MDA dan Pemkab Luwu Perkuat Kesiapsiagaan Kekeringan dan Karhutla

Senin, 19 Okt 2026 15:19
MDA dan Pemkab Luwu Perkuat Kesiapsiagaan Kekeringan dan Karhutla
PT Masmindo Dwi Area (MDA) bersama Pemerintah Kabupaten Luwu menggelar latihan bersama dan simulasi kesiapsiagaan bencana dengan melibatkan warga di Kecamatan Latimojong. Foto/Istimewa
Comment
Share
LUWU - Kesiapsiagaan menghadapi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari deteksi dini hingga penanganan darurat. Untuk memperkuat upaya tersebut, PT Masmindo Dwi Area (MDA) bersama Pemerintah Kabupaten Luwu menggelar latihan bersama dan simulasi kesiapsiagaan bencana di Kecamatan Latimojong.

Kegiatan yang berlangsung di areal Kantor Kecamatan Latimojong ini diikuti lebih dari 80 peserta dari 12 desa. Peserta terdiri atas perwakilan Desa Tangguh Bencana (Destana) yang telah terbentuk di 10 desa, anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas), kelompok perempuan, tokoh agama, pemuda, serta unsur masyarakat lainnya.

Sejumlah pemangku kepentingan turut terlibat, di antaranya organisasi perangkat daerah (OPD), unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Latimojong, para kepala desa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Latimojong, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Danramil Bastem.

Latihan ini merupakan tindak lanjut koordinasi antara Pemkab Luwu dan MDA untuk memperkuat sinergi dalam mengantisipasi potensi kekeringan dan karhutla, terutama di wilayah Kecamatan Latimojong.

Dalam kegiatan tersebut, MDA memperkenalkan sistem pemantauan titik api (hotspot) berbasis satelit yang dapat diakses melalui komputer maupun perangkat seluler. Sistem ini dilengkapi fitur peringatan otomatis ketika terdeteksi titik api di dalam wilayah Kontrak Karya (KK) MDA maupun area sekitarnya hingga radius 35 kilometer.

Selain pengenalan teknologi deteksi dini, tim Environmental, Social, and Governance (ESG) serta Emergency Response Team (ERT) MDA memberikan pelatihan penanganan korban luka bakar. Sementara itu, KPH Latimojong dan Disdamkar menyampaikan materi mengenai pencegahan dan penanganan kebakaran lahan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Luwu, Andi Baso Tenriesa, mengapresiasi kolaborasi tersebut sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.

“Kami mengapresiasi kolaborasi BPBD Kabupaten Luwu dan PT Masmindo Dwi Area dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kekeringan dan karhutla di Kecamatan Latimojong. Kami berharap pelatihan ini meningkatkan kesiapan personel dan masyarakat serta ditindaklanjuti melalui aksi nyata,” ujarnya.

Menurut Andi Baso, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam membangun daerah yang tangguh terhadap bencana.

Senada dengan itu, Kepala Teknik Tambang (KTT) MDA, Mustafa Ibrahim, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat mitigasi kekeringan dan karhutla.

“Kepedulian bersama dan kesiapsiagaan menjadi kunci untuk mencegah risiko bencana serta melindungi masyarakat dan lingkungan, khususnya di Kecamatan Latimojong,” kata Mustafa.

Dalam sesi diskusi, peserta mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi masyarakat dalam mengantisipasi kekeringan dan karhutla. Berbagai persoalan tersebut dibahas bersama untuk merumuskan solusi dan langkah tindak lanjut yang dapat dilakukan secara kolaboratif.

Peserta juga berbagi informasi mengenai praktik pembakaran lahan yang masih ditemukan di masyarakat, sekaligus membahas langkah antisipasi berdasarkan kearifan lokal. Salah satu usulan yang mengemuka ialah mempercepat pembentukan kelompok Destana di desa-desa yang belum memilikinya, terutama wilayah terluar seperti Desa Tabang.

Penguatan peran masyarakat dinilai penting untuk mendukung deteksi dini dan penanganan awal kebakaran sebelum api meluas. Karena itu, peningkatan kapasitas warga di tingkat desa menjadi bagian penting dari upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.

Untuk memperkuat keterampilan menghadapi keadaan darurat, kegiatan juga dilengkapi praktik lapangan teknik pemadaman api yang dipandu Disdamkar. Sejumlah perwakilan peserta mengikuti simulasi untuk memahami langkah dasar penanganan kebakaran.

Sebagai bagian dari edukasi berkelanjutan, MDA menyerahkan 15 banner berukuran besar berisi informasi pencegahan karhutla untuk dipasang di seluruh desa serta kantor-kantor Muspika Kecamatan Latimojong. Materi edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko kebakaran dan pentingnya pencegahan sejak dini.

Sebagai tindak lanjut, BPBD Kabupaten Luwu meminta Camat Latimojong dan seluruh kepala desa menyusun serta menyerahkan rencana aksi penanggulangan karhutla di wilayah masing-masing. Evaluasi bersama juga akan dikoordinasikan BPBD untuk meninjau pelaksanaan kegiatan dan mengidentifikasi peluang penerapan program serupa di kecamatan lain.

Melalui kolaborasi ini, MDA bersama pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat berupaya membangun kesiapsiagaan yang lebih terarah dan berkelanjutan. Penguatan deteksi dini, peningkatan keterampilan warga, serta koordinasi lintas sektor diharapkan dapat membantu mengurangi risiko kekeringan dan karhutla di Kecamatan Latimojong.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru