persaudaraan," ujarnya dalam siaran pers yang diterima.
Menurut Neneng, permainan tradisional seperti lomba lari balon, lari kardus, dan berbagai lomba lainnya dipilih karena mampu menghadirkan kegembiraan yang sederhana namun berkesan.
"Di tengah perkembangan teknologi, kami ingin anak-anak tetap mengenal permainan yang membangun kebersamaan. Mereka belajar bekerja keras, berani mencoba, menghargai teman, dan menerima hasil perlombaan dengan sportif," katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi ruang bagi warga untuk semakin mempererat hubungan sosial yang telah terjalin selama ini.
"Kami ingin tradisi Agustusan terus hidup. Semoga setiap tahun semakin banyak warga yang terlibat, sehingga rasa kekeluargaan di lingkungan ini semakin kuat. Kemerdekaan bukan hanya diperingati melalui upacara, tetapi juga melalui kebersamaan yang menghadirkan kebahagiaan bagi semua," tuturnya.
Perayaan sederhana di BTN Minasa Upa Blok L9 membuktikan bahwa semangat kemerdekaan tidak selalu hadir dalam kemegahan. Di tengah tawa anak-anak, sorak para orang tua, dan kebersamaan seluruh warga, nilai persatuan, gotong royong, dan cinta Tanah Air terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi penerus bangsa.
(MAN)
Berita Terkait
News
Semarak Lomba 17 Agustus Hadir di NIPAH Kampung Merdeka
Melalui kampanye “NIPAH Kampung Merdeka”, NIPAH PARK menghadirkan beragam permainan tradisional pada 28–30 Agustus 2026 untuk menghidupkan kembali nostalgia perayaan kemerdekaan.
Rabu, 19 Agu 2026 12:16
News
Bukit Baruga Semarakkan HUT ke-81 RI Lewat Aksi Sosial & Lomba
Semangat kemerdekaan terasa di kawasan Bukit Baruga melalui rangkaian kegiatan yang memadukan perayaan, kebersamaan, kreativitas, hingga kepedulian sosial.
Selasa, 18 Agu 2026 14:01
News
HUT ke-81 RI, PLN se-Regional Makassar Perkuat Komitmen Hadirkan Listrik Andal
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi insan PLN se-Regional Kota Makassar untuk memperkuat komitmen menghadirkan layanan kelistrikan yang andal.
Selasa, 18 Agu 2026 10:36
News
Semarak HUT RI, Pertamina Sulawesi Gelar Fun Riding & Bakti Sosial
Memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pertamina menggelar fun riding, menyapa pelanggan di SPBU, hingga menyalurkan bantuan sosial.
Selasa, 18 Agu 2026 10:27
News
Pimpin Upacara HUT RI ke-81, Chaidir Syam Soroti Pengangguran hingga Kemarau
Pemerintah Kabupaten Maros menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-81, Senin (17/8/2025).
Senin, 17 Agu 2026 14:58
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dua Laporan Soal Islamic Center Malili Masuk ke Kejari Lutim, Status Lahan Jadi Sorotan
2
Soroti Kebutuhan Air Bersih di Kota, Andi Iwan Minta PAMSIMAS Bisa Masuk Kelurahan
3
Puncak Hari Kesatuan Gerak PKK Maros ke-54, Dorong Program Literasi hingga Tingkat Desa
4
Pertamina Resmikan Jembatan Kaluppini, Akses Pendidikan dan Ekonomi Warga Makin Lancar
5
11 Ribu Kendaraan di Maros Tunggak Pajak, Samsat Gelar Penertiban
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dua Laporan Soal Islamic Center Malili Masuk ke Kejari Lutim, Status Lahan Jadi Sorotan
2
Soroti Kebutuhan Air Bersih di Kota, Andi Iwan Minta PAMSIMAS Bisa Masuk Kelurahan
3
Puncak Hari Kesatuan Gerak PKK Maros ke-54, Dorong Program Literasi hingga Tingkat Desa
4
Pertamina Resmikan Jembatan Kaluppini, Akses Pendidikan dan Ekonomi Warga Makin Lancar
5
11 Ribu Kendaraan di Maros Tunggak Pajak, Samsat Gelar Penertiban