Pesawat Surveillance Gagal Take Off, Runway Bandara Hasanuddin Sempat Ditutup

Rabu, 26 Agu 2026 16:57
Pesawat Surveillance Gagal Take Off, Runway Bandara Hasanuddin Sempat Ditutup
Pesawat Surveillance saat proses towing oleh petugas bandara. Foto: Istimewa
Comment
Share
MAROS - Pesawat surveillance milik PT VAST Intra Avia mengalami kendala teknis saat hendak lepas landas dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, menuju Bandara Juanda, Surabaya, Rabu (26/8/2026).

PGS Branch Communication & CSR Department Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sultan Hasanuddin, Taufan Yudhistira, mengatakan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 Wita ketika pesawat bersiap melakukan lepas landas.

"Pesawat mengalami kendala teknis pada bagian ban. Saat akan take off, bannya terkunci,” kata Taufan saat ditemui awak media di area keberangkatan.

Ia menuturkan, pesawat tersebut tidak membawa penumpang. Di dalam pesawat hanya terdapat lima kru yang terdiri atas dua pilot, satu kopilot, dan dua teknisi.

Taufan menerangkan, pesawat yang mengalami gangguan berada di sisi utara Runway 21.

"Tadi runway sempat ditutup, petugas bandara kemudian langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi menggunakan kendaraan towing. Membutuhkan sekitar 30 menit untuk memindahkan pesawat dari runway menuju apron dan saat ini sudah berada di apron," ujarnya.

Taufan memastikan gangguan tersebut tidak berdampak signifikan terhadap operasional penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin. Bandara memiliki dua landasan pacu yang dapat digunakan secara bergantian.

"Ketika salah satu runway mengalami gangguan, operasional langsung dialihkan ke runway lainnya," jelasnya.

Ia juga memastikan fasilitas runway dalam kondisi baik dan tidak ditemukan gangguan. Pemeriksaan runway dilakukan dua kali setiap hari oleh petugas bandara.

"Dari sisi fasilitas bandara semuanya aman. Runway kami serviceable, baik runway utara-selatan maupun timur-barat," katanya.

Terkait kondisi cuaca, Taufan menyebut tidak ada peringatan khusus dari BMKG saat kejadian. Kondisi angin juga disebut masih normal.

Menurutnya, penyebab pasti gangguan teknis pada pesawat tersebut masih menjadi kewenangan pihak operator untuk menjelaskannya.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru