Kalla Institute Masuk Lima Terbaik KRISAN Fellowship, Perkuat Kampus Inklusif
Selasa, 22 Sep 2026 21:43
Kalla Institute terpilih sebagai salah satu dari lima perguruan tinggi terbaik dalam program tersebut setelah melewati proses seleksi yang diikuti lebih 109 perguruan tinggi di Indonesia. Foto/IS
MAKASSAR - Komitmen Kalla Institute membangun lingkungan pendidikan yang inklusif mendapat pengakuan melalui Program KRISAN Fellowship. Kalla Institute terpilih sebagai salah satu dari lima perguruan tinggi terbaik dalam program tersebut setelah melewati proses seleksi yang diikuti lebih dari 109 perguruan tinggi di Indonesia.
Pencapaian itu tidak lepas dari keterlibatan dua dosen Kalla Institute, Syarief Dienan Yahya dan Muhammad Fachrul Salam, yang mengikuti KRISAN Fellowship untuk memperkuat pemahaman dan kapasitas perguruan tinggi dalam mewujudkan pendidikan inklusif bagi penyandang disabilitas.
Masuknya Kalla Institute dalam lima perguruan tinggi terbaik menjadi momentum untuk memperkuat upaya menciptakan lingkungan akademik yang setara, terbuka, dan responsif terhadap kebutuhan setiap peserta didik.
Bagi Kalla Institute, pendidikan inklusif tidak sebatas menyediakan akses belajar yang sama. Inklusivitas juga mencakup kemampuan institusi dalam memahami keberagaman, mengakomodasi kebutuhan individu, serta menciptakan ruang yang memungkinkan seluruh mahasiswa berkembang secara optimal.
Syarief Dienan Yahya mengatakan, keikutsertaannya dalam KRISAN Fellowship memberikan kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai penerapan prinsip inklusivitas di lingkungan pendidikan tinggi.
“KRISAN Fellowship memberikan kesempatan kepada kami untuk belajar dan memahami bagaimana pendidikan dapat hadir secara lebih inklusif. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh melalui program ini diharapkan dapat diterapkan di Kalla Institute sehingga lingkungan kampus semakin terbuka dan mampu memberikan kesempatan yang setara bagi setiap individu,” ujar Syarief.
Senada dengan Syarief, Muhammad Fachrul Salam menilai pendidikan inklusif membutuhkan komitmen bersama dari seluruh unsur perguruan tinggi. Menurutnya, inklusivitas perlu dibangun sebagai bagian dari ekosistem sekaligus budaya kampus.
“Pendidikan inklusif bukan hanya tentang menyediakan akses, tetapi juga membangun lingkungan yang memahami dan menghargai setiap perbedaan. Melalui KRISAN Fellowship, kami memperoleh perspektif baru yang menjadi bekal untuk bersama-sama membangun ekosistem pendidikan yang lebih ramah dan setara,” kata Fachrul.
Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh melalui program tersebut selanjutnya diharapkan dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan akademik di Kalla Institute. Mulai dari proses pembelajaran, aktivitas akademik, hingga pengembangan fasilitas dan lingkungan kampus yang semakin responsif terhadap kebutuhan penyandang disabilitas.
Kalla Institute memandang kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik maupun kesiapan lulusan memasuki dunia kerja. Kualitas juga tercermin dari kemampuan perguruan tinggi menghadirkan ruang belajar yang aman, nyaman, terbuka, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh mahasiswa.
Karena itu, keterlibatan dalam KRISAN Fellowship tidak dipandang semata sebagai sebuah pencapaian, tetapi sebagai bagian dari proses penguatan kapasitas institusi. Program tersebut menjadi salah satu pijakan bagi Kalla Institute untuk terus mengembangkan lingkungan akademik yang adaptif dan inklusif.
Ke depan, Kalla Institute akan terus membuka ruang kolaborasi dan mengembangkan berbagai inisiatif yang mendukung pendidikan inklusif. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya kampus yang menghargai keberagaman, kesetaraan, serta kepedulian terhadap sesama.
Melalui peran dosen dan seluruh sivitas akademika, Kalla Institute berkomitmen menghadirkan pengalaman pendidikan yang tidak hanya membekali mahasiswa dengan kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga menumbuhkan nilai keberagaman, kesetaraan, dan kepedulian sosial.
Informasi lebih lanjut mengenai Kalla Institute dapat diakses melalui Instagram @kallainstitute. Informasi penerimaan mahasiswa baru tersedia melalui register.kallainstitute.ac.id.
Pencapaian itu tidak lepas dari keterlibatan dua dosen Kalla Institute, Syarief Dienan Yahya dan Muhammad Fachrul Salam, yang mengikuti KRISAN Fellowship untuk memperkuat pemahaman dan kapasitas perguruan tinggi dalam mewujudkan pendidikan inklusif bagi penyandang disabilitas.
Masuknya Kalla Institute dalam lima perguruan tinggi terbaik menjadi momentum untuk memperkuat upaya menciptakan lingkungan akademik yang setara, terbuka, dan responsif terhadap kebutuhan setiap peserta didik.
Bagi Kalla Institute, pendidikan inklusif tidak sebatas menyediakan akses belajar yang sama. Inklusivitas juga mencakup kemampuan institusi dalam memahami keberagaman, mengakomodasi kebutuhan individu, serta menciptakan ruang yang memungkinkan seluruh mahasiswa berkembang secara optimal.
Syarief Dienan Yahya mengatakan, keikutsertaannya dalam KRISAN Fellowship memberikan kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai penerapan prinsip inklusivitas di lingkungan pendidikan tinggi.
“KRISAN Fellowship memberikan kesempatan kepada kami untuk belajar dan memahami bagaimana pendidikan dapat hadir secara lebih inklusif. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh melalui program ini diharapkan dapat diterapkan di Kalla Institute sehingga lingkungan kampus semakin terbuka dan mampu memberikan kesempatan yang setara bagi setiap individu,” ujar Syarief.
Senada dengan Syarief, Muhammad Fachrul Salam menilai pendidikan inklusif membutuhkan komitmen bersama dari seluruh unsur perguruan tinggi. Menurutnya, inklusivitas perlu dibangun sebagai bagian dari ekosistem sekaligus budaya kampus.
“Pendidikan inklusif bukan hanya tentang menyediakan akses, tetapi juga membangun lingkungan yang memahami dan menghargai setiap perbedaan. Melalui KRISAN Fellowship, kami memperoleh perspektif baru yang menjadi bekal untuk bersama-sama membangun ekosistem pendidikan yang lebih ramah dan setara,” kata Fachrul.
Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh melalui program tersebut selanjutnya diharapkan dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan akademik di Kalla Institute. Mulai dari proses pembelajaran, aktivitas akademik, hingga pengembangan fasilitas dan lingkungan kampus yang semakin responsif terhadap kebutuhan penyandang disabilitas.
Kalla Institute memandang kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik maupun kesiapan lulusan memasuki dunia kerja. Kualitas juga tercermin dari kemampuan perguruan tinggi menghadirkan ruang belajar yang aman, nyaman, terbuka, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh mahasiswa.
Karena itu, keterlibatan dalam KRISAN Fellowship tidak dipandang semata sebagai sebuah pencapaian, tetapi sebagai bagian dari proses penguatan kapasitas institusi. Program tersebut menjadi salah satu pijakan bagi Kalla Institute untuk terus mengembangkan lingkungan akademik yang adaptif dan inklusif.
Ke depan, Kalla Institute akan terus membuka ruang kolaborasi dan mengembangkan berbagai inisiatif yang mendukung pendidikan inklusif. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya kampus yang menghargai keberagaman, kesetaraan, serta kepedulian terhadap sesama.
Melalui peran dosen dan seluruh sivitas akademika, Kalla Institute berkomitmen menghadirkan pengalaman pendidikan yang tidak hanya membekali mahasiswa dengan kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga menumbuhkan nilai keberagaman, kesetaraan, dan kepedulian sosial.
Informasi lebih lanjut mengenai Kalla Institute dapat diakses melalui Instagram @kallainstitute. Informasi penerimaan mahasiswa baru tersedia melalui register.kallainstitute.ac.id.
(TRI)
Berita Terkait
News
PPBM-Kalla Institute Tuntaskan HR Collegia, Perkuat Kompetensi Praktisi HR
PPBM-Kalla Institute menuntaskan rangkaian Human Resources Collegia (HR Collegia) 2026, program pengembangan kompetensi yang mempertemukan praktisi Human Resources (HR) dari berbagai sektor industri.
Selasa, 01 Sep 2026 18:26
Ekbis
Kalla Institute dan Politeknik Indonesia Dorong Digitalisasi Industri Rumahan Kue Tradisional Gowa
Kalla Institute bersama Politeknik Indonesia mendampingi kelompok industri rumahan kue tradisional di Gowa dalam meningkatkan produksi, mengelola keuangan, hingga memanfaatkan AI untuk pengembangan usaha.
Minggu, 30 Agu 2026 08:04
Ekbis
Kalla Institute Dorong UMKM Perempuan Maros Naik Kelas lewat Digitalisasi
Kalla Institute mendorong penguatan UMKM perempuan di Kabupaten Maros melalui digitalisasi usaha, peningkatan kapasitas produksi, dan penguatan keterampilan sumber daya manusia.
Senin, 24 Agu 2026 18:00
Ekbis
Kalla Institute Dampingi UMKM MASSIPA’ Perkuat Bisnis dengan Inovasi Digital
Kalla Institute mendampingi UMKM MASSIPA’ Keripik Pisang melalui program pengabdian kepada masyarakat (PKM) berbasis teknologi dan inovasi.
Jum'at, 21 Agu 2026 18:57
News
MMF 2026 di Kalla Institute Soroti Kolaborasi Manusia dan AI di Dunia Kerja
MMF 2026 Campus Day dirangkaikan dengan penandatanganan MoU antara MarkPlus dan Kalla Institute sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri.
Kamis, 13 Agu 2026 10:15
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Putri Sulung Mantan Rektor UNM Sampaikan Pesan Khusus untuk Prof Hasmyati
2
PJM Tingkatkan SDM Pandu, Perkuat Keselamatan dan Keandalan Pelayaran
3
IPCM Perluas Peta Bisnis Maritim, Bidik Kawasan Industri hingga Indonesia Timur
4
Gandeng Tiga Bank, Perumahan Subsidi Alexandria City Moncongloe Gelar Akad Massal 250 User
5
FSIKP UMI Gelar Kick-Off BIPA untuk Mahasiswa Internasional
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Putri Sulung Mantan Rektor UNM Sampaikan Pesan Khusus untuk Prof Hasmyati
2
PJM Tingkatkan SDM Pandu, Perkuat Keselamatan dan Keandalan Pelayaran
3
IPCM Perluas Peta Bisnis Maritim, Bidik Kawasan Industri hingga Indonesia Timur
4
Gandeng Tiga Bank, Perumahan Subsidi Alexandria City Moncongloe Gelar Akad Massal 250 User
5
FSIKP UMI Gelar Kick-Off BIPA untuk Mahasiswa Internasional