Unismuh Makassar Jalin Kerja Sama Strategis saat Wisuda ke-89
Rabu, 21 Okt 2026 19:33
Suasana wisuda ke-89 Unismuh Makassar, di Balai Sidang Muktamar Ke-47, Kampus Unismuh Makassar, Jalan Alauddin, Rabu (21/10/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan
MAKASSAR - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menjalin kerja sama strategis dengan sejumlah mitra dalam rangkaian wisuda ke-89 hari kedua di Balai Sidang Muktamar ke-47, Kampus Unismuh Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Rabu (21/10/2026).
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama sejumlah mitra, di antaranya Bupati Maros Chaidir Syam, Balai Peradi Profesional Hukum dan Advokasi, serta Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Makassar.
Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof. Andi Sukri Syamsuri, mengatakan kerja sama itu diarahkan untuk mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
"Meliputi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan khususnya untuk perguruan tinggi Muhammadiyah adalah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan," sambungnya.
Wisuda ke-89 Unismuh Makassar diikuti sekitar 1.600 peserta dari jenjang diploma, sarjana (S1), magister (S2), profesi, hingga doktor (S3). Pelaksanaannya dibagi ke dalam dua sesi selama dua hari untuk menjaga kelancaran prosesi dan kenyamanan peserta.
Prof. Andi Sukri Syamsuri, menjelaskan pembagian tersebut dilakukan karena jumlah peserta wisuda yang cukup besar.
"Alhamdulillah, hari ini adalah pelaksanaan wisuda hari kedua di Periode 89. Kami melaksanakan wisuda hari kedua ini dengan pertimbangan bahwa jumlah peserta wisuda 89 kali ini hampir 2.000 orang, yaitu sekitar 1.600 sekian. Sehingga kami membaginya menjadi dua sesi. Prinsip kami adalah agar tidak terlalu banyak, diusahakan selesai sebelum salat zuhur, sehingga kami membaginya menjadi dua," jelasnya.
Guru Besar Bahasa Bugis itu berharap para alumni tetap membawa dan menjaga nilai-nilai persyarikatan Muhammadiyah di mana pun mereka berkiprah. Menurutnya, wisuda juga menjadi bentuk pertanggungjawaban perguruan tinggi kepada masyarakat atas proses pendidikan yang telah dijalankan.
"Semua ini kami lakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat, dan hari ini sesungguhnya adalah bukti pertanggungjawaban kami dengan menyerahkan dalam bentuk kegiatan seperti ini," harapnya saat dikonfirmasi.
Prof. Andi Sukri turut menyampaikan rasa syukur atas antusiasme keluarga wisudawan yang hadir langsung di kampus. Kehadiran keluarga yang melampaui kapasitas ruang sidang membuat pihak kampus menyiapkan tenda khusus untuk menampung para tamu.
Menurutnya, kegiatan wisuda juga menjadi momentum bagi Unismuh Makassar untuk mengevaluasi capaian perguruan tinggi selama setahun terakhir.
"Baik sebagai perguruan tinggi untuk masyarakat Indonesia dan khususnya sebagai tenda besar Muhammadiyah. Ini mengevaluasi apa yang telah kami lakukan satu tahun kemarin, yang tentu dibuktikan dengan pidato rektor dalam bentuk pidato akademik dari Pak Rektor, serta beberapa kegiatan lain yang tentu sangat berkesan bagi kami dan juga kita harapkan bagi para orang tua wisudawan," tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Unismuh Makassar juga memperkenalkan tiga program studi baru, yakni S1 Keperawatan, Pendidikan Profesi Ners, dan S1 Teknik Pertambangan.
Dia menilai pembukaan Program Studi S1 Teknik Pertambangan relevan dengan kebutuhan sumber daya manusia di kawasan timur Indonesia yang memiliki potensi industri pertambangan.
"Memang S1 pertambangan ini menarik karena di kawasan timur ini kan masih dihitung jari perguruan tinggi yang punya pertambangan. Kedua, posisi geografis kita di kawasan timur Indonesia kan daerah pertambangan. Jadi tentu kita berharap apa yang alumni kita ini bisa bermanfaat dan dimanfaatkan dalam kaitannya dengan kesarjanaannya sebagai pertambangan," katanya.
Pendaftaran mahasiswa baru untuk Program Studi S1 Teknik Pertambangan dibuka hingga tanggal 30 Oktober. Prof. Andis menyebut sudah ada calon mahasiswa yang mendaftar dan pihak kampus tetap menerima pendaftar selama periode tersebut.
"Sudah buka, sudah ada yang mendaftar. Berapapun yang masuk kita terima tahun ini, karena itu kan tuntutan karena sudah ada SK. Kami mengajak keluarga besar, silakan kalau ada keluarga mau S1 Pertambangan, silakan masih terbuka sampai tanggal 30. Jadi kami di Unismuh sudah 76 program studi yang ada seluruhnya, termasuk pertambangan," terangnya.
Sementara itu, Koordinator Kopertais Wilayah VIII, Prof. Hamdan Juhannis, berpesan agar para lulusan menjadi sarjana yang "pintar merasa", bukan sarjana yang selalu "merasa pintar".
"Sarjana yang pintar merasa itu sarjana yang selalu mau mendengar, sementara yang merasa pintar hanya selalu mau didengar. Sarjana yang pintar merasa siap menerima masukan dan kritik, sementara sarjana yang merasa pintar maunya selalu memuji masukan dan mengkritik terus," pesannya dalam sambutan.
Rektor UIN Alauddin Makassar itu menjelaskan bahwa sarjana yang "pintar merasa" memiliki empati sosial yang tinggi, sedangkan mereka yang "merasa pintar" cenderung berfokus pada kepentingan individual dan mudah tersinggung.
"Sementara sarjana yang merasa pintar hanya fokus pada kepentingan individual. Sarjana yang pintar merasa kecenderungannya suka berempati, sementara yang merasa pintar kecenderungannya suka baper. Sensitif itu yang merasa pintar, gampang tersinggung," imbuhnya.
Prof. Hamdan juga mengingatkan para lulusan agar menjadi sarjana yang mampu menjelaskan persoalan secara sederhana, bukan sekadar pandai berbicara.
"Yang pandai menjelaskan itu cenderung singkat, sementara yang pandai bicara bertumpu-tumpu. Sarjana yang pandai menjelaskan itu mempermudah hal yang rumit, sementara sarjana yang pandai bicara merumitkan hal yang mudah. Itulah sebabnya sarjana yang pandai menjelaskan kecenderungannya menjadi inspirator, sementara sarjana yang pandai bicara kecenderungannya menjadi provokator," pungkasnya.
Wisuda ke-89 Unismuh Makassar berlangsung selama dua hari dan turut dihadiri dua kepala daerah, yakni Bupati Sinjai Ratnawati Arif dan Bupati Maros Chaidir Syam. Keduanya hadir pada hari berbeda untuk menyampaikan pesan dan motivasi kepada para wisudawan.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama sejumlah mitra, di antaranya Bupati Maros Chaidir Syam, Balai Peradi Profesional Hukum dan Advokasi, serta Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Makassar.
Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof. Andi Sukri Syamsuri, mengatakan kerja sama itu diarahkan untuk mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
"Meliputi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan khususnya untuk perguruan tinggi Muhammadiyah adalah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan," sambungnya.
Wisuda ke-89 Unismuh Makassar diikuti sekitar 1.600 peserta dari jenjang diploma, sarjana (S1), magister (S2), profesi, hingga doktor (S3). Pelaksanaannya dibagi ke dalam dua sesi selama dua hari untuk menjaga kelancaran prosesi dan kenyamanan peserta.
Prof. Andi Sukri Syamsuri, menjelaskan pembagian tersebut dilakukan karena jumlah peserta wisuda yang cukup besar.
"Alhamdulillah, hari ini adalah pelaksanaan wisuda hari kedua di Periode 89. Kami melaksanakan wisuda hari kedua ini dengan pertimbangan bahwa jumlah peserta wisuda 89 kali ini hampir 2.000 orang, yaitu sekitar 1.600 sekian. Sehingga kami membaginya menjadi dua sesi. Prinsip kami adalah agar tidak terlalu banyak, diusahakan selesai sebelum salat zuhur, sehingga kami membaginya menjadi dua," jelasnya.
Guru Besar Bahasa Bugis itu berharap para alumni tetap membawa dan menjaga nilai-nilai persyarikatan Muhammadiyah di mana pun mereka berkiprah. Menurutnya, wisuda juga menjadi bentuk pertanggungjawaban perguruan tinggi kepada masyarakat atas proses pendidikan yang telah dijalankan.
"Semua ini kami lakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat, dan hari ini sesungguhnya adalah bukti pertanggungjawaban kami dengan menyerahkan dalam bentuk kegiatan seperti ini," harapnya saat dikonfirmasi.
Prof. Andi Sukri turut menyampaikan rasa syukur atas antusiasme keluarga wisudawan yang hadir langsung di kampus. Kehadiran keluarga yang melampaui kapasitas ruang sidang membuat pihak kampus menyiapkan tenda khusus untuk menampung para tamu.
Menurutnya, kegiatan wisuda juga menjadi momentum bagi Unismuh Makassar untuk mengevaluasi capaian perguruan tinggi selama setahun terakhir.
"Baik sebagai perguruan tinggi untuk masyarakat Indonesia dan khususnya sebagai tenda besar Muhammadiyah. Ini mengevaluasi apa yang telah kami lakukan satu tahun kemarin, yang tentu dibuktikan dengan pidato rektor dalam bentuk pidato akademik dari Pak Rektor, serta beberapa kegiatan lain yang tentu sangat berkesan bagi kami dan juga kita harapkan bagi para orang tua wisudawan," tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Unismuh Makassar juga memperkenalkan tiga program studi baru, yakni S1 Keperawatan, Pendidikan Profesi Ners, dan S1 Teknik Pertambangan.
Dia menilai pembukaan Program Studi S1 Teknik Pertambangan relevan dengan kebutuhan sumber daya manusia di kawasan timur Indonesia yang memiliki potensi industri pertambangan.
"Memang S1 pertambangan ini menarik karena di kawasan timur ini kan masih dihitung jari perguruan tinggi yang punya pertambangan. Kedua, posisi geografis kita di kawasan timur Indonesia kan daerah pertambangan. Jadi tentu kita berharap apa yang alumni kita ini bisa bermanfaat dan dimanfaatkan dalam kaitannya dengan kesarjanaannya sebagai pertambangan," katanya.
Pendaftaran mahasiswa baru untuk Program Studi S1 Teknik Pertambangan dibuka hingga tanggal 30 Oktober. Prof. Andis menyebut sudah ada calon mahasiswa yang mendaftar dan pihak kampus tetap menerima pendaftar selama periode tersebut.
"Sudah buka, sudah ada yang mendaftar. Berapapun yang masuk kita terima tahun ini, karena itu kan tuntutan karena sudah ada SK. Kami mengajak keluarga besar, silakan kalau ada keluarga mau S1 Pertambangan, silakan masih terbuka sampai tanggal 30. Jadi kami di Unismuh sudah 76 program studi yang ada seluruhnya, termasuk pertambangan," terangnya.
Sementara itu, Koordinator Kopertais Wilayah VIII, Prof. Hamdan Juhannis, berpesan agar para lulusan menjadi sarjana yang "pintar merasa", bukan sarjana yang selalu "merasa pintar".
"Sarjana yang pintar merasa itu sarjana yang selalu mau mendengar, sementara yang merasa pintar hanya selalu mau didengar. Sarjana yang pintar merasa siap menerima masukan dan kritik, sementara sarjana yang merasa pintar maunya selalu memuji masukan dan mengkritik terus," pesannya dalam sambutan.
Rektor UIN Alauddin Makassar itu menjelaskan bahwa sarjana yang "pintar merasa" memiliki empati sosial yang tinggi, sedangkan mereka yang "merasa pintar" cenderung berfokus pada kepentingan individual dan mudah tersinggung.
"Sementara sarjana yang merasa pintar hanya fokus pada kepentingan individual. Sarjana yang pintar merasa kecenderungannya suka berempati, sementara yang merasa pintar kecenderungannya suka baper. Sensitif itu yang merasa pintar, gampang tersinggung," imbuhnya.
Prof. Hamdan juga mengingatkan para lulusan agar menjadi sarjana yang mampu menjelaskan persoalan secara sederhana, bukan sekadar pandai berbicara.
"Yang pandai menjelaskan itu cenderung singkat, sementara yang pandai bicara bertumpu-tumpu. Sarjana yang pandai menjelaskan itu mempermudah hal yang rumit, sementara sarjana yang pandai bicara merumitkan hal yang mudah. Itulah sebabnya sarjana yang pandai menjelaskan kecenderungannya menjadi inspirator, sementara sarjana yang pandai bicara kecenderungannya menjadi provokator," pungkasnya.
Wisuda ke-89 Unismuh Makassar berlangsung selama dua hari dan turut dihadiri dua kepala daerah, yakni Bupati Sinjai Ratnawati Arif dan Bupati Maros Chaidir Syam. Keduanya hadir pada hari berbeda untuk menyampaikan pesan dan motivasi kepada para wisudawan.
(MAN)
Berita Terkait
News
2 Bupati di Sulsel Dijadwalkan Hadir di Wisuda ke-89 Unismuh Makassar
Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar akan menggelar Wisuda ke-89 pada Selasa dan Rabu, 20–21 Oktober 2026.
Senin, 19 Okt 2026 21:11
News
Unismuh Akan Gelar Wisuda Dua Hari, Diikuti Sekitar 1.600 Lulusan
Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar akan menggelar Wisuda ke-89 pada 20–21 Oktober 2026. Sekitar 1.600 lulusan dijadwalkan mengikuti prosesi selama dua hari.
Selasa, 06 Okt 2026 18:28
News
Bupati Bantaeng Harap IKA Unismuh Jadi Mitra Strategis
Bupati Bantaeng Muh. Fathul Fauzy Nurdin menghadiri pelantikan Pengurus Ikatan Alumni Universitas Muhammadiyah Makassar (IKA Unismuh Makassar) Cabang Bantaeng periode 2026–2030 di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng, Sabtu (3/10/2026).
Sabtu, 03 Okt 2026 14:58
News
Unismuh Makassar Naik 122 Peringkat, Kini Posisi 502 Dunia di UI GreenMetric 2026
Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mencatat kenaikan peringkat dalam UI GreenMetric World University Rankings 2026, dengan menempati posisi 502 dunia, naik 122 tingkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang berada di peringkat 624.
Sabtu, 26 Sep 2026 01:32
News
Unismuh Makassar Siapkan Rp5,9 Miliar untuk BUMM 2026, Seleksi Calon Penerima Dimulai
Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali membuka kesempatan bagi mahasiswa memperoleh Beasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar (BUMM) tahun akademik 2026/2027.
Selasa, 22 Sep 2026 15:10
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Late Night Shopping TSM Makassar Tawarkan Diskon hingga 80 Persen
2
Tolong! Korban Tabrak Lari di Gowa Koma 5 Hari, Polisi Belum Berhasil Temukan Pelaku
3
27 Mahasiswa Hukum UMI belajar peran Legal Corporate bersama KALLA Group
4
Pertamina Sulawesi Salurkan Bantuan untuk Penyintas Banjir Bandang di Nepal
5
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun, OJK Optimistis Terus Tumbuh
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Late Night Shopping TSM Makassar Tawarkan Diskon hingga 80 Persen
2
Tolong! Korban Tabrak Lari di Gowa Koma 5 Hari, Polisi Belum Berhasil Temukan Pelaku
3
27 Mahasiswa Hukum UMI belajar peran Legal Corporate bersama KALLA Group
4
Pertamina Sulawesi Salurkan Bantuan untuk Penyintas Banjir Bandang di Nepal
5
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun, OJK Optimistis Terus Tumbuh