Special Screening Pertama di Luar Jawa, Penonton Makassar Baper Nonton Film Dan Bandung
Minggu, 09 Agu 2026 18:42
Masyarakat Makassar antusias mengikuti special screening dilanjutkan meet and greet dengan para pemain dan produser film Dan Bandung di Kota Makassar. Foto/Istimewa
MAKASSAR - Romansa, persahabatan, dan hubungan keluarga dalam film Dan Bandung berhasil membuat penonton Makassar terbawa perasaan alias baper. Antusiasme itu terlihat dalam special screening film terbaru Verona Films tersebut di Nipah XXI Makassar, Minggu (9/8/2026), yang dilanjutkan acara meet & greet.
Makassar menjadi kota pertama di luar Pulau Jawa yang dipilih untuk memperkenalkan Dan Bandung kepada penonton. Bukan tanpa alasan. Tim produksi menilai Makassar memiliki basis penonton yang besar sekaligus antusiasme tinggi terhadap film nasional.
Eksekutif Produser Dan Bandung, Bedy, mengatakan pemilihan Makassar sebagai bagian dari roadshow juga didasarkan pada posisi kota ini sebagai salah satu pusat penonton terbesar di luar Jawa.
"Kalau dari sisi peta nasional, kalau di luar Pulau Jawa, Makassar kota yang terbesar dari sisi penonton dan antusiasmenya. Antusiasnya luar biasa," kata Bedy dalam sesi wawancara usai special screening.
Ia menyebut Makassar menjadi kota pertama yang dikunjungi tim Dan Bandung dalam rangkaian promosi di luar Jawa. Di luar alasan tersebut, Bedy mengaku punya alasan personal untuk kembali ke Makassar. "Saya sangat suka makanan Makassar," ujarnya, disambut candaan soal coto Makassar.
Dalam special screening tersebut, penonton diajak menyelami kisah cinta Basil dan Elma, dua anak muda yang menjalani dinamika kehidupan di masa kuliah. Kisah percintaan itu tidak berdiri sendiri, tetapi dirangkai bersama cerita persahabatan dan hubungan antara anak dengan orang tua.
Film Dan Bandung merupakan drama romantis terbaru yang diadaptasi dari novel karya Pidi Baiq. Film ini disutradarai Rudy Soedjarwo dan menjadi kolaborasi perdana Pidi Baiq dengan sutradara yang dikenal lewat sejumlah film drama romantis.
Produser Dan Bandung, Titin Suryani, mengatakan film tersebut memang memiliki sentuhan yang mungkin mengingatkan penonton pada karya Rudy Soedjarwo sebelumnya, termasuk Ada Apa dengan Cinta?. Namun, ia menegaskan cerita Dan Bandung memiliki kisah yang berbeda.
Menurut Titin, kemiripan yang mungkin dirasakan penonton lebih terletak pada cara film menggambarkan perasaan dan kedalaman emosi para tokohnya.
"Ini ceritanya sangat berbeda dengan Ada Apa dengan Cinta. Tapi sutradaranya Rudy Soedjarwo, karena beliau sudah berpengalaman dengan film Ada Apa dengan Cinta, sehingga banyak yang menilai agak mirip adegannya. Tapi bukan ceritanya," jelas Titin.
Ia mengatakan Dan Bandung lebih banyak berbicara mengenai perasaan. Hal itu juga tercermin dari gagasan utama cerita yang menghubungkan Bandung bukan sekadar sebagai lokasi, melainkan sebagai ruang yang menyimpan kenangan dan emosi.
Dari sisi pemeran, Shanna Shannon yang memerankan Elma mengaku memiliki kedekatan dengan karakter yang dimainkan. Elma digambarkan sebagai sosok introvert yang tidak banyak bergaul dan hanya memiliki sedikit teman dekat.
Shanna mengatakan karakter tersebut cukup dekat dengan kepribadiannya dalam kehidupan sehari-hari. "Untuk kemiripan sebenarnya banyak banget, karena sifat Elma itu sama persis kayak sifat asli aku," kata Shanna.
Meski demikian, ia tetap menghadapi tantangan ketika harus memainkan pengalaman hidup Elma yang tidak pernah ia alami secara nyata.
Sementara itu, pemeran Doni, Razan Zu, mengatakan proses membangun karakter tidak dilakukan dengan meniru novel secara mentah. Para pemain mendapatkan arahan dari Rudy Soedjarwo, tetapi tetap diberi ruang untuk membangun karakter secara natural.
Menurut Razan, film sebagai medium visual membutuhkan penyesuaian dari cerita dalam novel agar tidak terasa kaku ketika diterjemahkan ke layar lebar.
Bedy menambahkan, selain menghadirkan kisah romantis anak muda, Dan Bandung membawa pesan tentang pentingnya persahabatan dan komunikasi dalam keluarga.
Persahabatan digambarkan sebagai ruang bagi anak muda untuk saling mendukung ketika menghadapi persoalan. Sementara hubungan orang tua dan anak menjadi pengingat bahwa komunikasi tetap menjadi kunci dalam menjaga hubungan keluarga.
"Komunikasinya harus jalan dengan baik. Karena kalau komunikasi ini macet, bisa terjadi sesuatu yang hasilnya kurang baik," ujar Bedy.
Menariknya, film ini menyisakan akhir cerita yang membuat penonton penasaran dengan kelanjutan hubungan Elma dan tokoh lainnya. Ketika ditanya mengenai kemungkinan dibuatnya film lanjutan, Titin menyerahkan keputusan tersebut kepada respons penonton.
"Kalau memang nanti penonton minta, insyaallah kita akan lanjut. Tergantung penonton," katanya.
Setelah menyapa penonton Makassar melalui special screening, Dan Bandung dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 20 Agustus 2026.
Dengan membawa kisah cinta, persahabatan, dan keluarga, film ini mencoba menawarkan pengalaman romantis yang tidak hanya berbicara tentang hubungan dua orang, tetapi juga tentang orang-orang di sekitar mereka yang ikut membentuk perjalanan hidup.
Makassar menjadi kota pertama di luar Pulau Jawa yang dipilih untuk memperkenalkan Dan Bandung kepada penonton. Bukan tanpa alasan. Tim produksi menilai Makassar memiliki basis penonton yang besar sekaligus antusiasme tinggi terhadap film nasional.
Eksekutif Produser Dan Bandung, Bedy, mengatakan pemilihan Makassar sebagai bagian dari roadshow juga didasarkan pada posisi kota ini sebagai salah satu pusat penonton terbesar di luar Jawa.
"Kalau dari sisi peta nasional, kalau di luar Pulau Jawa, Makassar kota yang terbesar dari sisi penonton dan antusiasmenya. Antusiasnya luar biasa," kata Bedy dalam sesi wawancara usai special screening.
Ia menyebut Makassar menjadi kota pertama yang dikunjungi tim Dan Bandung dalam rangkaian promosi di luar Jawa. Di luar alasan tersebut, Bedy mengaku punya alasan personal untuk kembali ke Makassar. "Saya sangat suka makanan Makassar," ujarnya, disambut candaan soal coto Makassar.
Dalam special screening tersebut, penonton diajak menyelami kisah cinta Basil dan Elma, dua anak muda yang menjalani dinamika kehidupan di masa kuliah. Kisah percintaan itu tidak berdiri sendiri, tetapi dirangkai bersama cerita persahabatan dan hubungan antara anak dengan orang tua.
Film Dan Bandung merupakan drama romantis terbaru yang diadaptasi dari novel karya Pidi Baiq. Film ini disutradarai Rudy Soedjarwo dan menjadi kolaborasi perdana Pidi Baiq dengan sutradara yang dikenal lewat sejumlah film drama romantis.
Produser Dan Bandung, Titin Suryani, mengatakan film tersebut memang memiliki sentuhan yang mungkin mengingatkan penonton pada karya Rudy Soedjarwo sebelumnya, termasuk Ada Apa dengan Cinta?. Namun, ia menegaskan cerita Dan Bandung memiliki kisah yang berbeda.
Menurut Titin, kemiripan yang mungkin dirasakan penonton lebih terletak pada cara film menggambarkan perasaan dan kedalaman emosi para tokohnya.
"Ini ceritanya sangat berbeda dengan Ada Apa dengan Cinta. Tapi sutradaranya Rudy Soedjarwo, karena beliau sudah berpengalaman dengan film Ada Apa dengan Cinta, sehingga banyak yang menilai agak mirip adegannya. Tapi bukan ceritanya," jelas Titin.
Ia mengatakan Dan Bandung lebih banyak berbicara mengenai perasaan. Hal itu juga tercermin dari gagasan utama cerita yang menghubungkan Bandung bukan sekadar sebagai lokasi, melainkan sebagai ruang yang menyimpan kenangan dan emosi.
Dari sisi pemeran, Shanna Shannon yang memerankan Elma mengaku memiliki kedekatan dengan karakter yang dimainkan. Elma digambarkan sebagai sosok introvert yang tidak banyak bergaul dan hanya memiliki sedikit teman dekat.
Shanna mengatakan karakter tersebut cukup dekat dengan kepribadiannya dalam kehidupan sehari-hari. "Untuk kemiripan sebenarnya banyak banget, karena sifat Elma itu sama persis kayak sifat asli aku," kata Shanna.
Meski demikian, ia tetap menghadapi tantangan ketika harus memainkan pengalaman hidup Elma yang tidak pernah ia alami secara nyata.
Sementara itu, pemeran Doni, Razan Zu, mengatakan proses membangun karakter tidak dilakukan dengan meniru novel secara mentah. Para pemain mendapatkan arahan dari Rudy Soedjarwo, tetapi tetap diberi ruang untuk membangun karakter secara natural.
Menurut Razan, film sebagai medium visual membutuhkan penyesuaian dari cerita dalam novel agar tidak terasa kaku ketika diterjemahkan ke layar lebar.
Bedy menambahkan, selain menghadirkan kisah romantis anak muda, Dan Bandung membawa pesan tentang pentingnya persahabatan dan komunikasi dalam keluarga.
Persahabatan digambarkan sebagai ruang bagi anak muda untuk saling mendukung ketika menghadapi persoalan. Sementara hubungan orang tua dan anak menjadi pengingat bahwa komunikasi tetap menjadi kunci dalam menjaga hubungan keluarga.
"Komunikasinya harus jalan dengan baik. Karena kalau komunikasi ini macet, bisa terjadi sesuatu yang hasilnya kurang baik," ujar Bedy.
Menariknya, film ini menyisakan akhir cerita yang membuat penonton penasaran dengan kelanjutan hubungan Elma dan tokoh lainnya. Ketika ditanya mengenai kemungkinan dibuatnya film lanjutan, Titin menyerahkan keputusan tersebut kepada respons penonton.
"Kalau memang nanti penonton minta, insyaallah kita akan lanjut. Tergantung penonton," katanya.
Setelah menyapa penonton Makassar melalui special screening, Dan Bandung dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 20 Agustus 2026.
Dengan membawa kisah cinta, persahabatan, dan keluarga, film ini mencoba menawarkan pengalaman romantis yang tidak hanya berbicara tentang hubungan dua orang, tetapi juga tentang orang-orang di sekitar mereka yang ikut membentuk perjalanan hidup.
(TRI)
Berita Terkait
News
Telkomsel Ajak Pelanggan Prestige di Makassar Nobar Film Star Wars
Telkomsel mengajak pelanggan Prestige di Makassar untuk menikmati momen spesial melalui acara nonton bareng (nobar) film terbaru dari franchise legendaris Star Wars.
Jum'at, 29 Mei 2026 21:13
Lifestyle
Teror 'Badut Gendong' Bikin Penonton Bioskop Makassar Merinding
Di Makassar sendiri, Studio 21 Mall Panakkukang dipadati penonton yang penasaran dengan gebrakan baru sang sutradara, Charles Gozali, pada Rabu (20/5/2026).
Kamis, 21 Mei 2026 09:30
Lifestyle
Nobar KAFIR, Gerbang Sukma di Makassar: Hadirkan Teror Dendam yang Mencekam
Rumah produksi Starvision menggelar nonton bareng film horor terbarunya, KAFIR, Gerbang Sukma, bersama warga Makassar di Studio XXI Mal Panakkukang.
Senin, 26 Jan 2026 23:00
Lifestyle
Gala Premiere Uang Passolo, Film Lokal Makassar Angkat Realitas Sosial & Budaya
Film lokal berjudul Uang Passolo resmi diperkenalkan kepada publik melalui Gala Premiere yang digelar di XXI Panakkukang, Makassar, Senin (5/1/2025).
Selasa, 06 Jan 2026 08:43
Lifestyle
Modual Nekad Mulai Promosi dari Makassar, Disambut Antusias Penonton
Modual Nekad, mengawali perjalanan promosinya di Makassar. Kota ini menjadi lokasi pemutaran perdana sebelum film tersebut resmi menyapa penonton di seluruh Indonesia pada 31 Desember 2025.
Selasa, 30 Des 2025 05:34
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Surat Keluhan Soroti Guru Sejarah SMAN 9 Jeneponto, Dinas Pendidikan Diminta Evaluasi
2
Imigrasi Parepare Hadirkan PaspoRia di Car Free Day Tana Toraja
3
Pemkab Lutim Tegaskan Pendanaan Santunan sesuai Aturan dan Prosedur Resmi
4
Lantik BPC Perhumas Makassar, Glory Oyong Tekankan Komunikasi Proaktif dan Empati Krisis
5
Milad ke-28, IJTI Sulselbar Soroti Krisis Ekosistem Pers di Era Digital
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Surat Keluhan Soroti Guru Sejarah SMAN 9 Jeneponto, Dinas Pendidikan Diminta Evaluasi
2
Imigrasi Parepare Hadirkan PaspoRia di Car Free Day Tana Toraja
3
Pemkab Lutim Tegaskan Pendanaan Santunan sesuai Aturan dan Prosedur Resmi
4
Lantik BPC Perhumas Makassar, Glory Oyong Tekankan Komunikasi Proaktif dan Empati Krisis
5
Milad ke-28, IJTI Sulselbar Soroti Krisis Ekosistem Pers di Era Digital