Pelindo Gandeng BNN Edukasi Pelajar Makassar tentang Bahaya Narkoba
Selasa, 01 Sep 2026 14:04
Pelindo mengajak pelajar di Makassar membangun keberanian untuk menolak penyalahgunaan narkoba melalui edukasi sejak dini. Foto/Istimewa
MAKASSAR - Pelindo mengajak pelajar di Makassar membangun keberanian untuk menolak penyalahgunaan narkoba melalui edukasi sejak dini. Pesan tersebut disampaikan dalam Program Edukasi Anti Narkoba untuk Sekolah yang digelar di SMA Negeri 1 Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (1/9).
Kegiatan yang digelar dalam rangka Semarak Kemerdekaan Republik Indonesia ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, bekerja sama dengan Yayasan Sustainable Impact.ID dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan.
Kepala SMA Negeri 1 Makassar, Sulihin, mengapresiasi Pelindo bersama Yayasan Sustainable Impact.ID dan BNN yang telah memilih sekolahnya sebagai lokasi pelaksanaan program tersebut.
Menurut Sulihin, edukasi mengenai bahaya narkoba penting diberikan kepada pelajar agar mereka memiliki pengetahuan, keteguhan sikap, dan keberanian untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkotika.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pelindo, Yayasan Sustainable Impact.ID, dan BNN atas terselenggaranya kegiatan ini di SMA Negeri 1 Makassar. Program ini sangat bermanfaat dalam memperkuat pemahaman siswa mengenai bahaya narkoba serta membantu mereka mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh para siswa tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi juga dibagikan kepada keluarga, teman, dan lingkungan sekitar.
PIC Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo Regional 4, Marwah, mengatakan edukasi anti narkoba menjadi salah satu bentuk kepedulian Pelindo terhadap pembangunan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda.
“Semangat kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai kebebasan dari penjajahan, tetapi juga kebebasan generasi muda dari ancaman narkoba. Pelajar harus tumbuh sehat, berprestasi, dan memiliki masa depan yang baik,” kata Marwah.
Menurut dia, sekolah memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran sejak dini karena sebagian besar waktu generasi muda dihabiskan di lingkungan pendidikan. Namun, pencegahan penyalahgunaan narkoba membutuhkan keterlibatan bersama antara sekolah, keluarga, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
“Melalui program TJSL ini, kami ingin ikut memperkuat langkah pencegahan dengan membekali para siswa pengetahuan yang benar mengenai narkoba. Kami berharap mereka tidak sekadar mengetahui bahayanya, tetapi juga mampu menjaga diri dan mengajak teman-temannya untuk menjauhi narkoba,” tuturnya.
Marwah menambahkan, Pelindo akan terus mendorong pelaksanaan program TJSL yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, serta pemberdayaan sosial dan ekonomi.
Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNN Provinsi Sulawesi Selatan, Anas Kaharuddin, memberikan materi bertema “Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba”.
Anas menjelaskan, pencegahan merupakan langkah penting untuk melindungi generasi muda dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Karena itu, pelajar perlu memahami berbagai bentuk ancaman narkoba sekaligus mengetahui cara bersikap ketika menghadapi pengaruh atau ajakan dari lingkungan sekitar.
“Generasi muda perlu dibekali informasi yang benar dan kemampuan untuk berkata tidak terhadap narkoba. Jangan pernah mencoba karena penyalahgunaan narkoba dapat berdampak pada kesehatan, pendidikan, hubungan sosial, bahkan masa depan seseorang,” ujarnya.
Melalui program tersebut, para siswa mendapatkan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, dampaknya terhadap kesehatan dan kehidupan sosial, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Kolaborasi Pelindo, Yayasan Sustainable Impact.ID, BNN, dan SMA Negeri 1 Makassar tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan yang digelar dalam rangka Semarak Kemerdekaan Republik Indonesia ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, bekerja sama dengan Yayasan Sustainable Impact.ID dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan.
Kepala SMA Negeri 1 Makassar, Sulihin, mengapresiasi Pelindo bersama Yayasan Sustainable Impact.ID dan BNN yang telah memilih sekolahnya sebagai lokasi pelaksanaan program tersebut.
Menurut Sulihin, edukasi mengenai bahaya narkoba penting diberikan kepada pelajar agar mereka memiliki pengetahuan, keteguhan sikap, dan keberanian untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkotika.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pelindo, Yayasan Sustainable Impact.ID, dan BNN atas terselenggaranya kegiatan ini di SMA Negeri 1 Makassar. Program ini sangat bermanfaat dalam memperkuat pemahaman siswa mengenai bahaya narkoba serta membantu mereka mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh para siswa tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi juga dibagikan kepada keluarga, teman, dan lingkungan sekitar.
PIC Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo Regional 4, Marwah, mengatakan edukasi anti narkoba menjadi salah satu bentuk kepedulian Pelindo terhadap pembangunan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda.
“Semangat kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai kebebasan dari penjajahan, tetapi juga kebebasan generasi muda dari ancaman narkoba. Pelajar harus tumbuh sehat, berprestasi, dan memiliki masa depan yang baik,” kata Marwah.
Menurut dia, sekolah memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran sejak dini karena sebagian besar waktu generasi muda dihabiskan di lingkungan pendidikan. Namun, pencegahan penyalahgunaan narkoba membutuhkan keterlibatan bersama antara sekolah, keluarga, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
“Melalui program TJSL ini, kami ingin ikut memperkuat langkah pencegahan dengan membekali para siswa pengetahuan yang benar mengenai narkoba. Kami berharap mereka tidak sekadar mengetahui bahayanya, tetapi juga mampu menjaga diri dan mengajak teman-temannya untuk menjauhi narkoba,” tuturnya.
Marwah menambahkan, Pelindo akan terus mendorong pelaksanaan program TJSL yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, serta pemberdayaan sosial dan ekonomi.
Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNN Provinsi Sulawesi Selatan, Anas Kaharuddin, memberikan materi bertema “Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba”.
Anas menjelaskan, pencegahan merupakan langkah penting untuk melindungi generasi muda dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Karena itu, pelajar perlu memahami berbagai bentuk ancaman narkoba sekaligus mengetahui cara bersikap ketika menghadapi pengaruh atau ajakan dari lingkungan sekitar.
“Generasi muda perlu dibekali informasi yang benar dan kemampuan untuk berkata tidak terhadap narkoba. Jangan pernah mencoba karena penyalahgunaan narkoba dapat berdampak pada kesehatan, pendidikan, hubungan sosial, bahkan masa depan seseorang,” ujarnya.
Melalui program tersebut, para siswa mendapatkan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, dampaknya terhadap kesehatan dan kehidupan sosial, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Kolaborasi Pelindo, Yayasan Sustainable Impact.ID, BNN, dan SMA Negeri 1 Makassar tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
(TRI)
Berita Terkait
News
2.700 Pelajar Muhammadiyah di Sulsel Bakal Ikuti Try Out TKA
Sebanyak 2.700 pelajar kelas XII SMA, MA, dan SMK Muhammadiyah se-Sulawesi Selatan bakal mengikuti try out Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada 19-21 Oktober mendatang.
Jum'at, 16 Okt 2026 19:00
Ekbis
Pelabuhan Parepare Catat Kenaikan Arus Penumpang dan Peti Kemas
Berdasarkan data trafik konsolidasi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Parepare, arus penumpang mencapai 741.759 orang atau meningkat 18%.
Kamis, 15 Okt 2026 14:59
Ekbis
Pelindo Aktifkan Kembali Layanan STS Nipa, Perkuat Posisi Indonesia di Jalur Global
Pelindo kembali melayani kegiatan pemindahan muatan antarkapal (ship-to-ship/STS) di Nipa Transhipment Anchorage Area (NTAA), Batam, Kepulauan Riau, sejak 9 Oktober 2026.
Selasa, 13 Okt 2026 11:10
News
Executive Director 4 Pelindo Ulas Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di Unhas
Hukum tidak hanya menjadi landasan kepatuhan, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis dan kepercayaan publik terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Minggu, 11 Okt 2026 17:26
News
Pelayanan Makin Berkualitas, Dua Terminal Pelindo Regional 4 Raih P-TEC 2026
Dua terminal yang dikelola oleh Pelindo Regional 4 berhasil meraih penghargaan dalam ajang Passenger Terminal Excellence Competition (P-TEC) 2026.
Selasa, 06 Okt 2026 12:56
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Jelang Musda, Muzakkir Aqil Yakin Appi Bisa Besarkan Demokrat di Sulsel
2
Pertamina Pastikan Isu Ganjil-Genap Pertalite di Makassar Tidak Benar
3
Pelindo Jasa Maritim Kaji Kapal Tunda Listrik, Bidik Efisiensi Operasional
4
UCM Gelar Wisuda, Alumni Kini 3.159 Orang
5
Hadapi El Nino, LAZ Hadji Kalla Dorong Petani Diversifikasi Usaha
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Jelang Musda, Muzakkir Aqil Yakin Appi Bisa Besarkan Demokrat di Sulsel
2
Pertamina Pastikan Isu Ganjil-Genap Pertalite di Makassar Tidak Benar
3
Pelindo Jasa Maritim Kaji Kapal Tunda Listrik, Bidik Efisiensi Operasional
4
UCM Gelar Wisuda, Alumni Kini 3.159 Orang
5
Hadapi El Nino, LAZ Hadji Kalla Dorong Petani Diversifikasi Usaha