JEC dan Gerakan Matahati Gelar Operasi Katarak Gratis di Sulsel - Sultra
Kamis, 15 Okt 2026 19:35
JEC Eye Hospitals and Clinics bersama Gerakan Matahati menghadirkan operasi katarak tanpa biaya bagi masyarakat di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Foto/Istimewa
MAKASSAR - Keterbatasan biaya masih menjadi salah satu kendala masyarakat untuk mendapatkan penanganan katarak. Untuk memperluas akses layanan kesehatan mata, JEC Eye Hospitals and Clinics bersama Gerakan Matahati menghadirkan operasi katarak tanpa biaya bagi masyarakat di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.
Layanan tersebut dilaksanakan melalui RS Mata JEC ORBITA Makassar dan Klinik Utama Mata JEC ORBITA Kendari. Kegiatan ini merupakan bagian dari program operasi katarak bagi 101 pasien di jaringan JEC sepanjang Oktober hingga Desember 2026, bekerja sama dengan Lions Eye Bank Jakarta (LEBJ) dan Lions Club Indonesia.
Program ini digelar untuk memperingati 101 tahun kelahiran Pandji Wisaksana, pendiri Gerakan Matahati. Inisiatif tersebut sekaligus mendukung target Gerakan Matahati untuk memfasilitasi 1.010 operasi katarak tanpa biaya hingga akhir 2026.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan World Sight Day 2026 yang mengusung semangat Love Your Eyes. Melalui program tersebut, kolaborasi lintas lembaga diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan memperoleh penanganan katarak secara aman dan berkualitas.
Kebutuhan layanan kesehatan mata masih menjadi perhatian di Sulawesi Selatan. Survei Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) pada 2014 mencatat prevalensi kebutaan sebesar 2,6 persen pada penduduk berusia 50 tahun ke atas. Angka tersebut merupakan gambaran historis yang menunjukkan pentingnya akses terhadap pemeriksaan dan penanganan gangguan penglihatan.
Secara nasional, Kementerian Kesehatan RI menyebut sekitar 600.000–650.000 kasus kebutaan akibat katarak sepanjang 2025. Katarak juga tercatat sebagai penyebab 81,2 persen kebutaan pada penduduk berusia di atas 50 tahun.
Katarak merupakan kondisi ketika lensa alami mata mengalami kekeruhan sehingga penglihatan berangsur menurun. Gejalanya antara lain pandangan berkabut, mudah silau, dan kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari. Pemeriksaan mata diperlukan untuk memastikan kondisi pasien dan menentukan penanganan yang sesuai.
Senior Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC Eye Hospitals and Clinics, Prof. Tjahjono D. Gondhowiarjo, mengatakan perluasan akses layanan harus berjalan seiring dengan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.
“Bagi kami, memperluas akses berarti membantu masyarakat memperoleh penanganan yang dibutuhkan dengan standar pelayanan yang tetap terjaga. Pasien dalam program sosial menjalani pemeriksaan, tindakan sesuai indikasi medis, dan pemantauan pascaoperasi sebagai satu rangkaian layanan,” ujarnya.
Menurut Tjahjono, JEC telah menjalankan komitmen sosial tersebut secara berkelanjutan melalui lebih dari 4.000 operasi katarak tanpa biaya bagi masyarakat yang membutuhkan. Pelaksanaan program di Makassar dan Kendari diharapkan semakin mendekatkan layanan spesialis mata kepada masyarakat di Sulawesi, termasuk untuk pemeriksaan dan tindak lanjut setelah operasi.
Layanan Mata di Makassar dan Kendari
Di Sulawesi Selatan, RS Mata JEC ORBITA Makassar di Jalan Masjid Raya No. 75 menyediakan layanan kesehatan mata komprehensif, mulai dari penanganan katarak, kornea dan bedah refraktif, vitreoretina, glaukoma, hingga okuloplasti dan rekonstruksi orbita.
Fasilitas tersebut juga melayani neuro-oftalmologi, infeksi dan imunologi, mata kering, mata anak, trauma mata, lensa kontak, serta pengendalian miopia. Kelengkapan layanan memungkinkan pasien menjalani pemeriksaan menyeluruh, termasuk untuk mendeteksi gangguan mata lain yang dapat memengaruhi hasil penanganan.
Direktur RS Mata JEC ORBITA Makassar, Mirella Afifudin, mengatakan katarak dapat mengganggu berbagai aktivitas, mulai dari membaca dan bekerja hingga bergerak secara mandiri. Bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi, biaya pengobatan juga dapat menjadi hambatan untuk memperoleh penanganan.
“Melalui program operasi katarak tanpa biaya ini, kami ingin membantu masyarakat kurang mampu di Makassar dan sekitarnya agar memiliki kesempatan untuk kembali melihat dan beraktivitas dengan lebih baik,” kata Mirella.
Ia menambahkan, setiap pasien menjalani pemeriksaan menyeluruh untuk menentukan teknik operasi dan lensa tanam yang sesuai dengan kondisi matanya. Standar pelayanan medis dan keselamatan pasien diterapkan kepada seluruh pasien, baik peserta program sosial maupun pasien reguler, sejak pemeriksaan awal hingga pemantauan pascaoperasi.
Sementara itu, Klinik Utama Mata JEC ORBITA Kendari di Jalan Christina Martha Tiahahu, Lepo-Lepo, Sulawesi Tenggara, menyediakan layanan katarak, kornea dan bedah refraktif, vitreoretina, glaukoma, okuloplasti, mata anak, trauma mata, serta pengendalian miopia.
Dukungan dokter spesialis mata dan fasilitas diagnostik serta bedah memungkinkan pasien memperoleh pemeriksaan dan penanganan sesuai kondisi medis. Keberadaan fasilitas di Kendari juga membantu masyarakat setempat dan wilayah sekitarnya mengakses layanan tanpa harus selalu bepergian ke luar daerah.
Kepala Klinik Utama Mata JEC ORBITA Kendari, Desti Priani, menekankan pentingnya edukasi dan pendampingan bagi pasien serta keluarga selama proses penanganan katarak.
“Kami ingin masyarakat merasa lebih mudah untuk memeriksakan keluhan penglihatannya dan mendapatkan penjelasan yang jelas mengenai kondisi matanya. Sebelum operasi, pasien dan keluarga perlu memahami alasan tindakan diperlukan, bagaimana prosedur direncanakan, serta apa yang perlu diperhatikan selama pemulihan,” ujarnya.
Menurut Desti, pendampingan tidak berhenti setelah operasi. Pemantauan pemulihan dan pemahaman terhadap anjuran perawatan menjadi bagian penting untuk membantu pasien menjalani proses penyembuhan dengan baik.
Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata
Upaya mendekatkan layanan kesehatan mata kepada masyarakat merupakan bagian dari perjalanan JEC Eye Hospitals and Clinics sejak 1984. Pengembangan jaringan terus dilakukan untuk memperluas jangkauan layanan spesialis mata di berbagai wilayah Indonesia.
PT Nitrasanata Dharma Tbk, perusahaan pengelola JEC Eye Hospitals and Clinics, mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 7 Juli 2026 dengan kode saham JECX. Perusahaan juga melanjutkan pengembangan jaringan, antara lain melalui JEC BALI @ Sanur di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Bali, serta pengembangan layanan di Tangerang dan Kediri.
Melalui perluasan jaringan dan program sosial, JEC berupaya meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan mata. Kolaborasi operasi katarak tanpa biaya di Makassar dan Kendari menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan memperoleh penanganan sesuai indikasi medis.
Layanan tersebut dilaksanakan melalui RS Mata JEC ORBITA Makassar dan Klinik Utama Mata JEC ORBITA Kendari. Kegiatan ini merupakan bagian dari program operasi katarak bagi 101 pasien di jaringan JEC sepanjang Oktober hingga Desember 2026, bekerja sama dengan Lions Eye Bank Jakarta (LEBJ) dan Lions Club Indonesia.
Program ini digelar untuk memperingati 101 tahun kelahiran Pandji Wisaksana, pendiri Gerakan Matahati. Inisiatif tersebut sekaligus mendukung target Gerakan Matahati untuk memfasilitasi 1.010 operasi katarak tanpa biaya hingga akhir 2026.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan World Sight Day 2026 yang mengusung semangat Love Your Eyes. Melalui program tersebut, kolaborasi lintas lembaga diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan memperoleh penanganan katarak secara aman dan berkualitas.
Kebutuhan layanan kesehatan mata masih menjadi perhatian di Sulawesi Selatan. Survei Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) pada 2014 mencatat prevalensi kebutaan sebesar 2,6 persen pada penduduk berusia 50 tahun ke atas. Angka tersebut merupakan gambaran historis yang menunjukkan pentingnya akses terhadap pemeriksaan dan penanganan gangguan penglihatan.
Secara nasional, Kementerian Kesehatan RI menyebut sekitar 600.000–650.000 kasus kebutaan akibat katarak sepanjang 2025. Katarak juga tercatat sebagai penyebab 81,2 persen kebutaan pada penduduk berusia di atas 50 tahun.
Katarak merupakan kondisi ketika lensa alami mata mengalami kekeruhan sehingga penglihatan berangsur menurun. Gejalanya antara lain pandangan berkabut, mudah silau, dan kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari. Pemeriksaan mata diperlukan untuk memastikan kondisi pasien dan menentukan penanganan yang sesuai.
Senior Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC Eye Hospitals and Clinics, Prof. Tjahjono D. Gondhowiarjo, mengatakan perluasan akses layanan harus berjalan seiring dengan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.
“Bagi kami, memperluas akses berarti membantu masyarakat memperoleh penanganan yang dibutuhkan dengan standar pelayanan yang tetap terjaga. Pasien dalam program sosial menjalani pemeriksaan, tindakan sesuai indikasi medis, dan pemantauan pascaoperasi sebagai satu rangkaian layanan,” ujarnya.
Menurut Tjahjono, JEC telah menjalankan komitmen sosial tersebut secara berkelanjutan melalui lebih dari 4.000 operasi katarak tanpa biaya bagi masyarakat yang membutuhkan. Pelaksanaan program di Makassar dan Kendari diharapkan semakin mendekatkan layanan spesialis mata kepada masyarakat di Sulawesi, termasuk untuk pemeriksaan dan tindak lanjut setelah operasi.
Layanan Mata di Makassar dan Kendari
Di Sulawesi Selatan, RS Mata JEC ORBITA Makassar di Jalan Masjid Raya No. 75 menyediakan layanan kesehatan mata komprehensif, mulai dari penanganan katarak, kornea dan bedah refraktif, vitreoretina, glaukoma, hingga okuloplasti dan rekonstruksi orbita.
Fasilitas tersebut juga melayani neuro-oftalmologi, infeksi dan imunologi, mata kering, mata anak, trauma mata, lensa kontak, serta pengendalian miopia. Kelengkapan layanan memungkinkan pasien menjalani pemeriksaan menyeluruh, termasuk untuk mendeteksi gangguan mata lain yang dapat memengaruhi hasil penanganan.
Direktur RS Mata JEC ORBITA Makassar, Mirella Afifudin, mengatakan katarak dapat mengganggu berbagai aktivitas, mulai dari membaca dan bekerja hingga bergerak secara mandiri. Bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi, biaya pengobatan juga dapat menjadi hambatan untuk memperoleh penanganan.
“Melalui program operasi katarak tanpa biaya ini, kami ingin membantu masyarakat kurang mampu di Makassar dan sekitarnya agar memiliki kesempatan untuk kembali melihat dan beraktivitas dengan lebih baik,” kata Mirella.
Ia menambahkan, setiap pasien menjalani pemeriksaan menyeluruh untuk menentukan teknik operasi dan lensa tanam yang sesuai dengan kondisi matanya. Standar pelayanan medis dan keselamatan pasien diterapkan kepada seluruh pasien, baik peserta program sosial maupun pasien reguler, sejak pemeriksaan awal hingga pemantauan pascaoperasi.
Sementara itu, Klinik Utama Mata JEC ORBITA Kendari di Jalan Christina Martha Tiahahu, Lepo-Lepo, Sulawesi Tenggara, menyediakan layanan katarak, kornea dan bedah refraktif, vitreoretina, glaukoma, okuloplasti, mata anak, trauma mata, serta pengendalian miopia.
Dukungan dokter spesialis mata dan fasilitas diagnostik serta bedah memungkinkan pasien memperoleh pemeriksaan dan penanganan sesuai kondisi medis. Keberadaan fasilitas di Kendari juga membantu masyarakat setempat dan wilayah sekitarnya mengakses layanan tanpa harus selalu bepergian ke luar daerah.
Kepala Klinik Utama Mata JEC ORBITA Kendari, Desti Priani, menekankan pentingnya edukasi dan pendampingan bagi pasien serta keluarga selama proses penanganan katarak.
“Kami ingin masyarakat merasa lebih mudah untuk memeriksakan keluhan penglihatannya dan mendapatkan penjelasan yang jelas mengenai kondisi matanya. Sebelum operasi, pasien dan keluarga perlu memahami alasan tindakan diperlukan, bagaimana prosedur direncanakan, serta apa yang perlu diperhatikan selama pemulihan,” ujarnya.
Menurut Desti, pendampingan tidak berhenti setelah operasi. Pemantauan pemulihan dan pemahaman terhadap anjuran perawatan menjadi bagian penting untuk membantu pasien menjalani proses penyembuhan dengan baik.
Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata
Upaya mendekatkan layanan kesehatan mata kepada masyarakat merupakan bagian dari perjalanan JEC Eye Hospitals and Clinics sejak 1984. Pengembangan jaringan terus dilakukan untuk memperluas jangkauan layanan spesialis mata di berbagai wilayah Indonesia.
PT Nitrasanata Dharma Tbk, perusahaan pengelola JEC Eye Hospitals and Clinics, mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 7 Juli 2026 dengan kode saham JECX. Perusahaan juga melanjutkan pengembangan jaringan, antara lain melalui JEC BALI @ Sanur di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Bali, serta pengembangan layanan di Tangerang dan Kediri.
Melalui perluasan jaringan dan program sosial, JEC berupaya meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan mata. Kolaborasi operasi katarak tanpa biaya di Makassar dan Kendari menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan memperoleh penanganan sesuai indikasi medis.
(TRI)
Berita Terkait
News
JEC ORBITA Makassar Hadirkan PRESBYOND, Teknologi Koreksi Mata Presbiopia Pertama di Indonesia Timur
RS Mata JEC ORBITA Makassar resmi menghadirkan PRESBYOND Laser Blended Vision, teknologi koreksi presbiopia pertama di Indonesia Timur.
Selasa, 09 Jun 2026 17:56
News
JEC ORBITA Makassar Sambut HUT ke-25 dengan Operasi Mata Juling Gratis
Gangguan mata juling atau strabismus tidak hanya berdampak pada fungsi penglihatan. Banyak penderita menghadapi tekanan psikologis akibat stigma sosial hingga hambatan dalam berinteraksi.
Kamis, 12 Feb 2026 17:04
News
Prof Habibah Resmi Jadi Guru Besar Unhas, Fokus Cegah Kebutaan Akibat Retinopati Diabetik
Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi mengukuhkan Prof Habibah S. Muhiddin sebagai Guru Besar Fakultas Kedokteran Unhas dalam bidang Vitreoretina.
Selasa, 18 Feb 2025 14:00
News
Komitmen PT Vale Turunkan Angka Kebutaan Lewat Operasi Katarak Gratis
PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, yang merupakan bagian dari MIND ID, menggelar operasi katarak gratis di Klinik Mata Kolaka.
Kamis, 19 Des 2024 16:35
News
Pj Gubernur Apresiasi Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis RSUD Haji Makassar
Penjabat Gubernur Sulsel, Prof Zudan Arif Fakrulloh, mengapresiasi kegiatan bakti sosial Operasi Katarak secara gratis yang dilaksanakan oleh RSUD Haji Makassar
Sabtu, 19 Okt 2024 19:21
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Angka Kemiskinan di Sidrap Turun jadi 4,65 Persen pada 2026, Terendah Ketiga di Sulsel
2
Diwakili Ketua Fraksi Demokrat Sulsel, Appi Resmi Ambil Formulir Pendaftaran Musda
3
Demokrat Parepare Sebut Sudah 13 DPC Kabupaten/kota Dukung Appi Maju Musda Sulsel
4
Pembekalan Tahfizh, Perkuat Karakter Qur’ani dan Budaya Kampus Islami
5
Raker FTI UMI 2026, Rektor Tegaskan Program Kerja Harus Berpihak pada Mahasiswa
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Angka Kemiskinan di Sidrap Turun jadi 4,65 Persen pada 2026, Terendah Ketiga di Sulsel
2
Diwakili Ketua Fraksi Demokrat Sulsel, Appi Resmi Ambil Formulir Pendaftaran Musda
3
Demokrat Parepare Sebut Sudah 13 DPC Kabupaten/kota Dukung Appi Maju Musda Sulsel
4
Pembekalan Tahfizh, Perkuat Karakter Qur’ani dan Budaya Kampus Islami
5
Raker FTI UMI 2026, Rektor Tegaskan Program Kerja Harus Berpihak pada Mahasiswa