LAZ Hadji Kalla Gelar Sunat Gratis di Buton Tengah, Jangkau 188 Anak

Rabu, 24 Jun 2026 18:47
LAZ Hadji Kalla Gelar Sunat Gratis di Buton Tengah, Jangkau 188 Anak
Bupati Buton Tengah, Azhari, turut hadir dalam kegiatan Sirkumsisi Sehat yang digelar LAZ Hadji Kalla di Desa Kamama Mekar, Kabupaten Buton Tengah, Sabtu (20/6/2026). Foto/Istimewa
Comment
Share
BUTON TENGAH - LAZ Hadji Kalla kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Melalui Program Humanity and Environment, lembaga tersebut menggelar kegiatan Sirkumsisi Sehat bagi anak-anak dari keluarga duafa di Kabupaten Buton Tengah.

Sebanyak 188 anak mengikuti program sunat gratis yang dilaksanakan di Desa Kamama Mekar, Kecamatan Gu, pada Sabtu (20/6/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya LAZ Hadji Kalla untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus membantu meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat.

Pelaksanaan program didukung oleh 80 tenaga medis yang terdiri atas dokter, perawat, dan relawan kesehatan. Dengan dukungan tersebut, seluruh peserta mendapatkan layanan sesuai standar medis sehingga proses sirkumsisi berlangsung aman dan nyaman.

Bupati Buton Tengah, Azhari, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya kepada LAZ Hadji Kalla atas kontribusi yang terus diberikan kepada masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara lembaga sosial, pemerintah daerah, dan tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan, khususnya bagi warga dengan keterbatasan akses dan kondisi ekonomi.

“Terima kasih kepada LAZ Hadji Kalla atas berbagai bantuan yang telah diberikan selama ini. Semoga kolaborasi ini terus terjalin,” ujar Azhari.

Selain program kesehatan, LAZ Hadji Kalla sebelumnya juga menjalankan pemberdayaan masyarakat pesisir di Buton Tengah melalui budidaya kerang mutiara. Pada siklus pertama, program tersebut berhasil menghasilkan 3.000 ekor kerang mutiara jenis mabe atau setengah bulat.

Program Manager Humanity and Environment LAZ Hadji Kalla, Sapril Akhmady, mengatakan Sirkumsisi Sehat merupakan program yang secara konsisten dijalankan untuk memastikan anak-anak dari keluarga duafa memperoleh akses layanan kesehatan yang layak.

“Kami memahami bahwa biaya sirkumsisi masih menjadi tantangan bagi sebagian keluarga. Karena itu, melalui program ini kami ingin memastikan setiap anak tetap mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas,” katanya.

Ia menambahkan, program tersebut tidak hanya berorientasi pada aspek kesehatan, tetapi juga bertujuan menghadirkan rasa tenang dan kebahagiaan bagi keluarga penerima manfaat.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, tenaga medis, relawan, dan berbagai pihak menjadi kunci agar manfaat program dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.

“Kami berharap program ini memberikan dampak yang berkelanjutan. Ke depan, LAZ Hadji Kalla akan terus menghadirkan program kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta memperluas akses layanan bagi kelompok yang masih memiliki keterbatasan,” tambah Sapril.

Program Sirkumsisi Sehat telah dilaksanakan secara rutin di berbagai daerah dari tahun ke tahun sebagai bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan. Bagi banyak keluarga, program ini menjadi solusi atas keterbatasan biaya yang selama ini menghambat pelaksanaan sirkumsisi bagi anak mereka.

Field Fasilitator (FF) Desa Binaan LAZ Hadji Kalla, Andi Aria, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat kurang mampu.

“Kami sangat bersyukur kegiatan khitanan massal ini dapat membantu masyarakat yang membutuhkan. Di tengah meningkatnya berbagai kebutuhan hidup, bantuan seperti ini sangat berarti bagi keluarga penerima manfaat,” ujarnya.

Melalui bidang Humanity and Environment, LAZ Hadji Kalla terus menghadirkan berbagai program kesehatan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dengan mengedepankan kolaborasi dan kebermanfaatan, lembaga ini berharap dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru