Salam Tiga Jari dan Pesan Kepedulian Karhutla Warnai Spektamagis Makassar

Kamis, 05 Nov 2026 12:06
Salam Tiga Jari dan Pesan Kepedulian Karhutla Warnai Spektamagis Makassar
Sejumlah musisi yang tampil di Spektamagis Vol. 3 di Makassar menyelipkan pesan solidaritas melalui salam tiga jari dan seruan kepedulian terhadap korban karhutla. Foto/IST
Comment
Share
MAKASSAR - Ribuan penonton larut dalam musik dan hiburan di panggung Spektamagis Volume 3. Namun, di tengah kemeriahan konser di Parking Lot Phinisi Point (PiPo), Makassar, Rabu (4/11/2026) malam, sejumlah musisi menyelipkan pesan solidaritas melalui salam tiga jari dan seruan kepedulian terhadap korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Gestur three-finger salute yang diangkat para musisi di hadapan penonton menjadi salah satu momen yang mencuri perhatian. Bukan sekadar ekspresi di atas panggung, salam tersebut menjadi simbol ajakan untuk tidak melupakan masyarakat yang masih terdampak bencana lingkungan.

Salah satu pesan paling kuat datang dari Fiersa Besari. Di sela penampilannya, penyanyi sekaligus penulis itu mengajak penonton Makassar mendoakan saudara-saudara mereka yang terdampak kebakaran hutan, khususnya di Kalimantan.

"Kita jangan lupa mendoakan teman-teman kita yang terkena musibah kebakaran. Kita bersama-sama. Kita semua saudara. Dan jangan pernah takut bersuara, oke?” seru Fiersa dari atas panggung.

Seruan itu langsung disambut riuh tepuk tangan penonton. Di tengah suasana konser yang meriah, pesan Fiersa menghadirkan ruang refleksi tentang solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.

Fiersa kembali mengingatkan bahwa kesibukan sehari-hari tidak seharusnya membuat masyarakat melupakan mereka yang masih berjuang menghadapi dampak kebakaran hutan.

“Semoga di tengah kesibukan kita, kita tidak lupa mendoakan saudara-saudara dan sahabat-sahabat kita yang masih terdampak kebakaran hutan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya keberanian menyampaikan aspirasi. Menurutnya, masyarakat tidak perlu takut bersuara ketika melihat persoalan yang membutuhkan perhatian bersama.

Pesan serupa turut disampaikan Mahalini. Penyanyi asal Bali itu mengajak penonton mendoakan agar bencana karhutla segera berlalu dan masyarakat yang terdampak dapat kembali menjalani kehidupan dengan baik.

Mahalini menjadi salah satu penampil yang paling dinantikan malam itu. Ia membawakan sejumlah lagu andalannya, di antaranya “Mencintaimu”, “Sial”, “Sisa Rasa”, “Untuk yang Bersamanya”, “Batasi Rasa”, “Percuma”, “Bohongi Hati”, dan “Mati-matian”.

Suasana semakin emosional ketika Mahalini menutup penampilannya dengan lagu “Bawa Dia Kembali”. Lagu tersebut didedikasikan sebagai bagian dari pesan All Eyes on Karhutla — for forest, for people, for animals.

Pesan itu mengingatkan bahwa dampak kebakaran hutan tidak hanya dirasakan masyarakat yang kehilangan tempat tinggal atau sumber penghidupan. Bencana tersebut juga mengancam kelestarian hutan dan kehidupan satwa yang bergantung pada ekosistem di dalamnya.

Spektamagis Volume 3 merupakan gelaran ketiga setelah dua edisi sebelumnya berlangsung di Kalimantan. Kali ini, Makassar dipilih sebagai tempat untuk menyapa pencinta musik di Sulawesi Selatan.

Selain Fiersa Besari dan Mahalini, konser tersebut juga menghadirkan Fadly “Padi”, Vierratale, For Revenge, serta Sound Of Panca. Deretan penampil itu menghadirkan beragam warna musik, mulai dari pop dan rock hingga lagu-lagu emosional yang akrab di telinga penonton.

Malam itu, Spektamagis tidak hanya menjadi ruang untuk menikmati penampilan musisi favorit. Salam tiga jari dan pesan solidaritas yang menggema dari atas panggung menjadi pengingat bahwa musik juga memiliki kekuatan untuk menyuarakan kepedulian, menggerakkan empati, dan mengajak masyarakat memberi perhatian pada persoalan lingkungan.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru