Lawan Kecanduan Gawai, Orang Tua & Anak Bersama Merajut Kriya Lontar di Makassar
Jum'at, 10 Jul 2026 13:08
Workshop Kreasi Kriya Keluarga TUNAS hadir membawa solusi kreatif di tengah meningkatnya penggunaan gawai pada anak dengan cara merajut kriya lontar bersama. Foto/Istimewa
MAKASSAR - Workshop Kreasi Kriya Keluarga TUNAS hadir membawa solusi kreatif di tengah meningkatnya penggunaan gawai pada anak. Mengusung tema “Merajut Kehangatan di Era Digital”, acara yang digelar di Trans Studio Mall Makassar pada Kamis (9/7/2026) ini mengajak orang tua dan anak lepas sejenak dari layar digital untuk membuat kerajinan tangan bersama.
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Program PP TUNAS yang mendorong terciptanya ekosistem digital yang aman bagi anak melalui penguatan interaksi di dalam keluarga. Dalam workshop tersebut, orang tua dan anak diajak meninggalkan sejenak layar gawai untuk membuat kerajinan berbahan serat lontar berupa Songkok Guru, salah satu kriya khas Kabupaten Takalar.
Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Tri Tito Karnavian, mengatakan kedekatan emosional antara orang tua dan anak merupakan fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan di era digital. Menurutnya, kehadiran orang tua tidak dapat digantikan oleh teknologi.
"Yang dekat seharusnya semakin didekatkan, bukan justru dijauhkan. Orang tua wajib hadir dalam aktivitas digital anak, bukan hanya sekadar memberikan akses perangkat," ujarnya.
Tri juga mengingatkan pentingnya membatasi waktu penggunaan gawai (screen time) serta memanfaatkan fitur kontrol orang tua untuk meminimalkan risiko yang mengintai anak di ruang digital, seperti perundungan siber hingga penipuan daring.
Senada dengan itu, Psikolog Klinis Nur Hafidzah menjelaskan bahwa paparan layar yang berlebihan tanpa pendampingan dapat memengaruhi perkembangan fungsi otak anak.
"Saat anak terlalu banyak terpapar dunia digital tanpa batas, aktivitas dopamin di otak meningkat berlebihan. Akibatnya, anak bisa kesulitan berpikir kritis, susah melakukan problem solving, dan menjadi impulsif," jelasnya.
Selain menjadi alternatif aktivitas tanpa gawai, workshop ini juga menjadi sarana mengenalkan budaya lokal kepada anak sejak usia dini. Wakil Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Selatan, Sri Astuti Thamrin, menilai kerajinan daerah seperti tenun sutra dan songkok serat lontar dapat menjadi media belajar yang menyenangkan, khususnya bagi anak usia PAUD dan TK.
Ketua Bidang Promosi dan Humas Dekranas, Indri Angga Prabowo, berharap kegiatan serupa dapat mendorong orang tua untuk lebih konsisten mendampingi tumbuh kembang anak, baik di dunia nyata maupun digital.
"Anak-anak membutuhkan kehadiran orang tua untuk tumbuh menjadi generasi yang tangguh, bijak, dan berbahagia, baik di dunia nyata maupun digital," katanya.
Workshop Kreasi Kriya Keluarga TUNAS merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Dekranas ke-46. Kegiatan ini juga dihadiri Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranas Sita Ferry Juliantono serta jajaran pengurus Dekranas dan Dekranasda.
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Program PP TUNAS yang mendorong terciptanya ekosistem digital yang aman bagi anak melalui penguatan interaksi di dalam keluarga. Dalam workshop tersebut, orang tua dan anak diajak meninggalkan sejenak layar gawai untuk membuat kerajinan berbahan serat lontar berupa Songkok Guru, salah satu kriya khas Kabupaten Takalar.
Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Tri Tito Karnavian, mengatakan kedekatan emosional antara orang tua dan anak merupakan fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan di era digital. Menurutnya, kehadiran orang tua tidak dapat digantikan oleh teknologi.
"Yang dekat seharusnya semakin didekatkan, bukan justru dijauhkan. Orang tua wajib hadir dalam aktivitas digital anak, bukan hanya sekadar memberikan akses perangkat," ujarnya.
Tri juga mengingatkan pentingnya membatasi waktu penggunaan gawai (screen time) serta memanfaatkan fitur kontrol orang tua untuk meminimalkan risiko yang mengintai anak di ruang digital, seperti perundungan siber hingga penipuan daring.
Senada dengan itu, Psikolog Klinis Nur Hafidzah menjelaskan bahwa paparan layar yang berlebihan tanpa pendampingan dapat memengaruhi perkembangan fungsi otak anak.
"Saat anak terlalu banyak terpapar dunia digital tanpa batas, aktivitas dopamin di otak meningkat berlebihan. Akibatnya, anak bisa kesulitan berpikir kritis, susah melakukan problem solving, dan menjadi impulsif," jelasnya.
Selain menjadi alternatif aktivitas tanpa gawai, workshop ini juga menjadi sarana mengenalkan budaya lokal kepada anak sejak usia dini. Wakil Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Selatan, Sri Astuti Thamrin, menilai kerajinan daerah seperti tenun sutra dan songkok serat lontar dapat menjadi media belajar yang menyenangkan, khususnya bagi anak usia PAUD dan TK.
Ketua Bidang Promosi dan Humas Dekranas, Indri Angga Prabowo, berharap kegiatan serupa dapat mendorong orang tua untuk lebih konsisten mendampingi tumbuh kembang anak, baik di dunia nyata maupun digital.
"Anak-anak membutuhkan kehadiran orang tua untuk tumbuh menjadi generasi yang tangguh, bijak, dan berbahagia, baik di dunia nyata maupun digital," katanya.
Workshop Kreasi Kriya Keluarga TUNAS merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Dekranas ke-46. Kegiatan ini juga dihadiri Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranas Sita Ferry Juliantono serta jajaran pengurus Dekranas dan Dekranasda.
(TRI)
Berita Terkait
News
PT Vale Tampilkan Anyaman Teduhu Khas Luwu Timur di Ajang Dekranas
Anyaman teduhu khas Luwu Timur tampil di ajang Dekranas sebagai wujud upaya PT Vale Indonesia mendorong pelestarian budaya sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat
Kamis, 09 Jul 2026 22:32
News
Sulsel Siap Sukseskan 46 Tahun Dekranas, Pameran Kriya dan Wastra Hadirkan 204 Stan
Sulawesi Selatan menjadi tuan rumah pelaksanaan puncak 46 Tahun Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54.
Kamis, 09 Jul 2026 19:57
News
Hadirkan Layanan Pemeriksaan Mata Gratis untuk Warga Sulsel
Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sulawesi Selatan bersama Dekranasda Sulsel menghadirkan layanan pemeriksaan mata gratis bagi masyarakat sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan 46 Tahun Dekranas
Rabu, 08 Jul 2026 22:23
News
Makassar Tuan Rumah HUT Dekranas ke-46, 3.000 Peserta dari 38 Provinsi Siap Hadir
Sulawesi Selatan bersiap menjadi tuan rumah peringatan HUT ke-46 Dekranas. Kegiatan ini akan diikuti sekitar 3.000 peserta yang terdiri atas jajaran PKK dan perwakilan Dekranasda dari 38 provinsi.
Selasa, 07 Jul 2026 19:34
News
Dekranas Resmi Gelar Puncak HUT ke-46 di Makassar, Angkat Potensi UMKM dan Budaya Nusantara
Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) secara resmi mengumumkan pelaksanaan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dekranas yang akan digelar pada 8–11 Juli 2026 di Trans Studio Mall (TSM), Makassar.
Sabtu, 04 Jul 2026 10:19
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
KM Dharma Kartika III Naik Dock, DLU Pastikan Pelayanan Tetap Prima bagi Konsumen
2
Warga Pertanyakan Eksekusi Vonis Hj Bungsuari Baso Tika
3
Kolaborasi Pelindo Jasa Maritim & BSI Dukung UMKM Naik Kelas
4
Asmo Sulsel Kenalkan New Honda Vario Evo 160, Harga Mulai Rp29,7 Juta
5
Wali Kota dan Menag Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gerbang Moderasi Indonesia
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
KM Dharma Kartika III Naik Dock, DLU Pastikan Pelayanan Tetap Prima bagi Konsumen
2
Warga Pertanyakan Eksekusi Vonis Hj Bungsuari Baso Tika
3
Kolaborasi Pelindo Jasa Maritim & BSI Dukung UMKM Naik Kelas
4
Asmo Sulsel Kenalkan New Honda Vario Evo 160, Harga Mulai Rp29,7 Juta
5
Wali Kota dan Menag Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gerbang Moderasi Indonesia