Naik 75 Peringkat, Unismuh jadi PTS Teratas di Sulawesi Versi QS Asia 2027

Rabu, 04 Nov 2026 13:10
Naik 75 Peringkat, Unismuh jadi PTS Teratas di Sulawesi Versi QS Asia 2027
Unismuh Makassar naik peringkat dalam QS Asia University Rankings 2027, Rabu (4/11/2026). Foto: Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mencatat kenaikan 75 posisi dalam QS Asia University Rankings 2027, dari peringkat ke-1.278 pada edisi 2026 menjadi ke-1.203 pada edisi 2027.

Dalam pemeringkatan yang diumumkan lembaga internasional Quacquarelli Symonds (QS), Selasa, 3 November 2026, Unismuh juga menjadi perguruan tinggi swasta (PTS) dengan posisi tertinggi di Pulau Sulawesi.

Kenaikan tersebut terjadi meskipun Unismuh masih berada dalam kelompok peringkat 1.201–1.300 Asia, sama seperti tahun sebelumnya. Dalam pemeringkatan kawasan Asia Tenggara, Unismuh menempati posisi ke-190 dan menjadi salah satu dari 116 perguruan tinggi Indonesia yang masuk dalam QS Asia University Rankings 2027.

Perkembangan posisi Unismuh juga disertai hasil pemeringkatan berdasarkan bidang keilmuan (ranking by subject). Pada bidang Pendidikan (Education), Unismuh tercatat di posisi ke-1.119, disusul Kebijakan Sosial (Social Policy) pada peringkat ke-1.248 dan Seni dan Desain (Art & Design) pada peringkat ke-1.733.

Capaian itu berlangsung di tengah semakin ketatnya persaingan perguruan tinggi di Asia. Pada edisi 2027, QS memeringkat 1.722 universitas dari 26 negara dan wilayah, termasuk 195 perguruan tinggi pendatang baru. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan edisi 2026 yang melibatkan 1.526 universitas.

Selain kenaikan posisi, hasil pemeringkatan terbaru memperlihatkan perkembangan sejumlah indikator yang berkaitan dengan reputasi lulusan dan internasionalisasi kampus. Di sisi lain, produktivitas serta dampak penelitian masih menjadi bidang yang memerlukan perhatian dalam upaya meningkatkan daya saing Unismuh.

Penguatan Reputasi dan Internasionalisasi

Salah satu peningkatan paling menonjol terlihat pada indikator reputasi pemberi kerja (employer reputation). Berdasarkan data QS Asia 2027, skor Unismuh pada indikator tersebut meningkat dari 2,2 pada edisi 2026 menjadi 13,0 pada edisi 2027.

Perkembangan serupa terlihat pada indikator mahasiswa pertukaran masuk (inbound exchange students), yang naik dari skor 30,9 menjadi 38,7. Sementara itu, skor proporsi dosen internasional (international faculty) meningkat dari 22,5 menjadi 29,5.

Pada indikator lain, Unismuh memperoleh skor 17,0 untuk reputasi akademik dan 25,7 untuk rasio dosen terhadap mahasiswa. Adapun jejaring penelitian internasional mencatat skor 8,0, sitasi per artikel ilmiah 2,8, dan publikasi ilmiah per dosen 2,7.

Ketua Unismuh Global Excellence Center (UGEC), Prof. Hartono Bancong, menilai hasil pemeringkatan tersebut perlu dibaca sebagai gambaran perkembangan sekaligus bahan evaluasi universitas.

Menurutnya, kenaikan posisi harus diikuti penguatan kualitas akademik, produktivitas penelitian, reputasi lulusan, dan kerja sama internasional secara berkelanjutan.

"QS Asia Rankings memberikan cermin yang sangat jelas tentang kekuatan dan area perbaikan kita. Fokus ke depan adalah meningkatkan kualitas dan dampak riset, memperbanyak kolaborasi publikasi internasional, serta memperkuat reputasi lulusan di mata pemberi kerja," ujar Hartono saat dikonfirmasi, Rabu (4/11/2026).

Hartono menjelaskan, peningkatan daya saing internasional tidak cukup hanya ditopang oleh bertambahnya jumlah publikasi ilmiah.

"Universitas juga perlu memastikan penelitian yang dihasilkan memiliki kualitas, memperoleh pengakuan melalui sitasi, dan terhubung dengan jejaring akademik lintas negara," katanya.

Karena itu, indikator penelitian menjadi salah satu perhatian dalam evaluasi hasil QS Asia 2027. Skor sitasi per artikel sebesar 2,8 dan publikasi per dosen sebesar 2,7 menunjukkan masih terbukanya ruang perbaikan untuk memperbesar kontribusi penelitian Unismuh pada tingkat internasional.

Penguatan bidang penelitian diharapkan dapat berjalan seiring dengan peningkatan reputasi akademik dan perluasan kerja sama antarperguruan tinggi. Dengan demikian, perkembangan posisi Unismuh dalam pemeringkatan tidak hanya menjadi capaian tahunan, tetapi juga mencerminkan kemajuan mutu akademik secara berkelanjutan.

Perbaikan Mutu Berbasis Data

Wakil Rektor IV Unismuh Makassar Bidang Sistem Informasi, Penjaminan Mutu, Perencanaan, dan Daya Saing, Dr Burhanuddin, menjelaskan bahwa peningkatan daya saing internasional membutuhkan dukungan sistem pengelolaan data akademik dan kelembagaan yang terintegrasi.

Menurut Burhanuddin, penguatan kerja sama internasional, mobilitas dosen dan mahasiswa, serta penelusuran kinerja lulusan menjadi bagian penting dalam proses peningkatan mutu. Seluruh capaian tersebut perlu terdokumentasi secara akurat agar dapat digunakan sebagai dasar evaluasi dan pengambilan keputusan universitas.

"Kami ingin memastikan outcome lulusan dapat ditelusuri dengan baik sehingga menjadi nilai tambah dalam penilaian internasional," ujar Burhanuddin.

Ia menekankan pentingnya penguatan sistem penjaminan mutu yang melibatkan seluruh fakultas dan program studi. Upaya tersebut mencakup penyelarasan program kerja dengan indikator kinerja universitas, pengelolaan data secara terintegrasi, serta evaluasi capaian yang dilakukan secara berkala.

Dalam konteks QS Asia 2027, kenaikan 75 posisi menjadi salah satu capaian yang dapat digunakan untuk menilai perkembangan universitas. Namun, perbaikan mutu tetap perlu diarahkan pada indikator yang memiliki pengaruh besar terhadap hasil pemeringkatan.

Indikator tersebut antara lain reputasi akademik dengan bobot 30 persen, reputasi pemberi kerja 20 persen, serta jejaring penelitian internasional dan sitasi ilmiah yang masing-masing berbobot 10 persen. Penguatan pada bidang-bidang ini menjadi bagian penting dalam upaya memperbaiki posisi Unismuh pada edisi berikutnya.

Menuju Universitas Berdaya Saing Global

Rektor Unismuh Makassar, Dr Ir Abd Rakhim Nanda, MT, IPU, menegaskan bahwa keterlibatan universitas dalam pemeringkatan internasional merupakan bagian dari komitmen memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, dan tata kelola kelembagaan secara berkelanjutan.

Menurut Rakhim, kenaikan posisi dalam QS Asia University Rankings perlu dimaknai sebagai dorongan untuk terus meningkatkan kualitas institusi.

Dia bilang, pemeringkatan bukan sekadar persaingan memperoleh posisi yang lebih tinggi, melainkan juga sarana mengukur perkembangan universitas berdasarkan indikator yang diakui secara internasional.

"Pemeringkatan ini menjadi alat ukur yang memaksa kita terus membenahi kualitas akademik dan tata kelola institusi secara konsisten," ujar Rakhim.

Ia menjelaskan, peningkatan daya saing universitas membutuhkan perencanaan yang terukur, koordinasi antarsatuan kerja, serta dukungan data dan dokumen yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan pendekatan tersebut, setiap perkembangan dalam pemeringkatan diharapkan sejalan dengan peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kontribusi universitas kepada masyarakat.

"Target kami jelas, meningkatkan posisi melalui perbaikan yang terukur, berbasis data, dan didukung eviden yang kuat," jelasnya.

Kenaikan 75 posisi dalam QS Asia University Rankings 2027 sekaligus menjadi pijakan bagi Unismuh untuk memperkuat daya saing pada tahun-tahun mendatang.

Tantangan berikutnya adalah menjaga perkembangan indikator yang telah menunjukkan peningkatan sambil memperbaiki produktivitas penelitian, dampak sitasi, reputasi akademik, dan jejaring internasional.

QS Asia University Rankings merupakan pemeringkatan tahunan yang menilai universitas berdasarkan 11 indikator, meliputi reputasi akademik, reputasi pemberi kerja, sumber daya dosen, publikasi dan sitasi penelitian, serta internasionalisasi perguruan tinggi.

Dalam pemeringkatan Asia 2027, University of Hong Kong menempati posisi pertama, disusul Peking University dan Tsinghua University. Dari Indonesia, Universitas Gadjah Mada menempati posisi tertinggi dengan peringkat ke-53 Asia.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru