Vale Indonesia Intensifkan Penanganan Karhutla di Wilayah IGP Pomalaa
Jum'at, 23 Okt 2026 23:19
PT Vale Indonesia mengintensifkan upaya penanganan bersama BPBD serta menyiapkan langkah lanjutan untuk mengendalikan api dan mencegah kebakaran meluas di sekitar IGP Pomalaa. Foto/Istimewa
POMALAA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Puulemo dan Baula, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, menjadi perhatian serius PT Vale Indonesia Tbk. Perusahaan mengintensifkan upaya penanganan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta menyiapkan langkah lanjutan untuk mengendalikan api dan mencegah kebakaran meluas di sekitar Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa.
Berdasarkan pemetaan sementara, kebakaran di Puulemo mencakup area seluas 31,68 hektare di dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Vale Indonesia. Penanganan dilakukan oleh tim Fire and Emergency Services (FES) Vale Indonesia bersama BPBD.
Sementara itu, kebakaran di Baula diperkirakan meliputi area sekitar 90 hektare yang berada di dalam wilayah IUPK dan Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH). Penanganan di lokasi tersebut masih dikoordinasikan secara intensif karena akses menuju titik kebakaran menjadi salah satu kendala utama.
Di tengah kondisi lapangan yang menantang, personel FES Vale Indonesia terus berupaya mengendalikan api dan mencegah penjalaran kebakaran. Setiap langkah penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel serta berkoordinasi dengan BPBD dan instansi terkait.
Head of Pomalaa Project Vale Indonesia, Mohammad Rifai, mengatakan perusahaan mengerahkan sumber daya yang tersedia untuk mendukung penanganan karhutla secara aman, terukur, dan terkoordinasi.
“Tim FES Vale Indonesia terus bekerja bersama BPBD untuk menangani kebakaran di Puulemo. Pada saat yang sama, kami sedang mempersiapkan respons terhadap kebakaran di Baula, mulai dari pemetaan akses menuju lokasi, identifikasi sumber air terdekat, asesmen lapangan, hingga koordinasi dengan pemerintah dan instansi terkait,” ujar Rifai.
Untuk mempercepat penanganan di Baula, Vale Indonesia berkoordinasi dengan tim eksplorasi guna mengidentifikasi jalur yang dapat digunakan menuju titik kebakaran sekaligus memetakan sumber air terdekat. Asesmen lapangan juga disiapkan untuk memperoleh gambaran aktual mengenai kondisi dan karakteristik wilayah terdampak.
Hasil asesmen tersebut akan menjadi dasar penentuan metode penanganan yang efektif dengan mempertimbangkan kondisi medan dan keselamatan personel. Kegiatan ini melibatkan tim terkait dengan pendampingan personel FES Vale Indonesia.
“Setiap waktu sangat berarti dalam situasi seperti ini. Namun, keselamatan masyarakat dan seluruh personel yang terlibat harus tetap menjadi prioritas. Karena itu, kami memastikan setiap langkah dilakukan berdasarkan kondisi aktual di lapangan dan melalui koordinasi yang kuat dengan seluruh pihak,” kata Rifai.
Selain mengerahkan personel, Vale Indonesia menyiapkan dukungan peralatan dan tenaga apabila pembuatan sekat bakar dinilai diperlukan untuk membatasi penjalaran api. Perusahaan juga memperbarui data harian mengenai luas wilayah terdampak, dokumentasi visual, dan koordinat titik kebakaran sebagai bahan pemantauan serta pengambilan keputusan.
Penanganan karhutla di Baula juga akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, termasuk Satuan Tugas Penanganan Karhutla, BPBD, Pemerintah Kabupaten Kolaka, dan Kesatuan Pengelolaan Hutan. Informasi mengenai kejadian tersebut juga akan dilaporkan melalui sistem pemantauan karhutla Sipongi.
Dengan mempertimbangkan luas area terdampak, Vale Indonesia mendorong dukungan tambahan dari unsur terkait melalui koordinasi bersama Satgas Karhutla dan aparat kewilayahan. Sejumlah opsi penanganan lanjutan turut dipertimbangkan, termasuk pembuatan sekat bakar untuk memutus jalur bahan bakar api.
Apabila kondisi kebakaran tidak memungkinkan ditangani melalui jalur darat, dukungan udara juga dapat dipertimbangkan. Keputusan mengenai langkah lanjutan akan didasarkan pada hasil asesmen lapangan, dengan memperhatikan keselamatan, efektivitas penanganan, kondisi lingkungan, dan ketentuan perizinan.
Berdasarkan pemetaan sementara, kebakaran di Puulemo mencakup area seluas 31,68 hektare di dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Vale Indonesia. Penanganan dilakukan oleh tim Fire and Emergency Services (FES) Vale Indonesia bersama BPBD.
Sementara itu, kebakaran di Baula diperkirakan meliputi area sekitar 90 hektare yang berada di dalam wilayah IUPK dan Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH). Penanganan di lokasi tersebut masih dikoordinasikan secara intensif karena akses menuju titik kebakaran menjadi salah satu kendala utama.
Di tengah kondisi lapangan yang menantang, personel FES Vale Indonesia terus berupaya mengendalikan api dan mencegah penjalaran kebakaran. Setiap langkah penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel serta berkoordinasi dengan BPBD dan instansi terkait.
Head of Pomalaa Project Vale Indonesia, Mohammad Rifai, mengatakan perusahaan mengerahkan sumber daya yang tersedia untuk mendukung penanganan karhutla secara aman, terukur, dan terkoordinasi.
“Tim FES Vale Indonesia terus bekerja bersama BPBD untuk menangani kebakaran di Puulemo. Pada saat yang sama, kami sedang mempersiapkan respons terhadap kebakaran di Baula, mulai dari pemetaan akses menuju lokasi, identifikasi sumber air terdekat, asesmen lapangan, hingga koordinasi dengan pemerintah dan instansi terkait,” ujar Rifai.
Untuk mempercepat penanganan di Baula, Vale Indonesia berkoordinasi dengan tim eksplorasi guna mengidentifikasi jalur yang dapat digunakan menuju titik kebakaran sekaligus memetakan sumber air terdekat. Asesmen lapangan juga disiapkan untuk memperoleh gambaran aktual mengenai kondisi dan karakteristik wilayah terdampak.
Hasil asesmen tersebut akan menjadi dasar penentuan metode penanganan yang efektif dengan mempertimbangkan kondisi medan dan keselamatan personel. Kegiatan ini melibatkan tim terkait dengan pendampingan personel FES Vale Indonesia.
“Setiap waktu sangat berarti dalam situasi seperti ini. Namun, keselamatan masyarakat dan seluruh personel yang terlibat harus tetap menjadi prioritas. Karena itu, kami memastikan setiap langkah dilakukan berdasarkan kondisi aktual di lapangan dan melalui koordinasi yang kuat dengan seluruh pihak,” kata Rifai.
Selain mengerahkan personel, Vale Indonesia menyiapkan dukungan peralatan dan tenaga apabila pembuatan sekat bakar dinilai diperlukan untuk membatasi penjalaran api. Perusahaan juga memperbarui data harian mengenai luas wilayah terdampak, dokumentasi visual, dan koordinat titik kebakaran sebagai bahan pemantauan serta pengambilan keputusan.
Penanganan karhutla di Baula juga akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, termasuk Satuan Tugas Penanganan Karhutla, BPBD, Pemerintah Kabupaten Kolaka, dan Kesatuan Pengelolaan Hutan. Informasi mengenai kejadian tersebut juga akan dilaporkan melalui sistem pemantauan karhutla Sipongi.
Dengan mempertimbangkan luas area terdampak, Vale Indonesia mendorong dukungan tambahan dari unsur terkait melalui koordinasi bersama Satgas Karhutla dan aparat kewilayahan. Sejumlah opsi penanganan lanjutan turut dipertimbangkan, termasuk pembuatan sekat bakar untuk memutus jalur bahan bakar api.
Apabila kondisi kebakaran tidak memungkinkan ditangani melalui jalur darat, dukungan udara juga dapat dipertimbangkan. Keputusan mengenai langkah lanjutan akan didasarkan pada hasil asesmen lapangan, dengan memperhatikan keselamatan, efektivitas penanganan, kondisi lingkungan, dan ketentuan perizinan.
(TRI)
Berita Terkait
News
Vale Indonesia Serah Terimakan Enam Rumah Layak Huni bagi Warga Kolaka
Hasnah merupakan satu dari enam penerima manfaat program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dilaksanakan Vale Indonesia di tiga desa di Kabupaten Kolaka.
Senin, 19 Okt 2026 15:37
News
MDA dan Pemkab Luwu Perkuat Kesiapsiagaan Kekeringan dan Karhutla
kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari deteksi dini hingga penanganan darurat.
Senin, 19 Okt 2026 15:19
Ekbis
Vale Indonesia Pamerkan Produk UMKM Binaan di HUT Sulsel ke-357
Produk olahan pangan hingga kerajinan lokal dari Luwu Timur meramaikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan di Makassar, Minggu (18/10/2026).
Minggu, 18 Okt 2026 21:34
News
Pertamina Perkuat Konservasi Kebun Raya Pucak, Cegah Karhutla & Kembangkan Auksin Alami
Pertamina Patra Niaga AFT Hasanuddin memperkuat upaya pelestarian Kebun Raya Pucak, Kabupaten Maros, melalui edukasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Minggu, 18 Okt 2026 19:01
News
Hasil Uji Laboratorium: Padi di Lahan Terdampak Tumpahan MFO Vale Aman Dikonsumsi
Hasil pengujian laboratorium terhadap sampel gabah dari lahan percontohan (demplot) menunjukkan padi yang dipanen memenuhi standar mutu dan keamanan pangan sehingga dinyatakan aman dikonsumsi.
Sabtu, 17 Okt 2026 11:08
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Enduro Home Service, Cara Pertamina Lubricants Merintis Wirausaha dari Bengkel Sekolah
2
Land Cruiser FJ Debut di Indonesia Timur, Kalla Toyota Buka Prospek
3
Golkar Sulsel Gelar Pelantikan dan Pesta Rakyat, Sejumlah Menteri Dijadwalkan Hadir
4
Hadapi Sorotan MSCI, OJK Tegaskan Komitmen Reformasi Pasar Modal
5
Tingkatkan Kualitas Layanan Informasi Publik, Pemkab Gowa Evaluasi Kinerja PPID
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Enduro Home Service, Cara Pertamina Lubricants Merintis Wirausaha dari Bengkel Sekolah
2
Land Cruiser FJ Debut di Indonesia Timur, Kalla Toyota Buka Prospek
3
Golkar Sulsel Gelar Pelantikan dan Pesta Rakyat, Sejumlah Menteri Dijadwalkan Hadir
4
Hadapi Sorotan MSCI, OJK Tegaskan Komitmen Reformasi Pasar Modal
5
Tingkatkan Kualitas Layanan Informasi Publik, Pemkab Gowa Evaluasi Kinerja PPID