Rektor UIN Alauddin Takjub Kemampuan Multilingual Siswa SIT Darul Fikri Makassar

Selasa, 03 Nov 2026 22:52
Rektor UIN Alauddin Takjub Kemampuan Multilingual Siswa SIT Darul Fikri Makassar
Foto bersama talkshow di Aula Sakinah SIT Dafi Makassar, Rabu (3/11/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Comment
Share
MAKASSAR - Sekolah Islam Terpadu (SIT) Darul Fikri (Dafi) Makassar sukses menghelat Talkshow dan Motivasi Generasi Qur'ani bertajuk "Pemimpin Masa Depan: Berani Berpikir, Berani Berkarya".

Agenda inspiratif ini berlangsung di Aula Sakinah SIT Dafi Makassar, Jalan Meranti, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Rabu (3/11/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan tokoh pendidikan terkemuka sekaligus Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, sebagai pembicara utama.

Acara ini dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, hingga perwakilan orang tua murid.

Ketua Yayasan SIT Darul Fikri, Rasyidin Adnan, menjelaskan bahwa kegiatan ini dikemas dalam bentuk stadium general yang bertujuan untuk membekali mental dan wawasan para siswa langsung dari tokoh inspiratif.

"Agenda ini adalah kegiatan stadium general yang tujuannya menghadirkan Bapak Prof Hamdan Juhannis sebagai Rektor UIN Alauddin. Mengapa kami mengundang beliau, karena kami menganggap bahwa beliau adalah sosok yang sangat menginspirasi, khususnya anak-anak muda kita, tentang bagaimana kemudian mereka merencanakan dan mengelola masa depannya," jelasnya.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur dan kehormatannya atas kesediaan Prof. Hamdan Juhannis untuk memenuhi undangan SIT Dafi Makassar dalam mengisi kegiatan talkshow tersebut.

"Beliau adalah sosok yang sangat produktif dalam menulis, sosok yang penuh inspirasi, serta sangat populer di kalangan anak-anak muda maupun generasi tua. Hal inilah yang menjadi alasan kami, dan kami bersyukur bahwa beliau menyambut positif undangan kami," ungkapnya kepada SINDO Makassar.

Kata Rasyidin, Rektor UIN Alauddin Makassar bahkan memprioritaskan undangan dari SIT Darul Fikri dibandingkan undangan dari berbagai sekolah lain yang belum sempat direspons.

"Ini menjadi suatu kesyukuran bagi kami bahwa alhamdulillah Darul Fikri berkesempatan dikunjungi oleh beliau. Beliau juga sudah memberikan banyak inspirasi kepada anak-anak kita, guru-guru kita, orang tua murid kita. Mudah-mudahan ini menjadi hal yang positif sehingga dapat menjadi inspirasi untuk anak-anak," sambung.

Rasyidin Adnan berharap kepada para siswa, guru, dan orang tua murid mendapatkan suntikan motivasi yang kuat untuk terus berkembang dari kegiatan ini.

"Kami juga berharap bahwa Insyaallah semakin banyak nanti tokoh-tokoh inspirator yang bisa hadir di sekolah kita untuk memberikan nilai tambah bagi sekolah kita, serta memberikan motivasi dan inspirasi untuk anak-anak kita. Itu harapan kami ke depannya, dan mudah-mudahan dengan itu anak-anak kita termotivasi untuk menjadi pemimpin-pemimpin umat dan bangsa ini ke depan," harapnya.

Sementara, Rektor UIN Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, mengaku sangat takjub saat menguji secara langsung kemampuan komunikasi para siswa yang dinilai luar biasa.

"Darul Fikri Makassar adalah sebuah lembaga pendidikan Islam dengan paket lengkap, belajar agama oke, belajar pengetahuan umum juga. Tadi saya menguji sendiri kemampuan bahasa mereka dan membuat saya sangat takjub sekali. Saya tes bahasa Inggris, anak-anak di Darul Fikri Makassar mengangkat tangan untuk bisa dites bahasa asing dan betul-betul lancar," ujarnya saat memberikan keterangan.

Ia menambahkan, selain bahasa Inggris, Prof. Hamdan juga mengetes kemampuan para siswa SIT Darul Fikri dalam berbahasa asing lainnya.

"Kemudian saya coba lagi dengan memakai bahasa Arab, masih saja mereka mengangkat tangan untuk bisa berinteraksi dengan saya dengan memakai bahasa tersebut. Dan yang paling beda, membuat lucu dan menarik, mereka juga masih bisa berbahasa Inggris, berbahasa Bugis, dan berbahasa Makassar," tambahnya.

Menurutnya, penguasaan berbagai bahasa menunjukkan bahwa para siswa SIT Darul Fikri memiliki visi menjadi warga global, namun tetap kokoh mempertahankan identitas keislaman dan kearifan lokal di masa depan.

"Itu artinya, mereka ingin menjadi siswa global, tetapi tetap mempertahankan keislaman. Selamat untuk Darul Fikri Makassar," tutup Prof. Hamdan Juhannis.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru