Diakui di Tingkat ASEAN, Rektor Unhas Diterima sebagai AFEO Honorary Fellow

Sabtu, 24 Okt 2026 00:07
Diakui di Tingkat ASEAN, Rektor Unhas Diterima sebagai AFEO Honorary Fellow
Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa, di Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations ke-44 di Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (23/10/2026). Foto: Istimewa.
Comment
Share
MAKASSAR - Kontribusi dalam pengembangan ilmu kelautan, konservasi ekosistem pesisir, dan penguatan profesi keinsinyuran mengantarkan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Jamaluddin Jompa, meraih AFEO Honorary Fellow Award pada Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO) ke-44 di Kota Bandung, Jawa Barat.

Penghargaan yang diserahkan di Pullman Bandung International Convention Centre tersebut merupakan bentuk pengakuan atas kiprah Prof JJ dalam pengembangan ilmu pengetahuan, profesi keinsinyuran, dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia maupun kawasan ASEAN.

Penganugerahan ini didasarkan pada nominasi Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan persetujuan 11 organisasi anggota ASEAN Federation of Engineering Organisations (AFEO).

Pengakuan tersebut mencerminkan kontribusi lintas bidang, mulai dari akademik dan riset hingga penguatan profesionalisme insinyur dalam menjawab tantangan pembangunan.

Di bidang akademik, Prof JJ dikenal melalui kiprahnya dalam penelitian ekologi terumbu karang, konservasi laut, dan pengelolaan wilayah pesisir.

Bidang keahliannya berkaitan erat dengan kebutuhan akan pendekatan ilmiah dan solusi berbasis teknologi untuk menjaga keberlanjutan ekosistem laut sekaligus mendukung pembangunan kawasan pesisir.

Menurut Prof JJ, penghargaan tersebut mengingatkan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan dan keinsinyuran perlu diarahkan pada penyelesaian persoalan nyata di masyarakat.

“Penghargaan ini merupakan pengingat bahwa ilmu pengetahuan dan keinsinyuran harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Tantangan pembangunan saat ini membutuhkan kolaborasi lintas disiplin, agar riset dan inovasi tidak berhenti pada publikasi, tetapi juga menghasilkan solusi yang menjawab kebutuhan masyarakat dan menjaga keberlanjutan lingkungan,” jelasnya, Jumat (23/10/2026).

Di bidang keinsinyuran, Prof JJ berkontribusi melalui kepemimpinannya di Persatuan Insinyur Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan. Peran ini sejalan dengan upaya memperkuat kompetensi, etika, dan profesionalisme insinyur agar mampu menjawab kebutuhan pembangunan, termasuk pada sektor infrastruktur, teknologi kelautan, dan ketahanan lingkungan.

Sebagai Rektor Unhas, Prof JJ mendorong penguatan pendidikan profesi insinyur, riset terapan, inovasi teknologi, hilirisasi hasil penelitian, serta kemitraan dengan dunia industri.

Ia menyampaikan bahwa upaya tersebut penting untuk mempertemukan kapasitas akademik dengan kebutuhan di lapangan, sehingga hasil penelitian dapat dikembangkan menjadi inovasi yang bermanfaat.

“Bagi Unhas, penguatan pendidikan, riset, dan inovasi harus berjalan beriringan dengan kebutuhan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa keunggulan akademik dapat diterjemahkan sebagai solusi yang relevan, baik untuk pembangunan nasional maupun untuk menjawab tantangan keberlanjutan di tingkat global,” tambah Prof JJ.

Pengalaman kepemimpinannya sebagai Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan serta Dekan Sekolah Pascasarjana Unhas turut membentuk perjalanan akademik dan profesionalnya.

Keterlibatannya dalam program nasional COREMAP II juga merupakan bagian dari kiprahnya dalam pengembangan dan pengelolaan sumber daya kelautan.

Bagi Unhas, penghargaan tersebut adalah momentum memperkuat peran perguruan tinggi dalam mempertemukan riset, pendidikan, dan praktik keinsinyuran.

Kolaborasi lintas disiplin diperlukan agar pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mampu menghasilkan solusi bagi berbagai persoalan pembangunan.

Melalui AFEO Honorary Fellow Award, kontribusi Prof JJ memperoleh pengakuan di tingkat ASEAN. Capaian ini sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan profesi keinsinyuran dalam mendorong inovasi serta pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.
(GUS)
Berita Terkait
Unhas dan KP2MI Buka Kelas Bahasa dan Budaya Taiwan, Siapkan 35 Calon Pekerja Migran
News
Unhas dan KP2MI Buka Kelas Bahasa dan Budaya Taiwan, Siapkan 35 Calon Pekerja Migran
Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui Migrant Service Center bekerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Sulawesi Selatan membuka Kelas Bahasa dan Budaya Taiwan untuk membekali calon pekerja migran dengan kemampuan bahasa dan pemahaman budaya negara tujuan.
Kamis, 22 Okt 2026 22:11
Unhas Luncurkan Podium, Wadah Berbasis Data Suarakan Aspirasi Indonesia Timur
News
Unhas Luncurkan Podium, Wadah Berbasis Data Suarakan Aspirasi Indonesia Timur
Pusat Litbang Opini Publik, Demokrasi, dan Pembangunan LPPM Unhas menggelar Diskusi Hasil Survei Suara Indonesia Timur bertema "Dua Tahun Diskusi Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto".
Rabu, 21 Okt 2026 16:30
Gelar LIKE IT 2026 di Unhas, LPS Minta Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
News
Gelar LIKE IT 2026 di Unhas, LPS Minta Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
Unhas resmi menjadi tuan rumah penyelenggaraan LIKE IT Tahun 2026 Seri Kesembilan. Kegiatan ini berlangsung di Baruga A.P. Pettarani Kampus Unhas Tamalanrea, Kota Makassar, Selasa (20/10/2026).
Selasa, 20 Okt 2026 19:46
Unhas dan Badan Keahlian DPR RI Jalin Kerja Sama Perkuat Riset dan Kebijakan
News
Unhas dan Badan Keahlian DPR RI Jalin Kerja Sama Perkuat Riset dan Kebijakan
Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Badan Keahlian Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman atau MoU.
Selasa, 20 Okt 2026 19:15
Gandeng Inggris, Unhas Kembangkan Riset Pengelolaan Sampah Rendah Karbon
News
Gandeng Inggris, Unhas Kembangkan Riset Pengelolaan Sampah Rendah Karbon
Universitas Hasanuddin (Unhas) menerima kunjungan kehormatan dari Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic James Robert Jermey, dalam rangka penguatan program Low Carbon Development.
Senin, 19 Okt 2026 16:18
Berita Terbaru