Fatmawati Rusdi Lepas Ekspor 10,2 Ton Kemiri Luwu ke Jeddah
Kamis, 23 Jul 2026 20:35
Seremonial pelepasan ekspor berlangsung di Terminal Petikemas (TPK) 1 Pelindo Makassar, Kamis, (23/07/2026) dipimpin Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi didampingi Kepala BI Sulsel.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat komitmen mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menembus pasar global. Komitmen tersebut ditandai dengan pelepasan ekspor 10,2 ton kemiri olahan milik PT Onstar Pop Farm asal Kabupaten Luwu menuju Jeddah, Arab Saudi.
Seremonial pelepasan ekspor berlangsung di Terminal Petikemas (TPK) 1 Pelindo Makassar, Kamis, (23/07/2026) dipimpin Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Rizki Ernadi Wipanda.
Pengiriman tahap kedua ini terdiri atas 10,2 ton kemiri bulat (whole candlenut) senilai 33.660 dolar Amerika Serikat menggunakan satu kontainer berukuran 20 kaki. Ekspor tersebut merupakan bagian dari realisasi kontrak ekspor sebanyak 80 ton selama dua tahun yang diperoleh PT Onstar Pop Farm melalui ajang Anging Mammiri Business Fair (AMBF) 2025.
Dalam sambutannya, Fatmawati Rusdi mengapresiasi keberhasilan PT Onstar Pop Farm yang dinilai menjadi bukti bahwa UMKM daerah mampu bersaing di pasar internasional apabila memperoleh pendampingan yang berkelanjutan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia yang telah menjadi katalisator sinergi antara pelaku usaha, perbankan, pemerintah, hingga mitra logistik. Kolaborasi seperti inilah yang akan memperkuat ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Fatmawati.
Ia menilai perjalanan PT Onstar Pop Farm sebagai kisah "from zero to hero" menjadi contoh bahwa usaha yang berawal dari skala kecil dapat berkembang hingga mampu menembus pasar ekspor melalui komitmen, peningkatan kualitas, dan pendampingan yang tepat.
Menurut Fatmawati, salah satu tantangan utama yang masih dihadapi pelaku ekspor adalah tingginya biaya logistik. Karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen terus mendampingi UMKM agar rantai distribusi semakin efisien dan daya saing produk daerah terus meningkat.
“Kami ingin hadir tidak hanya saat seremonial, tetapi juga mendampingi UMKM dalam menyelesaikan berbagai tantangan, mulai dari efisiensi biaya logistik, penguatan jejaring bisnis, hingga perluasan akses pasar internasional,” katanya.
Fatmawati menambahkan, keberhasilan ekspor tersebut sejalan dengan arah pembangunan ekonomi Sulawesi Selatan yang menitikberatkan pada hilirisasi dan peningkatan nilai tambah komoditas lokal.
“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian. Selama pelaku usaha terus berinovasi, menjaga kualitas, dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar, peluang di pasar global akan terus terbuka,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Rizki Ernadi Wipanda menjelaskan, keberhasilan PT Onstar Pop Farm merupakan hasil pendampingan menyeluruh melalui Program REWAKO (Resilient, World Class, Agile, and Knowledgeable).
Menurutnya, program tersebut tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga mendampingi UMKM mulai dari penguatan legalitas usaha, peningkatan kapasitas produksi, riset pasar, business matching, hingga fasilitasi keikutsertaan pada pameran internasional seperti Trade Expo Indonesia dan Anging Mammiri Business Fair.
“Ekspor bukan proses yang instan. Dibutuhkan pendampingan yang berkelanjutan agar UMKM benar-benar siap memasuki pasar global. Keberhasilan PT Onstar Pop Farm menunjukkan bahwa pendampingan yang konsisten mampu mengubah peluang menjadi transaksi nyata,” ujar Rizki.
Ia juga mengungkapkan, AMBF 2025 berhasil mencatat komitmen ekspor senilai Rp228 miliar dari 30 pembeli internasional yang berasal dari 17 negara. Hingga Juli 2026, realisasi ekspor telah mencapai sekitar Rp122,7 miliar.
Seremonial pelepasan ekspor berlangsung di Terminal Petikemas (TPK) 1 Pelindo Makassar, Kamis, (23/07/2026) dipimpin Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Rizki Ernadi Wipanda.
Pengiriman tahap kedua ini terdiri atas 10,2 ton kemiri bulat (whole candlenut) senilai 33.660 dolar Amerika Serikat menggunakan satu kontainer berukuran 20 kaki. Ekspor tersebut merupakan bagian dari realisasi kontrak ekspor sebanyak 80 ton selama dua tahun yang diperoleh PT Onstar Pop Farm melalui ajang Anging Mammiri Business Fair (AMBF) 2025.
Dalam sambutannya, Fatmawati Rusdi mengapresiasi keberhasilan PT Onstar Pop Farm yang dinilai menjadi bukti bahwa UMKM daerah mampu bersaing di pasar internasional apabila memperoleh pendampingan yang berkelanjutan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia yang telah menjadi katalisator sinergi antara pelaku usaha, perbankan, pemerintah, hingga mitra logistik. Kolaborasi seperti inilah yang akan memperkuat ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Fatmawati.
Ia menilai perjalanan PT Onstar Pop Farm sebagai kisah "from zero to hero" menjadi contoh bahwa usaha yang berawal dari skala kecil dapat berkembang hingga mampu menembus pasar ekspor melalui komitmen, peningkatan kualitas, dan pendampingan yang tepat.
Menurut Fatmawati, salah satu tantangan utama yang masih dihadapi pelaku ekspor adalah tingginya biaya logistik. Karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen terus mendampingi UMKM agar rantai distribusi semakin efisien dan daya saing produk daerah terus meningkat.
“Kami ingin hadir tidak hanya saat seremonial, tetapi juga mendampingi UMKM dalam menyelesaikan berbagai tantangan, mulai dari efisiensi biaya logistik, penguatan jejaring bisnis, hingga perluasan akses pasar internasional,” katanya.
Fatmawati menambahkan, keberhasilan ekspor tersebut sejalan dengan arah pembangunan ekonomi Sulawesi Selatan yang menitikberatkan pada hilirisasi dan peningkatan nilai tambah komoditas lokal.
“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian. Selama pelaku usaha terus berinovasi, menjaga kualitas, dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar, peluang di pasar global akan terus terbuka,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Rizki Ernadi Wipanda menjelaskan, keberhasilan PT Onstar Pop Farm merupakan hasil pendampingan menyeluruh melalui Program REWAKO (Resilient, World Class, Agile, and Knowledgeable).
Menurutnya, program tersebut tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga mendampingi UMKM mulai dari penguatan legalitas usaha, peningkatan kapasitas produksi, riset pasar, business matching, hingga fasilitasi keikutsertaan pada pameran internasional seperti Trade Expo Indonesia dan Anging Mammiri Business Fair.
“Ekspor bukan proses yang instan. Dibutuhkan pendampingan yang berkelanjutan agar UMKM benar-benar siap memasuki pasar global. Keberhasilan PT Onstar Pop Farm menunjukkan bahwa pendampingan yang konsisten mampu mengubah peluang menjadi transaksi nyata,” ujar Rizki.
Ia juga mengungkapkan, AMBF 2025 berhasil mencatat komitmen ekspor senilai Rp228 miliar dari 30 pembeli internasional yang berasal dari 17 negara. Hingga Juli 2026, realisasi ekspor telah mencapai sekitar Rp122,7 miliar.
(GUS)
Berita Terkait
News
OJK, LPS, dan Pemprov Sulsel Gaungkan Gerakan Cinta Keuangan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersinergi melalui Gerakan Masyarakat (Germas) Anti Mager Cinta Keuangan Syariah.
Selasa, 03 Nov 2026 20:13
Ekbis
Mayoritas Daerah di Sulsel Mulai Beralih ke Perbankan Syariah
Sebanyak 21 dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan telah mengalihkan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) ke layanan perbankan syariah.
Selasa, 03 Nov 2026 09:52
Ekbis
Aset Tembus Rp3.300 Triliun, OJK Luncurkan Cetak Biru Keuangan Syariah
OJK meluncurkan Cetak Biru Pengembangan dan Penguatan Keuangan Syariah sebagai arah baru untuk mempercepat pertumbuhan industri keuangan syariah nasional.
Senin, 02 Nov 2026 16:38
Ekbis
SIBF 2026 Perkuat Investasi Sulampua, Ekspor Tumbuh Tiga Kali Lipat
Forum SIBF 2026 juga mencatat komitmen ekspor Rp818,5 miliar, meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Jum'at, 30 Okt 2026 09:11
News
Gubernur Sulsel Sudah Koordinasi untuk Perbaikan Jalan Samping Tol Sutami
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, merespons kerusakan jalan di sepanjang sisi Tol Ir Sutami, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, yang menjadi keluhan masyarakat.
Kamis, 29 Okt 2026 16:14
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Umrah Pimpinan UMI, Perkuat Ukhuwah dan Refleksi Kepemimpinan Islami
2
Kejati Sulsel Periksa 10 Kepala Sekolah SMA di Jeneponto
3
Ahli Pidana Sebut Penetapan Tersangka Kedua Bahtiar Cacat Hukum dan Tidak Sah
4
November Makin Ceria, Asmo Sulsel Tawarkan Promo Honda Beragam Keuntungan
5
Sulsel Raih Tiga Penghargaan pada GENTING Collaboration Summit 2026
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Umrah Pimpinan UMI, Perkuat Ukhuwah dan Refleksi Kepemimpinan Islami
2
Kejati Sulsel Periksa 10 Kepala Sekolah SMA di Jeneponto
3
Ahli Pidana Sebut Penetapan Tersangka Kedua Bahtiar Cacat Hukum dan Tidak Sah
4
November Makin Ceria, Asmo Sulsel Tawarkan Promo Honda Beragam Keuntungan
5
Sulsel Raih Tiga Penghargaan pada GENTING Collaboration Summit 2026