Idrus Marham: Kritik dari Dalam Koalisi Harus Jadi Penguat Pemerintahan Prabowo
Jum'at, 30 Okt 2026 07:51
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham. Foto: Istimewa
JAKARTA - Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham menegaskan kritik dari internal koalisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sejatinya menjadi instrumen koreksi dalam kerangka penguatan bersama, bukan justru melemahkan soliditas partai-partai pendukung pemerintah.
Idrus menyampaikan hal itu merespons sorotan anggota DPR RI (Fraksi Partai GERINDRA), Kamrussamad terhadap kinerja sejumlah menteri yang dinilai belum maksimal menjawab persoalan masyarakat.
Tiga menteri dari Partai Golkar turut menjadi sorotan, yakni Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, serta Menteri UMKM Maman Abdurrahman.
Menurut Idrus, kritik dalam koalisi merupakan hal yang wajar selama dilandasi niat tulus, penilaian objektif, faktual dan berkeadilan dengan orientasi memperbaiki kinerja pemerintahan.
Dalam perspektif itu, Presiden telah mengingatkan kita, bahwa Indonesia adalah Rumah Besar kita bersama harus dirawat dan dibangun bersama.
Kita adalah Satu Keluarga Besar yg harus saling mengingatkan, saling mengkritisi, saling memperkuat dan saling menbesarkan untuk merawat bangsa ini, tegas Idrus mengikuti konstruksi berpikir Presiden.
"Kalau kritikannya disampaikan dengan niat yang tulus, objektif faktual, jujur dan berkeadilan untuk memperkuat koalisi Merah Putih bagi suksesnya Pemerintahan Prabowo, maka penguatan itu semakin solid," kata Idrus.
Ia menekankan, kritik tidak semestinya dipahami sebagai ancaman terhadap kebersamaan. Sebaliknya, kritik dapat menjadi sarana untuk mengingatkan sesama anggota koalisi agar terus memperbaiki kekurangan dan memastikan kebijakan Presiden Prabowo terlaksana dengan baik.
Idrus mengatakan, para elite dan tokoh yang berada dalam koalisi pemerintahan pada dasarnya telah saling mengenal, termasuk rekam jejak dan karakter masing-masing.
Ia mencontohkan hubungan Kamrussamad dengan Bahlil yang telah terjalin sejak aktif di organisasi kepemudaan KNPI dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Saya juga sebagai Mantan Ketua Umum DPP KNPI dan Wakil Presiden Pemuda Dunia dimana Kamarussamad adalah bagian dari kepemimpinan kami bersama berkiprah, bahkan lanjut dalam dunia politik ketika Saya menjadi SEKJEN DPP Partai GOLKAR, Kita sudah saling memahami, makanya jangan ada permainan anta kita, ha ha ha.. jelas Idrus dengan sedikit guyon tertawa.
Karena itu, Idrus berharap kritik yang disampaikan tidak berhenti pada penilaian terhadap individu, tetapi juga mempertimbangkan konteks kebijakan, proses koordinasi antar unit, dan upaya yang telah dilakukan pemerintah.
Namun secara guyon dan kelakar, Idrus mempertanyakan mengapa sorotan Sdr. Kamrussamad secara spesifik menyebut tiga menteri Golkar, sementara kementerian lain yang juga berkaitan dengan pelayanan publik tidak disebutkan secara langsung.Lanjut pertanyaan Idrus itu disertai ajakan berpikir berdasarkan logika sosial, di mana rakyat tidak bodoh, rakyat tidak tidur bahwa
"Apabila kritikan itu tidak disertai dengan niat tulus, tidak objektif, tidak komprehensif/ holistik, tidak terintegrasi, tidak berkeadilan, maka boleh jadi kririkan itu kembali mendegradasi Pengktitik itu sendiri. Lanjut Idrus sambil tertawa. maka hati2 mengktiti, apalagi kalo antar kita sudah saling tahu, kritik itu akan bisa mendegradasi eksistensi dan peran pengkritik itu sendiri," ujarnya sambil tertawa.
Pernyataan Idrus tidak berarti menolak evaluasi. Ia justru menekankan pentingnya keseimbangan antara mengoreksi pihak lain dan melakukan introspeksi terhadap diri sendiri.
Idrus menegaskan, dinamika kritik tersebut tidak akan menggoyahkan komitmen Partai Golkar untuk mendukung pemerintahan Prabowo.
Ia meminta seluruh kader Golkar menjadikan kritik sebagai pemacu untuk bekerja lebih proaktif, mengambil peran dalam pelaksanaan kebijakan, program dan memastikan pemerintahan berjalan sesuai agenda presiden, yang berorientasi kerakyatan yang diinspirasi oleh Ideologi dan Falsafah Pancasila.
"Apapun kritikannya, arahan Ketua Umum DPP Partai GOLKAR, Bung Bahlil, bahwa apapun tantangan, apapun kritikan, kita tidak akan goyah sedikit pun mendukung Pemerintahan Prabowo. Bahkan harus memacu dan memicu kita untuk berbuat lebih proaktif memastikan Sukses Periode pertama sebagai Eskalator Sukses Kepemimpinan Peabowo Periode Ke Dua," kata Idrus menirukan seruan Ketum Golkar Bung Bahlil.
Idrus menyampaikam folume dan dinamika Komunikasi Bahlil dan Prabowo begitu intensif, tercermin dalam beberapa even, momentum dan dibeberapa kesempatan, terutama disaat peluncuran buku bertajuk "10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia". Presiden secara spesifik memberikan apresiasi Luar Biasa terhadap kinerja Bahlil.
Idrus menambahkan, keberhasilan pemerintahan Prabowo pada periode ini juga menjadi kepentingan strategis Golkar dalam menjaga kesinambungan dukungan politik pada periode berikutnya, semakin memperkuat dukungan Golkar terhadap Prabowo pada Peride ke dua, 2029-2034.
Sebelumnya, Kamrussamad menyoroti persoalan pemadaman listrik, antrean bahan bakar minyak (BBM), pemberantasan judi daring dan pinjaman daring ilegal, serta akses pembiayaan UMKM.
Kamrussamad menilai persoalan pelayanan publik yang berlarut-larut berpotensi mengganggu rantai pasok ekonomi dan memengaruhi kepercayaan investor.
Sorotan serupa sebelumnya disampaikan Kamrussamad dalam diskusi mengenai dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran pada 20 Oktober 2026. Kamrussamad meminta pemerintah mengevaluasi pelayanan publik, khususnya pasokan listrik dan BBM, agar tidak menghambat aktivitas ekonomi daerah.
Menanggapi dinamika tersebut, Idrus menilai keluarga besar koalisi Merah Putih harus mampu merawat ruang koreksi tanpa kehilangan semangat kebersamaan. Hal itu hanya bisa terwujud, bila kritikan itu dilakukan dengan niat yg tulus, komitmen kebangsaan yang kuat, obyektif, logik, faktual, komprehensif- holistik, terintegrasi, terkoordinasi, jujur dan berkeadilan.
"Kalau ada kritik di dalam, kita harus meyakini bahwa niatnya untuk bersama-sama membangun dan mendukung Prabowo agar sukses memimpin bangsa Periode pertama ini, dan Sukses Periode pertama menjadi ESKALATOR menuju Kepemimpinan Prabowo Peride kedua (2029 - 2034). Di sinilah relevansi dan urgensinya koalisi permanen merah putih," pungkas Idrus mempertegas Inspirasi dan Inisiasi Bahlil.
Bagi Idrus, ukuran soliditas koalisi bukanlah ketiadaan kritik, melainkan kemampuan seluruh anggotanya menjadikan kritik sebagai bahan perbaikan demi keberhasilan pemerintahan.
Idrus menyampaikan hal itu merespons sorotan anggota DPR RI (Fraksi Partai GERINDRA), Kamrussamad terhadap kinerja sejumlah menteri yang dinilai belum maksimal menjawab persoalan masyarakat.
Tiga menteri dari Partai Golkar turut menjadi sorotan, yakni Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, serta Menteri UMKM Maman Abdurrahman.
Menurut Idrus, kritik dalam koalisi merupakan hal yang wajar selama dilandasi niat tulus, penilaian objektif, faktual dan berkeadilan dengan orientasi memperbaiki kinerja pemerintahan.
Dalam perspektif itu, Presiden telah mengingatkan kita, bahwa Indonesia adalah Rumah Besar kita bersama harus dirawat dan dibangun bersama.
Kita adalah Satu Keluarga Besar yg harus saling mengingatkan, saling mengkritisi, saling memperkuat dan saling menbesarkan untuk merawat bangsa ini, tegas Idrus mengikuti konstruksi berpikir Presiden.
"Kalau kritikannya disampaikan dengan niat yang tulus, objektif faktual, jujur dan berkeadilan untuk memperkuat koalisi Merah Putih bagi suksesnya Pemerintahan Prabowo, maka penguatan itu semakin solid," kata Idrus.
Ia menekankan, kritik tidak semestinya dipahami sebagai ancaman terhadap kebersamaan. Sebaliknya, kritik dapat menjadi sarana untuk mengingatkan sesama anggota koalisi agar terus memperbaiki kekurangan dan memastikan kebijakan Presiden Prabowo terlaksana dengan baik.
Idrus mengatakan, para elite dan tokoh yang berada dalam koalisi pemerintahan pada dasarnya telah saling mengenal, termasuk rekam jejak dan karakter masing-masing.
Ia mencontohkan hubungan Kamrussamad dengan Bahlil yang telah terjalin sejak aktif di organisasi kepemudaan KNPI dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Saya juga sebagai Mantan Ketua Umum DPP KNPI dan Wakil Presiden Pemuda Dunia dimana Kamarussamad adalah bagian dari kepemimpinan kami bersama berkiprah, bahkan lanjut dalam dunia politik ketika Saya menjadi SEKJEN DPP Partai GOLKAR, Kita sudah saling memahami, makanya jangan ada permainan anta kita, ha ha ha.. jelas Idrus dengan sedikit guyon tertawa.
Karena itu, Idrus berharap kritik yang disampaikan tidak berhenti pada penilaian terhadap individu, tetapi juga mempertimbangkan konteks kebijakan, proses koordinasi antar unit, dan upaya yang telah dilakukan pemerintah.
Namun secara guyon dan kelakar, Idrus mempertanyakan mengapa sorotan Sdr. Kamrussamad secara spesifik menyebut tiga menteri Golkar, sementara kementerian lain yang juga berkaitan dengan pelayanan publik tidak disebutkan secara langsung.Lanjut pertanyaan Idrus itu disertai ajakan berpikir berdasarkan logika sosial, di mana rakyat tidak bodoh, rakyat tidak tidur bahwa
"Apabila kritikan itu tidak disertai dengan niat tulus, tidak objektif, tidak komprehensif/ holistik, tidak terintegrasi, tidak berkeadilan, maka boleh jadi kririkan itu kembali mendegradasi Pengktitik itu sendiri. Lanjut Idrus sambil tertawa. maka hati2 mengktiti, apalagi kalo antar kita sudah saling tahu, kritik itu akan bisa mendegradasi eksistensi dan peran pengkritik itu sendiri," ujarnya sambil tertawa.
Pernyataan Idrus tidak berarti menolak evaluasi. Ia justru menekankan pentingnya keseimbangan antara mengoreksi pihak lain dan melakukan introspeksi terhadap diri sendiri.
Idrus menegaskan, dinamika kritik tersebut tidak akan menggoyahkan komitmen Partai Golkar untuk mendukung pemerintahan Prabowo.
Ia meminta seluruh kader Golkar menjadikan kritik sebagai pemacu untuk bekerja lebih proaktif, mengambil peran dalam pelaksanaan kebijakan, program dan memastikan pemerintahan berjalan sesuai agenda presiden, yang berorientasi kerakyatan yang diinspirasi oleh Ideologi dan Falsafah Pancasila.
"Apapun kritikannya, arahan Ketua Umum DPP Partai GOLKAR, Bung Bahlil, bahwa apapun tantangan, apapun kritikan, kita tidak akan goyah sedikit pun mendukung Pemerintahan Prabowo. Bahkan harus memacu dan memicu kita untuk berbuat lebih proaktif memastikan Sukses Periode pertama sebagai Eskalator Sukses Kepemimpinan Peabowo Periode Ke Dua," kata Idrus menirukan seruan Ketum Golkar Bung Bahlil.
Idrus menyampaikam folume dan dinamika Komunikasi Bahlil dan Prabowo begitu intensif, tercermin dalam beberapa even, momentum dan dibeberapa kesempatan, terutama disaat peluncuran buku bertajuk "10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia". Presiden secara spesifik memberikan apresiasi Luar Biasa terhadap kinerja Bahlil.
Idrus menambahkan, keberhasilan pemerintahan Prabowo pada periode ini juga menjadi kepentingan strategis Golkar dalam menjaga kesinambungan dukungan politik pada periode berikutnya, semakin memperkuat dukungan Golkar terhadap Prabowo pada Peride ke dua, 2029-2034.
Sebelumnya, Kamrussamad menyoroti persoalan pemadaman listrik, antrean bahan bakar minyak (BBM), pemberantasan judi daring dan pinjaman daring ilegal, serta akses pembiayaan UMKM.
Kamrussamad menilai persoalan pelayanan publik yang berlarut-larut berpotensi mengganggu rantai pasok ekonomi dan memengaruhi kepercayaan investor.
Sorotan serupa sebelumnya disampaikan Kamrussamad dalam diskusi mengenai dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran pada 20 Oktober 2026. Kamrussamad meminta pemerintah mengevaluasi pelayanan publik, khususnya pasokan listrik dan BBM, agar tidak menghambat aktivitas ekonomi daerah.
Menanggapi dinamika tersebut, Idrus menilai keluarga besar koalisi Merah Putih harus mampu merawat ruang koreksi tanpa kehilangan semangat kebersamaan. Hal itu hanya bisa terwujud, bila kritikan itu dilakukan dengan niat yg tulus, komitmen kebangsaan yang kuat, obyektif, logik, faktual, komprehensif- holistik, terintegrasi, terkoordinasi, jujur dan berkeadilan.
"Kalau ada kritik di dalam, kita harus meyakini bahwa niatnya untuk bersama-sama membangun dan mendukung Prabowo agar sukses memimpin bangsa Periode pertama ini, dan Sukses Periode pertama menjadi ESKALATOR menuju Kepemimpinan Prabowo Peride kedua (2029 - 2034). Di sinilah relevansi dan urgensinya koalisi permanen merah putih," pungkas Idrus mempertegas Inspirasi dan Inisiasi Bahlil.
Bagi Idrus, ukuran soliditas koalisi bukanlah ketiadaan kritik, melainkan kemampuan seluruh anggotanya menjadikan kritik sebagai bahan perbaikan demi keberhasilan pemerintahan.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
IAS Bersama 197 Pengurus Golkar Sulsel Resmi Dilantik, Target Tambah Kursi 50 Persen
Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel), Ilham Arief Sirajuddin (IAS), menegaskan target tambah kursi dalam Pemilu mendatang.
Minggu, 25 Okt 2026 18:18
Sulsel
Golkar Sulsel Gelar Pelantikan dan Pesta Rakyat, Sejumlah Menteri Dijadwalkan Hadir
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulawesi Selatan menyiapkan dua agenda besar, yakni pelantikan pengurus periode 2026–2030 dan pesta rakyat yang dirangkaikan dengan perayaan hari ulang tahun partai.
Jum'at, 23 Okt 2026 16:13
Sulsel
Puas Hasil MYP di Gowa, LBK Ajak Warga Ikut Merawat Jalan Bu'rung-bu'rung-Bili'-Bili'
Anggota Komisi D DPRD Sulawesi Selatan, Lukman B Kady (LBK) mengapresiasi kualitas pekerjaan jalan melalui program multi years project (MYP) di ruas Bu'rung-bu'rung-Bili'-Bili', Kabupaten Gowa, yang kini telah rampung dan diresmikan.
Kamis, 22 Okt 2026 16:47
Sulsel
Hasil Pleno AMPI Sulsel, Dorong Nurhaldin Maju Musda Golkar Makassar
Ketua DPD AMPI Sulsel, Andi Nurhaldin Nurdin Halid menjadi perbincangan hangat di kalangan internal Partai Golkar, juga termasuk di organisasi kepemudaan yang memiliki hubungan erat dengan partai berlambang pohon beringin.
Kamis, 22 Okt 2026 14:01
News
Sekjen Golkar Sarmuji Ingatkan Anggota DPRD Tetap Loyal dan Selalu Hadir untuk Rakyat
Sarmuji menyampaikan bahwa kemampuan membaca situasi politik adalah kunci utama bagi setiap kader dan politisi.
Sabtu, 17 Okt 2026 18:33
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bonus Peraih Emas Naik, Maros Bidik Tiga Besar Porprov
2
PPP Sulsel Tegaskan Pemecatan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Aspirasi Seluruh DPW
3
Menteri Kebudayaan Percepat Penetapan Cagar Budaya Leang Bulu Sipong
4
Unhas Lepas 34 Tim Menuju Pimnas ke-39, Target Juara Umum
5
Chery Tawarkan Mobil Listrik hingga SUV Hybrid di GIIAS Makassar 2026
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bonus Peraih Emas Naik, Maros Bidik Tiga Besar Porprov
2
PPP Sulsel Tegaskan Pemecatan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Aspirasi Seluruh DPW
3
Menteri Kebudayaan Percepat Penetapan Cagar Budaya Leang Bulu Sipong
4
Unhas Lepas 34 Tim Menuju Pimnas ke-39, Target Juara Umum
5
Chery Tawarkan Mobil Listrik hingga SUV Hybrid di GIIAS Makassar 2026