Pendampingan Astra Bantu Rumah Koran Kembangkan Kanreapia hingga Raih Kalpataru
Rabu, 24 Jun 2026 22:51
Penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2017, Jamaluddin, di Claro Hotel Makassar, Rabu (24/6/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2017, Jamaluddin, berhasil mendorong perubahan signifikan di Desa Kanreapia, Kabupaten Gowa, melalui gerakan Rumah Koran yang dirintis sejak 2014.
Melalui gerakan tersebut, Rumah Koran tidak hanya mengembangkan literasi masyarakat, tetapi juga memperkuat sektor pertanian, lingkungan, kesehatan, dan kewirausahaan. Berbagai capaian pun diraih, termasuk penghargaan Kalpataru 2026.
Jamaluddin mengatakan, perjalanan Rumah Koran hingga meraih apresiasi SATU Indonesia Awards tidak berlangsung instan. Ia sempat gagal saat pertama kali mengikuti ajang tersebut pada 2016.
"Setelah berjalan beberapa tahun, pada tahun 2016 saya mendaftar di ajang Satu Indonesia Awards. Namun, pada waktu itu rezeki belum berpihak kepada kami. Saya tidak putus asa. Pada tahun 2017, akhirnya saya mendaftar kembali. Kali ini saya mengambil bidang yang berbeda. Jika awalnya saya mendaftar di bidang lingkungan, pada tahun 2017 saya mengambil bidang pendidikan," katanya kepada wartawan, Rabu (24/6/2026).
Jamal mengatakan, fokus utama dan kekuatan gerakan Rumah Koran berada pada bidang pendidikan.
"Akhirnya, dari hasil penjurian, kami berhasil mendapatkan apresiasi Satu Indonesia Awards. Setelah menerima penghargaan tersebut, alhamdulillah Astra tidak sekadar memberikan seremonial penghargaan saja, tetapi mereka juga mendampingi kami secara berkelanjutan. Mulai dari memberikan mentoring, hingga memfasilitasi kami mengenai bagaimana pengembangan-pengembangan yang kami lakukan di Rumah Koran," terangnya.
Menurut Jamal, pendampingan yang diberikan Astra membuat program Rumah Koran berkembang lebih luas. Wilayah operasionalnya kemudian ditetapkan sebagai Desa Sejahtera Astra (DSA).
"Sejak saat itu, kegiatan-kegiatan kami menjadi lebih bervariasi. Awalnya kami hanya fokus pada kegiatan di pilar pendidikan, namun akhirnya terus berkembang hingga mencakup empat pilar, yaitu pilar pendidikan, kesehatan, kewirausahaan, dan lingkungan," lanjut Jamal.
Ia menilai SATU Indonesia Awards menjadi pintu masuk bagi Rumah Koran untuk memperoleh berbagai pengakuan di tingkat nasional maupun internasional.
"Salah satunya, pada tahun 2026 ini, Astra mengantarkan kami untuk mendapatkan penghargaan Kalpataru. Sebelum penghargaan Kalpataru ini, pada tahun 2022 lalu, kami juga diantarkan oleh Astra untuk mendapatkan penghargaan sebagai Kampung Iklim Lestari, yang merupakan penghargaan tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Melalui Satu Indonesia Awards ini pula, Rumah Koran seperti mendapatkan 'tiket' kepercayaan dari Astra untuk mengisi acara sebagai narasumber di COP28 di Dubai," sebutnya saat diwawancarai.
Karena itu, Jamal mengajak para penggerak perubahan di daerah untuk memanfaatkan ajang SATU Indonesia Awards.
"Ini adalah langkah kita untuk membuktikan bahwa apa yang kita lakukan di desa bisa menjadi lebih kuat, lebih dikenal, dan tentunya lebih bisa ditiru oleh masyarakat luas maupun pemuda-pemuda di tempat lain. Melalui gerakan ini, kita ingin memotivasi dan memberikan inspirasi kepada pemuda lainnya. Jalannya adalah melalui Satu Indonesia Awards," pesannya.
Jamal menjelaskan, program awal Rumah Koran berfokus pada gerakan literasi bagi petani. Dari sana lahir sejumlah program turunan yang terus berkembang.
"Program-program turunannya antara lain, Berbagi Edukasi, yaitu literasi dasar seperti belajar baca-tulis, serta kegiatan membaca di alam terbuka seperti di sungai, di gunung, maupun di kebun. Lalu Berbagi Alat Pertanian, yakni kami mendukung para petani di Kanreapia dengan membagikan cangkul, caping, pupuk organik, sprinkler (alat penyiram), hingga alat semprot," paparnya.
Selain itu, Rumah Koran juga memperkuat sektor pertanian melalui berbagai program yang didukung Astra.
"Seperti perbaikan dan pembuatan fondasi penampungan air. Kami mengedukasi seputar perkembangan pertanian di Kanreapia, misalnya berbagi ilmu tentang budidaya hingga strategi pemasaran. Kemudian program Berbagi Sayur yakni program sosial berupa pembagian sayur ke 100 panti asuhan yang tersebar di Sulawesi Selatan," sambung Jamal.
Program-program tersebut dijalankan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
"Kami berkolaborasi dengan beberapa pihak, terutama Astra yang membina kami, Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan, Dinas Lingkungan Hidup (Kementerian Lingkungan Hidup), dan tentunya masyarakat Desa Kanreapia yang selalu bekerja sama dengan kami," bebernya usai kegiatan 17th SATU Indonesia Awards 2026 di Claro Hotel Makassar.
Jamal menilai kolaborasi dan pendampingan yang diterima telah membawa perubahan besar bagi Desa Kanreapia.
"Dulu desa Kanrepia ini tidak terlalu dikenal. Sekarang, kegiatan kami sudah terekspos. Ketika orang mencari kata 'Kanreapia' di Google atau media sosial, informasi mengenai desa ini langsung muncul," ungkapnya.
Menurutnya, kondisi tersebut sangat berbeda dibanding beberapa tahun lalu ketika Kanreapia belum dikenal sebagai lokasi pemberdayaan masyarakat dan wisata edukasi.
"Sekarang, sudah banyak pihak yang menghubungi kami untuk menjadwalkan kunjungan dan melakukan kegiatan bersama di Desa Kanreapia. Desa ini sekarang bertransformasi menjadi desa percontohan. Katakanlah sebagai Kampung Sayur dan Kampung Iklim. Bahkan, Kanreapia menjadi satu-satunya desa di Kabupaten Gowa yang berhasil menjadi Desa Sejahtera Astra," tutup Jamal.
Sementara itu, Head of Corporate Communications Astra, Windy Riswantyo, menegaskan komitmen Astra dalam mendukung anak muda melalui SATU Indonesia Awards yang telah berjalan selama 17 tahun.
"Kami melihat bahwa masa depan Indonesia itu ada di tangan anak muda. Mengapa anak muda itu penting? Anak muda adalah penggerak. Mereka yang sudah senior atau generasi baby boomers akan pensiun, akan ada masanya terjadi pergantian. Kami ingin sekali Satu Indonesia Awards ini menjadi wadah yang memfasilitasi anak-anak muda," ujarnya.
Menurut Windy, tema yang diangkat pada 17th SATU Indonesia Awards 2026 menekankan pentingnya kolaborasi untuk memperluas dampak sosial yang dihasilkan para penggerak perubahan.
"Waktu kami memutuskan tema ini, kami melihat bahwa di Indonesia dan di dunia ini, ide itu sudah banyak sekali. Ide untuk satu hari ini mungkin bisa diimplementasikan seperti apa di Indonesia, Amerika, atau China, pasti kita memikirkannya karena masalah manusia itu sebenarnya sama dan klasik. Namun, pembedanya ada di mana? Pembedanya ada pada kemampuan eksekusi, momentum (timing), dan hal-hal mendasar lainnya," beber Windy.
Ia menambahkan, selain kompetensi, generasi muda juga membutuhkan akses dan jejaring untuk mewujudkan gagasannya.
"Kita lihat selain kompetensi, yang dibutuhkan adalah keterhubungan, akses, dan koneksi. Melalui Satu Indonesia Awards, itulah yang kami hadirkan seperti para pakar seperti di bidang entrepreneur, pakar pendidikan, akses ke pemerintahan, akademisi, bahkan dari lingkup internal Astra sendiri. Itulah yang kami coba bawakan sehingga ide-ide dari Teman-teman bisa dieksekusi dan berdampak," kuncinya.
Windy mengatakan seluruh peserta SATU Indonesia Awards 2026 akan melalui proses seleksi dan penjurian sebelum ditetapkan sebagai penerima apresiasi.
"Setelah kompetensi, yang kedua adalah kita. Kami akan melihat ide tersebut. tetapi idenya sangat relevan dengan masalah yang ada di desa. Itulah yang menjadi tugas kami untuk mengawinkan ide tersebut dengan Teman-teman yang ada di desa. Jadi, di situlah peran Astra untuk mensinergikan semua bahan atau komponen yang sudah ada tersebut," terangnya.
Melalui gerakan tersebut, Rumah Koran tidak hanya mengembangkan literasi masyarakat, tetapi juga memperkuat sektor pertanian, lingkungan, kesehatan, dan kewirausahaan. Berbagai capaian pun diraih, termasuk penghargaan Kalpataru 2026.
Jamaluddin mengatakan, perjalanan Rumah Koran hingga meraih apresiasi SATU Indonesia Awards tidak berlangsung instan. Ia sempat gagal saat pertama kali mengikuti ajang tersebut pada 2016.
"Setelah berjalan beberapa tahun, pada tahun 2016 saya mendaftar di ajang Satu Indonesia Awards. Namun, pada waktu itu rezeki belum berpihak kepada kami. Saya tidak putus asa. Pada tahun 2017, akhirnya saya mendaftar kembali. Kali ini saya mengambil bidang yang berbeda. Jika awalnya saya mendaftar di bidang lingkungan, pada tahun 2017 saya mengambil bidang pendidikan," katanya kepada wartawan, Rabu (24/6/2026).
Jamal mengatakan, fokus utama dan kekuatan gerakan Rumah Koran berada pada bidang pendidikan.
"Akhirnya, dari hasil penjurian, kami berhasil mendapatkan apresiasi Satu Indonesia Awards. Setelah menerima penghargaan tersebut, alhamdulillah Astra tidak sekadar memberikan seremonial penghargaan saja, tetapi mereka juga mendampingi kami secara berkelanjutan. Mulai dari memberikan mentoring, hingga memfasilitasi kami mengenai bagaimana pengembangan-pengembangan yang kami lakukan di Rumah Koran," terangnya.
Menurut Jamal, pendampingan yang diberikan Astra membuat program Rumah Koran berkembang lebih luas. Wilayah operasionalnya kemudian ditetapkan sebagai Desa Sejahtera Astra (DSA).
"Sejak saat itu, kegiatan-kegiatan kami menjadi lebih bervariasi. Awalnya kami hanya fokus pada kegiatan di pilar pendidikan, namun akhirnya terus berkembang hingga mencakup empat pilar, yaitu pilar pendidikan, kesehatan, kewirausahaan, dan lingkungan," lanjut Jamal.
Ia menilai SATU Indonesia Awards menjadi pintu masuk bagi Rumah Koran untuk memperoleh berbagai pengakuan di tingkat nasional maupun internasional.
"Salah satunya, pada tahun 2026 ini, Astra mengantarkan kami untuk mendapatkan penghargaan Kalpataru. Sebelum penghargaan Kalpataru ini, pada tahun 2022 lalu, kami juga diantarkan oleh Astra untuk mendapatkan penghargaan sebagai Kampung Iklim Lestari, yang merupakan penghargaan tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Melalui Satu Indonesia Awards ini pula, Rumah Koran seperti mendapatkan 'tiket' kepercayaan dari Astra untuk mengisi acara sebagai narasumber di COP28 di Dubai," sebutnya saat diwawancarai.
Karena itu, Jamal mengajak para penggerak perubahan di daerah untuk memanfaatkan ajang SATU Indonesia Awards.
"Ini adalah langkah kita untuk membuktikan bahwa apa yang kita lakukan di desa bisa menjadi lebih kuat, lebih dikenal, dan tentunya lebih bisa ditiru oleh masyarakat luas maupun pemuda-pemuda di tempat lain. Melalui gerakan ini, kita ingin memotivasi dan memberikan inspirasi kepada pemuda lainnya. Jalannya adalah melalui Satu Indonesia Awards," pesannya.
Jamal menjelaskan, program awal Rumah Koran berfokus pada gerakan literasi bagi petani. Dari sana lahir sejumlah program turunan yang terus berkembang.
"Program-program turunannya antara lain, Berbagi Edukasi, yaitu literasi dasar seperti belajar baca-tulis, serta kegiatan membaca di alam terbuka seperti di sungai, di gunung, maupun di kebun. Lalu Berbagi Alat Pertanian, yakni kami mendukung para petani di Kanreapia dengan membagikan cangkul, caping, pupuk organik, sprinkler (alat penyiram), hingga alat semprot," paparnya.
Selain itu, Rumah Koran juga memperkuat sektor pertanian melalui berbagai program yang didukung Astra.
"Seperti perbaikan dan pembuatan fondasi penampungan air. Kami mengedukasi seputar perkembangan pertanian di Kanreapia, misalnya berbagi ilmu tentang budidaya hingga strategi pemasaran. Kemudian program Berbagi Sayur yakni program sosial berupa pembagian sayur ke 100 panti asuhan yang tersebar di Sulawesi Selatan," sambung Jamal.
Program-program tersebut dijalankan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
"Kami berkolaborasi dengan beberapa pihak, terutama Astra yang membina kami, Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan, Dinas Lingkungan Hidup (Kementerian Lingkungan Hidup), dan tentunya masyarakat Desa Kanreapia yang selalu bekerja sama dengan kami," bebernya usai kegiatan 17th SATU Indonesia Awards 2026 di Claro Hotel Makassar.
Jamal menilai kolaborasi dan pendampingan yang diterima telah membawa perubahan besar bagi Desa Kanreapia.
"Dulu desa Kanrepia ini tidak terlalu dikenal. Sekarang, kegiatan kami sudah terekspos. Ketika orang mencari kata 'Kanreapia' di Google atau media sosial, informasi mengenai desa ini langsung muncul," ungkapnya.
Menurutnya, kondisi tersebut sangat berbeda dibanding beberapa tahun lalu ketika Kanreapia belum dikenal sebagai lokasi pemberdayaan masyarakat dan wisata edukasi.
"Sekarang, sudah banyak pihak yang menghubungi kami untuk menjadwalkan kunjungan dan melakukan kegiatan bersama di Desa Kanreapia. Desa ini sekarang bertransformasi menjadi desa percontohan. Katakanlah sebagai Kampung Sayur dan Kampung Iklim. Bahkan, Kanreapia menjadi satu-satunya desa di Kabupaten Gowa yang berhasil menjadi Desa Sejahtera Astra," tutup Jamal.
Sementara itu, Head of Corporate Communications Astra, Windy Riswantyo, menegaskan komitmen Astra dalam mendukung anak muda melalui SATU Indonesia Awards yang telah berjalan selama 17 tahun.
"Kami melihat bahwa masa depan Indonesia itu ada di tangan anak muda. Mengapa anak muda itu penting? Anak muda adalah penggerak. Mereka yang sudah senior atau generasi baby boomers akan pensiun, akan ada masanya terjadi pergantian. Kami ingin sekali Satu Indonesia Awards ini menjadi wadah yang memfasilitasi anak-anak muda," ujarnya.
Menurut Windy, tema yang diangkat pada 17th SATU Indonesia Awards 2026 menekankan pentingnya kolaborasi untuk memperluas dampak sosial yang dihasilkan para penggerak perubahan.
"Waktu kami memutuskan tema ini, kami melihat bahwa di Indonesia dan di dunia ini, ide itu sudah banyak sekali. Ide untuk satu hari ini mungkin bisa diimplementasikan seperti apa di Indonesia, Amerika, atau China, pasti kita memikirkannya karena masalah manusia itu sebenarnya sama dan klasik. Namun, pembedanya ada di mana? Pembedanya ada pada kemampuan eksekusi, momentum (timing), dan hal-hal mendasar lainnya," beber Windy.
Ia menambahkan, selain kompetensi, generasi muda juga membutuhkan akses dan jejaring untuk mewujudkan gagasannya.
"Kita lihat selain kompetensi, yang dibutuhkan adalah keterhubungan, akses, dan koneksi. Melalui Satu Indonesia Awards, itulah yang kami hadirkan seperti para pakar seperti di bidang entrepreneur, pakar pendidikan, akses ke pemerintahan, akademisi, bahkan dari lingkup internal Astra sendiri. Itulah yang kami coba bawakan sehingga ide-ide dari Teman-teman bisa dieksekusi dan berdampak," kuncinya.
Windy mengatakan seluruh peserta SATU Indonesia Awards 2026 akan melalui proses seleksi dan penjurian sebelum ditetapkan sebagai penerima apresiasi.
"Setelah kompetensi, yang kedua adalah kita. Kami akan melihat ide tersebut. tetapi idenya sangat relevan dengan masalah yang ada di desa. Itulah yang menjadi tugas kami untuk mengawinkan ide tersebut dengan Teman-teman yang ada di desa. Jadi, di situlah peran Astra untuk mensinergikan semua bahan atau komponen yang sudah ada tersebut," terangnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
SATU Indonesia Awards 2026 Sambangi Makassar, Dorong Anak Muda Jadi Agen Perubahan
PT Astra International Tbk menggelar Bincang Inspiratif dan sosialisasi SATU Indonesia Awards ke-17 Tahun 2026 di Hotel Claro Makassar, Rabu (24/6/2026).
Rabu, 24 Jun 2026 16:01
News
Astra Women Network 2026 Dorong Perempuan Ciptakan Dampak Nyata
Komitmen Astra dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif dan beragam kembali ditegaskan melalui penyelenggaraan Astra Women Network 2026.
Rabu, 13 Mei 2026 21:28
Ekbis
XLSMART dan ASTRAtech Luncurkan Inovasi Drone Otonom Cerdas Berbasis 5G
XLSMART berkolaborasi dengan ASTRAtech meluncurkan inovasi berbasis teknologi 5G, yaitu Autonomous Drone—solusi pengiriman logistik cerdas yang dirancang untuk mempercepat dan menyederhanakan proses distribusi di sektor manufaktur.
Minggu, 24 Agu 2025 09:34
News
Astra Group & Kalla Toyota Tanam 20.000 Mangrove di KBA Rammang-rammang
Mereka menanam 20.000 bibit mangrove di Kampung Berseri Astra (KBA) Rammang-Rammang, Kabupaten Maros, pada 13 Agustus 2025, sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem pesisir.
Kamis, 14 Agu 2025 21:06
News
HUT ke-55 Astra Motor, Lebih 80 Kantong Darah Terkumpul di Makassar
Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-55, Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) mengadakan kegiatan sosial berupa aksi donor darah.
Rabu, 23 Jul 2025 17:40
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
SATU Indonesia Awards 2026 Sambangi Makassar, Dorong Anak Muda Jadi Agen Perubahan
2
Pemerintah Pusat Bangun 62,54 Km Jalan Daerah di Sulsel Perkuat Konektivitas Wilayah
3
SMA Islam Athirah Bukit Baruga Gelar Employee Gathering di Pantai Bira
4
Inovasi Sipakatau Tingkatkan Temuan Kasus TB di Maros hingga 47,65 Persen
5
Investment Forum IGS 2026, Buka Peluang Kerja Sama Sektor Perikanan hingga Pariwisata
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
SATU Indonesia Awards 2026 Sambangi Makassar, Dorong Anak Muda Jadi Agen Perubahan
2
Pemerintah Pusat Bangun 62,54 Km Jalan Daerah di Sulsel Perkuat Konektivitas Wilayah
3
SMA Islam Athirah Bukit Baruga Gelar Employee Gathering di Pantai Bira
4
Inovasi Sipakatau Tingkatkan Temuan Kasus TB di Maros hingga 47,65 Persen
5
Investment Forum IGS 2026, Buka Peluang Kerja Sama Sektor Perikanan hingga Pariwisata